Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20945

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits seseorang dari sahabat Nabi saw.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ قَالَ قَالَ الزُّهْرِيُّ وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَ أَبُوهُ أَحَدَ الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ تِيبَ عَلَيْهِمْ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ يَوْمَئِذٍ خَطِيبًا فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَاسْتَغْفَرَ لِلشُّهَدَاءِ الَّذِينَ قُتِلُوا يَوْمَ أُحُدٍ ثُمَّ قَالَ إِنَّكُمْ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ تَزِيدُونَ وَإِنَّ الْأَنْصَارَ لَا يَزِيدُونَ وَإِنَّ الْأَنْصَارَ عَيْبَتِي الَّتِي أَوَيْتُ إِلَيْهَا أَكْرِمُوا كَرِيمَهُمْ وَتَجَاوَزُوا عَنْ مُسِيئِهِمْ فَإِنَّهُمْ قَدْ قَضَوْا الَّذِي عَلَيْهِمْ وَبَقِيَ الَّذِي لَهُمْ

Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rozzaq} dari {Ma’mar}, ia berkata; berkata {Az Zuhri}, telah memberitakan kepadaku {‘Abdur Rohman bin Ka’ab bin Malik}, ayahnya adalah salah satu dari tiga orang yang taubatnya diterima, dari {salah seorang sahabat Nabi saw.}; bahwa Nabi saw. saat itu berdiri berkhutbah, beliau memuja dan memuji Allah dan memintakan ampunan kepada para syuhada` yang terbunuh dalam perang Uhud, selanjutnya beliau bersabda; “Wahai sekalian kaum Muhajirin, kalian akan bertambah sementara kaum Anshar tidak bertambah. Sesungguhnya Anshar adalah tempatku berlindung. Muliakanlah orang mulia mereka dan maafkanlah kesalahan-kesalahan mereka karena mereka telah menunaikan kewajiban mereka dan yang masih tersisa tinggal hak mereka.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20946

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Basyir bin Al Khashashiyah As Sadusi ra.

حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو يَعْنِي الرَّقِّيَّ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ حَدَّثَنَا جَبَلَةُ بْنُ سُحَيْمٍ عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى الْعَبْدِيِّ قَالَ سَمِعْتُ السَّدُوسِيَّ يَعْنِي ابْنَ الْخَصَاصِيَّةِ قَالَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُبَايِعَهُ قَالَ فَاشْتَرَطَ عَلَيَّ شَهَادَةَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنْ أُقِيمَ الصَّلَاةَ وَأَنْ أُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ وَأَنْ أَحُجَّ حَجَّةَ الْإِسْلَامِ وَأَنْ أَصُومَ شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَنْ أُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا اثْنَتَانِ فَوَاللَّهِ مَا أُطِيقُهُمَا الْجِهَادُ وَالصَّدَقَةُ فَإِنَّهُمْ زَعَمُوا أَنَّهُ مَنْ وَلَّى الدُّبُرَ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنْ اللَّهِ فَأَخَافُ إِنْ حَضَرْتُ تِلْكَ جَشِعَتْ نَفْسِي وَكَرِهَتْ الْمَوْتَ وَالصَّدَقَةُ فَوَاللَّهِ مَا لِي إِلَّا غُنَيْمَةٌ وَعَشْرُ ذَوْدٍ هُنَّ رَسَلُ أَهْلِي وَحَمُولَتُهُمْ قَالَ فَقَبَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ ثُمَّ حَرَّكَ يَدَهُ ثُمَّ قَالَ فَلَا جِهَادَ وَلَا صَدَقَةَ فَلِمَ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِذًا قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا أُبَايِعُكَ قَالَ فَبَايَعْتُ عَلَيْهِنَّ كُلِّهِنَّ

Telah menceritakan kepada kami {Zakariya bin ‘Adi} telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidillah bin Amr Ar Roqqi} dari {Zaid bin Abu Unaisah} telah menceritakan kepada kami {Jabalah bin Suhaim} dari {Abu Al Mutsanna Al ‘Abdi}, ia berkata; Saya mendengar {As Sadusi bin Al Khashashiyyah} berkata; Aku mendatangi Nabi saw. untuk berbaiat, kemudian beliau mensyaratkanku agar bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, agar saya mendirikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji Islam, puasa dibulan Ramadhan dan berjihad di jalan Allah. Kemudian aku berkata; Wahai Rasulullah! Demi Allah, dua diantaranya aku tidak mampu; jihad dan zakat, karena mereka menduga bahwa siapa pun yang lari meninggalkan peperangan maka ia kembali dengan kemurkaan Allah, karena itu aku khawatir bila berperang diriku akan serakah dan aku takut mati. Sementara zakat, demi Allah aku hanya sedikit harta rampasan perang dan sepuluh ekor unta, semuanya adalah penggembalaan dan bawaan keluargaku. Kemudian Rasulullah saw. menjabat tanganku, beliau menggerakkan tangan beliau lalu bersabda; “Tidak ada jihad dan zakat, lalu kenapa kau masuk surga?” aku berkata; Wahai Rasulullah! Aku berbaiat kepada tuan. Kemudian aku berbaiat atas semua itu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20947

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Basyir bin Al Khashashiyah As Sadusi ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنِي الْأَسْوَدُ بْنُ شَيْبَانَ عَنْ خَالِدِ بْنِ سُمَيْرٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ بَشِيرِ ابْنِ الْخَصَاصِيَّةِ بَشِيرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَمْشِي فِي نَعْلَيْنِ بَيْنَ الْقُبُورِ فَقَالَ يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ أَلْقِهِمَا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepadaku {Al Aswad bin Syaiban} dari {Khalid bin Sumair} dari {Basyir bin Nahik} dari {Basyir bin Al Khoshoshiyyah, penyampai kabar gembira Rasulullah saw.}, ia berkata; ‘Nabi saw. melihat seseorang berjalan mengenakan sandal diantara pemakaman, kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Hai pemilik dua sandal bagus, lemparkan keduanya!”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20948

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Basyir bin Al Khashashiyah As Sadusi ra.

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ وَعَفَّانُ قَالَا ثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ سَمِعْتُ إِيَادَ بْنَ لَقِيطٍ يَقُولُ سَمِعْتُ لَيْلَى امْرَأَةَ بَشِيرٍ تَقُولُإِنَّ بَشِيرًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصُومُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَا أُكَلِّمُ ذَلِكَ الْيَوْمَ أَحَدًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَصُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا فِي أَيَّامٍ هُوَ أَحَدُهَا أَوْ فِي شَهْرٍ وَأَمَّا أَنْ لَا تُكَلِّمَ أَحَدًا فَلَعَمْرِي لَأَنْ تَكَلَّمَ بِمَعْرُوفٍ وَتَنْهَى عَنْ مُنْكَرٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَسْكُتَ

Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Walid} dan {‘Affan}, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Iyad bin Laqith}, ia berkata; Saya mendengar {Iyad bin Laqith} berkata; saya mendengar {Laila, istri Basyir} berkata; Basyir bertanya kepada Nabi saw.; ‘Bolehkan saya puasa pada hari jum’at dan tidak berbicara pada hari itu pada siapa pun.’ Nabi saw. bersabda; “Jangan puasa khusus hari jum’at, kecuali puasa beberapa hari dan jumat menjadi salah satunya atau puasa sebulan. Adapun masalahmu engkau berniat tidak berbicara kepada siapa pun, sungguh bila kau berbicara kebaikan dan mencegah kemungkaran itu lebih baik dari pada diam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20949

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Basyir bin Al Khashashiyah As Sadusi ra.

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدُ وَعَفَّانُ قَالَا ثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادٍ حَدَّثَنَا إِيَادٌ يَعْنِي ابْنَ لَقِيطٍ عَنْ لَيْلَى امْرَأَةِ بَشِيرٍ قَالَتْأَرَدْتُ أَنْ أَصُومَ يَوْمَيْنِ مُوَاصِلَةً فَمَنَعَنِي بَشِيرٌ وَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهُ وَقَالَ يَفْعَلُ ذَلِكَ النَّصَارَى وَقَالَ عَفَّانُ يَفْعَلُ ذَلِكَ النَّصَارَى وَلَكِنْ صُومُوا كَمَا أَمَرَكُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَأَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ فَإِذَا كَانَ اللَّيْلُ فَأَفْطِرُوا

Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Walid} dan {‘Affan} keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Iyad}, telah menceritakan kepada kami {Iyad bin Laqith} dari {Laila, istri Basyir}, ia berkata; Saya ingin puasa dua hari secara berturut-turut, kemudian {Basyir} melarangku dan berkata; Rasulullah saw. melarangnya. Perawi menuturkan; Orang-orang Anshar melakukannya. Berkata ‘Affan; Orang-orang Anshar melakukannya, tapi berpuasalah seperti yang diperintahkan Allah kepada kalian dan sempurnakanlah puasa hingga malam, bila sudah malam berbukalah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20950

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Basyir bin Al Khashashiyah As Sadusi ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ إِيَادِ بْنِ لَقِيطٍ الشَّيْبَانِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ لَيْلَى امْرَأَةِ بَشِيرِ ابْنِ الْخَصَاصِيَّةِ عَنْ بَشِيرٍ قَالَوَكَانَ قَدْ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اسْمُهُ زَحْمٌ فَسَمَّاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِيرًا

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Bukair} telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Iyad bin Laqith Asy Syaibani} dari {ayahnya} dari {Laila, istri Basyir bin Al Khoshoshiyyah} dari {Basyir} ia berkata, bahwasanya ia pernah mendatangi Nabi saw.; (pada waktu itu) ia bernama Zahm. Kemudian Nabi saw. memberinya nama Basyir.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20951

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abdullah bin Hndlalah bin Ar Rahib Abu ‘Amir Al Ghasil

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ يَعْنِي ابْنَ حَازِمٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْظَلَةَ غَسِيلِ الْمَلَائِكَةِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دِرْهَمٌ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةٍ وَثَلَاثِينَ زَنْيَةً

Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Jarir bin Hazim} dari {Ayyub} dari {Ibnu Abi Mulaikah} dari {‘Abdullah bin Hanzhalah, yang dimandikan oleh para malaikat}, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Satu dirham hasil riba yang dimakan seseorang sementara ia mengetahuinya, itu lebih buruk dari tigapuluh kali berzina.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20952

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abdullah bin Hndlalah bin Ar Rahib Abu ‘Amir Al Ghasil

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنِ ابْنِ حَنْظَلَةَ بْنِ الرَّاهِبِ عَنْ كَعْبٍ قَالَلَأَنْ أَزْنِيَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ زَنْيَةً أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ آكُلَ دِرْهَمَ رِبًا يَعْلَمُ اللَّهُ أَنِّي أَكَلْتُهُ حِينَ أَكَلْتُهُ رِبًا

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Abdul ‘Aziz bin Rofi’} dari {Ibnu Abi Mulaikah} dari {Ibnu Hanzhalah bin Ar Rohib} dari {Ka’ab}, ia berkata; ‘Sungguh bila saya berzina tigapuluh tiga kali itu lebih aku sukai dari pada memakan satu dirham hasil riba, dan Allah mengetahui saat aku memakannya itu hasil riba.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20953

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abdullah bin Hndlalah bin Ar Rahib Abu ‘Amir Al Ghasil

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ رَجُلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْظَلَةَ بْنِ الرَّاهِبِأَنَّ رَجُلًا سَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ بَالَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى قَالَ بِيَدِهِ إِلَى الْحَائِطِ يَعْنِي أَنَّهُ تَيَمَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, telah menceritakan kepada kami {Sa’id}, dari {Muhammad bin Al Munkadir} dari {seseorang} dari {‘Abdullah bin Hanzhalah bin Ar Rahib} bahwa seseorang mengucapkan salam pada Nabi saw. dan ia habis buang air kecil, Nabi saw. tidak menjawab salamnya hingga beliau mengisyaratkan tangannya ke sebuah dinding. Maksud beliau, ‘agar bertayammum.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 20954

Kitab 12 : Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abdullah bin Hndlalah bin Ar Rahib Abu ‘Amir Al Ghasil

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ الْأَنْصَارِيُّ ثُمَّ الْمَازِنِيُّ مَازِنُ بَنِي النَّجَّارِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قُلْتُ لَهُ أَرَأَيْتَ وُضُوءَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ لِكُلِّ صَلَاةٍ طَاهِرًا كَانَ أَوْ غَيْرَ طَاهِرٍ عَمَّ هُوَ فَقَالَ حَدَّثَتْهُ أَسْمَاءُ بِنْتُ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ حَنْظَلَةَ بْنِ أَبِي عَامِرِ ابْنَ الْغَّسِيلِ حَدَّثَهَاأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أُمِرَ بِالْوُضُوءِ لِكُلِّ صَلَاةٍ طَاهِرًا كَانَ أَوْ غَيْرَ طَاهِرٍ فَلَمَّا شَقَّ ذَلِكَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرَ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَوُضِعَ عَنْهُ الْوُضُوءُ إِلَّا مِنْ حَدَثٍقَالَ فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَرَى أَنَّ بِهِ قُوَّةً عَلَى ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُهُ حَتَّى مَاتَ

Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {ayahku} dari {Ibnu Ishak} telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Yahya bin Habban Al Anshori Al Mazini Mazin Bani An Najar} dari {‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Umar}; (Muhammad) Berkata: saya bertanya padanya; Apa kau pernah melihat wudhu ‘Abdullah bin ‘Umar, ia bersuci setiap shalat ataukah tidak?. Kemudian ia menjawab; {Asma` binti Zaid bin Al Khaththab} telah bercerita kepadanya bahwa {‘Abdullah bin Hanzhalah bin Abu ‘Amir bin Al Ghasil} bercerita kepadanya bahwa Rasulullah saw. diperintahkan untuk berwudhu setiap shalat ataukah tidak. Saat hal itu memberatkan Rasulullah saw., Rasulullah saw. diperintahkan untuk bersiwak setiap kali shalat dan wudhu tidak diberlakukan pada beliau kecuali karena hadats. Kemudian ‘Abdullah menaksir dirinya mampu melakukan yang demikian hingga ia meninggal dunia.