Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidah} dari {Humaid ath-Thawil} berkata, {Anas bin Malik} ditanya tentang mengangkat dua tangan, maka dia berkata, sebagian kaum muslimin menemui Rasulullah saw. dihari jumat lalu berkata, wahai Rasulullah, sekian lama tidak terjadi hujan, bumi demikian gersang, dan harta benda telah musnah. (Anas Bin Malik) berkata, lalu dia beristisqa’ dan mengangkat kedua tangannya sampai kelihatan putih kedua ketiaknya sedang dilangit tidak kelihatan sedikit awanpun. Maka Rasulullah saw. berdiri dan shalat hingga orang yang rumahnya dekat hendak pulang menemui keluarganya karena derasnya hujan. (Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu berkata, hujan terus berlalu sampai tujuh hari. Ketika jum’at berikutnya mereka berkata, wahai Rasulullah, rumah-rumah telah hancur para pengendara tak bisa melakukan perjalanan karena hujan. (Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu berkata, maka Rasulullah saw. bersabda, “Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami dan jangan sampai menghancurkan kami”. (Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu berkata, maka (hujan itu) menjadi tidak turun lagi di Madinah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12482
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidah Bin Humaid} dari {Humaid At-Thowil} dari {Anas bin Malik} berkata, Nabi saw. keluar lalu menjumpai kaum anshar, maka beliau bersabda, “Demi yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh aku sangat mencintai kalian. Sesungguhnya orang anshar telah melaksanakan kewajiban mereka dan sekarang tinggal kewajiban kalian, maka berbuat baiklah terhadap mereka yang baik dan maafkanlah mereka yang khilaf.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12483
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidah} dari {Humaid At-Thowil} dari {Anas bin Malik} berkata, Nabi saw. berangkat pada suatu siang yang dingin, ketika itu kaum muhajirin dan anshar sedang mengali parit, maka Rasulullah saw. berkata, “Ya Allah! Kesenangan sejati adalah kesenangan akhirat, ampunilah kaum anshar dan muhajirin”. Mereka menjawab, “Kami adalah kaum yang berbaiat kepada Muhammad, untuk berjihad selamanya sepanjang hayat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12484
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidah Bin Humaid} dari {Humaid} dari {Anas bin Malik} berkata, Nabi saw. memberikan ghanimah Hunain kepada ‘Uyainah, al-‘Aqra’ dan lainnya, maka orang anshar mengajukan protes, apakah beliau memberikan ghanimah pada kaum yang pedang kita bertetesan karena darah mereka, atau darah mereka bertetesan karena pedang kami. Berita ini sampai kepada Nabi saw., lalu beliau panggil anshar, dan bersabda, “Wahai orang anshar! Apakah kalian rela jika orang-orang pulang membawa dunia sedang kalian pulang ke rumah kalian bersama Muhammad”. Mereka menjawab, ya wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda, “Demi yang jiwa Muhammad berada di tanganNya.Seandainya manusia mengambil jalan di suatu bukit dan orang anshar mengambil jalan lain maka saya akan mengambil jalan yang diambil anshar. Kaum anshar adalah teman dekatku dan penjaga rahasiaku. Seandainya tidak ada hijrah maka aku orang anshar”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12485
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidah Bin Humaid} dari {Humaid} dari {Anas} berkata Nabi saw. mendatangi Umu Sulaim lalu dia menghidangkan minyak samin dan kurma, lalu Nabi saw. bersabda, “Bawa lagi minyak saminmu pada tempatnya dan juga kurmanya, karena aku sedang puasa, lalu berdiri dan shalat di pojok rumah. Lalu kami mengikuti shalatnya kemudian nabi mendoakan kebaikan untuk Umu Sulaim dan keluarganya. lalu Ummu Sulaim berkata, wahai Rasulullah aku mempunyai khuwaisah (permintaan yang sederhana)?. Rasulullah saw. berkata, apa itu? Anas mengatakan, dan Ummu Sulaim melanjutkan terusan bicaranya. Maka sejak hari itu beliau saw. selalu mendoakan kebaikan dunia akherat dengan doanya, “Ya Allah berilah ia rizki dengan harta dan anak dan berilah barakah padanya”. Lalu anas berkata, telah menceritakan kepadaku anak perempuanku sesungguhnya telah dikubur dari keturunanku sebanyak kurang lebih seratus dua puluh orang dan sesungguhnya aku salah seorang anshor yang paling banyak hartnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12486
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidah} dari {Humaid At Thawil} dari {Anas bin Malik} berkata, tatkala Nabi saw. hendak berangkat ke Badr, beliau minta saran. Abu Bakar memberikan pendapatnya, lalu minta saran kepada ‘Umar juga. Maka ‘Umar memberikan sarannya. Dan mereka semua telah dimintai pendapatnya. Maka sebagian anshar berkata, “Nabi saw. menginginkan pendapat kalian hai anshar?”. Maka ada yang menjawab, apakah anda meminta pendapat kami wahai Nabi Allah, kami tidak mengatakan sebagaimana yang dikatakan Bani Isra’il pada Musa AS, “Pergilah kamu bersama tuhanmu, berperanglah berdua sedang kami kami akan duduk-duduk di sini”, tetapi Demi yang mengutus anda dengan kebenaran, seandainya anda membuang hati unta hingga barki, {Ibnu Abu ‘Adi} berkata, “….sampai barkil ghimad niscaya kami mengikutimu”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12487
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Bin Abdullah yaitu al-Anshori} telah menceritakan kepada kami {Humaid} dari {Anas} berkata, Nabi saw. mendengar tangisan seorang bayi ketika sedang shalat maka beliau mempercepatnya, sehingga kami yakin bahwa beliau melakukan hal itu karena rasa iba kepada bayi itu, karena beliau mengetahui bahwa ibu bayi shalat bersama beliau.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12488
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Humaid} dari {Anas}, ia (Anas Bin Malik) pernah ditanya, apakah Nabi saw. menyemir (rambutnya). (Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu berkata, ubannya tidak menjadikannya jelek.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12489
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Humaid at-Thowil} dari {Anas Bin Malik}, Nabi saw. menemui Umu Sulaim yang saat itu sedang bersama anak laki-laki hasil pernikahannya dengan Abu Tholhah yang diberi kuniyah Abu ‘Umair yang biasa beliau mengajaknya bercanda. Tatkala beliau menemuinya ternyata anak itu sedang bersedih. Karenanya nabi bertanya, “Kenapa aku kulihat Abu ‘Umir tengah sedih?.” “burung kecil yang biasa diajaknya bermain mati” Kata sahabat. (Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu berkata, maka (Rasulullah saw.) menghiburnya dengan mengatakan “Wahai Abu ‘Umair apa yang pernah dilakukan burung itu sehingga mati?”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 12490
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad Bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Humaid} dari {Anas}, Umu Sulaim melahirkan bayi laki-laki dari hasil pernikahannya dengan Abu Tholhah, sekaligus membawa Anas, bayi itu dibawanya kepada Rasulullah saw. lalu (Rasulullah saw.) mentahniknya.