Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6537

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي كَبْشَةَ السَّلُولِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعُونَ حَسَنَةً أَعْلَاهُنَّ مَنِيحَةُ الْعَنْزِ لَا يَعْمَلُ الْعَبْدُ بِحَسَنَةٍ مِنْهَا رَجَاءَ ثَوَابِهَا وَتَصْدِيقَ مَوْعُودِهَا إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهَا الْجَنَّةَ

Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Hassan bin ‘Athiyah} dari {Abu Kabsyah As Saluli} dari {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Ada empat puluh cabang kebaikkan, yang paling baik dari semuanya adalah Manihatul ‘Anz (binatang ternak yang dipinjamkan untuk diambil susunya), tidaklah seorang hamba beramal dari salah satu cabang kebaikkan tersebut dengan hanya mengharapkan pahala dan janji Allah, kecuali Allah akan memasukkannya ke surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6538

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سَلِيمٌ يَعْنِي ابْنَ حَيَّانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ مِينَاءَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلَغَنِي أَنَّكَ قَالَ أَبِي و حَدَّثَنَاه عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلَغَنِي أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ فَلَا تَفْعَلْ فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَظًّا وَلِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَظًّا وَلِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَظًّا صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ فَذَلِكَ صَوْمُ الدَّهْرِ قَالَ قُلْتُ إِنَّ بِي قُوَّةً قَالَ صُمْ صَوْمَ دَاوُدَ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًاقَالَ فَكَانَ ابْنُ عَمْرٍو يَقُولُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ أَخَذْتُ بِالرُّخْصَةِ و قَالَ عَفَّانُ وَبَهْزٌ إِنِّي أَجِدُ بِي قُوَّةً

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Salim} -yaitu Ibnu Haiyyan- dari {Sa’id bin Miina`} Aku mendengar {Abdullah bin ‘Amru} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “telah sampai kepadaku bahwa sesungguhnya engkau.” Ayahku berkata; {Affan} telah menceritakannya kepada kami, dia berkata; telah menceritakan kepada kami {Salim bin Haiyyan} berkata; telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Miina`} berkata; aku mendengar {Abdullah bin ‘Amru} berkata; Rasulullah saw. berkata kepadaku: “Telah sampai kabar kepadaku bahwa engaku berpuasa di siang hari dan shalat di malam harinya, jangan engkau lakukan hal itu sebab jasadmu punya hak atas dirimu, matamu punya hak atas dirimu, dan istrimu juga punya atas dirimu. Maka berpuasalah selama tiga hari dalam setiap bulannya, dan itu adalah puasa sepanjanng masa.” Aku berkata; “sesungguhnya aku mempunyai kemampuan.” Beliau menjawab: “Kalau begitu berpuasalah seperti puasanya Dawud; engkau berpuasa sehari dan berbuka sehari.” Dia berkata; Ibnu ‘Amru berkata: “sekiranya aku mengambil keringanan.” {Affan} dan {Bahz} berkata: “aku mendapatkan pada diriku kekuatan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6539

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ جِئْتُ لِأُبَايِعَكَ وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ قَالَ فَارْجِعْ إِلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا وَأَبَى أَنْ يُبَايِعَهُ

Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {‘Atho` Ibnu As Sa`ib} dari {bapaknya}, dari {Abdullah bin ‘Amru} dia berkata; seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata: “Aku datang untuk berbai’at kepadamu, dan aku telah tinggalkan kedua orang tuaku dalam kondisi menangis.” Beliau bersabda: “Kembalilah kamu kepada mereka, buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis.” Dan dia menolak untuk membai’atnya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6540

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ فَلَنْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَرِيحُهَا يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} dari {Mujahid} dari {Abdullah bin ‘Amru} dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa mengaku-ngaku bernasab kepada orang yang bukan ayahnya sendiri, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga, padahal bau surga telah tercium dari jarak tujuh puluh tahun perjalanan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6898

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةٍ وَسَبْعِ أَمْثَالِهَا فَإِنْ لَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْهِ فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ عَلَيْهِ سَيِّئَةً وَاحِدَةً فَإِنْ لَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa berkeinginan untuk melakukan sebuah amal kebajikan lalu ia belum sampai melakukannya, maka akan dicatat baginya satu kebaikan, dan jika ia mengamalkannya maka akan dicatat pahala baginya sepuluh hingga tujuh ratus tujuh kali lipat, dan jika ia belum mengerjakannya maka akan dicatat baginya pahala satu kebaikan. Dan barangsiapa berkeinginan untuk melakukan suatu kemaksiatan lalu ia belum melakukannya maka belum akan dicatat atasnya suatu dosa, dan jika telah melakukannya maka akan dicatat atasnya satu dosa kemaksiatan, dan jika ia belum melakukannya maka belum akan dicatat atasnya satu dosa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6899

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُقِدَتْ أُمَّةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَمْ يُدْرَ مَا فَعَلَتْ وَإِنِّي لَا أُرَاهَا إِلَّا الْفَأْرَ أَلَا تَرَوْنَهَا إِذَا وُضِعَ لَهَا أَلْبَانُ الْإِبِلِ لَا تَشْرَبُ وَإِذَا وُضِعَ لَهَا أَلْبَانُ الشَّاءِ شَرِبَتْهُقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ حَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ كَعْبًا فَقَالَ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَالَ لِي ذَلِكَ مِرَارًا فَقُلْتُ أَتَقْرَأُ التَّوْرَاةَ

Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahab Ats Tsaqofi} telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Ada suatu kaum dari bani isra`il lenyap dan tidak diketahui apa gerangan yang mereka perbuat, Dan mereka tidak diperlihatkan kepadaku melainkan layaknya tikus-tikus, apa yang kalian lihat, jika diberikan kepada mereka susu unta mereka tidak mau meminumnya, namun jika diberikan kepada mereka susu kambing mereka mau meminumnya.” Abu Hurairah berkata: “Aku menyampaikan hadits ini kepada Ka’ab, lalu ia bertanya: “Apa benar kamu telah mendengarnya dari Rasulullah saw.?” “Ya, benar”, jawabku. Lalu ia terus menanyakan hal itu kepadaku hingga kukatakan kepadanya: “Apa kamu pernah membaca taurat?.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6900

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ بْنِ قَطَنٍ وَهُوَ أَبُو قَطَنٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو قَطَنٍ قَالَ فِي الْكِتَابِ مَرْفُوعٌإِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

Telah menceritakan kepada kami {Amru bin Al Haitsami bin Qaththan} – yaitu Abu Qaththan- berkata; telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Qotadah} dari {Al Hasan} dari {Abu Rofi’} dari {Abu Hurairah} dia berkata; Abu Qaththan berkata dalam kitab secara marfu`: “Jika seorang suami telah duduk pada empat anggota badan isterinya lalu ia menyetubuhinya, maka hal itu telah mewajibkannya untuk mandi (janabat).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6901

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ عَجْلَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّي أَنْظُرُ أَوْ إِنِّي لَأَنْظُرُ مَا وَرَائِي كَمَا أَنْظُرُ إِلَى مَا بَيْنَ يَدَيَّ فَسَوُّوا صُفُوفَكُمْ وَأَحْسِنُوا رُكُوعَكُمْ وَسُجُودَكُمْ

Telah menceritakan kepada kami {Amru bin Al Haitsam} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {‘Ajlan} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya aku melihat, ” atau beliau mengatakan: “sesungguhnya aku benar-benar melihat orang yang berada di belakangku sebagaimana aku melihat yang ada di depanku, maka luruskanlah shaf-shaf kalian, dan perbaikilah cara ruku’ dan sujud kalian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6902

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقَدَّمُوا بَيْنَ يَدَيْ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلًا كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

Telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Al Haitsam} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mendahului puasa Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari, kecuali bagi seseorang yang memang sebelumnya telah melakukan puasa maka ia boleh melakukannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6903

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى صَلَاتَيْ الْعَشِيِّ قَالَ ذَكَرَهَا أَبُو هُرَيْرَةَ وَنَسِيَهَا مُحَمَّدٌ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ وَأَتَى خَشَبَةً مَعْرُوضَةً فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ بِيَدِهِ عَلَيْهَا كَأَنَّهُ غَضْبَانُ وَخَرَجَتْ السَّرَعَانُ مِنْ أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ قَالُوا قُصِرَتْ الصَّلَاةُ قَالَ وَفِي الْقَوْمِ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فَهَابَاهُ أَنْ يُكَلِّمَاهُ وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ فِي يَدَيْهِ طُولٌ يُسَمَّى ذَا الْيَدَيْنِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَسِيتَ أَمْ قُصِرَتْ الصَّلَاةُ فَقَالَ لَمْ أَنْسَ وَلَمْ تُقْصَرْ الصَّلَاةُ قَالَ كَمَا يَقُولُ ذُو الْيَدَيْنِ قَالُوا نَعَمْ فَجَاءَ فَصَلَّى الَّذِي تَرَكَ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَقَالَ فَكَانَ مُحَمَّدٌ يُسْأَلُ ثُمَّ سَلَّمَ فَيَقُولُ نُبِّئْتُ أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ قَالَ ثُمَّ سَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abi ‘Adiy} dari {Ibnu ‘Aun} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah}, dia berkata; “Rasulullah saw. melaksanakan salah satu shalat petang (antara shalat maghrib atau isya`), ” dia berkata; Abu Hurairah menyebutkannya tetapi Muhammad lupa (apa yang diaktakan Abu Hurairah), “beliau shalat hanya dengan dua rakaat saja kemudian salam, Lalu beliau mendekat ke sebatang kayu yang tersandar di masjid lalu berkata dengan mengisyaratkan tangannya seakan-akan beliau marah, kemudian keluar dari pintu masjid dengan cepat. Para sahabat bertanya; ‘apakah shalatnya di ringkas? ‘” dia melanjutkan; “dan di antara para sahabat ada Abu Bakar dan Umar, keduanya takut untuk menegur Rasulullah saw., dan di antara mereka juga ada seorang laki-laki yang tangannya panjang yang disebut Dzul yadain, ia berkata; “wahai Rasulullah, apakah engkau telah lupa atau memang shalatnya diringkas?” Beliau menjawab: “Aku tidak lupa dan shalatnya tidak diringkas.” Berkata; “sebagaimana yang dikatakan oleh Dzul yadain” para sahabat berkata; ‘Ya.” Maka Rasulullah bersegera shalat meneruskan yang tertinggal lalu salam, kemudian takbir dan sujud sebagaimana sujudnya (dishalat), atau bahkan lebih lama lagi, kemudian mengangkat kepalanya dan bertakbir. Dia berkata; {Muhammad} ditanya; “apakah beliau mengucapkan salam?” maka dia menjawab; “aku diberitahu bahwa {Imron bin Hushain} berkata; ‘kemudian salam’.”