Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} Telah menceritakan kepada kami {Ziyad bin Ilaqah} ia berkata, saya mendengar {Jarir} berkata; Saya telah berbai’at kepada Rasulullah saw. (agar senantiasa) berbakti kepada setiap muslim. Mis’ar berkata dari Ziyad; “Sesungguhnya saya adalah seorang pemberi nasehat bagi kalian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18404
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ashim bin Abu An Najud} dari {Abu Wa`il} dari {Jarir} bahwa suatu kaum dari kalangan Arab Baduwi mendatangi Nabi saw. dengan mengenakan An Nimar (sejenis pakaian yang tersulam dari kain wool). Maka Rasulullah saw. memberikan anjuran kepada para sahabatnya agar bersedekah, namun mereka berlambat-lambat dalam menanggapinya, dan kekecewaan itu terlihat pada wajah Rasulullah saw. Kemudian datanglah seorang laki-laki dari Anshar dengan membawa Tibr (lempengan emas atau perak) dan menyerahkannya. Setelah itu, para sahabat pun ikut bersedekah, hingga kegembiraan itu tampak pada wajah beliau. Maka beliau pun bersabda: “Barangsiapa yang memulai kebiasaan yang baik dalam Islam, lalu kebiasaan itu pun diamalkan setelahnya, maka baginya adalah pahala dan pahala seperti pahala mereka yang mengerjakannya tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikit pun. Sedangkan, siapa yang memulai kebiasaan yang buruk dalam Islam, lalu kebiasaan itu pun diamalkan setelahnya, maka dosanya akan dibebankan ke atasnya, dan baginya dosa seperti dosa mereka yang melakukannya tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18405
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ibrahim} dari {Hammam} ia berkata, ia berkata; Saya melihat {Jarir bin Abdullah} berwudhu dari Mithhar (bejana yang digunakan untuk berwudhu) dan membasuh kedua sepatunya. Maka mereka pun bertanya, “Apakah kamu mengusap kedua sepatumu?” ia berkata, “Sungguh, saya telah melihat Rasulullah saw.” dan sekali waktu ia mengatakan, “Beliau mengusap kedua sepatunya.” Para sahabat Abdullah pun heran terhadap hadits ini dan mereka berkata, “Padahal keIslaman Jarir setelah turun surat Al Ma`idah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18406
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Muslim} yakni Ibnu Shubaih, dari {Abdurrahman bin Abu Hilal Al Abasi} dari {Jarir bin Abdullah} ia berkata; Rasulullah saw. pernah berkhutbah kepada kami, dan beliau pun memberikan anjuran kepada kami agar bersedekah. Namun para sahabat berlambat-lambat dalam menanggapi anjuran beliau itu, hingga kemarahan pun terlihat pada wajah beliau. -dan sekali waktu ia mengatakan- hingga (kemarahan itu) terlihat jelas (pada wajah beliau). Kemudian datanglah seorang laki-laki dari kalangan Anshar dengan membawa bejana yang terbuat dari emas dan langsung memberikannya kepada beliau. Setelah itu, para sahabat yang lain pun ikut bersedekah, hingga pada wajah beliau terlihat kegembiraan. Beliau kemudian bersabda: “Barangsiapa yang memulai kebiasaan yang baik, lalu kebiasaan itu pun diamalkan setelahnya, maka baginya adalah pahala dan pahala seperti pahala mereka yang mengerjakannya tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikit pun. Sedangkan, siapa yang memulai kebiasaan yang buruk, lalu kebiasaan itu pun diamalkan setelahnya, maka dosanya akan dibebankan ke atasnya, dan baginya dosa seperti dosa mereka yang melakukannya tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18407
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} ia adalah Adl Dlarir, Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Jarir bin Abdullah} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka Allah ‘azza wajalla tidak akan mengasihinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18408
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Isma’il} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Qais} ia berkata, telah berkata kepadaku {Jarir bin Abdullah}, Rasulullah saw. bersabda kepadaku, “Tidak sebaiknyakah kamu bisa menjadikanku beristirahat untuk mengatasi Dzul Khalashah sebuah rumah di Khats’am yang diberi nama, Ka’bah Yamaniyyah?.” Maka saya pun berangkat dengan seratus lima puluh pasukan berkuda dari suku Ahmas, yang kesemuanya memiliki kuda perang. Kemudian saya mengabarkan kepada Rasulullah saw. bahwa saya tidak bisa menunggang kuda dengan baik. Maka beliau pun menepuk dadaku sehingga saya dapat melihat bekas jari-jarinya pada dadaku. Dan beliau berdo’a: “ALLAHUMMA TSABBIT WAJ’ALHU HAADIYAN MAHDIYA (Ya Allah, teguhkanlah ia, dan jadikanlah ia sebagai pemberi petunjuk yang mendapat petunjuk).” Setelah itu, ia pun berangkat dan menghancurkan serta membakar Ka’bah Yamaniyyah). Kemudian ia mengutus utusan penyampai kabar kepada Nabi saw. Utusan Jarir itu berkata, “Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, tidaklah aku mendatangi tuan hingga saya meninggalkan Ka’bah yamaniyah itu seperti Unta yang kudisan.” Maka Rasulullah saw. mendo’akan keberkahan bagi kuda-kuda suku Ahmas berserta para kaum lelakinya sebanyak lima kali.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18409
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Isma’il} Telah menceritakan kepada kami {Qais} ia berkata, telah berkata kepadaku {Jarir bin Abdullah}; Kami pernah duduk di sisi Rasulullah saw. Tiba-tiba beliau melihat ke arah bulan pada malam perang Badar seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian ‘azza wajalla, sebagaimana kalian melihat bulan ini dengan tanpa kesulitan -atau- dengan tanpa kesusahan -Isma’il ragu kepastian redaksinya- saat melihat-Nya. Maka jika kalian sanggup untuk tidak melalaikan Shalat saat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah.” Kemudian beliau membaca ayat: “Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (QS. Toha 130).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18410
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Muhammad bin Abu Isma’il} Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Hilal Al Absi} ia berkata; {Jarir bin Abdullah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang hamba merintis (kebiasaan) yang baik, sehingga kebiasaan itu diamalkan oleh orang setelahnya, kecuali baginya adalah pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya dengan tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikit pun. Dan tidaklah seorang hamba membuat kebiasaan yang buruk, kemudian kebiasaan itu diamalkan setelahnya, kecuali dosanya akan dibebankan ke atasnya, dan baginya dosa seperti dosa orang yang melakukannya dengan tidak mengurangi dari dosa mereka sedikiti pun.” Maka orang-orang dari kalangan A’rab pun mendatangi beliau seraya berkata, “Wahai Nabiyullah, amil (pengelola zakat) mu, telah mendatangi kami, dan ia telah berbuat zhalim terhadap kami.” Beliau bersabda: “Berikanlah kepadanya (apa yang menjadi kewajiban kalian) dan bersikap baiklah kepadanya, meskipun ia bersikap zhalim.” Jarir berkata, “Semenjak saya mendengarnya dari Nabi saw., maka tidaklah Mushaddiq (amil zakat, pengelola zakat) pergi dari sisiku, kecuali ia dalam keadaan ridla.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18411
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, dari {Jarir}; (Jarir) Berkata; Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang diharamkan kelemah-lembutan, maka ia telah diharamkan untuk mendapatkan kebaikan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18412
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Abu Hayyan} ia berkata; telah menceritakan kepadaku {Adl Dhahak} paman Al Mundzir bin Jarir, dari {Al Mundzir bin Jarir} dari {Jarir} ia bekata; Saya pernah bersama Abu Jarir di Bawarij pada malam hari. Kemudian saya mendiskusikan (menyeleksi) sapi-sapi yang ada, dan pada saat itu, ia melihat seekor sapi yang ia anggap bukan miliknya seraya berkata, “Sapi apaan ini?” Jarir menjawab, “Sapi yang mengikutsertai rombongan sapi itu.” maka ia pun menyuruh (untuk menyingkirkan sapi itu), akhirnya sapi itu disingkirkan hingga sapi itu tidak kelihatan lagi. Setelah itu, ia berkata; Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak diperkenankan mengambil barang yang hilang (temuan) dan mencampurkannya dengan barang miliknya, kecuali orang yang betul-betul kehilangan.”