Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {‘Ashim Al Ahwal} dari {Abdullah bin Zaid, Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats As-Shan’ani} dari {Abu Asma’ Ar Rahabi} dari {Syaddad bin Aus} berkata; saya bersama Rasulullah saw. berjalan pada tanggal delapan belas dari bulan Ramadlan lalu melihat seorang laki-laki yang sedang berbekam lalu Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang berbekam dan yang dibekam telah batal puasanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Habhab} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdul Wahid bin Zaid} telah menceritakan kepada kami {‘Ubadah bin Nusa} dari {Syaddad bin Aus} sesungguhnya dia menangis, lalu ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuat anda menangis?” lalu dia menjawab, “Saya sangat takut kepada umatku tertimpa kesyirikan dan syahwat yang tersembunyi.” (Syaddad bin Aus Radhiyallahu’anhu) berkata; saya berkata; “Wahai Rasulullah, apakah umatmu akan melakukan kesyirikan setelah anda?.” Beliau menjawab, “Ya, namun mereka tidak menyembah matahari, bulan, batu atau berhala tapi mereka melakukan riya’ dengan amalan-amalan mereka dan syahwat yang tersembunyi. Pagi hari dalam keadaan puasa lalu ada syahwat yang datang hingga dia meninggalkan puasanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’ Abu Al Yaman} berkata; telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayasy} dari {Rasyid bin Daud} dari {Ya’la bin Syadad} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abu syadad bin Aus} dan {‘Ubadah bin Shamit} datang membenarkannya berkata; kami bersama Rasulullah saw. lalu beliau bertanya, “Apakah diantara kalian ada orang yang asing yaitu Ahli Kitab?”. Lalu kami menjawab, “Tidak Wahai Rasulullah, ” lalu beliau menyuruh untuk menutup pintu dan bersabda: “Angkatlah tangan kalian dan katakanlah, tidak ada tuhan selain Allah, ” lalu kami mengangkat tangan kami beberapa saat lalu Rasulullah saw. meletakkan tangan beliau lalu bersabda: “Segala Puji bagi Allah, Ya Allah, Engkau telah mengutus kami dengan kalimat ini dan Engkau telah memerintahkanya dengannya dan Engkau telah menjanjikan kepada kami dengan syurga. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyelisihi janji, ” lalu (Rasulullah saw.) bersabda: “Berilah kabar gembira, sesungguhnya Allah Azzawajalla telah mengampuni kalian.”
Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Ayyas} dari {Rasyid bin Daud} dari {Abu Asma’ Ar Rahabi} dari {Syaddad bin Aus} dari Nabi saw. sesungguhnya beliau bersabda: “Akan ada setelahku para pemimpin yang akan meakhir-akhirkan shalat dari waktu-waktunya. Shalatlah pada waktunya dan jadikanlah shalat kalian bersama mereka sebagai shalat sunnah.”
Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} yaitu Ibnu Mubarak berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Maryam} dari {Dlamrah bin Habib} dari {Syaddad bin Aus} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung dirinya dan beramal untuk setelah kematian, sebaliknya orang yang lemah adalah orang yang mengikuti jiwanya dengan hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.”
Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats} dari {Syaddad bin Aus} berkata; tatkala saya sedang berjalan bersama Rasulullah saw. di jalan Madinah, tanggal delapan belas Ramadlan, beliau menggandeng tanganku lalu melewati seorang laki-laki yang sedang berbekam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang membekam dan dibekam telah batal puasanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Zaid} telah menceritakan kepada kami {Abu Al ‘Ala`} yaitu Al Qashab dari {Qatadah} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats} dari {Asma`} dari {Syaddad bin Aus} berkata; saya bersama Rasulullah saw. di Madinah dan itu pada tanggal delapan belas Ramadlan, lalu beliau melihat seorang laki-laki yang sedang berbekam. Kontan Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang membekam dan dibekam telah batal puasanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata; telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Ashim Al Ahwal} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats} dari {Syaddad bin Aus} sesungguhnya Rasulullah saw. melewati seorang laki-laki yang sedang berbekam pada bukan Ramadlan, lalu beliau bersabda: “Orang yang membekam dan dibekam telah batal puasanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu ‘Arubah} dari {‘Ashim Al Ahwal} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats Ash-Shan’ani} dari {Abu Asma` Ar-Rahabi} dari {Syaddad bin Aus} sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang membekam dan dibekam telah batal puasanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {Khalid} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats Ash-Shan’ani} dari {Syaddad bin Aus} sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Azzawajalla menetapkan kebaikan atas setiap sesuatu, jika kalian membunuh maka perbaguslah cara membunuhnya dan jika kalian menyembelih maka perbaguslah cara menyembelihnya, tajamkanlah pisaunya dan gembirakanlah sembelihannya.”