Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12027

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ سَوَادَةَ عَنْ وَفَاءٍ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَبَيْنَمَا نَحْنُ نَقْرَأُ فِينَا الْعَرَبِيُّ وَالْعَجَمِيُّ وَالْأَسْوَدُ وَالْأَبْيَضُ إِذْ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتُمْ فِي خَيْرٍ تَقْرَءُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَثْقَفُونَهُ كَمَا يَثْقَفُونَ الْقَدَحَ يَتَعَجَّلُونَ أُجُورَهُمْ وَلَا يَتَأَجَّلُونَهَا

Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Rasulullah saw. adah} dari {Wafa’ Al-Khaulani} dari {Anas bin Malik} ra. berkata: Ketika kami sedang membaca kitabullah, dari kami ada yang ras arab dan ajam (non arab), ada yang berkulit hitam dan juga ada berkulit putih, tiba tiba Rasulullah saw. menemui kami seraya bersabda: “Kalian dalam kebaikan membaca kitab Allah karena Rasulullah saw. masih ada pada kalian, namun akan datang kepada manusia sebuah zaman mereka pandai membaca Al Qur`an sebagaimana mereka meneguk segelas air. Mereka mempercepat pahala mereka (di dunia) namun mereka tidak mendapatkannya kelak (di akhirat).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12028

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ مَوْهُوبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَزْهَرَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّهُ كَانَ يُخَالِفُ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ مَا يَحْمِلُكَ عَلَى هَذَا فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلَاةً مَتَى تُوَافِقُهَا أُصَلِّي مَعَكَ وَمَتَى تُخَالِفُهَا أُصَلِّي وَأَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِي

Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Ma’ruf} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahab} berkata, telah bercerita kepadaku {Ibnu Abi Dzi’b} dari {Mauhub bin ‘Abdurrahman bin Azhar} dari {Anas bin Malik RA}, bahwa ia pernah menyelisihi Umar bin Abdul Aziz, maka Umar bin Abdul Aziz mencoba bertanya: apa yang membuatmu berbuat seperti ini?, Anas bin Malik r.a berkata: sungguh saya pernah melihat Rasulullah saw. mengerjakan shalat, maka jika kalian sesuai dengan shalatnya, sayapun shalat bersama kalian, namun jika kalian menyelisihi shalatnya, sayapun akan shalat sendiri dan pulang ke keluargaku.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12029

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ الْأَشَجِّ أَنَّ الضَّحَّاكَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْقُرَشِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِ رَكَعَاتٍ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ إِنِّي صَلَّيْتُ صَلَاةَ رَغْبَةٍ وَرَهْبَةٍ سَأَلْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ ثَلَاثًا فَأَعْطَانِي ثِنْتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً سَأَلْتُ أَنْ لَا يَبْتَلِيَ أُمَّتِي بِالسِّنِينَ فَفَعَلَ وَسَأَلْتُ أَنْ لَا يُظْهِرَ عَلَيْهِمْ عَدُوَّهُمْ فَفَعَلَ وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يَلْبِسَهُمْ شِيَعًا فَأَبَى عَلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami {Harun bin Ma’ruf} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahab} berkata, dan telah mengabarkan padaku {Amru bin Al-Harits} dari {Bukair bin Al-Asyaj} bahwa {Adh Dhohak bin Abdullah Al-Qurasyi} menceritakannya dari {Anas bin Malik} ra. berkata: saya melihat Rasulullah saw. mengerjakan shalat sunnah dhuha delapan rakaat saat safar, dan ketika selesai Beliau saw. bersabda: “Saya shalat dengan dinaungi perasaan senang dan takut, saya memohon kepada Rabku tiga, hal namun Dia hanya memberiku dua dan menahan satu, saya memohon kepada-Nya agar tidak menguji hambaku dengan kekeringan yang panjang dan Dia mengabulkan, dan saya memohon kepada-Nya agar musuh tidak menang atas umatku dan Dia mengabulkan, dan saya memohon kepada-Nya agar tidak membuat mereka berpecah belah namun Dia enggan mengabulkan “.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12030

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ هَارُونَ غَيْرَ مَرَّةٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ أَنَّهُ سَمِعَ قَتَادَةَ بْنَ دِعَامَةَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍأَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَوَضَّأَ وَتَرَكَ عَلَى قَدَمِهِ مِثْلَ مَوْضِعِ الظُّفُرِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ

Telah menceritakan kepada kami {Harun}, Abu Abdurahman berkata, dan saya mendengarnya dari Harun tidak hanya sekali, Telah menceritakan kepada kami {‘Abdullah bin Wahab} berkata, telah bercerita kepadaku {Jarir bin Hazim} bahwa dia mendengar dari {Qatadah bin Di`amah} berkata: Telah menceritakan kepada kami {Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu}, ada seorang laki laki menemui Nabi saw. dengan keadaan telah berwudhu namun masih meninggalkan dua telapak kakinya tidak basah selebar kuku kaki, maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya: “Kembalilah dan baguskan wudhumu “.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12031

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ بْنُ وَرْدَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ رُبُعُ الْقُرْآنِ وَإِذَا زُلْزِلَتْ الْأَرْضُ رُبُعُ الْقُرْآنِ وَإِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ رُبُعُ الْقُرْآنِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Al-Walid} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} berkata, telah bercerita kepadaku {Salamah bin Wardan} berkata: saya mendengar {Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu} berkata: Rasulullah saw. bersabda: “QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN adalah seperempat Al Qur`an, IDZAA ZULZILATIL ARDLU juga seperempat Al Qur`an dan IDZA JAA`A NASHRULLOHI juga seperempat Al Qur`an “.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12032

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا أَزْهَرُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيُصِيبَنَّ أَقْوَامًا سَفْعٌ مِنْ النَّارِ عُقُوبَةً بِذُنُوبٍ عَمِلُوهَا ثُمَّ لَيُدْخِلُهُمْ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ فَيُقَالُ لَهُمْ الْجَهَنَّمِيُّونَ

Telah menceritakan kepada kami {Azhar bin al-Qasim} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Qatadah} dari {Anas}, sungguh Rasulullah saw. bersabda, “Beberapa kaum akan terkena safa’un (warna merah kehitam-hitaman) api neraka sebagai azab atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan, lalu mereka dimasukkan Allah ke surga karena keutamaan rahmatNya, dan mereka diberi gelar jahannamiyun (bekas penduduk jahannam).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12033

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا أَزْهَرُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ وَهُوَ قَائِمٌ

Telah menceritakan kepada kami {Azhar bin al-Qasim} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Qatadah} dari {Anas}, sungguh Rasulullah saw. melarang seseorang minum dengan berdiri.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12398

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَرُخِّصَ لِلزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فِي لُبْسِ الْحَرِيرِ لِحِكَّةٍ كَانَتْ بِهِمَا قَالَ شُعْبَةُ وَقَالَ رَخَّصَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Anas} berkata, Az-Zubair Bin ‘Awam dan Abdurrahman Bin ‘Auf mendapat rukhsah untuk memakai sutra karena (penyakit) gatalnya. Sedang Syu’bah berkata, (Anas Bin Malik) berkata, Rasulullah saw. memberikan rukhsah kepada keduanya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12399

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ وَابْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ الْمَعْنَى عَنْ أَنَسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَادَ أَنْ يَكْتُبَ كِتَابًا إِلَى الرُّومِ فَقِيلَ لَهُ إِنْ لَمْ يَكُنْ مَخْتُومًا لَمْ يُقْرَأْ كِتَابُكَ فَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِي كَفِّهِ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Syu’bah} dari {Qatadah} dan {Ibnu Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata, saya telah mendengar {Qatadah} secara makna, dari {Anas}, Nabi saw. hendak menulis surat ke negeri Rum, maka diberitahukan padanya bahwa jika tidak berstempel, niscaya tidak dibaca. Lalu (Rasulullah saw.) membuat stempel dari perak dan diukir MUHAMMAD ROSULULLOH, sampai aku (Anas Bin Malik) bisa melihat warna putih pada ketiak beliau.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 12400

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Anas bin Malik ra.

حَدَّثَنَا قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ قَرَأْتُ عَلَى أَبِي هَذَا الْحَدِيثَ وَجَدَهُ فَأَقَرَّ بِهِ وَحَدَّثَنَا بِبَعْضِهِ فِي مَكَانٍ آخَرَ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ هِلَالٍ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَتَزَوَّجَ أَبُو طَلْحَةَ أُمَّ سُلَيْمٍ وَهِيَ أُمُّ أَنَسٍ وَالْبَرَاءِ قَالَ فَوَلَدَتْ لَهُ ابْنًا قَالَ فَكَانَ يُحِبُّهُ حُبًّا شَدِيدًا قَالَ فَمَرِضَ الصَّبِيُّ مَرَضًا شَدِيدًا فَكَانَ أَبُو طَلْحَةَ يَقُومُ صَلَاةَ الْغَدَاةِ يَتَوَضَّأُ وَيَأْتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيُصَلِّي مَعَهُ وَيَكُونُ مَعَهُ إِلَى قَرِيبٍ مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ وَيَجِيءُ يَقِيلُ وَيَأْكُلُ فَإِذَا صَلَّى الظُّهْرَ تَهَيَّأَ وَذَهَبَ فَلَمْ يَجِئْ إِلَى صَلَاةِ الْعَتَمَةِ قَالَ فَرَاحَ عَشِيَّةً وَمَاتَ الصَّبِيُّ قَالَ وَجَاءَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ نَسَجَتْ عَلَيْهِ ثَوْبًا وَتَرَكَتْهُ قَالَ فَقَالَ لَهَا أَبُو طَلْحَةَ يَا أُمَّ سُلَيْمٍ كَيْفَ بَاتَ بُنَيَّ اللَّيْلَةَ قَالَتْ يَا أَبَا طَلْحَةَ مَا كَانَ ابْنُكَ مُنْذُ اشْتَكَى أَسْكَنَ مِنْهُ اللَّيْلَةَ قَالَ ثُمَّ جَاءَتْهُ بِالطَّعَامِ فَأَكَلَ وَطَابَتْ نَفْسُهُ قَالَ فَقَامَ إِلَى فِرَاشِهِ فَوَضَعَ رَأْسَهُ قَالَتْ وَقُمْتُ أَنَا فَمَسِسْتُ شَيْئًا مِنْ طِيبٍ ثُمَّ جِئْتُ حَتَّى دَخَلْتُ مَعَهُ الْفِرَاشَ فَمَا هُوَ إِلَّا أَنْ وَجَدَ رِيحَ الطِّيبِ كَانَ مِنْهُ مَا يَكُونُ مِنْ الرَّجُلِ إِلَى أَهْلِهِ قَالَ ثُمَّ أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ يَتَهَيَّأُ كَمَا كَانَ يَتَهَيَّأُ كُلَّ يَوْمٍ قَالَ فَقَالَتْ لَهُ يَا أَبَا طَلْحَةَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا اسْتَوْدَعَكَ وَدِيعَةً فَاسْتَمْتَعْتَ بِهَا ثُمَّ طَلَبَهَا فَأَخَذَهَا مِنْكَ تَجْزَعُ مِنْ ذَلِكَ قَالَ لَا قَالَتْ فَإِنَّ ابْنَكَ قَدْ مَاتَ قَالَ أَنَسٌ فَجَزِعَ عَلَيْهِ جَزَعًا شَدِيدًا وَحَدَّثَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا كَانَ مِنْ أَمْرِهَا فِي الطَّعَامِ وَالطِّيبِ وَمَا كَانَ مِنْهُ إِلَيْهَا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبِتُّمَا عَرُوسَيْنِ وَهُوَ إِلَى جَنْبِكُمَا قَالَ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارَكَ اللَّهُ لَكُمَا فِي لَيْلَتِكُمَا قَالَ فَحَمَلَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ تِلْكَ اللَّيْلَةَ قَالَ فَتَلِدُ غُلَامًا قَالَ فَحِينَ أَصْبَحْنَا قَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ احْمِلْهُ فِي خِرْقَةٍ حَتَّى تَأْتِيَ بِهِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحْمِلْ مَعَكَ تَمْرَ عَجْوَةٍ قَالَ فَحَمَلْتُهُ فِي خِرْقَةٍ قَالَ وَلَمْ يُحَنَّكْ وَلَمْ يَذُقْ طَعَامًا وَلَا شَيْئًا قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَدَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ مَا وَلَدَتْ قُلْتُ غُلَامًا قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَقَالَ هَاتِهِ إِلَيَّ فَدَفَعْتُهُ إِلَيْهِ فَحَنَّكَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لَهُ مَعَكَ تَمْرُ عَجْوَةٍ قُلْتُ نَعَمْ فَأَخْرَجْتُ تَمَرَاتٍ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَمْرَةً وَأَلْقَاهَا فِي فِيهِ فَمَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلُوكُهَا حَتَّى اخْتَلَطَتْ بِرِيقِهِ ثُمَّ دَفَعَ الصَّبِيَّ فَمَا هُوَ إِلَّا أَنْ وَجَدَ الصَّبِيُّ حَلَاوَةَ التَّمْرِ جَعَلَ يَمُصُّ بَعْضَ حَلَاوَةِ التَّمْرِ وَرِيقَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَوَّلُ مَنْ فَتَحَ أَمْعَاءَ ذَلِكَ الصَّبِيِّ عَلَى رِيقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِبُّ الْأَنْصَارِ التَّمْرُ فَسُمِّيَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي طَلْحَةَ قَالَ فَخَرَجَ مِنْهُ رَجُلٌ كَثِيرٌ قَالَ وَاسْتُشْهِدَ عَبْدُ اللَّهِ بِفَارِسَ

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman berkata, aku membaca dihadapan bapakku hadits ini yang dia dapatkan dan dia tetapkan, bahkan kami menceritakan sebagian haditsnya pada kitab lain, (Abu Abdurrahman) berkata, telah menceritakan kepada kami {Musa Bin Hilal, Al-‘Abdi} telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Ibnu Sirin} dari {Anas bin Malik} berkata, Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim yang ketika itu menjadi ibu Anas dan al-Bara’. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, dari pernikahan dengan (Abu Thalhah), Ummu Sulaim melahirkan satu anak laki-laki. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, (Abu Thalhah) sangat mencintai anaknya. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, tiba-tiba bayinya sakit keras saat Abu Thalhah sedang melaksanakan shalat subuh, dia berwudhu, mendatangi Nabi saw. lalu shalat berdua dan keduanya bersama sampai hampir tengah hari, lalu tidur siang, lalu makan. Tatkala shalat dluhur, dia telah bersiap-siap lagi untuk pergi, dan belum datang hingga tiba shalat isyak. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, lalu Abu Thalhah pulang sore dan bayinya telah meninggal. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, Abu Thalhah kemudian datang. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, (Ummu Sulaim) menutupi (bayi) nya dengan pakaian lalu dibiarkannya. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, maka Abu Thalhah berkata padanya, wahai Ummu Sulaim bagaimana kabar anakku malam ini, (Ummu Sulaim) menjawab, wahai Abu Thalhah, sejak dia sakit tidak pernah senyaman malam ini. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, lalu (Ummu Sulaim) mengambilkan makanan lalu (Abu Thalhah) memakannya sehingga merasa senang. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, lalu dia (Abu Thalhah) datang ke tempat tidurnya dan meletakkan kepalanya. (Ummu Sulaim) berkata, maka aku bangun dan memakai minyak wangi hingga kudatangi tempat tidur bersamanya. Maka tiada reaksi baginya selain mencium bau harum yang membangkitkan gelora laki-laki mendatangi istrinya. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, lalu di pagi hari, Abu Thalhah bersiap-siap sebagaimana aktifitas hariannya. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, maka (Ummu Sulaim) berkata, padanya, wahai Abu Thalhah apakah kanda sependapat jika seseorang menitipkan titipan padamu, lalu kau gunakan, kemudian orang itu memintanya titipannya namun kanda merasa kesal? Dia (Abu Thalhah) menjawab tidak. Dia (Ummu Sulaim) berkata, anakmu telah meninggal. Anas berkata, lalu dia merasa sedih sekali dan menceritakan pada Rasulullah saw. apa yang menimpanya. Tentang makanan, minyak wangi dan apa yang telah diperbuat bersama istrinya. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, maka Rasulullah saw. bersabda, “Kalian semalam seperti pengantin baru, sedang bayi kalian disamping kalian. (Abu Thalhah) menjawab, ya wahai Rasulullah. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Semoga Allah memberi berkah pada malammu”. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, maka Ummu Sulaim hamil sejak malam itu. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, Ummu sulaim lalu melahirkan anak laki-laki. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, tatkala pagi hari Abu Thalhah berkata padaku bawalah dia dengan kain. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, dia (Abu Thalhah) tidak mentahnik dan tidak memberinya makanan atau apapun. (Anas bin Malik) berkata, wahai Rasulullah, Ummu Sulaim telah melahirkan. (Rasulullah saw.) berkata, “ALLAHU AKBAR, apa anaknya?”, aku (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) menjawab, laki-laki. Beliau bersabda, ” ALHAMDULILLAH”, dan beliau berkata, “Berikan padaku”, maka aku (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berikan padanya lalu beliau, Rasulullah saw. mentahniknya lalu berkata pada (Anas bin Malik) apa kau membawa kurma ‘ajwah. Aku (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata ya, lalu aku keluarkan kurma tersebut dan Rasulullah saw. mengambilnya, lalu memasukkan ke mulut bayi. Maka Rasulullah saw. tetap mengunyahnya sampai tercampur dengan air liurnya lalu disuapkan pada bayi maka bayi tersebut merasakan manisnya kurma sampai menjilat-jilat karena manisnya kurma tersebut dan air ludah Rasulullah saw. Dan itulah yang pertama kali masuk ke lambung bayi itu yaitu air ludah Rasulullah saw. lalu Rasulullah saw. bersabda, “Kesukaan orang Anshar itu kurma”. (bayi) itu diberi nama Abdullah Bin Abu Thalhah. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, lalu lahir darinya banyak anak laki-laki. (Anas bin Malik radhiyallahu’anhu) berkata, dan Abdullah bin Abu Tolhah sendiri menjumpai kesyahidan di negeri Persi.