Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Sabiq} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Thahman} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah Al Anshori} sesungguhnya dia berkata; Rasulullah saw. melarang salah seorang dari kami berjalan dengan satu sandal.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14424
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Sabiq} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Thahman} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} berkata; “Ada seorang laki laki yang terkena anak panah di dadanya atau di perutnya hingga meninggal. Lalu dikuburkan dengan bajunya sebagaimana keadaan ketika meninggal, waktu itu kami bersama Rasulullah saw.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14425
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Sabiq} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Thahman} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah} dia berkata; Allah Azzawajalla menjadikan Khaibar sebagai fai (harta rampasan yang didapatkan tanpa ada peperangan) bagi Rasulullah saw., maka Rasulullah saw. menetapkan orang-orang Khaibar sebagaimana aslinya dan membuat pembagian kebun Khaibar antara mereka dengan Rasulullah saw. Lalu beliau mengutus Abdulah bin Rawahah, dia menaksirnya kemudian berkata; “Wahai orang-orang Yahudi, kalian adalah mahluk yang paling saya benci, kalian telah membunuh para Nabi Allah Azzawajalla dan kalian juga telah berdusta kepada Allah namun kebencianku kepada kalian tidaklah membawaku untuk berbuat dhalim kepada kalian. Saya menaksir, dua puluh ribu wasak kurma, jika kalian mau, maka kalian punya bagian, jika enggan maka menjadi bagianku. Lalu mereka berkata; dengan beginilah akan tegak seluruh Langit dan Bumi, kami menyetujuinya dan kembalilah kalian.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14426
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Sabiq} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Thahman} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah} sesungguhnya dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Dajjal akan keluar saat terjadinya krisis dalam memeluk agama dan banyak yang meninggalkan ilmu. Dia mengelilingi bumi selama empat puluh malam, sehari lamanya ada yang seperti satu tahun. Sehari di dalamnya, ada yang lamanya seperti satu bulan. Satu hari di dalamnya lamanya seperti satu minggu, lalu semua harinya sebagaimana hari kalian ini. Dia mempunyai keledai dan dinaikinya, jarak antara kedua telinganya empat puluh dhiro’. Dia berkata kepada manusia, saya adalah tuhan kalian. Dia buta salah satu matanya. Dan tuhan kalian tidaklah buta sebelah, tertulis antara kedua matanya KAFIR, KA FA RO yang dapat dieja setiap orang mukmin baik yang bisa menulis maupun yang tidak. Dia mendatangi semua sumber-sumber air dan menghabiskannya, dan juga memasuki semua kota kecuali Madinah dan Makkah, karena Allah telah mengharamkan keduanya. Para malaikat berdiri di pintu-pintunya. (Dajjal) membawa segunung roti. Dan manusia dalam kesusahan kecuali yang mengikutinya. Dia mempunyai dua sungai, saya (Rasulullah saw.) lebih tahu keduanya daripada dia sendiri. Sungai yang dikatakan surga dan sungai yang dikatakannya neraka. Siapa yang dimasukkan ke dalam surga nya maka itu sejatinya adalah neraka, dan yang dimasukkan ke dalam neraka itu sebenarnya adalah surga “. (Rasulullah saw.) bersabda: Allah mengutus bersamanya para setan, yang akan mengajak berbicara kepada orang-orang, dia membawa fitnah yang sangat dahsyat. Dia seolah-olah bisa memerintahkan langit sehingga menurunkan hujan menurut penglihatan manusia, membunuh orang lalu menghidupkannya kembali menurut pandangan mereka, tidak ada yang mengalahkannya dari kalangan manusia. Dia berkata; Wahai manusia, bukankah tidak bisa melakukan hal ini kecuali rob AZZWAJALLA “. (Rasulullah saw.) bersabda: “Lalu orang-orang muslim lari ke gunung Dukhan di Syam, lalu dia mendatangi mereka dan mengepungnya dengan kepungan yang sangat ketat dan sangat susah payah, lalu turunlah ‘Isa bin Maryam, beliau memanggil di waktu menjelang subuh. Lalu beliau berkata ‘Wahai manusia, apa yang membuat kalian keluar menghindari pendusta yang sangat keji itu’, lalu mereka menjawab ‘Ini adalah seorang yang keji.’ Lalu mereka meninggalkannya dan mengikuti ‘Isa bin Maryam alaihissalam, lalu dilaksanakan shalat, lalu dikatakan kepadanya, ‘Majulah wahai Ruh Allah’, lalu Isa mengaktakan ‘Agar imam kalian maju dan memimpin shalat kalian’, setelah mereka selesai shalat subuh mereka keluar menuju ‘Isa”. (Rasulullah saw.) berkata; tatkala Dajjal melihat, dia mencair sebagaimana garam yang mencair dalam air, lalu (‘Isa bin Maryam Alahissalam) berjalan menuju dia dan membunuhnya, sampai pohon dan batu saja memanggil ‘Wahai ruh Allah ini orang Yahudi’, maka dia tidak meninggalkan seorangpun yang mengikuti (Dajjal) kecuali beliau membunuhnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14427
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Sabiq} telah bercerita kepada kami {Ibrahim bin Thahman} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah}, dia berkata; Ada seorang wanita Yahudi di Madinah melahirkan seorang anak laki-laki, matanya tertutup, menjorok keluar dan jelas, lalu Rasulullah saw. merasa kasihan jika dia akan menjadi Dajjal, beliau mendapatkannya sedang mengomel di bawah pelana, lalu ibunya berteriak mengumumkan kedatangan nabi dengan berkata; Wahai Abdullah ini adalah Abu Al Qosim telah datang, temuilah dia lalu dia keluar dari pelana. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Mengapa ibunya harus berkata seperti itu, semoga Allah menjadikannya celaka, seandainya (ibunya) membiarkannya, tentu Ibnu Shaid akan menjelaskannya”. Lalu (Nabi saw.) berkata; Wahai anak pemburu, apa yang kau lihat? Dia menjawab, saya melihat kebenaran, saya juga melihat kebatilan dan saya juga melihat kerajaan di atas air. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; Lalu dia ditutupi. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Apakah kamu bersaksi bahwa saya Rasulullah?” maka dia mengatakan, apakah kamu bersaksi sesungguhnya saya Rasulullah?. Rasulullah saw. bersabda: “Saya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”, lalu beliau keluar dan meninggalkannya. Pada kesempatan yang lainnya beliau menemuinya lagi, (Rasulullah saw.) mendapatkannya di pohon kurma sedang ngomel lalu ibunya memanggilnya dan berkata; Wahai Abdullah ini Abu Al Qasim telah datang. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Mengapa ibunya harus bicara seperti itu, semoga Allah mencelakakannya, kalauah dia membiarkannya, niscaya dia akan menjelaskan secara apa adanya”. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; Rasulullah saw. sangat berharap bisa mendengar perkataannya hingga dia bisa mengetahui apakah dia orang yang kemarin atau bukan. (Rasulullah saw. bertanya, “Wahai anak pemburu, apa yang kau lihat?” dia menjawab, saya melihat haq, saya melihat kebatilan dan saya melihat kerajaan di atas air. Beliau bertanya, “Apakah kamu bersaksi bahwa saya adalah Rasulullah?”, dia belaik bertanya ‘Apakah kamu bersaksi bahwa saya adalah Rasulullah?”. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Saya beriman kepada Allah dan rosul-Nya, lalu ditutupinya dan beliau keluar meninggalkannya, kemudian datang yang ketiga kalinya atau yang ke empat, bersama Abu Bakar dan ‘Umar bin Al Khottob dalam rombongan orang Muhajirin dan Anshor, dan saya ikut bersama mereka. Lalu Rasulullah saw. mempercepat di depan kami dan mengharap agar dapat mendengar perkataannya, namun ibunya mendahuluinya dan berkata; Wahai Abdullah ini Abu Al Qosim telah datang. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Mengapa dia berkata seperti itu, semoga Allah mencelakakan (ibunya) seandainya (ibunya) membiarkannya, maka dia akan menjelaskannya secara terus terang”. Lalu (Nabi saw.) berkata; Wahai anak pemburu, apa yang kau lihat? Dia menjawab, saya melihat kebenaran, saya juga melihat kebatilan dan saya juga melihat kerajaan di atas air. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Apakah kamu bersaksi bahwa saya Rasulullah?” Dia malah balik bertanya ‘Apakah kamu bersaksi bahwa saya Rasulullah?. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Saya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”, lalu dia ditutupi. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, Wahai anak pemburu, kami menyembunyikan suatu rahasia kepadamu suatu rahasia apakah itu?. Dia menjawab, dukhon-duhon (asap). Lalu Rasulullah saw. berkata; kepadanya, “Duduk, duduk wahai orang yang hina”. Lalu ‘Umar bin Al Khottob berkata ‘Ijinkanlah saya membunuhnya Wahai Rasulullah” Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Jika itu adalah ya, maka kamu bukan yang berhak, yang berhak adalah ‘isa Bin Maryam saw., namun jika bukan dia maka kamu tidak berhak membunuh seorang yang terikat dengan perjanjian. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; maka Rasulullah saw. tetap merasa kasihan jika dia adalah Dajjal.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14428
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Dinar} dari {‘Atho’ bin Abu Robah} menceritakan dari {Jabir bin Abdullah} berkata; kami bersama Rasulullah saw. mengambil bekal dengan daging kurban sampai di Madinah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14429
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami, telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Dinar} dari {Jabir bin Abdullah} berkata; kami pernah melakukannya pada masa Nabi saw., yaitu Al ‘azl. (Syu’bah Radhiyallahu’anhu) berkata; saya bertanya kepada ‘Amr apakah kamu mendengarnya dari Jabir, dia menjawab, Tidak.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14430
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Dinar} berkata; saya telah mendengar {Jabir} menceritakan sesungguhnya ada seorang laki-laki membebaskan seorang budak miliknya dengan cara mudabbar (yang telah dijanjikan merdeka oleh tuannya setelah mati). Lalu Nabi saw. memanggilnya dan menjualnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14431
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Dinar} berkata; saya telah mendengar {Jabir} menceritakan sesungguhnya Nabi saw. berkhutbah dengan bersabda: “Jika salah seorang datang padahal imam juga telah datang, shalatlah dua rakaat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14432
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah bercerita kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Dinar} berkata; saya telah mendengar {Jabir} berkata; Mu’adz shalat bersama Rasulullah saw., kemudian pulang lalu mengimami kaumnya. Suatu ketika dia shalat isya’ memimpin mereka lalu membaca surat Al Baqarah, lalu bersandarlah seorang laki-laki dan pergi. Lalu Mu’adz mendapatinya, maka hal itu sampai pada Nabi saw. dan bersabda: “Apakah kamu akan menjadikan kabur orang yang shalat, Apakah kamu akan menjadikan kabur orang yang shalat!” atau bersabda: “Orang yang membuat fitnah, Orang yang membuat fitnah”, dan menyuruh beliau dengan dua surat dari ausath mufassal (surat antara QOF sampai akhir mushaf). ‘Amr berkata; saya tidak hapal keduanya.