Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Ja’far} telah bercerita kepadaku {bapakku} dari {Jabir bin Abdullah} sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda dalam khutbahnya setelah membaca persaksian, “Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah AzzaWaJalla, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad” Yahya berkata; dan saya tidak mengetahuinya kecuali bersabda: “Dan sejelek-jelek perkara adalah hal yang baru”. Jika beliau menyebutkan Hari Kiamat, beliau mengangkat suaranya, wajahnya memerah seolah-olah orang yang sedang memberi komando pasukan kemudian bersabda: “Saya telah diutus, jarak antara saya dengan Kiamat sebagaimana jarak dua ini”, sambil memberi isyarat. Yahya mempraktekkan dengan telunjuk dan jari tengah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13910
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Mis’ar} telah bercerita kepadaku {Muharib} berkata; saya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; Saya memiliki piutang kepada Nabi saw. lalu beliau membayarnya dan malah menambahinya, saat itu sedang di masjid. Lalu beliau bersabda: “Sholat dua rekaat!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13911
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Juraij} telah bercerita kepada kami {‘Atho’} dari {Jabir bin Abdullah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Pada hari ini ada yang meninggal, yaitu seorang hamba Allah yang sholih bernama Ashhamah. Maka berdirilah dan sholatlah kalian”. Beliau berdiri mengimami atasnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13912
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Juraij} telah bercerita kepada kami {‘Atho’} dari {Jabir} dari Nabi saw. bersabda: “Tutuplah pintumu dan sebutlah nama AzzaWaJalla. Sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Matikanlah lampumu dan sebutlah nama Allah, tutuplah tempat minummu walau hanya dengan potongan kayu yang akan menghalanginya dan sebutlah nama Allah. pasanglah tutup botolmu dan sebutlah nama AzzaWaJalla!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13913
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Juraij} telah menghabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} berkata; saya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; saya telah melihat Rasulullah saw. melempar pada waktu dhuha pada hari Nahar sendirian. Sesudah itu beliau (melempar) setelah matahari condong.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13914
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Abdul Malik} telah bercerita kepadaku {‘Atha’} dari {Jabir bin Abdullah} Sesungguhnya dia sholat bersama Rasulullah saw. sholat khouf dan menyebutkan bahwa musuh terletak antara beliau dan musuh. Kami berbaris di belakang beliau dua shof. Beliau bertakbir dan kami mengikutinya, beliau rukuk dan kami mengikutinya semuanya. Tatkala beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, beliau sujud dan hanya diikuti shof di belakangnya dan shof terakhir masih dalam keadaan berdiri siaga terhadap musuh. Tatkala (Rasulullah saw.) berdiri, dan shof pertama juga berdiri. Ketika shof yang terakhir hendak turun untuk bersujud, shof itu maju dan shof pertama mundur lalu (Rasulullah saw.) rukuk dan kami rukuk bersamanya semuanya, lalu beliau sujud dan diikuti shof yang di belakangnya. Tatkala shof di belakang (Rasulullah saw.) duduk sujud maka shof yang di belakangnya turun untuk sujud lalu kami membaca salam semuanya. Jabir berkata; sebagaimana yang telah dilakukan para penjaga kalian dengan para amirnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13915
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Juraij} telah menghabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} sesungguhnya ia telah mendengar {Jabir} berkata; saya telah melihat Nabi saw. melempar jumroh dengan kerikil kecil-kecil.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13916
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} telah bercerita kepada kami {Salim bin Hayyan} telah bercerita kepada kami {Sa’id bin Mina’} saya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; Rasulullah saw. melarang jual beli buah sampai memerah atau menguning sebagai tanda telah matang. Saya bertanya, kapan bisa dikatakan telah matang? Beliau menjawab, ketika memerah atau menguning dan bisa dimakan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13917
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} dari {Syu’bah} telah bercerita kepadaku {Muhammad bin Al Munkadir} saya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; saya meminta ijin pada Nabi saw., maka beliau bertanya, “Siapa itu?” lalu saya menjawab, saya. Maka (Rasulullah saw.) bersabda: “Saya, saya” sepertinya beliau membenci hal itu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13918
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Yahya} telah bercerita kepada kami {Ja’far} telah bercerita kepadaku {bapakku} berkata; kami mendatangi {Jabir bin Abdullah} ketika itu dia sedang di Bani Salamah. Kami bertanya tentang haji Nabi saw., lalu dia menceritakan kepada kami, Sesungguhnya Rasulullah saw. tinggal di Madinah selama sembilan tahun dan belum pernah berhaji. Kemudian diumumkan kepada orang-orang bahwa Rasulullah saw. akan melakukan haji pada tahun itu. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; lalu orang-orang dalam jumlah yang banyak meninggalkan Madinah, semuanya hendak mengikuti Rasulullah saw. Rasulullah saw. keluar pada sepuluh hari terakhir bulan Dzulqo’dah dan kami mengikutinya. Ketika sampai di Dzulhulaifah, ‘Asma’ Binti ‘Umais nifas karena melahirkan dengan (suami) Muhammad bin Abu Bakar lalu hal itu disampaikan kepada Rasulullah saw., apa yang harus dia lakukan. (Rasulullah saw.) bersabda: “Mandilah kemudian sumbatlah (tempat keluarnya darah) dengan kain kemudian berniatlah!” Rasulullah saw. keluar sampai tatkala naik dengan untanya di Baida’, beliau berniat dan bertalbiyah dengan kalimat tauhid, “Kami datang, ya Allah. Kami datang, kami datang. Tidak ada sekutu bagi-Mu, kami datang. Sesungguhnya pujian, nikmat dan kerajaan itu adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu” maka orang-orang juga melantunkan talbiyah dan menambah lafad, DZAL MA’ARIJ dan yang lainnya. Nabi saw. mendengarnya namun tidak berkomentar apapun. Saya memandang sejauh mataku bisa memandang, di hadapan Rasulullah saw. orang-orang yang berkendaraan dan berjalan demikian juga di belakang beliau, sebelah kanan dan sebelah kiri juga demikian. Jabir berkata; Rasulullah saw. berada pada di tengah-tengah kami, jika turun Al-Quran maka beliau mengetahui tafsirnya. Jika beliau melakukan sesuatu maka kami juga mengikutinya. Kami keluar berniat hanya untuk haji sampai kami tiba di Ka’bah, lalu Nabi saw. mencium Hajar Aswad kemudian berjalan dengan cepat tiga kali dan berjalan empat kali sampai selesai, lalu menuju ke Maqom Ibrohim dan sholat di belakangnya dua rekaat, lalu membaca, “…Dan jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat shalat “.Bapakku berkata; Abu Abdullah berkata; yaitu Ja’far, lalu beliau membaca surat ATTAUHID (Al Ikhlash) dan QUL YA AYYUHAL KAFIRUN, Lalu mencium Hajar lalu menuju bukit Shofa lalu membaca, ” Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah” lalu bersabda: “Kita akan memulai sebagaimana Allah memulainya”, lalu naik ke bukit Shofa hingga dapat melihat Bait bertakbir dan membaca, “Tidak ada tuhan selain Allah, Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Menentukan. Tidak ada tuhan selain Allah. Maha memenuhi janji-Nya, membenarkan hamba-Nya, mengalahkan pasukan Al Ahzab dengan sendirinya. Kemudian kembali dan mengulangi bacaan tersebut, kemudian turun sampai kedua kakinya menancap di bukit, berjalan dengan cepat, namun jika menanjak beliau berjalan sampai tiba di Marwa. Lalu menaikinya sampai bisa melihat Bait, lalu membaca sebagaimana ketika di Shofa. Tatkala hari ke tujuh di Marwa lalu beliau bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya saya kalau saja mendapati urusanku ini, sebagaimana yang telah saya tinggalkan, maka saya tidak akan menyembelih sembelihan dan akan saya jadikan umroh. Siapa yang tidak membawa hewan sembelihan, maka bertahallullah dan jadikanlah umroh! Suroqoh Bin Malik bin Ju’syum yang waktu itu berada di Marwa berkata; Wahai Rosulullah! Apakah itu hanya berlaku untuk tahun ini saja atau untuk selamanya. Lalu mengumpulkan jari-jarinya dan bersabda: “Untuk selamanya” tiga kali, lalu bersabda: “Umroh telah masuk dalam haji sampai hari Kiamat”. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; lalu datanglah ‘Ali dari Yaman dengan membawa sembelihan. Lalu Rasulullah saw. hewan kurbannya bersamanya dari Madinah, ternyata Fatimah Radhiyallahu’anham telah keluar dari ihrom dan memakai pakaiannya dengan minyak wangi dan memakai celak. Lalu ‘Ali Radhiyallahu’anhu mengingkarinya atas Fatimah, namun dia menjawab, Rasulullah saw. telah menyuruhku demikian. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; ‘Ali berkata; ketika di Kufah, Ja’far berkata; bapakku berkata; tambahan ini tidak disebutkan Jabir, lalu saya (‘Ali Radhiyallahu’anhu) pergi dengan sangat berharap untuk meminta jawaban pada Nabi saw. tentang hal yang telah disebutkan Fathimah. Saya berkata; Fathimah telah memakai pakaiannya dengan minyak wangi padanya dan telah memakai celak dan berkata; saya telah disuruh oleh bapakku. Beliau bersabda: “Benar, benar saya telah memerintahkannya. Jabir berkata bertanya kepada ‘Ali, bagaimana dia (Fatimah Radhiyallahu’anhuma) berniat. Dia menjawab, “Ya Allah, Sesungguhnya saya berniat sebagaimana Rosul-Mu berniat. (‘Ali Radhiyallahu’anhu) berkata; saya membawa hewan sembelihan. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; maka janganlah keluar dari ihrom. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; Maka jumlah sembelihan yang dibawa ‘Ali Radhiyallahu’anhu dari Yaman dan yang dibawa Nabi saw. ada seratus. Lalu Rasulullah saw. menyembelih dengan tangan beliau enampuluh tiga lalu beliau memberikan kepada ‘Ali lalu dia menyembelih yang tersisa dan mengikutkan dalam sembelihannya. Lalu menyuruh untuk setiap satu badanah untuk tujuh orang lalu dimasukkan ke dalam wajan. Keduanya makan dagingnya dan kuahnya lalu Nabi saw. bersabda: “Saya telah menyembelih di sini, dan Mina semuanya adalah tempat menyembelih. Dan wuquf di ‘Arofah dan bersabda: “Saya telah berwuquf di ‘Arofah dan ‘Arofah semuanya adalah tempat wuquf”, lalu di Muzdalifah dan bersabda: “Saya telah berwuquf di Muzdalifah dan Muzdalifah semuanya adalah tempat wuquf”.