Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abdu Rabbih} berkata; telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} dari {Ibnu Jabir} berkata; telah menceritakan kepadaku {Isma’il bin Abdullah} dari {Karimah binti Al Hashas Al Muzaniyah} ia berkata; aku mendengar {Abu Hurairah} berkata di rumah Ummu Darda`, Rasulullah saw. bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Aku akan bersama hamba-Ku jika ia mengingat-Ku dan ketika kedua bibirnya bergerak untuk berdzikir kepada-Ku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10553
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abdurrahman bin Yazid bin Jabir} berkata; telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ubaidullah} dari {Karimah binti Al Hashas Al Muzaniyah} bahwasanya ia menceritakan kepadanya; {Abu Hurairah} menceritakan kepada kami ketika kami berada di rumah ini -yaitu rumah Ummu Darda`-, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. meriwayatkan dari Rabbnya ‘azza wajalla, Dia berfirman: “Aku akan bersama hamba-Ku selama ia menginmgat-Ku, dan kedua bibirnya bergerak untuk berdzikir kepada-Ku.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10554
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} dari {Sa’id Al Jurairi} dari {Abu Nadhrah} dari {seorang lelaki dari Thufawah}, ia berkata; “Aku pernah mengunjungi {Abu Hurairah}, dan aku belum mendapati sahabat Rasulullah saw. yang paling dermawan dan paling menghormati tamunya selain dia. Aku bersamanya Ketika dia sedang berada di atas tempat tidurnya dengan memegang kantong yang isinya kerikil dan biji-bijian, dan di bawahnya ada seorang pembantu yang berkulit hitam, Ia mengucapkan; “Subhanallah, subhanallah, ” hingga apa yang ada di dalam kantong itu habis, kemudian ia lemparkan kepada pembantunya, dan pembantunya lalu mengumpulkannya dan memasukkannya kembali, setelah itu ia menyerahkannya kepada Abu Hurairah. Kemudian Abu Hurairah berkata kepadaku; “Maukah aku ceritakan kepadamu dariku dan dan Rasulullah saw.?” aku menjawab; “Ya, ” kemudian dia menuturkan; “Ketika aku tiduran di dalam masjid Madinah tiba-tiba Rasulullah saw. datang seraya bertanya: “Siapakah yang tahu seorang pemuda Daus, siapakah yang tahu seorang pemuda Daus?” lalu seorang lelaki berkata kepada beliau; “itu dia orangnya yang tiduran di sisi masjid sebagaimana yang engkau lihat Wahai Rasulullah.” kemudian beliau datang seraya menaruh tangannya ke padaku, beliau bersabda: “sudah diketahui, ” lalu aku bangun dan beliau juga beranjak pergi hingga berdiri di tempat beliau shalat, pada hari itu beliau shalat dengan disertai dua shaf laki-laki dan satu shaf wanita, atau dua shaf wanita dan satu shaf laki-laki. Lalu beliau menghadap ke arah mereka dan bersabda: “Jika setan menjadikan diriku lupa akan shalatku maka hendaknya kaum laki-laki (mengingatkanku dengan) bertasbih dan yang wanita dengan bertepuk tangan, ” beliau saw. kemudian shalat dan tidak lupa sedikitpun. Ketika telah selesai dan salam, beliau menghadap ke arah mereka dan bersabda: “Tetaplah di tempat kalian, apakah ada di antara kalian jika mendatangi keluarganya (istri) lalu menutup pintu dan menjauhkan selimutnya, kemudian dia keluar menceritakan (perbuatannya) dan berkata; ‘Aku berbuat begini kepada istriku, aku berbuat begini kepada istriku, ‘” maka para sahabat diam. Setelah itu beliau mengahadap ke arah kaum wanita, dan bersabda: “Adakah di antara kalian yang menceritakannya (kepada orang lain)?” lalu seorang wanita meninggikan badannya dengan mengangkat dan bertumpu pada kedua kakinya agar bisa dilihat Rasulullah saw., dan beliau bisa mendengar apa yang akan ia katakan, wanita itu berkata; “Demi Allah, mereka kaum lelaki menceritakannya dan kaum wanita juga menceritakannya.” Maka beliau bersabda: “tahukah kalian, apa perumpamaan orang yang melakukan itu? Orang yang melakukan ini seperti setan laki-laki dan setan perempuan, salah satu dari keduanya bertemu dengan temannya di jalan kemudian memenuhi hajatnya, sedangkan orang-orang melihatnya.” Kemudian beliau bersabda: “Ingatlah, jangan sampai seorang lelaki berselimut dengan laki-laki lainnya dan seorang wanita berselimut dengan wanita lainnya, kecuali anak kecil atau orang tua. Abu Hurairah berkata; “Beliau menyebutkan yang ketiga namun aku lupa.” Ketahuilah, bahwa parfum laki-lai adalah yang baunya tercium dan tak terlihat warnanya, sedangkan parfum wanita adalah yang terlihat warnanya tetapi tak tercium wanginya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10898
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ja’far} dari {Mu’allaa bin Ziyad} telah menceritakan kepada kami {Al ‘Alaa` bin Basyir} dari {Abu Ash Shiddiq An Najiy} dari {Abu Sa’id Al Khudri} dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Aku berikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al Mahdi, ia diutus kepada umatku ketika terjadi perselisihan dan kegoncangan di antara manusia, lalu bumi akan dipenuhi dengan keseimbangan dan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kejahatan dan kezhaliman. Penduduk langit dan bumi ridla dengannya, kmeudian ia membagi-bagikan kekayaan secara adil, ” seorang laki-laki bertanya kepadanya; “Apa maksudnya secara adil? Beliau menjawab; “yaitu setara di antara manusia.” Beliau melanjutkan; “Kemudian Allah memenuhi hati ummat Muhammad saw. dengan kekayaan sehingga mereka tidak saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Dan keadilannya menyebar luas sehingga seorang penyeru menyeru; “Siapakah yang membutuhkan harta? Maka tidak ada seorangpun yang berdiri kecuali seorang laki-laki. Penyeru tersebut berkata; “Datanglah kepada penjaga harta yaitu bendahara dan katakan kepadanya; ‘Al Mahdi memerintahkan kepadamu agar kamu memberikan harta kepadaku, ” Lantas bendahar itu berkata kepadanya; ‘Ambillah sepenuh kedua telapak tanganmu, ‘ setelah ia meletakkan harta tersebut di wadahnya, ia menyesal dan berkata; ‘Sungguh, aku adalah orang yang paling rakus dari umat Muhammad, apakah aku akan memenuhi tanganku hingga aku tidak kuat dengan sesuatu yang mereka merasa cukup darinya! ‘ kemudian ia mengembalikan harta tersebut dan tidak akan menerimanya lagi, maka di katakan kepadanya; “Kami tidak akan mengambil sesuatupun yang pernah kami berikan.” Hal itu berlanjut hingga Al Mahdi tinggal selama tujuh tahun, -atau- delapan tahun, -atau- selama sembilan tahun, kemudian tidak akan ada lagi kehidupan yang baik setelah itu. -atau bersabda- kemudian tidak ada lagi kehidupan yang baik setelah itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10899
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Israil} dari {Abu Sinan} dari {Abu Shalih Al Hanafi} dari {Abu Sa’id Al Khudri} dan {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah memilih empat dari perkataan; SUBHAANALLAH WAL HAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLA ALLAH WAALLAHU AKBAR (Maha suci Allah, dan segala puji milik Allah, dan tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar), maka barangsiapa mengucapkan SUBHAANALLAH (Maha suci Allah) akan dituliskan baginya dua puluh kebaikan dan dihapuskan darinya dua puluh kesalahan, dan barangsiapa mengucapkan ALLAHU AKBAR (Allah Maha Besar) akan dituliskan baginya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLAALLAH (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah) maka akan tuliskan baginya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan ALHAMDULILLAHIRRABBIL ‘AALAMIIN (segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam) dari dalam hatinya, maka dengannya akan dituliskan baginya tiga puluh kebaikan dan dihapuskan darinya tiga puluh kesalahan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10900
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya}, dari {Abu Sa’id Al Khudri} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Jika kalian mengiringi jenazah maka janganlah kalian duduk sehingga ia diletakkan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10901
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Ibnul Mubarak} dari {Usamah} dari {Muhammad bin Yahya bin Hayyan} dari {Pamannya} dari {Abu Sa’id Al Khudri} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya aku telah melarang kalian dari menziarahi kuburan, sekarang berziarahlah karena disana ada pelajaran. Aku juga telah melarang dari meminum nabidz, sekarang minumlah, tetapi aku tidak menghalalkan yang dapat mabuk. Dan aku juga telah melarang kalian untuk memakan daging kurban, sekarang makanlah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10902
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Al Aswad bin ‘Amir} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abu Isra’il} dari {‘Athiyyah} dari {Abu Sa’id Al Khudri} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melempar atau memukul hendaklah menghindari wajah saudaranya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10903
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Al Aswad bin ‘Amir} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abu Isra’il} dari {‘Athiyyah} dari {Abu Sa’id Al Khudri}, -ia telah memarfu’kannya, – beliau bersabda: “Sesungguhnya seorang laki-laki berkata dengan suatu perkataan yang tidak bermaksud dengan perkataan itu kecuali menjadikan orang-orang tertawa, maka perkataan itu membuatnya terjatuh lebih jauh dari langit”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 10904
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Hamzah} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Al Aghar Abu Muslim} dari {Abu Hurairah} dan {Abu Sa’id} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Lalu bersamaan dengan hal itu mereka diseru; sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati selamanya, kalian akan tetap sehat dan tidak akan sakit selamanya, kalian akan tetap muda dan tidak akan pernah tua selamanya, dan kalian akan tetap merasa senang dan tidak akan pernah bosan selamanya.” Beliau bersabda: “Mereka diseru dengan empat perkara tersebut.”