Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11997

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ هِلَالَ بْنَ أُمَيَّةَ قَذَفَ امْرَأَتَهُ بِشَرِيكِ ابْنِ سَحْمَاءَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوهَا فَإِنْ جَاءَتْ بِهِ جَعْدًا أَكْحَلَ حَمْشَ السَّاقَيْنِ فَهُوَ لِشَرِيكِ ابْنِ سَحْمَاءَ وَإِنْ جَاءَتْ بِهِ أَبْيَضَ سَبْطًا قَضِيءَ الْعَيْنَيْنِ فَهُوَ لِهِلَالِ بْنِ أُمَيَّةَ فَجَاءَتْ بِهِ جَعْدًا أَكْحَلَ حَمْشَ السَّاقَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Jarir} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Hassan} dari {Muhammad} -yaitu Ibnu Sirin- dari {Anas bin Malik} berkata; Hilal bin Umayyah menuduh istrinya berzina dengan Syarik bin Sahma`, maka Rasulullah saw. pun bersabda: “Tolong cermati wanita itu, jika ia melahirkan seorang bayi yang berambut keriting, beralis hitam dan berbetis kecil maka ia adalah anak dari Syarik bin Sahma`. Namun jika ia melahirkan seorang bayi yang berkulit putih, berambut lurus dan bermata merah maka ia adalah anak dari Hilal bin Umayyah.” Dan ternyata wanita tersebut melahirkan bayi yang berambut keriting, beralis hitam dan berbetis kecil.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11998

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا مَيْمُونٌ الْمَرَائِيُّ حَدَّثَنَا مَيْمُونُ بْنُ سِيَاهٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ الْتَقَيَا فَأَخَذَ أَحَدُهُمَا بِيَدِ صَاحِبِهِ إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَحْضُرَ دُعَاءَهُمَا وَلَا يُفَرِّقَ بَيْنَ أَيْدِيهِمَا حَتَّى يَغْفِرَ لَهُمَا

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} berkata, telah menceritakan kepada kami {Maimun Al Mara’i} berkata, telah menceritakan kepada kami {Maimun bin Siyah} dari {Anas bin Malik} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian salah satu dari keduanya menjabat tangan saudaranya, kecuali telah menjadi hak bagi Allah untuk mengabulkan do’a mereka bedua. Dan tidaklah ia memisah tangan keduanya hingga Allah mengampuni keduanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 11999

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ يُونُسَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ بِالْمَدِينَةِ ضِعْفَيْ مَا بِمَكَّةَ مِنْ الْبَرَكَةِ

Telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Jarir} berkata, telah menceritakan kepada kami {Bapakku} berkata; aku mendengar {Yunus} dari {Az Zuhri} dari {Anas bin Malik} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Ya Allah, jadikanlah keberkahan kota Madinah dua kali lipat dari keberkahan kota Makkah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12000

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا مَيْمُونٌ الْمَرَائِيُّ حَدَّثَنَا مَيْمُونُ بْنُ سِيَاهٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا يَذْكُرُونَ اللَّهَ لَا يُرِيدُونَ بِذَلِكَ إِلَّا وَجْهَهُ إِلَّا نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ قُومُوا مَغْفُورًا لَكُمْ قَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah mengabarkan kepada kami {Maimun Al Mara’i} telah menceritakan kepada kami {Maimun bin Siyah} dari {Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu} dari Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada sebuah kaum yang berkumpul untuk berdzikir kepada Allah, mereka tidak bermaksud dengan perkumpulan itu melainkan karena mencari wajah Allah, kecuali ada penyeru dari langit yang menyerukan: bangkitlah kalian dalam keadaan terampuni dosa, dan dosa kalian telah diganti dengan kebaikan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12001

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ ثَلَاثَةَ نَفَرٍ فِيمَا سَلَفَ مِنْ النَّاسِ انْطَلَقُوا يَرْتَادُونَ لِأَهْلِهِمْ فَأَخَذَتْهُمْ السَّمَاءُ فَدَخَلُوا غَارًا فَسَقَطَ عَلَيْهِمْ حَجَرٌ مُتَجَافٍ حَتَّى مَا يَرَوْنَ مِنْهُ حُصَاصَةً فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ قَدْ وَقَعَ الْحَجَرُ وَعَفَا الْأَثَرُ وَلَا يَعْلَمُ بِمَكَانِكُمْ إِلَّا اللَّهُ فَادْعُوا اللَّهَ بِأَوْثَقِ أَعْمَالِكُمْ قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ قَدْ كَانَ لِي وَالِدَانِ فَكُنْتُ أَحْلِبُ لَهُمَا فِي إِنَائِهِمَا فَآتِيهُمَا فَإِذَا وَجَدْتُهُمَا رَاقِدَيْنِ قُمْتُ عَلَى رُءُوسِهِمَا كَرَاهِيَةَ أَنْ أَرُدَّ سِنَتَهُمَا فِي رُءُوسِهِمَا حَتَّى يَسْتَيْقِظَا مَتَى اسْتَيْقَظَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي إِنَّمَا فَعَلْتُ ذَلِكَ رَجَاءَ رَحْمَتِكَ وَمَخَافَةَ عَذَابِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا فَزَالَ ثُلُثُ الْحَجَرِ وَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي اسْتَأْجَرْتُ أَجِيرًا عَلَى عَمَلٍ يَعْمَلُهُ فَأَتَانِي يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَأَنَا غَضْبَانُ فَزَبَرْتُهُ فَانْطَلَقَ فَتَرَكَ أَجْرَهُ ذَلِكَ فَجَمَعْتُهُ وَثَمَّرْتُهُ حَتَّى كَانَ مِنْهُ كُلُّ الْمَالِ فَأَتَانِي يَطْلُبُ أَجْرَهُ فَدَفَعْتُ إِلَيْهِ ذَلِكَ كُلَّهُ وَلَوْ شِئْتُ لَمْ أُعْطِهِ إِلَّا أَجْرَهُ الْأَوَّلَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي إِنَّمَا فَعَلْتُ ذَلِكَ رَجَاءَ رَحْمَتِكَ وَمَخَافَةَ عَذَابِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا قَالَ فَزَالَ ثُلُثَا الْحَجَرِ وَقَالَ الثَّالِثُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ أَعْجَبَتْهُ امْرَأَةٌ فَجَعَلَ لَهَا جُعْلًا فَلَمَّا قَدَرَ عَلَيْهَا وَقَرَّ لَهَا نَفْسَهَا وَسَلَّمَ لَهَا جُعْلَهَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي إِنَّمَا فَعَلْتُ ذَلِكَ رَجَاءَ رَحْمَتِكَ وَمَخَافَةَ عَذَابِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا فَزَالَ الْحَجَرُ وَخَرَجُوا مَعَانِيقَ يَتَمَاشَوْنَقَالَ عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو بَحْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ عَبْد اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ فَذَكَرَ نَحْوَهُ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ ثَلَاثَةَ نَفَرٍ انْطَلَقُوا فَذَكَرَ مَعْنَاهُ قَالَ أَبِي وَلَمْ يَرْفَعْهُ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hammad}, Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik} ra. dari Nabi saw. bersabda: “Zaman dahulu ada tiga orang yang pergi mencari keluarganya, maka turunlah hujan hingga mereka masuk ke sebuah gua, lalu batu besar terjatuh pada mulut gua dan menutupinya hingga mereka tidak bisa melihat celah keluar, maka sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain: sungguh batu besar itu telah jatuh dan jejak kita hilang (oleh manusia) dan tiada yang mengetahui keberadaan kita kecuali hanya Allah, maka berdoalah kepada Allah dengan sebaik baik amal kalian”, Rasulullah saw. bersabda: “Maka laki laki pertama dari mereka berkata: Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa saya memiliki kedua orang tua, dan saya selalu memerah susu dalam sebuah bejana untuk mereka, lalu saya datang kepada mereka. Saat saya mendapatkan keduanya sedang tidur, saya berdiri disamping kepala mereka karena saya tidak ingin menganggu tidur keduanya sampai mereka bangun. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa saya melakukan hal itu hanya karena mengharapkan rahmatMu dan takut akan azabMu, maka geserkanlah (batu itu), maka bergeserlah sepertiga bagian batu itu. Laki-laki kedua berkata: Ya Allah, Engkau mengetahui saya pernah menyewa seseorang untuk bekerja suatu pekerjaan padaku, dia datang meminta upahnya ketika aku sedang marah dan aku membentaknya, lalu dia pergi dan meninggalkan upahnya. Maka upahnya itu saya kumpulkan dan saya kembangkan sampai melimpah ruah hasilnya. Ketika dia datang hendak mengambil upah tersebut, aku serahkan semuanya beserta perkembangbiakan hasilnya. Sekiranya saya mau, cukup saya berikan upahnya aslinya saja. Engkau Maha Tahu, bahwa aku melakukan hal itu hanya karena mengharapkan rahmatMu dan takut akan azabMu, maka geserkanlah (batu itu). Maka bergeserlah sepertiga bagian lagi batu itu. Orang ketiga berkata: Engkau mengetahui saya pernah tertarik kepada seorang wanita, maka saya beri harga dan bayar dia, namun ketika aku telah membayar upah dan ia menyerahkan dirinya, serta merta aku membatalkannya tanpa meminta uang sepersenpun dari yang aku serahkan padanya. Engkau Maha Tahu, bahwa aku melakukan hal itu hanya karena mengharapkan rahmatMu dan takut akan azabMu, maka geserkanlah (batu itu), maka batu tersebut hilang dari mulut gua semuanya. Dan mereka keluar sambil berpelukan.” Abdullah berkata: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bahr} telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Qatadah}, Abdullah berkata dari {Anas} lalu menyebutkan sama. Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Qatadah} dari {Anas} bahwa ada tiga orang yang pergi lalu menyebutkan secara makna, berkata bapakku dan dia tidak memarfu’kannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12002

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَكُنَّا قَدْ نُهِينَا أَنْ نَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ فَكَانَ يُعْجِبُنَا أَنْ يَجِيءَ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ الْعَاقِلُ فَيَسْأَلُهُ وَنَحْنُ نَسْمَعُ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَتَانَا رَسُولُكَ فَزَعَمَ لَنَا أَنَّكَ تَزْعُمُ أَنَّ اللَّهَ أَرْسَلَكَ قَالَ صَدَقَ قَالَ فَمَنْ خَلَقَ السَّمَاءَ قَالَ اللَّهُ قَالَ فَمَنْ خَلَقَ الْأَرْضَ قَالَ اللَّهُ قَالَ فَمَنْ نَصَبَ هَذِهِ الْجِبَالَ وَجَعَلَ فِيهَا مَا جَعَلَ قَالَ اللَّهُ قَالَ فَبِالَّذِي خَلَقَ السَّمَاءَ وَخَلَقَ الْأَرْضَ وَنَصَبَ هَذِهِ الْجِبَالَ آللَّهُ أَرْسَلَكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِنَا وَلَيْلَتِنَا قَالَ صَدَقَ قَالَ فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ فَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا زَكَاةً فِي أَمْوَالِنَا قَالَ صَدَقَ قَالَ فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ وَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي سَنَتِنَا قَالَ نَعَمْ صَدَقَ قَالَ فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا قَالَ نَعَمْ قَالَ وَزَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا حَجَّ الْبَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقَ قَالَ ثُمَّ وَلَّى فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ نَبِيًّا لَا أَزِيدُ عَلَيْهِنَّ شَيْئًا وَلَا أَنْقُصُ مِنْهُنَّ شَيْئًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَئِنْ صَدَقَ لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin al Qasim} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin al Mughirah} dari {Tsabit} dari {Anas bin Malik} berkata: kami pernah dilarang bertanya kepada Rasulullah saw. tentang sesuatu. Karenanya kami merasa senang jika ada seorang laki-laki desa yang pandai datang, bertanya kepada Beliau saw. dan kami hanya mendengar. Selanjutnya, seorang laki-laki dari suatu desa datang dan bertanya: Wahai Muhammad, seorang utusanmu telah mendatangi kami, dan ia mengaku bahwasanya Allah mengutusmu, Rasulullah saw. menjawab: “Dia benar”, si laki-laki bertanya: Lantas siapa yang mencipta langit?, Rasulullah saw. menjawab: “Allah”, ia bertanya: Dan siapa yang mencipta bumi?, beliau saw. menjawab: “Allah”, ia bertanya: siapa yang menegakkan gunung ini dan mencipta isinya?, beliau saw. menajwab: “Allah”, ia bertanya: demi Dzat yang mencipta langit dan bumi serta menegakkan gunung ini, apa betul Allah mengutusmu?, beliau saw. menjawab: ” ya”, si laki-laki meneruskan bicaranya: utusanmu mengaku bahwa kami berkewajiban shalat lima waktu sehari semalam. Beliau saw. menjawab: “dia benar”, si laki-laki mengatakan: demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkan ini kepadamu?, beliau saw. menjawab: “ya”, si laki-laki berkata: utusanmu mengaku bahwa kami berkewajiban mengeluarkan zakat harta kami. Beliau saw. bersabda: “dia benar.” Si laki-laki bertanya: demi Dzat yang mengutusmu, apakah Allah yang memerintahkan ini kepadamu?, beliau saw. menjawab: ” iya “. Si laki-laki berkata: utusanmu mengaku bahwa kami berkewajiban berpuasa Ramadhan setiap tahun, Rasulullah saw. bersabda: ” Betul, dia benar “, si laki-laki bertanya: demi Dzat yang mengutusmu apakah Allah yang memerintahkan ini kepadamu? beliau saw. menjawab: ” iya”, si laki-laki berkata: utusanmu mengaku bahwa kami berkewajiban melaksanakan haji di Baitul Haram bagi siapa saja yang mampu, beliau saw. bersabda: ” dia benar “, kemudian ia pulang sambil mengatakan: demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran sebagai seorang Nabi, saya tidak akan menambah dari kewajiban itu sama sekali, sebaliknya saya juga tidak menguranginya sama sekali, maka Nabi saw. bersabda: “Kalaulah ia jujur, niscaya ia masuk surga “.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12003

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنِي عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَأَبُو دَاوُدَ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ الْمَعْنَى حَدَّثَنَا ثَابِتٌ قَالَسَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ لِامْرَأَةٍ مِنْ أَهْلِهِ أَتَعْرِفِينَ فُلَانَةَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهَا وَهِيَ تَبْكِي عَلَى قَبْرٍ فَقَالَ لَهَا اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي فَقَالَتْ لَهُ إِيَّاكَ عَنِّي فَإِنَّكَ لَا تُبَالِي بِمُصِيبَتِي قَالَ وَلَمْ تَكُنْ عَرَفَتْهُ فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ بِهَا مِثْلُ الْمَوْتِ فَجَاءَتْ إِلَى بَابِهِ فَلَمْ تَجِدْ عَلَيْهِ بَوَّابًا فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ إِنَّ الصَّبْرَ عِنْدَ أَوَّلِ صَدْمَةٍ

Telah bercerita kepadaku {Abdushomad} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Abu Daud}, berkata: telah mengabarkan kepada kami Syu’bah secara makna. Telah menceritakan kepada kami {Tsabit}, ia berkata, saya mendengar {Anas} pernah berkata kepada seorang wanita, “Apakah kau tahu wanita yang ketika Rasul saw. menjumpainya sedang menangis diatas sebuah kuburan, maka Rasul menegur wanita tersebut dengan mengatakan, “bertakwalah pada Allah dan bersabarlah!.” Maka si wanita tersebut malah menjawab; “Pergi kau!, karena kamu tidak tahu dengan musibah yang kualami.” Anas Berkata, “si wanita belum mengenal si penegur, maka ketika ia diberi informasi bahwa dia adalah Rasulullah saw., si wanita itu kontan bergegas mencarinya seperti orang yang akan meninggal dan mendatangi rumahnya, namun tidak ada penjaganya. Lalu wanita itu berkata, “Maaf ya Rasulullah, tadi saya belum mengenal anda.” Maka Rasul bersabda, “Sesungguhnya kesabaran itu terlihat ketika gejolak pertama..”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12004

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي وَعَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَبْحَابِ عَنْ أَنَسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdushomad} telah menceritakan kepada kami {bapakku} dan {Affan} telah menceritakan kepada kami {‘Abdulwarits} telah menceritakan kepada kami {Syuaib, yaitu Ibnul habhab} dari {Anas} berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Saya menganjurkan kalian banyak bersiwak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12005

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ حُمَيْدًا الطَّوِيلَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسٍ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ بَيْنَ الرُّطَبِ وَالْخِرْبِزِ

Telah menceritakan kepada kami {Wahab bin Jarir} telah menceritakan kepada kami {bapakku}, berkata, “Saya telah mendengar {Humaid} yang tinggi tubuhnya, menceritakan dari {Anas} berkata, “Saya melihat Rasul saw. mengumpulkan kurma basah dan khirbiz (salah satu jenis semangka).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12006

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَوْ آخِرُهُحَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ وَحُمَيْدٍ وَيُونُسَ عَنِ الْحَسَنِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ أُمَّتِي فَذَكَرَهُ

Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Yahya} telah menceritakan kepada kami {Tsabit Al-Bany} dari {Anas bin Malik} dari Nabi saw., bersabda: “Umatku bagaikan hujan, pada awalnya tidak diketahui ada kebaikan, begitupun jua pada terakhirnya.” Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit} dan {Humaid} dan {Yunus} dari {Al-Hasan} bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Umatku umpama…” lalu dia sebutkan terusan redaksinya.