Telah menceritakan kepada kami {Haitsam bin Kharijah} berkata; telah menceritakan kepada kami {Risydin bin Sa’d} dari {Yunus bin Yazid} dari {Ibnu Syihab} dari {Ubaidillah bin Abdullah bin ‘Utbah} dari {Abu Hurairah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Tidakkah kalian tahu apa yang difirmankan oleh Rabb kalian ‘azza wajalla, Dia berfirman: ‘Tidaklah Aku berikan suatu nikmat kepada hamba-Ku melainkan sebagian dari mereka menjadi kafir, mereka mengatakan; ‘Bintang ini dan dengan bintang ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8456
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Haitsam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Maisarah} -yaitu Ash Shan’ani- dari {Al ‘Ala`} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Nabi saw. berhenti pada orang-orang yang sedang duduk, lalu beliau bersabda: “Apakah kalian mau aku kabarkan tentang sebaik-baik kalian dari sejelek jelek kalian, ” maka orang-orang diam hingga beliau mengulanginya tiga kali, lalu seorang laki-laki dari mereka berkata; “Tentu wahai Rasulullah!, ” maka beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang dinanti-nanti kebaikannya dan merasa aman dari kejelekannya, dan sejelek-jelek kalian adalah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak merasa aman dari kejelekannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8457
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Haitsam} telah mengabarkan kepada kami {Hafsh bin Maisarah} dari {Al ‘Ala`} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata; Nabi saw. bersabda: “Seorang hamba berkata; ‘Hartaku dan hartaku, ‘ hanyasanya bagian dia dari harta yang ia punya ada tiga; apa yang ia makan kemudian habis, atau apa yang ia pakai lalu usang, dan apa yang ia berikan kepada orang lain lalu hilang, selain dari itu akan pergi atau diwarisi oleh manusia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8458
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Haitsam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Risydin} dari {‘Amru} dari {Bukair} dari {Sulaiman bin Yasar} bahwa {Abu Hurairah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah seorang laki-laki meniduri wanita yang sedang hamil oleh laki-laki selainnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8459
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Haitsam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Maisarah} dari {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Setiap manusia yang dilahirkan akan dipukul oleh setan dengan kedua telapak tangannya, kecuali Maryam dan anaknya, tidakkah kalian lihat seorang bayi bagaimana ia berteriak (menangis) ketika lahir?” para sahabat menjawab; “Benar wahai Rasulullah, ” beliau bersabda: “Seperti itulah ketika ia dipukul oleh setan dengan kedua telapak tangannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8460
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Haitsam} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Hafsh bin Maisarah} dari {Al ‘Ala`} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Tidak akan pernah berkumpul dineraka selamanya seorang kafir dengan seorang muslim yang membunuhnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8461
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Haitsam} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Hafsh bin Maisarah} dari {Al ‘Ala`}. Dan telah menceritakan kepada kami {Qutaibah} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz} dari {Al ‘Ala`} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Pada hari kiamat manusia akan dikumpulkan di satu tempat, kemudian Rabb semesta alam muncul lalu dikatakan; ‘Ketahuilah, setiap umat mengikuti apa saja yang telah mereka sembah? ‘ hingga penyembah salib mendapatkan salibnya, dan penyembah gambar (patung patung) mendapatkan gambar mereka, dan penyembah api mendapatkan api mereka, kemudian mereka mengikuti sesembahan mereka. Dan tinggallah orang-orang Islam, lalu Rabb semesta alam muncul kepada mereka dan berfirman; ‘Kenapa kalian tidak mengikut orang-orang itu? ‘ mereka menjawab; ‘Kami berlindung kepada Allah dari-Mu, Allah adalah Tuhan kami dan ini adalah tempat kami hingga kami dapat melihat Tuhan kami, ‘ padahal Dialah Allah yang memerintahkan dan menetapkan mereka atas demikian, kemudian Rabb semesta alam bersembunyi kemudian muncul lagi dan berfirman; ‘Apakah kalian tidak mengikuti para manusia itu? ‘ mereka berkata; ‘Kami berlindung kepada Allah dari-Mu, kami berlindung kepada Allah dari-Mu, Allah adalah Tuhan kami dan ini adalah tempat kami hingga kami dapat melihat Tuhan kami, ‘ padahal Dialah Allah yang memerintahkan dan menetapkan mereka atas demikian itu.” Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah kita dapat melihat-Nya?” maka beliau bersabda: “Apakah kalian mendapatkan kesulitan ketika melihat bulan di malam purnama?” mereka menjawab; “Tidak” beliau bersabda: “Sesungguhnya kalian tidak akan mendapatkan kesulitan ketika melihat-Nya pada saat itu. Lalu Allah bersembunyi dan muncul kembali seraya mengenalkan Diri-Nya kepada mereka: ‘Aku adalah Tuhan kalian ikutilah Aku, ‘ lalu orang-orang Islam berdiri dan diletakkanlah shirath, maka mereka berjalan di atasnya seperti pengendara kuda dan kendaraan lainnya, dan mereka berkata kepada Allah; ‘Berilah kami keselamatan, berilah kami keselamatan, ‘ dan tinggalah penghuni neraka. Lalu sekumpulan dari mereka dimasukkan ke dalamnya dan dikatakan kepada neraka; ‘Apakah kamu telah penuh? ‘ neraka menjawab; ‘Apakah masih ada tambahan lagi? ‘ Kemudian dimasukkan lagi sekumpulan orang, lalu ditanyakan kepada neraka; ‘Apakah kamu telah penuh? ‘ neraka berkata; ‘Apakah masih ada tambahan lagi? ‘ Sehingga ketika mereka telah penuh di dalamnya, Allah ‘azza wajalla meletakkan telapak kaki-Nya di dalam neraka dan menggulung sebagiannya ke sebagian yang lain, kemudian neraka berkata; “Cukup, cukup, cukup.” Maka demikianlah, jika penghuni surga telah ditempatkan di dalam surga dan penghuni neraka juga telah ditempatkan di dalam neraka, maka didatangkan kematian dalam keadaan terbelenggu lalu ia ditempatkan di sebuah pembatas antara penduduk neraka dan penduduk surga, kemudian dikatakan kepada mereka; ‘Wahai penghuni surga! ‘ maka merekapun melihatnya dengan rasa takut, kemudian dikatakan; ‘Wahai penghuni neraka! ‘ maka merekapun melihatnya dengan penuh gembira, berharap akan datangnya syafa’at, lalu dikatakan kepada penghuni surga dan penghuni neraka; ‘Apakah kalian mengenal dia? ‘ mereka sama-sama menjawab; ‘Kami mengenalnya, dia adalah kematian yang dibebankan kepada kami.’ Setelah itu dia dibaringkan lalu disembelih di atas pembatas, kemudian dikatakan; ‘Wahai penghuni surga kalian kekal dan tidak mati, dan Wahai penghuni neraka kalian kekal dan tidak mati.'” Qutaibah menyebutkan dalam riwayat haditsnya; “Dan sebagian dari neraka digulung ke sebagian yang lain, kemudian Allah ‘azza wajalla berfirman; ‘Cukup? ‘ maka neraka menjawab; “Cukup, cukup!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8462
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Haitsam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya}, dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Penghapus dosa dalam majlis adalah seorang hamba mengucapkan; SUBHAANAKA ALLAHUMMA WA BIHAMDIKA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA (Maha suci Engkau ya Allah, dengan memuja-Mu aku memohon ampunan-Mu serta bertaubat kepada-Mu).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8463
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad}, {bapakku} telah menceritakan kepadaku, ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Husain} dari {Yahya} aku mendengar {Abu Salamah} berkata; aku mendengar {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw. bersabda: “Mimpi yang benar adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8464
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Rauh} “, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abi Hafshah} berkata; telah menceritakan kepada kami {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Nabi saw. mendengar Abdullah bin Qais membaca (Al Qur`an), lalu beliau bersabda: “Sungguh, orang ini telah diberi seruling dari seruling keluarga Nabi Dawud `Alaihis Salam.”