Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14903

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits ‘Umair bin Salamah Adh Dhamri ra.

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَخْبَرَنِي عِيسَى بْنُ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَيْرِ بْنِ سَلَمَةَ الضَّمْرِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِالْعَرْجِ فَإِذَا هُوَ بِحِمَارٍ عَقِيرٍ فَلَمْ يَلْبَثْ أَنْ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ بَهْزٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ رَمْيَتِي فَشَأْنُكُمْ بِهَا فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَسَمَهُ بَيْنَ الرِّفَاقِ ثُمَّ سَارَ حَتَّى أَتَى عَقَبَةَ أُثَايَةَ فَإِذَا هُوَ بِظَبْيٍ فِيهِ سَهْمٌ وَهُوَ حَاقِفٌ فِي ظِلِّ صَخْرَةٍ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ قِفْ هَاهُنَا حَتَّى يَمُرَّ الرِّفَاقُ لَا يَرْمِيهِ أَحَدٌ بِشَيْءٍ

Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Ibrahim} berkata; telah menceritakan kepadaku {‘Isa bin Thalhah bin ‘Ubaidullah} dari {‘Umair bin Salamah Adl Dlamri} Rasulullah saw. melewati ‘Aroj (dalam keadaan ihram), lantas ada seekor keledai yang terbunuh dan Rasulullah saw. membiarkannya hingga datang seorang laki-laki dari Bahzi dan berkata ‘Wahai Rasulullah ini adalah buruanku, maka terserah apa yang anda perbuat.’ Lalu Rasulullah saw. menyuruh Abu Bakar Radhiyallahu’anhu hingga dia membagikannya kepada para sahabat yang menyertainya. Lalu Rasulullah saw. pergi berjalan hingga ketika sampai di Utsayah maka ada seekor rusa yang terkena anak panah dan terbaring melingkar pada lubang batu besar, Nabi saw. memerintahkan salah seorang dari sahabatnya seraya bersabda: “Berhentilah disini”, hingga para sahabat yang mengikuti Nabi saw. melewati rusa tersebut begitu saja tanpa ada seorangpun yang melemparnya dengan sesuatu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14904

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi ra.

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو بَلْجٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حَاطِبٍ الْجُمَحِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصْلٌ بَيْنَ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ الدُّفُّ وَالصَّوْتُ فِي النِّكَاحِ

Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {Abu Balj} dari {Muhammad bin Hathib Al Jumahi} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Yang memisahkan antara halal dan haram adalah rebana dan suara nyanyian dalam acara pernikahan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14905

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ حَاطِبٍانْصَبَّتْ عَلَى يَدِي مِنْ قِدْرٍ فَذَهَبَتْ بِي أُمِّي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي مَكَانٍ قَالَ فَقَالَ كَلَامًا فِيهِ أَذْهِبْ الْبَاسْ رَبَّ النَّاسْ وَأَحْسِبُهُ قَالَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي قَالَ وَكَانَ يَتْفُلُ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} dari {Simak} berkata; {Muhammad bin Hathib} berkata; tanganku tertuang oleh air panas dari sebuah bejana, lalu ibuku membawaku kepada Rasulullah saw. yang berada pada sebuah tempat. (Hathib Radhiyallahu’anhu) berkata; beliau mengucapkan sebuah perkataan di dalamnya, ADZHIBIL BA’SA ROBBAN NAS (Hilangkanlah sakitnya wahai Tuhan para manusia) “, saya mengira beliau juga bersabda: “ISYFI ANTAS SYAAFII” (Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan). (Hathib Radhiyallahu’anhu) berkata; beliau meludah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14906

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi ra.

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي الْعَبَّاسِ وَيُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُثْمَانَ قَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْعَبَّاسِ فِي حَدِيثِهِ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَاطِبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّهِ مُحَمَّدِ بْنِ حَاطِبٍ عَنْ أُمِّهِ أُمِّ جَمِيلٍ بِنْتِ الْمُجَلِّلِقَالَتْ أَقْبَلْتُ بِكَ مِنْ أَرْضِ الْحَبَشَةِ حَتَّى إِذَا كُنْتُ مِنْ الْمَدِينَةِ عَلَى لَيْلَةٍ أَوْ لَيْلَتَيْنِ طَبَخْتُ لَكَ طَبِيخًا فَفَنِيَ الْحَطَبُ فَخَرَجْتُ أَطْلُبُهُ فَتَنَاوَلْتَ الْقِدْرَ فَانْكَفَأَتْ عَلَى ذِرَاعِكَ فَأَتَيْتُ بِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاطِبٍ فَتَفَلَ فِي فِيكَ وَمَسَحَ عَلَى رَأْسِكَ وَدَعَا لَكَ وَجَعَلَ يَتْفُلُ عَلَى يَدَيْكَ وَيَقُولُ أَذْهِبْ الْبَاسْ رَبَّ النَّاسْ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا فَقَالَتْ فَمَا قُمْتُ بِكَ مِنْ عِنْدِهِ حَتَّى بَرَأَتْ يَدُكَ

Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Abu Al ‘Abbas} dan {Yunus bin Muhammad} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin ‘Utsman} berkata; {Ibrahim bin Abu Al ‘Abbas} dalam haditsnya {Ibnu Ibrahim bin Muhammad bin Hathib}, berkata; telah menceritakan kepadaku {bapakku} dari kakeknya, {Muhammad bin Hathib} dari ibunya, {Ummu Jamil binti Al Mujallil}, berkata; saya menemuimu dari Habasyah sampai jika saya di Madinah selama satu atau dua hari, saya memasakkan untukmu, namun kayunya habis, lalu saya keluar untuk memintanya. Kamu memegang bejana, ternyata terbalik dan mengenai tanganmu, lalu saya membawamu menemui Nabi saw. Saya katakan kepada beliau, demi bapakku dan ibuku Wahai Rasulullah, ini adalah Muhammad bin Hathib, lalu beliau meludah pada mulutmu dan membasuh kepalamu dan mendo’akanmu, lalu beliau meludah pada tanganmu dan membaca: “Hilangkanlah sakitnya, wahai rabb manusia, Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak menyisakan penyakitpun.” (Ummu Jamil Radhiyallahu’anhuma) berkata; tidaklah saya berdiri denganmu untuk meninggalkan beliau, sehingga tanganmu telah sembuh.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14907

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi ra.

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي الْعَبَّاسِ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حَاطِبٍقَالَ دَبَبْتُ إِلَى قِدْرٍ وَهِيَ تَغْلِي فَأَدْخَلْتُ يَدِي فِيهَا فَاحْتَرَقَتْ أَوْ قَالَ فَوَرِمَتْ يَدِي فَذَهَبَتْ بِي أُمِّي إِلَى رَجُلٍ كَانَ بِالْبَطْحَاءِ فَقَالَ شَيْئًا وَنَفَثَ فَلَمَّا كَانَ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ قُلْتُ لِأُمِّي مَنْ كَانَ ذَلِكَ الرَّجُلُ قَالَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Abu Al ‘Abbas} berkata; telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Simak bin Harb} dari {Muhammad bin Hathib} berkata; saya merangkak ke sebuah bejana, ternyata sedang mendidih, kumasukkan tanganku ke dalamnya dan terbakarlah tanganku, sehingga tanganku melepuh, lalu ibuku membawaku ke seorang laki-laki di Bathha’ lalu dia membaca sesuatu dan meniupnya. Tatkala pada masa pemerintahan ‘Utsman, saya bertanya kepada ibuku, siapa orang tersebut. Dia menjawab, dia adalah Rasulullah saw.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14908

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Ibnu Abu Zaid ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ قَالَ حَدَّثَنِي حَكِيمُ بْنُ أَبِي يَزِيدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِيأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَعُوا النَّاسَ يُصِيبُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ فَإِذَا اسْتَنْصَحَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَنْصَحْهُ

Telah menceritakan kepada kami {Abdusshamad} telah menceritakan kepada kami {bapakku} telah menceritakan kepada kami {‘Atho’ bin As-Sa’ib} berkata; telah menceritakan kepadaku {Hakim bin Abu Yazid} dari {Bapaknya} berkata; telah menceritakan kepadaku {bapakku} Rasulullah saw. bersabda: “Biarkanlah orang-orang saling membenarkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain, jika salah satu dari kalian memohon nasehat kepada saudaranya maka berilah dia nasehat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14909

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Kardam bin Sufyan ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنِي أَبُو الْحُوَيْرِثِ حَفْصٌ مِنْ وَلَدِ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْلَى بْنِ كَعْبٍ عَنْ مَيْمُونَةَ بِنْتِ كَرْدَمٍ عَنْ أَبِيهَا كَرْدَمِ بْنِ سُفْيَانَأَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَذْرٍ نُذِرَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلِوَثَنٍ أَوْ لِنُصُبٍ قَالَ لَا وَلَكِنْ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ فَأَوْفِ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَا جَعَلْتَ لَهُ انْحَرْ عَلَى بُوَانَةَ وَأَوْفِ بِنَذْرِكَ

Telah menceritakan kepada kami {Abdusshamad} telah menceritakan kepadaku {Abu Al Huwairits, Hafsh dari anak laki-laki ‘Utsman bin Abu Al Ash}, berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abdurrahman bin Ya’la bin Ka’b} dari dari {Maimunah binti Kardam} dari {Bapaknya, Kardam bin Sufyan} dia telah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang nadzar yang di ikrarkan di waktu Jahiliyyah. Nabi saw. bersabda kepadanya, apakah untuk berhala atau untuk patung? Dia berkata; tidak, tapi untuk Allah Tabaroka wa ta’ala, (Rasulullah saw.) bersabda: “Tepatilah nadzar kamu untuk Allah Tabaroka wa ta’ala, apa yang telah kamu janjikan pada-Nya, sembelihlah di Buwanah dan tepatilah nadzarmu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14910

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Abdullah Al Muzanni ra.

حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ فَضَاءٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَنَهَى نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُكْسَرَ سِكَّةُ الْمُسْلِمِينَ الْجَائِزَةُ بَيْنَهُمْ إِلَّا مِنْ بَأْسٍ

Telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} berkata; saya telah mendengar {Muhammad bin Fadlo’} menceritakan dari {Bapaknya} dari {Al Qomah bin Abdullah} dari {Bapaknya} berkata; Nabiyullah saw. melarang memecah (merusak) mata uang kaum muslimin yang berlaku di antara mereka kecuali jika rusak sendiri.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14911

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Abu Salith Al Badri ra.

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ فَحَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ ضَمْرَةَ الْفَزَارِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلِيطٍ عَنْ أَبِيهِ أَبِي سَلِيطٍ قَالَأَتَانَا نَهْيُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ لُحُومِ الْحُمُرِ الْإِنْسِيَّةِ وَالْقُدُورُ تَفُورُ بِهَا فَكَفَأْنَاهَا عَلَى وُجُوهِهَا

Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} berkata; telah menceritakan kepadaku {bapakku} dari {Ibnu Ishaq} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin ‘Amr bin Dlomroh Al Fazari} dari {Abdullah bin Abu Salith} dari {Bapaknya, Abi Salith} berkata; telah sampai kepada kami larangan Rasulullah saw. tentang memakan keledai yang dipakai untuk kendaraan dan makanan dalam bejana yang masih menyala-nyala (yang masih mendidih) hingga kami menuangkan isinya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14912

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Abu Salith Al Badri ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُ أَنَا مِنْ ابْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ ضَمُرَةَ الْفَزَارِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلِيطٍ عَنْ أَبِيهِ أَبِي سَلِيطٍ وَكَانَ بَدْرِيًّا قَالَأَتَانَا نَهْيُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ وَنَحْنُ بِخَيْبَرَ فَكَفَأْنَاهَا وَإِنَّا لَجِيَاعٌ

Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad bin Abu Syaibah} Abdullah berkata; saya telah mendengar {Ibnu Abu Syaibah} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Numair} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Abdullah bin ‘Amr bin Dlamrah Al Fazari} dari {Abdullah bin Abu Salith} dari {Bapaknya, Abi Salith} dia adalah termasuk Ahli Badar, berkata; sampai kepada kami larangan Rasulullah saw. tentang daging keledai dan kami sedang di Khaibar, lalu kami menumpahkannya saat kami dalam keadaan lapar.