Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Tsabit Al Bunani} dari {Anas} atau selainnya, bahwa Rasulullah saw. meminta izin kepada Sa`d bin Ubadah, beliau bersabda: “Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullah, ” maka Sa`d pun menjawab, “Wa ‘alaikas salam wa rahmatullah, ” ia sengaja tidak memperdengarkannya kepada Rasulullah saw. hingga beliau mengulanginya tiga kali. Dan Sa`d pun menjawabnya tiga kali, namun ia tidak memperdengarkannya kepada beliau. Maka Nabi saw. pun pulang dan Sa`d mengikutinya dari belakang. Lalu ia berkata; “Wahai Rasulullah, aku ingin memperbanyak mendapat keselamatan dan barakah (dari do`amu).” Setelah itu ia mengajak masuk Rasulullah ke dalam rumahnya dan menghidangkan anggur, lalu Nabi saw. pun memakannya. Setelah makan beliau bersabda: “Yang telah memakan makananmu adalah orang-orang yang baik, para malaikat telah bershalawat kepada kalian, dan orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11958
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Anas} berkata; “Nabi saw. pernah berisyarat dalam shalat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11959
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Hafsh bin Ubaidullah bin Anas} dari {Anas bin Malik} ia berkata; “Rasulullah saw. menjama’ antara shalat zhuhur dengan ashar, dan maghrib dengan isya` ketika dalam safar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11960
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} ia berkata; Aku mendengar {Tsabit} menceritakan dari {Anas} ia berkata; Ketika Rasulullah saw. membuka kota Khaibar, Al Hajjaj bin ‘Ilath Assulami berkata, “Wahai Rasulullah, di Makkah aku mempunyai harta dan keluarga. Aku ingin mendatangi mereka, dan aku bisa leluasa jika memperoleh izin darimu -atau aku katakan beberapa redaksi kalimat-. Rasulullah lalu mengizinkan Al Hajjaj untuk berkomentar sekehendaknya. Ketika telah sampai, Al Hajjaj lantas menemui isterinya, ia mengatakan, “Tolong kumpulkan semua harta yang kau punya, aku ingin membeli ghanimah Muhammad dan sahabatnya, sebab mereka telah mendapatkan harta ghanimah yang sangat banyak. Berita tersebut kemudian menjadi santer di Makkah. Kaum muslimin pun pulang, dan orang-orang musyrik menampakkan keceriaan dan kegembiraannya (gembira karena kepulangan Muhammad dan tentaranya).” Al Hajjaj berkata, “Berita ini akhirnya sampai ke Al Abbas sehingga ia tidak mampu menggerakkan kakinya dan tidak bisa berdiri karena rasa gembira yang meluap-luap. Ma’mar berkata, “Utsman Al Jazari mengabariku dari Miqsam, ia berkata, “Abbas lantas membopong puteranya yang bernama Qutsam. Ia rebahkan badannya dan ia letakkan tubuh anaknya di atas dadanya. Kemudian ia dendangkan sebuah syair: “Mari Qutsam, Mari Qutsam, Yang mirip si hidung mancung, Anakku yang mempunyai berbagai hal kenikmatan, Siapa yang hina akan peroleh kehinaan.” Tsabit menyebutkan dari Anas, “Abbas lantas mengutus seorang budak menemui Al Hajjaj bin Ilath Assulami dan untuk menyampaikan pesan, “Celaka kamu, berita apa yang kamu bawa, apa yang kamu katakan, sebab yang Allah janjikan lebih baik dari apa yang kamu katakan!. Al Hajjaj lalu berkata kepada (budak) utusan utusan itu, “Tolong sampaikan salam kepada Abul Fadll dariku, katakan padanya, ‘Berilah aku kesempatan mengunjungi rumahnya, kapan-kapan aku akan datang, berita yang aku bawa akan menyenangkan baginya’. Budak yang diutus Al Abbas kembali. Saat sampai pintu rumah, ia bergegas mengungkapkan, “Bergembiralah engkau hai Abul Fadll (panggilan Al Abbas).” Al Abbas sontak gembira bukan kepalang, hingga ia cium kening budaknya, dan si budak mengutarakan panjang lebar komentar Al Hajjaj bin Ilath. Al Abbas lantas membebaskan budaknya. Selanjutnya, Al Hajjaj mendatangi Al Abbas dan mengabarkan bahwa Rasulullah saw. berhasil menaklukkan Khaibar, merampas harta mereka, dan bagian Allah ada pada harta mereka. Rasulullah saw. memilih Shafiyyah binti Huyyay untuk diperisteri, beliau memberi pilihan; dimerdekakan dan menjadi isterinya atau ikut bergabung bersama keluarganya. Lalu Shafiyyah lebih memilih dimerdekakan dan menjadi isteri beliau. Kata Hajjaj, Namun, aku datang kesini karena ada hartaku di sini, dan aku ingin membawanya. Karenanya aku minta izin Rasulullah saw., dan beliau mengizinkan aku untuk berkomentar semauku, maka tolong rahasiakan beritaku ini -Al Hajjaj mengulangi tiga kali-, kemudian katakanlah apa yang kamu ketahui.” Anas berkata, “Isteri Al Hajjaj kemudian mengumpulkan semua perhiasan dan barang-barang lain yang ada padanya, setelah itu ia berikan kepada Al Hajjaj. Setelah berlalu tiga hari, Al Abbas mendatangi isteri Al Hajjaj dan bertanya, “Apa yang dilakukan oleh suamimu?” lantas ia kabarkan bahwa suaminya telah pergi pada hari ini dan ini. ia melanjutkan ucapannya, “Kiranya Allah tidak menghinakanmu ya Abu Fadll, kabar yang sampai kepadamu juga membuat kami berat.” Al Abbas berkata, “Benar, Allah tidak akan menghinakanku. Segala puji bagi Allah, tidak akan terjadi kecuali apa yang kita harapkan; Allah telah membuka Khaibar dengan perantara Rasul-Nya saw., bagian Allah juga telah di tunaikan, dan Rasulullah saw. juga telah memilih Shafiyyah bin Huyay untuk menjadi isterinya. Jika kamu ada perlu dengan suamimu maka susul saja suamimu.” Wanita itu (isteri Al Hajjaj) menjawab, “Demi Allah, aku kira engkau telah berlaku jujur.” Al Abbas balik berkata, “Demi Allah, kejadiannya adalah sebagaimana yang aku katakan kepadamu.” Al Abbas lantas pergi hingga berpapasan dengan sekelompok orang-orang Quraisy, mereka mengatakan, “Wahai Abul Fadll, ia telah lewat di hadapan mereka, maka engkau tidak mendapatkan kecuali kebaikan.” Al Abbas berkata kepada mereka, “Segala puji bagi Allah, aku tidak mendapatkan kecuali kebaikan. Al Hajjaj bin Ilath telah memberiku kabar, bahwa Allah telah membuka kota Khaibar dengan perantara Rasul-Nya, padanya telah berlaku apa yang menjadi bagian Allah, beliau juga telah memilih Shafiyyah untuk menjadi isterinya. Ia meminta agar aku tidak menceritakan rahasianya hingga tiga kali, ia datang kemari hanya ingin mengambil harta dan apa yang ia punya, setelah itu ia pergi.” Anas berkata, “Allah lalu membalikkan kesedihan yang dirasakan kaum muslimin kepada kaum musyrikin. Kaum muslimin dan siapa saja yang memasuki rumahnya dalam keadaan sedih lantas keluar hingga menemui Abbas. Abbas segera memberitahu berita yang sebenarnya kepada mereka. kaum muslimin pun bergembira, dan Allah membalikkan suasana sedih, jengkel, dan susah kepada kaum musyrikin.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11961
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} berkata; telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {‘Ashim} berkata; “Aku melihat gelas Nabi saw. di samping {Anas}, yang mempunyai rantai yang terbuat dari perak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11962
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Humaid} ia berkata; “Aku melihat di sisi {Anas bin Malik} sebuah gelas milik Nabi saw., yang mempunyai rantai terbuat dari perak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11963
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim Ibnul Qasim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {Tsabit} berkata; aku berkata kepada {Anas}, “Wahai Abu Hamzah, ceritakanlah kepadaku sesuatu yang pernah engkau dengar dari keajaiban-keajaiban ini, sesuatu yang tidak engkau ceritakan dari selainmu, ” Anas berkata; “Suatu hari Rasulullah saw. shalat zhuhur, kemudian beliau pergi hingga beliau duduk pada suatu tempat yang dahulu Jibril pernah mendatanginya. Setelah itu Bilal datang, dan beliau perintahkan kepadanya untuk adzan ashar, maka setiap orang yang mempunyai keluarga di Madinah, mereka pulang untuk menyelesaikan hajatnya dan berwudhu, dan tinggallah beberapa orang dari Muhajirin yang tidak mempunyai keluarga di Madinah. Lalu sebuah bejana berisi air disuguhkan kepada Rasulullah saw., Rasulullah saw. meletakkan tangannya ke dalam bejana tersebut, tapi bejana itu tidak bisa menampung telapak tangan Rasulullah saw. secara merata karena telapak tangan beliau besar, Anas menerangkan dengan keempat jari di dalam bejana, kemudian beliau bersabda: “Mendekat dan berwudhulah kalian, ” lalu mereka pun berwudhu dengan kondisi tangan beliau masih berada di dalam bejana. Mereka berwudhu sehingga tidak ada yang tersisa seorang pun dari mereka kecuali telah berwudhu. Tsabit berkata; Aku berkata; “Wahai Abu Hamzah, berapa jumlah mereka?” ia menjawab, “Antara tujuh puluh hingga delapan puluh orang.” Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata; telah menceritakan kepada kami {Sulaiman Ibnul Mughirah} dari {Tsabit} berkata; aku berkata kepada {Anas}; “Ceritakanlah kepadaku sesuatu yang pernah engkau dengar dari keajaiban-keajaiban ini, sesuatu yang tidak engkau ceritakan dari selainmu, ” ia berkata; “Rasulullah saw. shalat zhuhur, ” lalu ia menyebutkan makna hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11964
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadlr} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Mubarak} dari {Tsabit Al Bunani} dari {Anas bin Malik} ia berkata; “Orang-orang Anshar mengeluhkan kurangnya air, lalu mereka berkumpul di hadapan Nabi saw., mereka meminta beliau untuk mengalirkan sungai Saihan. Maka Rasulullah saw. pun bersabda kepada mereka: “Selamat datang wahai orang-orang Anshar, demi Allah, tidaklah kalian hari ini memintaku kecuali aku akan memberikannya kepada kalian. Dan tidaklah aku meminta sesuatu kepada Allah untuk kalian kecuali Ia pasti akan memberikannya.” Lalu mereka pun saling berkata kepada sebagian yang lain, “Manfaatkanlah, dan mintalah ampunan.” Lalu mereka berkata; “Wahai Rasulullah, mintakanlah ampunan kepada Allah untuk kami.” Rasulullah saw. lalu bersabda: “Ya Allah ampunilah orang-orang Anshar, ampuni anak-anak mereka dan ampuni anak-anak dari anak-anak mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11965
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadlr} berkata, telah menceritakan kepada kami {Al Mubarak} berkata, telah menceritakan kepadaku {Humaid Ath Thawil} dari {Anas bin Malik}, ia berkata; “Ketika Rasulullah saw. wafat”, Anas melanjutkan; ada seseorang yang kebiasaannya membuat liang yang disebut ‘lahad’ sedangkan yang lainnya biasa membuat liang yang disebut “dhariih”. Maka orang-orang pun berkata; “Kita sebaiknya melakukan istikharah kepada Rabb kita. Lantas orang-orang mengutus utusan untuk menemui kedua orang iniyang inti pesannya “Siapa yang lebih dahulu datang maka kita persilahkan untuk menggali kuburan” dan ternyata yang lebih dahulu datang adalah orang yang biasa membuat lahad, maka merekapun membuatkan lahad untuk Rasulullah saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 11966
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Imran} dari {Qatadah} dari {Anas} ia berkata; “Pernah Abu Thalhah melakukan teraphy dengan besi panas (kayy, kop, jeos, sundutan api) yang ditempelkan kepadaku, Rasulullah saw. ada di antara kami, dan beliau tidak melarangku dari hal itu.”