Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata; telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata; Tatkala turun kepada Rasulullah saw. ayat, “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Maka hal itu menjadikan para sahabat Rasulullah saw. merasa berat, lalu dengan mengendarai tunggangan mereka mendatangi Rasulullah saw. dan berkata; “Wahai Rasulullah, kami telah di bebani amalan yang kami mampu, shalat, puasa, jihad dan sedekah, sekarang turun kepadamu ayat yang kami merasa tidak mampu?” Rasulullah saw. bersabda: “Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh dua Ahlul kitab sebelum kalian; ‘kami mendengar dan kami membangkang’, akan tetapi katakanlah ‘kami mendengar dan kami taat, wahai Tuhan kami, kami memohon ampunan-Mu dan hanya kepada-Mul kami kembali.” Maka mereka berseru: ” kami mendengar dan kami taat, wahai Tuhan kami, kami memohon ampunan-Mu dan hanya kepada-Mul kami kembali.” ketika para sahabat telah mengakuinya dan lisan mereka telah luluh, Allah mengiringkan ayat tersebut dengan ayat berikutnya: “Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-Rasul-Nya.” -Affan menyebutkan bahwa Salam Ibnul Mundzir membacanya dengan: Yufarriq, – “dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (mereka berdoa): ‘Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali).” Maka ketika para sahabat telah melaksanakan hal itu Allah Tabaraka wa Ta’ala menghapusnya dengan firma-Nya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” maka ia mendapatkan pahala dari kebaikan yang ia kerjakan dan mendapatkan dosa dari kejelekan yang ia kerjakan.” Al ‘Ala` menafsirkan ayat ini; ” (Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah, ” Allah menjawab, “Iya, ” “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.” Maka Allah menjawab, “Iya, ” “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.” Maka Allah menjawab, “Iya.” “Berilah maaf Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8977
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata; telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata; Rasulullah saw. menemui Ubai bin Ka’ab ketika ia sedang shalat, maka beliau memanggil; “Wahai Ubai, ” Ubai lalu menoleh meskipun tidak menjawab, kemudian Ubai segera shalat dengan cepat seraya berbegas menemui Rasulullah saw., lalu berucap; “Assalaamu ‘Alaika ya Rasulullah, ” Rasulullah menjawab, “Wa ‘Alaika (dan keselamatan bagimu), ” lalu beliau bersabda: “Wahai Ubai, apa yang menghalangimu untuk menjawabku ketika aku panggil?” Ubai berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku dalam shalat, ” beliau bersabda: “Bukankah kamu telah mendapatkan wahyu yang Allah wahyukan kepadaku, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ” Ubai berkata; “Iya wahai Rasulullah, aku tidak akan mengulanginya, ” beliau bersabda: “Apakah kamu senang jika aku ajarkan kepadamu surat yang Allah tidak menurunkan semisalnya dalam Taurat, Zabur, Injil maupun Al Furqon (Al Qur`an)?” Ubai berkata; Aku berkata; “Iya wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya aku sangat berharap engkau tidak keluar dari pintu ini hingga engkau mengetahuinya, ” Ubai berkata; Lalu Rasulullah saw. menggait tanganku sambil mengajakku bicara, dan aku sendiri memperlambat jalanku karena takut akan sampai ke pintu sebelum beliau selesai berbicara, maka tatkala dekat pintu aku berkata; “Wahai Rasulullah mana surat yang telah engkau janjikan kepadaku?” lalu beliau bersabda: “Apa yang engkau baca ketika shalat?” Ubai berkata; “Aku membaca surat Al fatihah.” Ubai berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, tidaklah Allah menurunkan dalam Taurat, Injil maupun Al Qur`an yang semisalnya, ia adalah As Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang ulang).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8978
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata; telah menceritakan kepada kami {Tsabit} dari {Abu Rafi’}, bahwa ada seorang pemuda dari Quraisy mendatangi {Abu Hurairah} dengan membangga-banggakan pakaian yang ia kenakan, maka Abu Hurairah pun berkata kepadanya; Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya ada seorang pemuda dari umat sebelum kalian yang membangga-banggakan pakaian yang ia kenakan, maka ketika bumi menelannya, ia dalam keadaan terkesima dengan jubah dan selendang yang ia kenakan, maka ia berputar-putar di perut bumi sehingga datang hari kiamat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8979
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Aban bin Yazid} berkata; telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {An Nadhr bin Anas} dari {Basyir bin Nahik} dari {Abu Hurairah}, dia berkata; Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Jika seseorang mengalami kerugian, maka orang yang memberikan hutang padanya lebih berhak dengan barangnya jika ia mendapati barangnya itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8980
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} berkata; aku melihat {Abu Hurairah} sujud ketika membaca surat: “Apabila langit terbelah.” Maka aku bertanya; “Kenapa engkau sujud di di surat ini?” Abu Hurairah menjawab; “Sekiranya aku tidak melihat Rasulullah saw. sujud di surat ini tentu aku juga tidak akan sujud.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8981
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata; telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., bahwasanya beliau bersabda: “Sumpah palsu itu menjadikan dagangan laris, tapi menjadikan usaha tidak berkah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8982
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid} -yaitu Ibnu Ziyad- berkata; telah menceritakan kepada kami {‘Ashim bin Kulaib} berkata; {bapakku} telah menceritakan kepadaku, ia berkata; Aku mendengar {Abu Hurairah} berkata; dan ia selalu membuka perkataannya dengan mengatakan; Rasulullah saw. Abul Qasim seorang jujur dan dipercaya bersabda: “Barangsiapa berkata atas namaku dengan sesuatu yang aku tidak mengatakannya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di dalam neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8983
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid} berkata; telah menceritakan kepada kami {Sulaiman Al A’masy} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu Shalih} berkata; aku mendengar {Abu Hurairah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Aku berdasarkan pada perasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan selalu bersamanya selama mereka mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam suatu perkumpulan maka Aku akan mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik. Maka barangsiapa mendekat kepada-Ku satu jengal, Aku akan mendekat padanya satu hasta, dan barangsiapa mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat padanya satu depa, dan barangsiapa mendekat kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8984
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} berkata; telah menceritakan kepada kami {Suhail} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika Allah mencitai seorang hamba maka Dia memanggil Jibril ‘Alaihis Salam seraya berfirman; ‘Sungguh, Aku mencintai fulan maka cintailah ia, ” Rasulullah bersabda: “Maka Jibril pun mencintainya.” Beliau bersabda: “Lalu Jibril menyeru di langit; ‘Sesungguhnya Allah telah mencintai fulan, ‘” beliau bersabda: “Maka para penduduk langit pun mencintainya, kemudian Allah membuatnya diterima di bumi. Dan sesungguhnya Allah ‘azza wajalla jika membenci seorang hamba Ia akan memanggil Jibril, Allah berfirman; ‘Wahai Jibril, sesungguhnya Aku membenci fulan maka bencilah ia, ” Rasulullah bersabda: “Lalu jibril pun membencinya, setelah itu Jibril menyeru di langit; ‘Sesungguhnya Allah telah membenci fulan maka bencilah ia, ” beliau bersabda: “Lalu penduduk langit pun membencinya, kemudian Allah meletakkan kebencian bagi penduduk di bumi kepadanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8985
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata; telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Ikrimah} dari {Abu Hurairah} ia berkata; “Tidak ada seorang laki-laki pun setelah Rasulullah saw. yang memakai sepatu, atau memakai sandal, atau menunggangi kendaraan, atau memakai surban yang lebih utama dari Ja’far bin Abi Thalib, yakni dalam kedermawanan.”