(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yazid bin Abu ‘Ubaid} berkata; telah menceritakan kepada kami {Salamah bin Al Akwa’} berkata; kami keluar bersama Nabi saw. menuju Khaibar. Lalu ada seorang laki-laki dari kaum yang berkata; Wahai ‘Amir, maukah kamu memperdengarkan bait-bait syair kepada kami sebentar saja?. (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; lalu dia singgah, membacakan bait syair kepada mereka dan berkata ‘Demi Allah, kalau bukan karena Allah maka kami tidak akan mendapatkan petunjuk’, lalu dia menyebutkan syair selain itu, tapi saya tidak menghapalnya. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Siapakah orang yang menuntun itu?” Mereka menjawab, ‘Amir bin Al Akwa’. Lalu beliau bersabda: “Semoga Allah memberi rahmat kepadanya.” Lalu salah satu dari anggota kaum yang berkata; “Wahai Nabiyullah, Aduhai sekiranya anda menangguhkan doa anda agar kami bisa bersahabat lebih panjang bersamanya.” Tatkala orang-orang mencabut pedang mereka untuk berperang, mereka menyerang musuh mereka, lalu ‘Amir bin Al Akwa’ terbunuh terkena pedangnya sendiri lalu dia meninggal. Pada sore harinya, mereka menyalakan banyak api, lalu Rasulullah saw. bersabda: “Untuk apakah api-api itu, untuk apa dinyalakan?” Mereka menjawab, untuk memasak keledai. Beliau bersabda: “Tumpahkanlah semua isinya dan pecahkanlah”, ada seorang laki-laki berkata; apakah kami menumpahkannya lalu mencucinya kembali. Beliau menjawab, Ya.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yazid bin Abu ‘Ubaid} berkata; telah menceritakan kepada kami {Salamah bin Al Akwa’} sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda kepada seorang laki-laki dari Aslam, ‘Umumkanlah kepada kaummu atau pada orang-orang pada Hari Asy-Syura`, Barangsiapa yang telah makan maka teruskanlah puasa pada sisa harinya, siapa yang belum makan maka berpuasalah.’
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yazid} berkata; telah menceritakan kepada kami {Salamah bin Al Akwa’} berkata; saya bersama Nabi saw. lalu ada jenazah yang di bawa ke hadapan beliau. Mereka berkata; ‘Wahai Nabiyullah, shalatkanlah dia.’ Beliau bertanya, apakah dia meninggalkan sesuatu? Mereka menjawab, tidak. Beliau bertanya, apakah dia meninggalkan hutang? Mereka menjawab, tidak. Lalu beliau shalat atasnya, lalu di datangkan jenazah lagi. Beliau bertanya, apakah dia meninggalkan hutang?. Mereka menjawab, tidak. Beliau bertanya, apakah dia meninggalkan sesuatu? Mereka menjawab, tiga dinar. Beliau bersabda: tiga biji. (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; lalu dibawa di hadapan beliau yang ke tiga, lalu beliau bertanya, apakah dia meninggalakan hutang?. Mereka menjawab, ya. Beliau bertanya, apakah dia meninggalkan sesuatu, mereka menjawab, tidak. Lalu beliau bersabda: “Shalatilah sahabat kalian!” lalu ada seorang laki-laki dari Anshar yang bernama Abu Qatadah, ‘Wahai Rasulullah, saya yang akan membayarnya’, lalu beliau menshalatinya.
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yazid bin Abu ‘Ubaid} berkata; telah menceritakan kepadaku {Salamah bin Al Akwa’} berkata Rasulullah saw. keluar menemui kaum dari Aslam, dan mereka sedang beradu panah di pasar. Lalu beliau bersabda: “Lemparlah kalian, Wahai anak Isma’il, sesungguhnya bapak kalian adalah seorang pemanah. Panahlah, saya bersama Bani Fulan, untuk menyerang salah satu kelompok”. Lalu mereka menahan tangan-tangan mereka. Lalu beliau bersabda: “Panahlah kalian”. Mereka berkata; Wahai Rasulullah, bagaimana kami memanah sedangkan anda bersama dengan Bani Fulan. Beliau bersabda: “Panahlah, saya bersama kalian semua”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15932
Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah
Bab : Hadits Ibnu Al Akwa’ yang disandarkan kepada yang asli
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ikrimah bin ‘Ammar} berkata; telah menceritakan kepadaku {Iyas bin Salamah bin Al Akwa’} sesungguhnya {bapaknya} mengabarinya sesungguhnya ada seorang laki-laki yang bersin di sisi Nabi saw. lalu Nabi saw. bersabda kepadanya, “YARHAMUKA ALLAHU (Semoga Allah merahmatimu”, kemudian bersin untuk kedua, atau ketiga kalinya. Lalu Nabi saw. bersabda: “Ohh, dia terserang pilek.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15933
Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah
Bab : Hadits Ibnu Al Akwa’ yang disandarkan kepada yang asli
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ikrimah} berkata; telah menceritakan kepadaku {Iyas bin Salamah} dari {Bapaknya} sesungguhnya Nabi saw. melihat seseorang yang makan dengan menggunakan tangan kirinya, lalu beliau bersabda: “Makanlah dengan tangan kananmu” Lalu dia menjawab, saya tidak bisa. Beliau bersabda: “Kamu tidak akan bisa.” (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; maka tangan kanannya tidak bisa sampai pada mulutnya setelah kejadian itu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15934
Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah
Bab : Hadits Ibnu Al Akwa’ yang disandarkan kepada yang asli
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin ‘Aun} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Umais} dari {Iyas bin Salamah bin Al Akwa’} dari {Bapaknya} berkata; seorang mata-mata orang musrik datang kepada Rasulullah saw. (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; tatkala beliau makan, mata-mata itu kabur dengan sembunyi-sembunyi. (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; Rasulullah saw. bersabda mengenai orang tersebut, ‘Bunuhlah olehmu sekalian.’ (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; lalu orang-orang bersegera memburu mata-mata tadi, dan bapakku adalah orang selalu menang dalam memacu kuda. Dia pun lebih dahulu daripada sahabat lain. (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; lalu ayahku mengambil tali unta tersebut atau ujung hidungnya, lalu membunuh orangnya. (Salamah bin Al Akwa’ Radhiyallahu’anhu) berkata; lalu Rasulullah saw. memberi ghanimah yang ada pada musuh tersebut.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15935
Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah
Bab : Hadits Ibnu Al Akwa’ yang disandarkan kepada yang asli
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Shafwan} berkata; telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu ‘Ubaid} dari {Salamah bin Al Akwa’} berkata; Rasulullah saw. shalat magrib pada waktu tenggelamnya Matahari, ketika telah bagian tepinya telah tenggelam”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15936
Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah
Bab : Hadits Ibnu Al Akwa’ yang disandarkan kepada yang asli
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Shafwan} berkata; telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu ‘Ubaid} berkata; saya bertanya kepada {Salamah bin Al Akwa’}, atas apa kalian berbaiat kepada Rasulullah saw. pada Peristiwa Hudaibiyah? Dia menjawab, kami telah berbaiat kepada beliau untuk menyongsong kematian.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15937
Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah
Bab : Hadits Ibnu Al Akwa’ yang disandarkan kepada yang asli
(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata; telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Dinar} berkata; saya telah mendengar {Al Hasan bin Muhammad} menceritakan dari {Jabir bin Abdullah} dan {Salamah bin Al Akwa’} berkata; ada seorang penyeru Rasulullah saw. datang menemui kami, lalu dia mengucapkan: Rasulullah saw. telah mengijinkan untuk kalian maka berbuatlah mut’ah maksudnya nikah mut’ah.