Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11947

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَدَخَلَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عِنْدَنَا فَعَرِقَ وَجَاءَتْ أُمِّي بِقَارُورَةٍ فَجَعَلَتْ تَسْلُتُ الْعَرَقَ فِيهَا فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أُمَّ سُلَيْمٍ مَا هَذَا الَّذِي تَصْنَعِينَ قَالَتْ هَذَا عَرَقُكَ نَجْعَلُهُ فِي طِيبِنَا وَهُوَ مِنْ أَطْيَبِ الطِّيبِ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim Ibnul Qasim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} dari {Anas bin Malik} ia berkata; “Nabi saw. masuk ke dalam rumah kami, lalu beliau tidur siang hingga keringatnya keluar, ibuku lalu datang dengan membawa botol seraya memasukkan keringatnya ke dalam botol. Lalu Nabi saw. pun terbangun dan bersabda: “Apa yang sedang engkau lakukan?” ia menjawab, “Ini adalah keringatmu, kami ingin menjadikannya sebagai minyak wangi, karena merupakan sebaik-baik minyak wangi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11948

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ قَالَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ قَالَ يَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ أَنْ لَا أَفْتَحَ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} dari {Anas bin Malik} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Pada hari kiamat aku mendatangi pintu surga, lalu aku meminta agar pintu surga tersebut dibuka. Penjaga pintu itu berkata; ‘Siapa kamu? ‘” beliau bersabda: “Lalu kujawab; ‘Muhammad, ‘” beliau bersabda: “Penjaga itu lalu berkata; ‘Untukmulah aku diperintahkan agar tidak membuka pintu ini bagi siapapun sebelum engkau.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11949

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُسَيْسَةَ عَيْنًا يَنْظُرُ مَا فَعَلَتْ عِيرُ أَبِي سُفْيَانَ فَجَاءَ وَمَا فِي الْبَيْتِ أَحَدٌ غَيْرِي وَغَيْرُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا أَدْرِي مَا اسْتَثْنَى بَعْضَ نِسَائِهِ فَحَدَّثَهُ الْحَدِيثَ قَالَ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَكَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ لَنَا طَلِبَةً فَمَنْ كَانَ ظَهْرُهُ حَاضِرًا فَلْيَرْكَبْ مَعَنَا فَجَعَلَ رِجَالٌ يَسْتَأْذِنُونَهُ فِي ظَهْرٍ لَهُمْ فِي عُلُوِّ الْمَدِينَةِ قَالَ لَا إِلَّا مَنْ كَانَ ظَهْرُهُ حَاضِرًا فَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ حَتَّى سَبَقُوا الْمُشْرِكِينَ إِلَى بَدْرٍ وَجَاءَ الْمُشْرِكُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ إِلَى شَيْءٍ حَتَّى أَكُونَ أَنَا أُؤْذِنُهُ فَدَنَا الْمُشْرِكُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُومُوا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ قَالَ يَقُولُ عُمَيْرُ بْنُ الْحُمَامِ الْأَنْصَارِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَنَّةٌ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ بَخٍ بَخٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَحْمِلُكَ عَلَى قَوْلِكَ بَخٍ بَخٍ قَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا رَجَاءَ أَنْ أَكُونَ مِنْ أَهْلِهَا قَالَ فَإِنَّكَ مِنْ أَهْلِهَا قَالَ فَأَخْرَجَ تَمَرَاتٍ مِنْ قَرَنِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ مِنْهُنَّ ثُمَّ قَالَ لَئِنْ أَنَا حَيِيتُ حَتَّى آكُلَ تَمَرَاتِي هَذِهِ إِنَّهَا لَحَيَاةٌ طَوِيلَةٌ قَالَ ثُمَّ رَمَى بِمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ التَّمْرِ ثُمَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} dari {Anas} ia berkata; “Rasulullah saw. mengutus Busaisah untuk mematai-matai apa yang sedang dilakukan oleh kafilah Abu Sufyan. Setelah itu ia pun datang, sedang di dalam rumah (Rasulullah) tidak ada seorang pun selain aku dan Rasulullah saw.” Anas berkata; “Aku tidak tahu sebagian istri berada di rumah ataukah tidak, beliau lalu mengajak Busaisah berbicara sesuatu.” Anas berkata; “Beliau lalu keluar dan berbicara, beliau mengatakan: “Sesungguhnya kami mempunyai keperluan, barangsiapa yang kendaraannya tersedia hendaklah ia mengendarainya bersama kami, ” maka orang-orang pun saling meminta izin kepada beliau untuk mengambil kendaraan mereka yang berada di perbukitan Madinah. Beliau menjawab: “Jangan, kecuali orang-orang yang memang kendaraannya telah ada di sini.” Maka Rasulullah saw. pun berangkat bersama para sahabatnya hingga dapat menyusul orang-orang musyrik di Badar. Orang-orang musyrik pun akhirnya datang. Rasulullah saw. kemudian bersabda: “Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian maju hingga aku memberi izin, ” orang-orang musyrik pun semakin dekat. Lalu Rasulullah saw. bersabda lagi: “Berdirilah kalian menuju surga yang luasnya seluas tujuh langit dan bumi.” Anas berkata; Lalu Umair Ibnul Hamam Al Anshari berkata; “Wahai Rasulullah, surga yang luasnya seluas tujuh langit dan bumi!” beliau menjawab: “Benar.” Lalu ia berkata; “Amboi, amboi!” Rasulullah saw. bersabda: “Apa yang membuat kamu mengucapkan Amboi, amboi?” ia menjawab, “Wahai Rasulullah, demi Allah, Aku tidak mengucapkan kata itu selain aku hanya berharap termasuk dari penghuninya, ” beliau bersabda: “Engkau termasuk penghuninya.” Anas berkata; Lalu ia pun mengeluarkan beberapa butir kurma dari kantongnya seraya memakannya, kemudian ia berkata; “Jika aku habiskan kurma-kurma ini, sungguh terlalu lama hidupku, ” lalu ia pun melempar kurma yang masih bersamanya, kemudian ia menerjang musuh hingga terbunuh.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11950

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَلَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ إِلَى قَوْلِهِ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ }وَكَانَ ثَابِتُ بْنُ قَيْسِ بْنِ الشَّمَّاسِ رَفِيعَ الصَّوْتِ فَقَالَ أَنَا الَّذِي كُنْتُ أَرْفَعُ صَوْتِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِطَ عَمَلِي أَنَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَجَلَسَ فِي أَهْلِهِ حَزِينًا فَتَفَقَّدَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ بَعْضُ الْقَوْمِ إِلَيْهِ فَقَالُوا لَهُ تَفَقَّدَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكَ فَقَالَ أَنَا الَّذِي أَرْفَعُ صَوْتِي فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَأَجْهَرُ بِالْقَوْلِ حَبِطَ عَمَلِي وَأَنَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَأَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرُوهُ بِمَا قَالَ فَقَالَ لَا بَلْ هُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِقَالَ أَنَسٌ وَكُنَّا نَرَاهُ يَمْشِي بَيْنَ أَظْهُرِنَا وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ الْيَمَامَةِ كَانَ فِينَا بَعْضُ الِانْكِشَافِ فَجَاءَ ثَابِتُ بْنُ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ وَقَدْ تَحَنَّطَ وَلَبِسَ كَفَنَهُ فَقَالَ بِئْسَمَا تُعَوِّدُونَ أَقْرَانَكُمْ فَقَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} dari {Anas bin Malik} ia berkata; Ketika turun ayat ini: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi) hingga sampai pada firman-Nya (sedangkan kamu tidak menyadari).(QS. Alhujurat 2), Tsabit bin Qais bin Asy Syammas adalah seorang yang suaranya keras. Lalu ia berkata; “Akulah orang yang suaranya keras (tinggi) melebihi Rasulullah saw., maka sia-sialah amalku dan aku pasti termasuk dari penduduk neraka.” Lalu ia berdiam diri bersama istrinya di rumah hingga ia cari-cari Rasulullah saw. karena merasa kehilangan dari kehadirannya. Beberapa orang sahabat pergi ke rumahnya, mereka berkata kepadanya; “Apa alasanmu dirumah terus, Rasulullah saw. mencari-carimu?” ia jawab; “Akulah orang yang suaranya melebihi suara Rasulullah saw., dan aku selalu mengeraskan suaraku, maka sia-sialah amalku dan aku pasti termasuk dari penduduk neraka.” Maka para sahabat pun menemui Nabi saw. seraya mengabarkan apa yang dikatakan oleh Tsabit bin Qais, beliau lalu bersabda: “Tidak! bahkan ia termasuk dari penghuni surga.” Anas berkata; “Kami melihat ia berjalan di tegah-tengah kami, dan kami mengetahui bahwasanya ia adalah calon seorang penghuni surga. Selanjutnya terjadi pertempuran Yamamah, dan sebagian barisan kami kocar-kacir. u Tsabit bin Qais Syammas spontan datang dalam keadaan telah menggunakan minyak wangi dan memakai kain kafannya, lalu ia berkata; “Amat buruklah perbuatan kalian yang suka membanding-bandingkan kekuatan kalian dengan musuh, ” lalu ia memerangi musuh sekuat-kuatnya hingga terbunuh.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11951

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَلَّاقُ يَحْلِقُهُ وَأَطَافَ بِهِ أَصْحَابُهُ فَمَا يُرِيدُونَ أَنْ تَقَعَ شَعْرَةٌ إِلَّا فِي يَدِ رَجُلٍ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} dari {Anas bin Malik} ia berkata; “Aku melihat Rasulullah saw. yang sedang dicukur tukang cukur untuk menggundul rambut beliau, sedangkan para sahabat beliau mengelilingi beliau, mereka tidak ingin rambut beliau jatuh kecuali dalam genggaman tangan salah seorang dari mereka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11952

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ جَاءَ خَدَمُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ بِآنِيَتِهِمْ فِيهَا الْمَاءُ فَمَا يُؤْتَى بِإِنَاءٍ إِلَّا غَمَسَ يَدَهُ فِيهَا فَرُبَّمَا جَاءُوهُ فِي الْغَدَاةِ الْبَارِدَةِ فَغَمَسَ يَدَهُ فِيهَا

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} dari {Anas} ia berkata; “Jika Nabi saw. melaksanakan shalat subuh, seorang pelayan dari penduduk Madinah datang dengan membawa bejana-bejana mereka yang berisi air. Maka tidaklah dihadapkan sebuah bejana kepada beliau kecuali ia memasukkan tangannya ke dalam bejana tersebut. Dan adakalanya mereka mendatangi beliau diwaktu shalat subuh yang dingin lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11953

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ وَعَفَّانُ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ قَالَكُنَّا عِنْدَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَكَتَبَ كِتَابًا بَيْنَ أَهْلِهِ فَقَالَ اشْهَدُوا يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ قَالَ ثَابِتٌ فَكَأَنِّي كَرِهْتُ ذَلِكَ فَقُلْتُ يَا أَبَا حَمْزَةَ لَوْ سَمَّيْتَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ وَمَا بَأْسُ ذَلِكَ أَنْ أَقُلْ لَكُمْ قُرَّاءُ أَفَلَا أُحَدِّثُكُمْ عَنْ إِخْوَانِكُمْ الَّذِينَ كُنَّا نُسَمِّيهِمْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرَّاءَ فَذَكَرَ أَنَّهُمْ كَانُوا سَبْعِينَ فَكَانُوا إِذَا جَنَّهُمْ اللَّيْلُ انْطَلَقُوا إِلَى مُعَلِّمٍ لَهُمْ بِالْمَدِينَةِ فَيَدْرُسُونَ اللَّيْلَ حَتَّى يُصْبِحُوا فَإِذَا أَصْبَحُوا فَمَنْ كَانَتْ لَهُ قُوَّةٌ اسْتَعْذَبَ مِنْ الْمَاءِ وَأَصَابَ مِنْ الْحَطَبِ وَمَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ سَعَةٌ اجْتَمَعُوا فَاشْتَرَوْا الشَّاةَ وَأَصْلَحُوهَا فَيُصْبِحُ ذَلِكَ مُعَلَّقًا بِحُجَرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُصِيبَ خُبَيْبٌ بَعَثَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَوْا عَلَى حَيٍّ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ وَفِيهِمْ خَالِي حَرَامٌ فَقَالَ حَرَامٌ لِأَمِيرِهِمْ دَعْنِي فَلْأُخْبِرْ هَؤُلَاءِ أَنَّا لَسْنَا إِيَّاهُمْ نُرِيدُ حَتَّى يُخْلُوا وَجْهَنَا وَقَالَ عَفَّانُ فَيُخْلُونَ وَجْهَنَا فَقَالَ لَهُمْ حَرَامٌ إِنَّا لَسْنَا إِيَّاكُمْ نُرِيدُ فَخَلُّوا وَجْهَنَا فَاسْتَقْبَلَهُ رَجُلٌ بِالرُّمْحِ فَأَنْفَذَهُ مِنْهُ فَلَمَّا وَجَدَ الرُّمْحَ فِي جَوْفِهِ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فُزْتُ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ قَالَ فَانْطَوَوْا عَلَيْهِمْ فَمَا بَقِيَ أَحَدٌ مِنْهُمْ فَقَالَ أَنَسٌ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَى شَيْءٍ قَطُّ وَجْدَهُ عَلَيْهِمْ فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الْغَدَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ فَدَعَا عَلَيْهِمْ فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ إِذَا أَبُو طَلْحَةَ يَقُولُ لِي هَلْ لَكَ فِي قَاتِلِ حَرَامٍ قَالَ قُلْتُ لَهُ مَا لَهُ فَعَلَ اللَّهُ بِهِ وَفَعَلَ قَالَ مَهْلًا فَإِنَّهُ قَدْ أَسْلَمَ وَقَالَ عَفَّانُ رَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو عَلَيْهِمْ و قَالَ أَبُو النَّضْرِ رَفَعَ يَدَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} dan {‘Affan} secara makna, mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} berkata; kami berada di sisi {Anas bin Malik} lalu ia menulis buku di antara keluarganya, ia berkata; “Wahai para qurra`, Tsabit mengatakan, Seakan aku tidak menyukai hal itu, aku katakan kepadanya, “Wahai Abu Hamzah, sepertinya lebih baik sekiranya engkau sebut mereka dengan nama mereka, ” ia berkata; “Apa masalahnya jika aku sebut kalian dengan Qurra`, tidak maukah kalian aku ceritakan tentang saudara-saudara kalian yang biasa kami panggil dengan al Qurra` pada masa Rasulullah saw.?” lalu ia menyebutkan bahwa jumlah mereka tujuh puluh orang. Jika malam telah tiba, mereka pergi menuju para mu’allim mereka di Madinah, lalu mereka belajar hingga pagi. Jika diwaktu pagi mereka masih mempunyai kekuatan, mereka menjernihkan air dan mencari kayu. Dan barangsiapa mempunyai waktu luang mereka berkumpul dan lalu membeli kambing dan memasaknya. Tempat tinggal mereka berdempetan langsung dengan kamar-kamar Rasulullah saw. Ketika khubaib bin Adi dibunuh, Rasulullah saw. mengirim mereka hingga mereka sampai ke sebuah perkampungan Bani Sulaim. Diantara mereka ini ada pamanku yang namanya Harom. Harom katakana kepada pemimpinnya “Biarlah aku yag menyampaikan berita kepada mereka bahwa bukan mereka (bani Sulaim) yang kita tuju sehingga mereka memberi jalan untuk kita. -Affan katakana dengan redaksi ‘Sehingga mereka meluangkan jalan untuk kita– Selanjutnya Harom katakana “Bukan kalian yang kami tuju, maka tolong berilah jalan untuk kami.” Namun tiba-tiba seseorang dari mereka menombaknya dari arah belakang hingga tembus dadanya.” Ketika Harom rasakan tombak sampai perutnya, ia katakana “Ya Allah, aku menang, demi Rabb ka’bah.” Selanjutnya seluruh sahabat Harom terbunuh di tangan Bani Sulaim, tidak tersisa seorang pun dari mereka.” Selanjutnya kata Anas; “Tidak kulihat Rasulullah saw. sedemikian sedih sebagaimana kesedihan beliau atas tragedi yang mereka alami. Dan kulihat Rasulullah saw. dalam subuh beliau angkat kedua tangannya mendoakan kecelakaan atas mereka. Kemudian hari Abu Tolhah mengatakan kepadaku “Apakah kamu mempunyai berita tentang pembunuh Harom? Kujawab “Apapun yang ia perbuat, Allah akan membalasnya.” Kata Abu Tolhah “sebentar, sesungguhnya ia telah masuk Islam.” Sedang Affan mengatakan “Beliau angkat kedua tangannya dan mendoakan kecelakaan bagi mereka.” Sedanng Abu nazhr hanya mengatakan dengan redaksi “Mengangkat kedua tangan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11954

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَمَرَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ قَالَ أُبَيٌّ أَوَسَمَّانِي لَكَ قَالَ نَعَمْ فَبَكَى أُبَيٌّ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Qatadah} dari {Anas} dari Nabi saw., beliau bersabda kepada Ubai bin Ka’ab: “Rabbku ‘azza wajalla memerintahkan kepadaku untuk membacakan Al Qu’ran kepadamu, ” Ubai berkata; “Apakah Allah menyebut namaku kepadamu?” beliau menjawab: “Ya, ” maka Ubai pun menangis.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11955

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍأَنَّ أُسَيْدَ بْنَ حُضَيْرٍ وَرَجُلًا آخَرَ مِنْ الْأَنْصَارِ تَحَدَّثَا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فِي حَاجَةٍ لَهُمَا حَتَّى ذَهَبَ مِنْ اللَّيْلِ سَاعَةٌ وَلَيْلَةٌ شَدِيدَةُ الظُّلْمَةِ ثُمَّ خَرَجَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْقَلِبَانِ وَبِيَدِ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عُصَيَّةٌ فَأَضَاءَتْ عَصَا أَحَدِهِمَا لَهُمَا حَتَّى مَشَيَا فِي ضَوْئِهَا حَتَّى إِذَا افْتَرَقَ بِهِمَا الطَّرِيقُ أَضَاءَتْ لِلْآخَرِ عَصَاهُ فَمَشَى كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فِي ضَوْءِ عَصَاهُ حَتَّى بَلَغَ إِلَى أَهْلِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Tsabit} dari {Anas} berkata; “Usaid bin Hudlair dan seorang laki-laki lain dari kaum Anshar berbicara di sisi Rasulullah saw. pada suatu malam perihal kebutuhan mereka berdua hingga berlalu sebagian waktu malam, sedang malam itu sangat gelap gulita. Setelah itu mereka pulang dari sisi Rasulullah saw., sedang di tangan setiap dari mereka berdua terdapat lentera yang dapat menerangi tongkat salah seorang dari mereka, sehingga mereka berdua dapat berjalan di bawah terang sinarnya. Dan ketika mereka dipisahkan oleh jalan, tongkatnya masih dapat memberikan cahayanya kepada yang lain, sehingga setiap dari mereka berjalan dengan penerangan tongkatnya sampai ke rumah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11956

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنْ ذَكَرْتَنِي فِي نَفْسِكَ ذَكَرْتُكَ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرْتَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُكَ فِي مَلَإٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ أَوْ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ دَنَوْتَ مِنِّي شِبْرًا دَنَوْتُ مِنْكَ ذِرَاعًا وَإِنْ دَنَوْتَ مِنِّي ذِرَاعًا دَنَوْتُ مِنْكَ بَاعًا وَإِنْ أَتَيْتَنِي تَمْشِي أَتَيْتُكَ أُهَرْوِلُقَالَ قَتَادَةُ فَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَسْرَعُ بِالْمَغْفِرَةِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Qatadah} dari {Anas} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Allah ‘azza wajalla berfirman: ‘Wahai anak Adam, jika engkau mengingat-Ku dalam dirimu maka Aku akan mengingatmu dalam diri-Ku, dan jika engkau mengingat-Ku pada perkumpulan maka Aku akan mengingatmu pada perkumpulan para malaikat, atau pada perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Jika engkau mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadamu satu hasta, jika engkau mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadamu satu depa, dan jika engkau mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatangimu dengan berlari.” Qatadah berkata; “Dan Allah lebih cepat untuk memberi ampunan.”