(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dari {Sufyan} dari {Abu Az Zinad} dari {Abu Salamah} dari {Abu Usaid As-Sa’idi} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik rumah orang Anshar adalah Bani Najjar, kemudian Bani Abdul Asyhal, kemudian Bani Al Harits bin Khazraj, kemudian Bani Sa’idah” kemudian berkata; “Setiap derajat kaum Anshar adalah baik”.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata; telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdullah bin Dzakwan} dari {Abu Salamah} dari {Abu Usaid As-Sa’idi} dari Nabi saw., “Sebaik-baik rumah Anshar adalah Bani Najjar, kemudian Bani Abdul Asyhal, kemudian Bani Al Harits bin Khazraj, kemudian Bani Sa’idah” kemudian berkata; “Setiap rumah kaum Anshar adalah baik”. Sa’ad bin ‘Ubadah berkata; kami menjadikan urutan yang keempat adalah berilah pelana pada keledaiku. Anak saudaraku berkata; apakah kamu mau dikembalikan kepada Rasulullah saw., cukuplah bagimu untuk urutan yang ke empat.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata; telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Zinad} dari {Abu Salamah} dari {Abu Usaid} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik orang Anshar adalah Bani Najjar, kemudian Bani Abdul Asyhal, kemudian Bani Al Harits bin Khazraj, kemudian Bani Sa’idah dan pada setiap orang Anshar adalah baik”. Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} budak Bani Hasyim, berkata; telah menceritakan kepada kami {Harb} yaitu Ibnu Syaddad, berkata; telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} mendengar {Abu Usaid} mendengar Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik rumah Anshar” lalu menyebutkan hadis secara sempurna.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdullah bin ‘Isa} berkata; telah menceritakan kepadaku {‘Atha`} orang yang berada di tepi pantai, dari {Abu Usaid} atau Abu Asid bin Tsabit, Sufyan ragu, Nabi saw. bersabda: “Makanlah buah zaitun dan dan pakailah minyak rambut dari buah zaitun, karena buah itu dari pohon yang berbarakah”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdullah bin ‘Isa} dari {‘Atho`Asy-Syami} dari {Abu Asid} dengan Rasulullah saw. bersabda: “Makanlah buah zaitun dan dan pakailah minyak rambut dari buah zaitun, karena buah itu dari pohon yang berbarakah”
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ishaq} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abu Bakar} {Abu Usaid} pernah berkata; saya pada waktu Perang Badar mendapatkan pedang Ibnu ‘Abid Al Marzuban. Ketika Rasulullah saw. memerintahkan untuk mengembalikan semua yang telah diambil, saya menemuinya dengan membawa pedang tersebut dan saya melemparkannya ke dalam harta rampasan perang. (Abu Usaid) berkata; Rasulullah saw. tidak melarang barang rampasan untuk diminta. (Abu Usaid) berkata; ketika Al Arqam bin Arqam Al Makhzumi mengetahui pedang tersebut, langsung dia meminta Rasulullah saw., dan beliau memberikan pedang itu. (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; dibacakan atas {Ya’qub} dari kitab Al Maghazi {bapaknya} atau secara sama’ (memperdengarkan). {Ibnu Ishaq} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abu Bakar} berkata; telah menceritakan kepadaku {sebagian kaum Bani Sa’idah} dari {Abu Usaid, Malik bin Rabi’ah} berkata; Aku mendapatkan pedang Bani ‘Abid Al Makhzumi Al Marzuban pada waktu Perang Badar. Ketika Rasulullah saw. meminta orang-orang untuk menyerahkan semua barang yang telah diambil dari harta rampasan perang, aku menemuinya dengan pedang tersebut dan mengumpulkannya dalam harta rampasan perang, dan Rasulullah saw. tidak melarang harta rampasan perang untuk diminta. Arqam bin Arqam mengetahui pedang tersebut, lalu dia meminta kepada Rasulullah saw. dan beliau memberikan pedang itu.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir} berkata; telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Bilal} dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrohman} dari {Abdul Malik bin Sa’id bin Suwaid Al Anshari}, berkata; saya mendengar {Abu Humaid} dan {Abu Usaid} keduanya berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid hendaklah membaca, ‘ALLAHUMMAFTAH LI ABWABA RAHMATIKA’ (Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan apabila keluar hendaklah dia berdoa, ‘ALLAHUMMA INNI ASA`LUKA MIN FADZLIK’ (Ya Allah, aku memohon dari keutamaAn Mu) “.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir} berkata; telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Bilal} dari {Rabi’ah bin Abu Abdurrahman} dari {Abdul Malik bin Sa’id bin Suwaid} dari {Abu Humaid} dan dari {Abu Usaid} Nabi saw., bersabda: “Jika kalian mendengar sebuah hadis dariku, hati kalian membenarkan dan perasaan kalian menjadi halus serta kalian memandang hadis tersebut dekat dengan kalian maka aku menjadi dekat dengan kalian. Tapi jika kalian mendengar hadis dariku dan hati kalian mengingkarinya, perasaan kalian menjadi keras karenanya dan kalian memandang hadis sebagai sesuatu yang jauh dari kalian, maka aku akan jauh dari kalian”.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrohman bin Al Ghasil} berkata; telah menceritakan kepadaku {Asid bin ‘Ali} dari {bapaknya, ‘Ali bin ‘Ubaid} dari {Abu Usaid}, sahabat Rasulullah saw., Ahli Badar, dan dia termasuk maula mereka, berkata; Abu Usaid berkata; Ketika aku duduk di samping Rasulullah saw., tiba-tiba seorang laki-laki Anshar datang dan berkata; Wahai Rasulullah saw. apakah masih tersisa kewajiban atasku untuk berbuat baik kepada orang tuaku setelah kematian mereka berdua?. Beliau menjawab ‘Ya’, masih tersisa empat perkara yaitu: mendoakan untuk mereka berdua, meminta ampunan mereka, memenuhi janji mereka yang belum terselesaikan dan memuliakan temAn teman mereka serta silaturrahim yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kamu kecuali dari jalur mereka. Itulah semua yang tersisa dari kewajibanmu untuk berbuat kebaikan kepada orang tuamu setelah mereka meninggal ”
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Az Zubair} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Abdurrahman bin Al Ghasil} dari {‘Abbas bin Sahl} dari {Hamzah bin Abu Usaid} dari {bapaknya} berkata; Pada waktu Perang Badr, ketika bertemu dengan musuh, Rasulullah saw. bersabda: “Hari itu adalah kemenangan bagi kita, karenanya dekatilah musuh, lemparilah mereka dengan panah kalian dan usahakanlah panah kalian tidak kehabisan”