Telah menceritakan kepada kami {Yunus} dan {Suraij}, berkata: Telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {Hilal bin Ali} berkata, berkata {Anas bin Malik}, “Rasulullah saw. tidak pernah mencela, mencerca, berkata keji, melaknat dan mengatakan kepada salah seorang dari kami ketika menegur, “ya tidak layak” dengan mengerutkan dahinya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12008
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Laits} yaitu Ibnu Saad dari {Bukair bin Abdillah} dari {Muhammad bin Abdillah bin Abi Salim} dari {Anas bin Malik} bahwa dia berkata: “Saya shalat bersama Rasulullah saw. di Mina dua rakaat, bersama Abu Bakar ra. dua rakaat, bersama Umar ra. dua rakaat, juga bersama Utsman ra. dua rakaat, diawal mula pemerintahannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12009
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {Muhammad bin Musahiq} dari {Amir bin Abdillah} alias Ibnu Zubair dari {Anas bin Malik RA} berkata: “Saya tidak pernah melihat seorang imam yang paling mirip dengan shalat Rasulullah saw. dari imam kalian ini, yaitu Umar bin Abdul Aziz yang pada waktu itu berada di Madinah, yang dia (Umar bin Abdul Aziz) tidak memanjangkan bacaan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12010
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Aban} yaitu Ibnu Zaid Al-‘Athar dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik} bahwasanya dia melihat Rasulullah saw. menyembelih kurban dengan tangannya sambil bertakbir.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12011
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Aban} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik} berkata, ketika Rasul saw. sedang duduk bersama dengan para sahabatnya, tiba-tiba ada seorang Yahudi lewat dan memberi sapaan kepada mereka, kontan Nabi saw. bersabda, “Jawablah!”, lalu dia Anas bertanya kepada si yahudi: Apa yang kamu katakan?, dia menjawab, “saamun ‘alaikum” (kiranya kalian tertimpa kematian), maka Rasul saw. bersabda “Jika salah seorang ahli kitab memberi sapaan kepada kalian maka jawablah “wa’alaika” (dan atas kamu) ” maksudnya sebagaimana yang kau katakan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12012
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Zaid} yaitu Abu Al-Had dari {Amr} dari {Anas bin Malik} berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ” Allah Azza wa Jalla berfirman: ” Jika hambaKu diuji dengan penyakit pada kedua matanya kemudian ia sabar maka Aku menggantinya dengan surga “, maksud dari habibataihi yakni kedua matanya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12013
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Yazid} yaitu Abu Al-Had dari {Amr bin Abi Amr} dari {Anas} berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Saya orang pertama yang terbelah lubang kuburnya pada hari kiamat dan tidak ada rasa sombong, dan diberikan kepada saya bendera pujian dan tidak ada rasa sombong. Saya adalah pemimpin manusia pada kiamat dan tidak ada rasa sombong. Sayalah orang pertama masuk surga pada kiamat dan tidak ada rasa sombong, saya datangi pintu surga, saya pegang daun pintunya, dan mereka bertanya: siapa ini? Rasulullah saw. menjawab: saya Muhammad, serta merta mereka membukanya untukku, lalu saya masuk dan ternyata Sang Maha Penguasa telah menyambutku maka aku bersujud kepadaNya, lalu Allah berfirman: “Angkatlah kepalamu wahai Muhammad dan berbicaralah, Aku mendengarnya, dan ucapkanlah akan Aku kabulkan dan berikan syafaat, sungguh syafaatmu akan diterima “, lalu saya mengangkat kepalaku dan berkata: tolonglah umatku, tolonglah umatku, Allah berfirman: temuilah umatmu dan siapa saja yang masih kamu dapatkan iman di dalam hatinya meski seberat biji gandum maka masukkanlah ke dalam surga, maka saya diterima dan siapa saja yang masih saya dapati dalam hatinya seberat biji gandum dari iman, saya bawa ke dalam surga, dan ternyata Sang Maha Penguasa telah menyambutku, aku bersujud kepada-Nya dan Dia berfirman: angkatlah kepalamu wahai Muhammad, dan berbicaralah, Aku mendengarmu dan ucapkanlah, Aku mengabulkanmu, dan berilah syafaat, akan diterima syafaatmu, lalu saya mengangkat kepalaku dan berkata: umatku wahai Robku umatku, maka Allah berfirman: pergilah kepada umatmu dan siapa saja yang kamu dapatkan di dalam hatinya seberat setengah biji gandum dari iman maka bawalah ia masuk ke dalam surga, lalu saya pergi dan siapa saja yang saya dapatkan di dalam hatinya seberat setengah biji gandum dari iman maka saya membawanya masuk ke dalam surga, dan ternyata Sang Maha Penguasa telah menyambutku lalu saya bersujud kepadanya dan Dia berfirman: wahai Muhammad berbicaralah maka Aku mendengarnya, ucapkanlah maka Aku mengabukannya dan berilah syafaat maka Aku menerima syafaatmu, lalu saya mengangkat kepalaku dan berkata: umatku wahai Robku umatku, maka Allah berfirman: pergilah kepada umatmu dan barang siapa saja yang kamu dapati di dalam hatinya seberat biji atom dari iman maka bawalah dia masuk ke dalam surga, lalu saya pergi dan siapa saja yang saya dapati di dalam hatinya seberat setengah biji atom maka saya membawanya ke dalam surga. Setelah itu Allah selesai dari penghisapan manusia dan memasukkan yang tersisa dari umatku ke dalam neraka.Lalu para penghuni neraka berkata: ‘tidak cukupkah bagi kalian beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dengan tidak berbuat syirik kepada-Nya’, maka Sang Maha Penguasa Azza wa Jalla berfirman: ” demi keagungan-Ku, sungguh Aku akani membebaskan mereka dari neraka, lalu Dia mengutus malaikat untuk membebaskan mereka dan mereka pun keluar dalam keadaan hangus terbakar, lalu mereka masuk ke dalam sungai kehidupan hingga mereka tumbuh di dalamnya sebagaimana biji bijian yang tumbuh dalam genangan buih dan ditulis di antara kedua mata mereka orang-orang yang telah dibebaskan oleh Allah Azza wa Jalla. Lalu mereka dibawa masuk ke surga dan para penghuni surga berkata: mereka adalah para penghuni Jahanam, maka Allah Yang Maha Kuasa berfirman: bahkan mereka adalah orang orang yang telah dibebaskan oleh Sang Maha Penguasa Azza wa Jalla “, telah berbicara kepada kami {Abu Salamah Al Khuza’i} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Saad} dari {Yazid bin Al Had} dari {Amr bin Abi Amru} dari {Anas bin Malik} berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya saya orang pertama kali…” lalu ia menyebut seperti makna hadits, hanya ia berkata dalam riwayat ini dengan lafadz “kamaa tanbutul habbatu “, (dan bukan kamaa tanbutul hibbatu).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12014
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Qotada} dari {Anas bin Malik} bahwa Nabi saw. memerintahkan (untuk membuang) kurang lebih tigapuluhan pembesar Quraisy, lalu mereka dilemparkan ke sumur-sumur Badar yang kotor lagi kumuh. Kata Anas, adalah kebiasaan baginda Nabi saw. jika mengalahkan suatu kaum maka beliau tinggal di tanah lapang selama tiga malam.” Dia (Anas) berkata, “Maka ketika menang di perang Badar, beliau saw. tinggal selama tiga malam, dan pada hari ketiganya memerintahkan ontanya agar berjalan dengan cepat lantas berjalan seperti biasanya dengan diikuti para sahabatnya.” Kata sahabat, “kami melihat beliau (Rasul) tidak berangkat selain untuk menuntaskan keperluannya.” Kata Anas, “Hingga setelah beliau berada di disisi sumur, beliau saw. memanggil nama-nama mereka berikut nama-nama bapaknya, wahai fulan bin fulan, bukankah kalian merasa gembira dengan ketaatan kalian pada Allah dan rasulNya?, benarkah kalian mendapatkan apa yang dijanjikan tuhan kalian.” Umar ra. berkata, “Wahai Nabi Allah! bagaimana mungkin jasad berbicara padahal tiada roh padanya.” Nabi menjawab, “Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, kalian tidak lebih bisa mendengar apa yang saya sampaikan daripada mereka.” Qatadah berkata, “Allah Azza wa Jalla menghidupkan mereka sehingga mereka bisa mendengarnya, sebagai penghinaan, perendahan dan celaan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12015
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Ismail bin Muhammad} yaitu Abu Ibrahim Al-Muaqqib Telah menceritakan kepada kami {Abbad} yaitu Ibnu Abbad dari {Ashim} dari {Anas bin Malik} berkata, Rasulullah saw. membedakan antara rumah-rumah orang Quraisy dengan orang Anshar di Madinah. Abu Abdurrahman berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abu Ibrahim Al-Muaqqib}, yang ia adalah manusia terbaik, dan Abu Abdurrahman sangat memuliakan urusannya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12016
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abu Said} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Anas bin Malik} berkata, Rasulullah bersabda, “Tidak terjadi hari kiamat sehingga orang-orang saling membanggakan diri di masjid.”