Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Qatadah} berkata; {sahabat kami} telah menceritakan kepada kami dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw.; “bahwasanya beliau melarang berpuasa pada hari jum’at kecuali puasa yang dilakukan secara berkesinambungan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8917
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Zaid} dari Abdullah bin Ibrahim Al Qurasyi atau {Ibrahim bin Abdullah Al Qurasyi} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Rasulullah saw. berdoa pada akhir shalat zhuhur: “Ya Allah, selamatkanlah Al Walid bin Al Walid, Salamah bin Hisyam, ‘Ayyasy bin Abu Rabi’ah dan orang-orang lemah dari kaum muslimin, yang tidak mempunyai daya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah) dari tangan-tangan kafir Musyrikin.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8918
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata; telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Keimanan ada pada orang-orang Yaman, kekafiran datang dari arah timur, ketenangan ada pada para penggembala kambing, sedangkan kesombongan dan riya` ada pada orang-orang yang bersuara keras. Dan Al Masih akan datang dari arah timur, tujuannya adalah kota Madinah, maka ketika telah sampai di ujung gunung uhud malaikat memukul wajahnya ke arah Syam, dan di sanalah dia akan binasa.” Dan dikesempatan lain beliau mengatakan: “Malaikat memalingkan wajahnya (dajjal).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8919
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian dahului ramadhan dengan puasa satu atau dua hari, kecuali jika hari itu adalah hari puasanya maka hendaklah ia berpuasa”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8920
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} Berkata; dan Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa berpuasa ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka sesungguhnya dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang akan diampuni.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8921
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} Dan Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menghidupkan malam lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka sesungguhnya dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” {‘Affan} berkata; Dan {Aban} telah menceritakan kepada kami sebagaimana dalam hadits tersebut dengan sanad ini.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8922
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Hakim Al Atsram} dari {Abu Tamimah Al Juhaimi} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mendatangi (mensetubuhi) wanita yang sedang haid, -atau beliau mengatakan; – seorang wanita melalui duburnya, -atau beliau mengatakan; – mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah berlepas diri dari apa yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad ‘Alaihish Shalatu wassalam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8923
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata; telah menceritakan kepada kami {Tsabit} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah}, berkata; -Hammad berkata; dan aku tidak mengetahuinya kecuali bahwa ia telah memarfu’kannya, kemudian Hammad berkata; menurutku itu dari Nabi saw., – “Bahwasanya seorang laki-laki mengunjungi saudaranya pada sebuah kampung, lalu Allah mengamati langkahnya dengan perantara seorang malaikat. Maka ketika ia telah mendatanginya, malaikat bertanya kepadanya; ‘Kemana kamu pergi?” ia menjawab; ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kampung ini, ‘ malaikat bertanya lagi; ‘Apakah karena nikmat (harta) nya yang ada pada kamu?” ia menjawab; ‘Tidak, hanya saja karena aku mencintainya karena Allah ‘azza wajalla, ‘ maka malaikat berkata; ‘Sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu, dan sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8924
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata; telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata; Rasulullah saw. keluar menuju areal pekuburan, lalu beliau memberi salam kepada para penghuninya seraya bersabda: “Keselamatan atas kalian semua wahai kaum muslimin, dan sungguh insyaallah kami akan menyusul kalian, aku senang kita telah berjumpa dengan saudara-saudara kita.” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?” maka beliau bersabda: “Bahkan kalian adalah sahabat dan saudara-saudaraku yang tidak ada lagi orang-orang seperti kalian setelahnya, dan aku akan mendahului kalian menuju telaga.” Maka para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau tahu bahwa kelak akan ada orang-orang yang tidak datang dari umatmu?” beliau bersabda: “Tidakkah kau tahu sekiranya ada orang yang memiliki seekor kuda putih bersih kemudian pada bulunya ada bercak warna hitam yang pekat, tidak bisakah diketahui?” maka mereka menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka pada hari kiamat kelak akan datang dengan keadaan putih bersih karena bekas air wudhu, dan aku akan mendahului kalian menuju telaga. Ketahuilah, sungguh akan ada orang yang terusir dari talagaku seperti unta tersesat yang diusir, aku panggil mereka; ‘kemarilah, kemarilah, ‘ namun dikatakan kepadaku; ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sepeninggalmu, ‘ maka akupun berkata; ‘Menjauhlah, menjauhlah.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8925
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata; telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Wahb bin Kaisan} dari {Muhammad bin ‘Amru bin ‘Atho`} dari {Salamah bin Al Azraq}, bahwasanya pada suatu hari ia bersama Abdullah bin Umar sedang duduk-duduk di pasar, lalu lewatlah jenazah yang diiringi dengan isak tangis, maka Ibnu Umar mencela dan menghardik mereka. Salamah bin Al Azraq kemudian berkata kepada Ibnu Umar; “Janganlah engkau katakan yang demikian itu wahai Abu Abdurrahman, karena sesungguhnya saya bersaksi kepada {Abu Hurairah} bahwa saya mendengarnya; suatu ketika istri marwan meninggal dunia dan ia menghadirinya, lalu ia memerintahkan para wanita yang menangis itu untuk diam, sehingga mereka dipukuli. Maka Abu Hurairah berkata kepada Marwan; “Biarkanlah mereka wahai Abu Abdul Malik, karena sesungguhnya telah lewat di hadapan Rasulullah saw. jenazah yang diiringi dengan isak tangis, aku serta Umar Bin Al Khaththab juga bersamanya, lalu Umar Ibnul Khaththab menghardik para wanita yang mengiringi jenazah sambil menangis, Rasulullah saw. lalu bersabda kepadanya: “Biarkan mereka wahai Ibnul Khatthab, karena sesungguhnya jiwa sedang diuji dan air matapun meleleh, dan kejadian menyedihkan baru saja terjadi.” Abdullah bin Umar berkata; “Kamu mendengarnya?” Salamah bin Al Arzaq menjawab; “Iya, ” maka Abdullah bin Umar berkata; “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”