Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah menghabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} telah menghabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} sesungguhnya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; saya telah mendengar Nabi saw. bersabda: “Mereka bertanya kepadaku tentang Hari Kiamat, sesungguhnya ilmunya di sisi Allah. Saya bersumpah demi Allah, tidak ada di atas bumi mahluk yang diciptakan pada hari ini yang seratus tahun lagi masih hidup.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13930
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Muhammad bin Bakr} telah menghabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata; dan telah menghabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} sesungguhnya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: “Janganlah kamu berjalan dengan satu sandal, janganlah berihtiba’ (duduk dengan mendekatkan kedua lutut di depan dadanya) dengan satu pakaian, janganlah kamu makan dengan tangan kirimu, janganlah kamu membungkus seluruh tubuh dengan pakaian dan janganlah meletakkan salah satu kakimu di atas yang lainnya tatkala kamu telentang”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13931
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrozzaq} telah menghabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} dan {Muhammad bin Bakr} telah menghabarkan kepadaku {Ibnu Juraij} telah menghabarkan kepadaku {Muhammad bin Al Munkadir} berkata; saya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; didekatkan kepada Rasulullah saw. roti dan daging lalu dia berwudhu kemudian sholat zhuhur dan meneruskan sisa makanannya. Lalu beliau memakannya dan berdiri untuk sholat dan tidak berwudhu. Kemudian saya masuk bersama ‘Umar maka di hadapkan kepadanya piring besar. Ibnu Bakr berkata; di depan kami piring besar yang di dalamnya roti dan daging dan di sini juga piring besar yang berisi roti dan daging. Lalu ‘Umar memakannya dan berdiri untuk sholat tanpa berwudhu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13932
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrazaq} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} dari {Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil} dari {Jabir bin Abdullah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Diantara kesempurnaan shalat adalah shof yang lurus”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13933
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrazaq} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} dari {Laits} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} berkata; Pada Hari Kemenangan Abu Qufahah dibawa ke hadapan Rasulullah saw., kepalanya seperti tsaghomah (jenis tumbuhan yang bunga dan buahnya berwarna putih) putih, lalu beliau bersabda: “Rubahlah warnanya tapi jangan hitam!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13934
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrazaq} telah bercerita kepada kami {Ma’mar} dari {Ibnu Khutsaim} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir} berkata; Rasulullah saw. tinggal di Makkah selama sepuluh tahun, mengikuti orang-orang dalam rumah mereka di ‘Ukath, Majannah dan Pasar Raya di Mina dan bersabda: “Barangsiapa yang memberi tempat tinggal kepadaku dan menolongku sehingga saya dapat menyampaikan risalah Robku, maka niscaya dia akan mendapatkan syurga”. Sampai ada orang yang datang dari Yaman atau dari Mudlor, demikian yang dikatakan. (Jabir bin Abdullah Radhiyalllahu’anhuma) berkata; Kemudian orang itu datang kepada kaumnya dan berkata; hati-hatilah terhadap seorang pemuda Quraisy, janganlah kamu terfitnah jika dia berjalan di hadapanmu. Orang itu berjalan di tengah-tengah mereka. Mereka memberi isyarat dengan jari mereka sampai Allah mengutus kami kepadanya dari Yatsrib, kami memberi beliau tempat tinggal dan kami membenarkannya. Salah seorang dari kami keluar kemudian beriman kepadanya dan membaca qur’an untuknya. Lalu pulang kepada keluarganya dan mereka masuk Islam karena orang tersebut sampai tidak tersisa rumah orang-orang Anshor kecuali di dalamnya terdapat beberapa orang dari kaum muslimin. Mereka menampakkan Islam dan meramaikannya. Kami bertanya, sampai kapan kita membiarkan Rasulullah saw. diusir dari gunung Makkah dan takut? Lalu berangkatlah tujuh puluh orang sampai di Pasar Raya, lalu kami berjanji di bukit Aqobah, kami berkumpul menemui beliau, satu orang, dua orang sampai kami lengkap lalu kami berkata; “Wahai Rasulullah saw. kami akan berbaiat kepada anda?. (Rasulullah saw.) bersabda: “Kalian berbaiat kepadaku untuk mendengar dan taat baik dalam keadaan semangat maupun malas, dan berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Untuk beramar ma’ruf dan nahi munkar. Kalian berkata karena Allah untuk tidak takut karena Allah terhadap orang yang mencela. Kalian menolongku dan menghalangi (musuh) jika saya datang kepada kalian sebagaimana kalian menghalangi kalian sendiri, istri-istri kalian dan anak-anak kalian. Niscaya kalian mendapatkan syurga”. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; lalu kami berdiri dan kami membaiatnya dan As’ad bin Zuroroh memegang tangan beliau, padahal dia adalah orang yang paling muda. Lalu dia berkata; “Pelanlah Wahai penduduk Yatsrib, kami tidak akan memukul perut-perut unta kecuali kami tahu bahwa dia adalah Rasulullah saw. Keluarnya beliau hari ini adalah dalam rangka memisahkan dari Arab semuanya dan akan membunuh orang yang terbaik kalian. Pedang mereka akan membunuh kalian. Jika kalian adalah kaum yang sabar terhadap hal itu maka pahala kalian adalah dari Allah, jika kalian takut terhadap diri kalian maka terangkanlah hal itu dan itu menjadi alasan kalian di hadapan Allah. Mereka berkata; naiklah Wahai As’ad, demi Allah kami tidak akan meninggalkan baiat ini selamanya, dan kami tidak akan membatalkannya selamanya. (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; lalu kami berdiri kepadanya dan kami membaiatnya, lalu beliau memegang kami, memberi syarat dan menjanjikan balasan kepada kami berupa Syurga. Telah bercerita kepada kami {Daud bin Mihron} telah bercerita kepada kami {Daud} yaitu Al Athor dari {Ibnu Khutsaim} dari {Abu Az Zubair, Muhammad bin Muslim} dia menceritakannya dari {Jabir bin Abdullah}, Rasulullah saw. tinggal selama sepuluh tahun, lalu menyebutkan hadits tersebut. Dan perkataan, Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berjalan pada waktu dhuha dari Mudlor dan dari Yaman. Dan perkataan, memisahkan bangsa arab, dan (Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhuma) berkata; kalian takut terhadap diri kalian. perkataan, dalam baiat, “Kami tidak akan menguranginya”. Telah bercerita kepada kami {Ishaq Bin Isa} telah bercerita kepada kami {Yahya bin Sulaim} dari {Ibnu Khutsaim} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah} sesungguhnya Rasulullah saw. tinggal selama sepuluh tahun, lalu menyebutkan hadits itu. Kecuali dengan tambahan, Sampai sesungguhnya ada seorang laki-laki berjalan dari Mudlor dan dari Yaman. Perkataan, memisahkan bangsa ‘Arab. Dan tambahan dalam perkataan As’ad, kalian takut dari diri kalian, dalam baiat: kami tidak menguranginya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13935
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrozzaq} telah menghabarkan kepada kami {Ats-Tsauri} dari {Abu Az Zubair} dari {Jabir bin Abdullah} berkata; Nabi saw. melewati seekor keledai yang telah ditandai di wajahnya dan memberi asap pada tenggorokannnya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang telah melakukan hal itu? Janganlah kalian menandai wajahnya dan janganlah sekali-kali memukul wajah!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13936
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrazaq} telah bercerita kepada kami {Ibnu Juraij} telah menghabarkan kepadaku {Abu Az Zubair} saya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} berkata; Dihidangkan kepada Nabi saw. daging biawak, maka beliau saw. tidak memakannya, lalu Beliau saw. bersabda: “Sesungguhnya saya tidak tahu, mungkin itu termasuk hewan yang telah berubah (berevolusi) “.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13937
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrazaq} telah bercerita kepada kami {Daud Bin Qois} dari {Abdullah bin Miqsam} sesungguhnya telah mendengar {Jabir bin Abdullah} Rasulullah saw. bersabda: “Jauhilah perbuatan aniaya karena aniaya adalah mendatangkan kegelapan pada hari Kiamat. Berhati-hatilah dengan kebakhilan karena hal itu telah menghancurkan orang-orang sebelum kalian, hal itu telah membawa mereka kepada pertumpahan darah dan menghalalkan segala yang diharamkan”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 13938
Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah bercerita kepada kami {Abdurrazaq} telah menghabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Jabir} sesungguhnya ada seorang laki-laki dari Bani Aslam datang kepada Nabi saw. dan mengakui telah berbuat zina, lalu beliau menghindarinya. Lalu dia mengakuinya lalu lalu beliau menghindarinya sampai dia bersaksi atas dirinya empat kali. Lalu Nabi saw. bersabda kepadanya, “Apakah kamu terkena penyakit gila?” maka dia menjawab, tidak. Lalu (Rasulullah saw.) bertanya, apakah kamu telah menikah? Dia menjawab, Ya. Lalu Nabi saw. menyuruh untuk merajamnya, lalu orang tersebut dirajam di tempat sholat. Tatkala dia hampir meninggal lalu dia kabur dan tertangkap lagi dan dirajam lagi sampai meninggal. Rasulullah saw. bersabda kepadanya kebaikan dan tidak mensholatkannya.