Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Hisyam} dari {ayahnya} dari {Aisyah}; “Bahwa Rasulullah saw. dikafani dengan tiga kain yang terbuat dari kapas yang putih.” Abu Bakar berkata; “Dengan berapa kain Rasulullah saw. dikafani?” Saya berkata; “Dengan tiga kain.” Abu Bakar berkata; “Kafanilah saya dengan dua kainku ini, dan belilah satu kain lagi yang lain.”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Ajlan} dari {Sa’id bin Abi Sa’id} dari {Abi Salamah}; Abdur Rahman pernah berwudhu di depan {Aisyah}. Lalu dia (Aisyah) Berkata; “Wahai Abdur Rahman, sempurnakanlah wudhu. Karena, sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Celakalah tumit yang tak tersentuh air wudhu untuk terjilat api neraka.”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Ajlan} dari {Sa’id} dari {Abi Salamah} dari {Aisyah} berkata, “Kami mempunyai sebuah tikar yang kami bentangkan ketika di siang hari dan kami letakkan di atas batu ketika malam hari. Ada sesuatu yang saya belum memahaminya dari Sufyan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ‘Kaum muslimin shalat dengan shalatnya masing-masing.’ Lalu beliau melanjutkan sabdanya: ‘Bebanilah diri kalian dengan amal yang kalian mampu, karena Allah ‘azza wajalla tidak pernah bosan hingga kalian bosan. Adalah Rasulullah bila shalat, beliau berusaha mengerjakannya dengan rutin. Dan sungguh amal yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu.'”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {anaknya saudaraku, Amrah, yaitu Muhammad bin Abdurrahman} dari {Amrah} dari {Aisyah} berkata; “Nabi saw. meringankan shalat dua reka’at, sampai-sampai saya berkata dalam hati; ‘Beliau membaca al-Fatihah atau tidak ya?.'”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Akhi Amrah} tapi aku tidak tahu apakah benar dia atau selainnya, dari {Amrah} berkata; “Pernah ‘Aisyah mengeluh sakit dan sakitnya terus berkepanjangan. Maka seorang ahli kedokteran datang ke Madinah, lalu keponakan-keponakan Aisyah bertanya kepada si dokter tentang sakit yang diderita Aisyah. Si dokter menjawab; ‘Demi Allah, kalian menyifati seorang wanita yang terkena sihir, sungguh wanita ini terkena sihir oleh seorang budak permpuannya. Si budak perempuan mengaku terus terang dengan mengatakan; ‘Benar, saya ingin dia mati hingga saya bisa merdeka.'” Kata Amrah, budak tersebut adalah budak yang dijanjikan merdeka jika Aisyah meninggal, maka {Aisyah} berkata; “Juallah dia kepada orang Arab yang paling mulia dan jadikan harganya dengan harga pantas.”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ayyub} dari {Abi Qilabah} dari {Abdullah bin Yazid} -saudara sesusuan Aisyah- dari {Aisyah} dari Nabi saw.: Tidaklah seseorang meninggal dan dishalatkan oleh sekelompok orang yang mencapai seratus orang, lantas mereka meminta syafaat untuk si mayyit selain mereka diberi syafaat untuk si mayyit tersebut.
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdul Karim} dari {Qais bin Muslim Al-Jadali} dari {Hasan bin Muhammad bin Ali} dari {Aisyah}; Nabi saw. pernah diberi hadiah berupa potongan daging biawak yang didendeng setengah matang sedangkan beliau dalam keadaan berihram, lantas beliau menolaknya. Sufyan berkata; “Al-Wasyiqah adalah daging yang dimasak dan didendeng.”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ma’mar} dari {Az-Zuhri} dari {‘Urwah} dari {Aisyah} berkata; “Minuman yang paling Rasulullah saw. sukai adalah yang manis lagi dingin.”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {Alqamah}, Alqamah pernah pergi haji bersama para sahabatnya, beliau menceritakan bahwa sebagian mereka ada yang berpuasa tapi ia tetap mencium dan mencumbuinya (istrinya). Lalu berdiri seorang lelaki diantara mereka yang telah berpuasa selama dua tahun. Aku ingin mengambil busur panahku dan aku ingin memukulmu dengannya. Dia (Alqamah) Berkata; “Hanya mereka menahannya sampai mereka menemui {Aisyah}, lalu mereka menemui Aisyah dan bertanya kepadanya mengenai hal tersebut.” Aisyah menjawab; “Rasulullah saw. berpuasa tapi juga mencium dan mencumbuinya (istrinya) dan beliau adalah orang yang paling bisa menjaga nafsunya diantara kalian.” Mereka berkata; “Wahai Aba Syibli, tanyalah dia (Aisyah).” Dia (Alqamah) menjawab; “Semenjak hari itu aku tidak pernah berkata keji di hadapannya.” Lalu mereka menanyakan hal itu kepadanya (Aisyah) dan dia menjawab; “Beliau mencium dan mencumbui (istrinya) sedang beliau dalam keadaan berpuasa.”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Ubaid bin Nisthasin, yaitu Abu Ya’fur} dari {Muslim} dari {Masyruq} dari {Aisyah} pernah bercerita mengenai Nabi saw.; “Bila telah memasuki sepuluh hari terakhir ramadhan beliau selalu bangun malam dan membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sarungnya.” Sufyan berkata; “Pada satu malam dari sepuluh hari terakhir tersebut beliau bersungguh-sungguh (dalam beribadah).”