Kitab 37 : Minuman #81 Hadist

×

Sahih Muslim | Hadits No. : 3720

Bab : Larangan Membuat Perasan Nabidz Dalam Muzaffat, Dubba’, Hantam dan Naqir

قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ وَسَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُانَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْجَرِّ وَالْمُزَفَّتِ وَالنَّقِيرِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَمْ يَجِدْ شَيْئًا يُنْتَبَذُ لَهُ فِيهِ نُبِذَ لَهُ فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍ

(Telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Rafi’} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku) {Abu Zubair} berkata; saya mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata, “Rasulullah saw. melarang Al Jarr, Al Muzaffat dan An Naqir. Jika Rasulullah saw. tidak mendapatkan wadah tempat air minum untuk membuat perasan, beliau biasa membuat perasan dalam wadah yang terbuat dari batu.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3721

Bab : Larangan Membuat Perasan Nabidz Dalam Muzaffat, Dubba’, Hantam dan Naqir

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُنْبَذُ لَهُ فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Abu Zubair} dari {Jabir bin Abdullah}, bahwa Nabi saw. biasa membuat perasan dalam wadah yang terbuat dari batu.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3722

Bab : Larangan Membuat Perasan Nabidz Dalam Muzaffat, Dubba’, Hantam dan Naqir

و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَكَانَ يُنْتَبَذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سِقَاءٍ فَإِذَا لَمْ يَجِدُوا سِقَاءً نُبِذَ لَهُ فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍفَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ وَأَنَا أَسْمَعُ لِأَبِي الزُّبَيْرِ مِنْ بِرَامٍ قَالَ مِنْ بِرَامٍ

Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Yunus} telah menceritakan kepada kami {Zuhair} telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zubair}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} telah mengabarkan kepada kami {Abu Khaitsamah} dari {Abu Zubair} dari {Jabir} dia berkata, “Rasulullah saw. biasa dibuatkan perasan dalam sebuah wadah, jika mereka tidak mendapatkan wadah tersebut, maka diperaskan untuk beliau dalam sebuah wadah besar yang terbuat dari batu.” Sebagian kaum berkata, “Saya mendengar dari Abu Zubair, “Dalam periuk besar yang terbuat dari batu.” Dia berkata, “Yang terbuat dari batu.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3723

Bab : Larangan Membuat Perasan Nabidz Dalam Muzaffat, Dubba’, Hantam dan Naqir

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ قَالَ أَبُو بَكْرٍ عَنْ أَبِي سِنَانٍ و قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى عَنْ ضِرَارِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مُحَارِبٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا ضِرَارُ بْنُ مُرَّةَ أَبُو سِنَانٍ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ النَّبِيذِ إِلَّا فِي سِقَاءٍ فَاشْرَبُوا فِي الْأَسْقِيَةِ كُلِّهَا وَلَا تَشْرَبُوا مُسْكِرًا

Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {Muhammad bin Mutsanna} keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudlail}, {Abu Bakar} berkata; dari {Abu Sinan}, dan {Ibnu Mutsanna} berkata; dari {Dlirar bin Murrah} dari {Muharib} dari {Ibnu Buraidah} dari {Ayahnya}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Numair} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudlail} telah menceritakan kepada kami {Dlirar bin Murrah Abu Sinan} dari {Muharib bin Ditsar} dari {Abdullah bin Buraidah} dari {Ayahnya} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Saya telah melarang kalian dari perasan nabidz (minuman dari perasan buah anggur atau kurma) kecuali yang dibuat dalam wadah tempat air minum biasa, sekarang minumlah dalam semua bejana dan jangan kalian minum sesuatu yang memabukkan.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3724

Bab : Larangan Membuat Perasan Nabidz Dalam Muzaffat, Dubba’, Hantam dan Naqir

و حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ حَدَّثَنَا ضَحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَهَيْتُكُمْ عَنْ الظُّرُوفِ وَإِنَّ الظُّرُوفَ أَوْ ظَرْفًا لَا يُحِلُّ شَيْئًا وَلَا يُحَرِّمُهُ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Dan telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin As Sya’ir} telah menceritakan kepada kami {Adl Dlahak bin Makhlad} dari {Sufyan} dari {‘Alqamah bin Martsad} dari {Ibnu Buraidah} dari {Ayahnya}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Saya telah melarang kalian menggunakan wadah yang terbuat dari kulit, meskipun wadah dari kulit tidak membuat halal sesuatu dan tidak juga membuatnya haram. Dan setiap yang memabukkan adalah haram.

Sahih Muslim | Hadits No. : 3725

Bab : Larangan Membuat Perasan Nabidz Dalam Muzaffat, Dubba’, Hantam dan Naqir

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مُعَرِّفِ بْنِ وَاصِلٍ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ الْأَشْرِبَةِ فِي ظُرُوفِ الْأَدَمِ فَاشْرَبُوا فِي كُلِّ وِعَاءٍ غَيْرَ أَنْ لَا تَشْرَبُوا مُسْكِرًا

Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Mu’arrif bin Washil} dari {Muharib bin Ditsar} dari {Ibnu Buraidah} dari {Ayahnya} dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Saya telah melarang kalian menggunakan wadah yang terbuat dari kulit binatang, maka minumlah dalam setiap minuman, dan jangan kalian minum sesuatu yang memabukkan.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3726

Bab : Larangan Membuat Perasan Nabidz Dalam Muzaffat, Dubba’, Hantam dan Naqir

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ لِابْنِ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي عِيَاضٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَلَمَّا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيذِ فِي الْأَوْعِيَةِ قَالُوا لَيْسَ كُلُّ النَّاسِ يَجِدُ فَأَرْخَصَ لَهُمْ فِي الْجَرِّ غَيْرِ الْمُزَفَّتِ

Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abi Syaibah} dan {Ibnu Abu Umar} dan ini adalah lafadz Ibnu Abu Umar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Sulaiman Al Ahwal} dari {Mujahid} dari {Abu Iyadl} dari {Abdullah bin ‘Amru} dia berkata, “Ketika Rasulullah saw. melarang perasan nabidz dalam bejana, para sahabat berkata, “Tapi tidak semua orang bisa mendapatkannya?” Maka beliau pun memberi keringanan untuk menggunakan bejana yang tidak dipolesi dengan ter.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3727

Bab : Penjelasan Bahwa Setiap yang Memabukkan Adalah Khamer

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِتْعِ فَقَالَ كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dia berkata; saya bacakan di hadapan {Malik}; dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {‘Aisyah} dia berkata, “Rasulullah saw. ditanya mengenai bit’u (yaitu minuman yang terbuat dari madu) maka beliau bersabda: “Setiap minuman yang memabukkan adalah haram.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3728

Bab : Penjelasan Bahwa Setiap yang Memabukkan Adalah Khamer

و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ تَقُولُسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِتْعِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَسَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ كُلُّهُمْ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ ح و حَدَّثَنَا حَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ كُلُّهُمْ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ سُفْيَانَ وَصَالِحٍ سُئِلَ عَنْ الْبِتْعِ وَهُوَ فِي حَدِيثِ مَعْمَرٍ وَفِي حَدِيثِ صَالِحٍ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ شَرَابٍ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Dan telah menceritakan kepada kami {Harmalah bin Yahya At Tujibi} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Wahb} telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Abu Salamah bin Abdurrahman} bahwa dia mendengar {‘Aisyah} berkata, “Rasulullah saw. ditanya mengenai bit’u, maka Rasulullah saw. menjawab: “Setiap minuman yang memabukkan adalah haram.” Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya} dan {Sa’id bin Manshur} dan {Abu Bakar bin Abi Syaibah} dan {Amru An Naqid} dan {Zuhair bin Harb} semuanya dari {Ibnu ‘Uyainah}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Hasan Al Khulwani} dan {‘Abd bin Humaid} dari {Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d} telah menceritakan kepada kami {Ayahku} dari {Shalih}. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dan {Abdu bin Humaid} keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} semuanya dari {Az Zuhri} dengan sanad ini, namun dalam hadits Sufyan dan Shalih tidak disebutkan, ‘Beliau ditanya mengenai bit’u’, akan tetapi hal itu terdapat dalam hadits Ma’mar. Dan dalam hadits Shalih bahwa ‘Aisyah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Setiap minuman yang memabukkan adalah haram.”

Sahih Muslim | Hadits No. : 3729

Bab : Penjelasan Bahwa Setiap yang Memabukkan Adalah Khamer

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَبَعَثَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَمُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى الْيَمَنِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَابًا يُصْنَعُ بِأَرْضِنَا يُقَالُ لَهُ الْمِزْرُ مِنْ الشَّعِيرِ وَشَرَابٌ يُقَالُ لَهُ الْبِتْعُ مِنْ الْعَسَلِ فَقَالَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

Dan telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} dan {Ishaq bin Ibrahim} dan ini adalah lafadz Qutaibah, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Syu’bah} dari {Sa’id bin Abi Burdah} dari {Ayahnya} dari {Abu Musa} dia berkata, “Nabi saw. mengutusku bersama Mu’adz bin Jabal ke Negeri Yaman, lalu saya berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan minuman yang dibuat di negeri kami yang biasa disebut dengan miizr dari (perasan) gandum dan minuman yang biasa disebut dengan bit’u (yang terbuat) dari madu?” Beliau menjawab: “Setiap minuman yang memabukkan adalah haram.”