Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yusuf bin Shuhaib} dari {Habib bin Yasar} dari {Zaid bin Arqam} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Siapa yang tidak dapat mengamil minuman dari (telaga Al Haudl) maka ia bukanlah termasuk dari golongan kami.”
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} dari {Habib} yakni Ibnu Abu Tsabit, dari {Abul Minhal} ia berkata, saya mendengar {Zaid bin Arqam} dan {Al Baraa` bin Azib} berkata; “Rasulullah saw. melarang jual beli emas dengan Wariq (uang dirham) secara hutang.” Telah menceritakan kepada kami {Bahz} dan {‘Affan} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} -Bahz berkata dalam haditsnya- telah menceritakan kepadaku {Habib bin Abu Tsabit} ia berkata, saya mendengar {Abu Minhal} yakni seorang laki-laki dari Bani Kinanah, ia berkata; Saya bertanya kepada Al Baraa` tentang Ash Sharf (jual beli emas dengan perask dan semisal). Ia pun berkata, “Tanyakanlah kepada Zaid bin Arqam, karena ia adalah lebih baik dan lebih tahu dariku.” Maka saya pun bertanya kepada {Zaid}. Ia pun menyebutkan hadits itu. Telah menceritakan kepada kami {Rauh} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Dinar} dan {Amir bin Mush’ab} keduanya mendengar {Abu Minhal} berkata; Saya bertanya kepada {Al Bara`} dan {Zaid bin Arqam}. Maka ia pun menyebutkan hadits semisalnya. Telah menceritakan kepada kami {Rauh} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Hasan bin Muslim} dari {Abu Minhal} namun ia belum mendengar darinya, bahwa ia mendengar Zaid dan Al Baraa`, kemudian ia pun menyebutkan hadits.
Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Isma’il} telah menceritakan kepadaku {Al Harits bin Syubail} dari {Abu Amru Asy Syaibani} dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; Seorang laki-laki berbicara kepada temannya pada masa Nabi saw. tentang suatu hajat saat menunaikan shalat hingga turunlah ayat ini; “Dan berdirilah (shalatlah) kalian menghadap Allah dengan khusyu’.” (QS. Albaqarah: 238). Maka kami pun diperintahkan untuk diam.
Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik} yakni Ibnu Abu Sulaiman, dari {Athiyah Al ‘Aufi} ia berkata; Saya bertanya kepada Zaid bin Arqam, saya berkata, “Sesungguhnya, mertuaku telah menceritakan kepadaku suatu hadits dari Anda, terkait dengan Ali radliallahu ‘anhu pada hari Ghadir Khum. Dan saya suka, untuk mendengarnya langsung darimu.” {Zaid} pun berkata, “Kalian adalah penduduk Irak, dosa kalian adalah (dosa) yang terdapat pada diri kalian sendiri.” Saya pun berkata kepadanya: “Dariku tidak ada masalah denganmu.” Ia berkata, “Ya. Waktu itu, kami berada di Juhfah, kemudian Rasulullah saw. menemui kami pada waktu zhuhur. Beliau memegang lengan Ali radliallahu ‘anhu seraya bersabda: “Wahai sekalian manusia, bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama bagi kaum muslimin atas diri mereka sendiri?” para sahabat menjawab: “Benar.” Beliau bersabda: “Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali juga menjadi walinya.” Saya bertanya kepada Zaid, “Apakah beliau mengatakan; ‘Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya.’?” Zaid menjawab; “Yang saya beritakan kepada kalian hanyalah sebagaimana apa yang saya dengar.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} dan {Abul Mundzir} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Yusuf bin Shuhaib} -Abul Mundzir berkata dalam haditsnya- telah menceritakan kepadaku {Habib bin Yasar} dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; Kami membaca di zaman Rasulullah saw., “Sekiranya anak Adam memiliki dua lembah, niscaya dia akan menginginkan lembah yang lain lagi. Dan tidak ada yang bisa mengisi perut anak adam kecuali debu. Dan Allah akan mengampuni bagi siapa yang bertaubat.”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} dari {Abu Hamzah} bekas budak Anshar, dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; “Orang yang pertama kali memeluk Islam bersama Rasulullah saw. adalah Ali Radliallahu Ta’ala ‘Anhu.”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dan {bapakku} dari {Abu Ishaq} ia berkata, saya bertanya kepada {Zaid bin Arqam}, “Berapa kali Nabi saw. berperang?” ia menjawab, “Yaitu sebanyak sembilan belas kali. Dan saya berperang bersama dengan beliau sebanyak tujuh belas kali, beliau mengungguliku sebanyak dua kali peperangan.”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Sallam bin Miskin} dari {‘A`idzillah Al Mujasyi’i} dari {Abu Dawud} dari {Zaid bin Arqam} ia bekata; Saya berkata atau mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, untuk apakah hewan kurban ini?” beliau menjawab: “Yaitu sunnah bapak kalian Ibrahim.” Mereka bertanya lagi, “Lalu kebaikan apakah yang akan kami peroleh darinya?” beliau menjawab: “Setiap helai dari bulunya adalah kebaikan.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana dengan domba?” beliau menjawab: “Setiap helai bulu domba itu adalah bernilai satu kebaikan.”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} ia berkata, saya mendengar {Abu Hamzah} menceritakan dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; “Orang yang pertama kali memeluk Islam bersama Rasulullah saw. adalah Ali radliallahu ‘anhu.” Amru berkata; Maka saya pun menuturkan hal itu kepada {Ibrahim}, namun ia mengingkarinya dan berkata, “Yaitu Abu Bakar radliallahu ‘anhu.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} dari {Muhammad bin Ka’ab Al Qurazhi} dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; Saya pernah bersama Rasulullah saw. dalam suatu peperangan. Kemudian Abdullah bin Ubay berkata, “Jika kita kembali ke Madinah, niscaya orang yang mulia dan kuat akan mengusir orang yang terhina dan lemah.” Kemudian saya pun mendatangi Nabi saw. dan mengabarkan hal itu. Maka Abdullah bin Ubay bersumpah, bahwa ia tidak bermaksud lain dari ucapannya itu sehingga kaumku mencelaku dan berkata, “Apa yang kamu inginkan darinya?” maka saya pun pergi dan tidur dengan penuh kesedihan. Kemudian Nabi saw. mengutus seseorang padaku atau aku mendatangi Rasulullah saw., dan beliau pun bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla telah menurunkan Udzurmu dan telah membenarkanmu.” Dan turunlah ayat ini: “Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): ‘Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).’ -sampai pada- Sesungguhnya jika kita Telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang Kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” (QS. Almunafiqun 7-8).