Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah mengkabarkan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Hamzah Jarihim} berkata; aku mendengar {Humaid bin Hilal} menceritakan dari {Abdullah bin Mutharrif} dari {Abu Barzah} berkata; “Manusia atau kabilah yang paling dibenci Rasulullah saw. adalah bani Tsaqif dan bani Hanifah.”
Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir bin Syadzan}; telah mengkabarkan kepada kami {Abu Bakar} yaitu Ibnu ‘Ayyasy dari {Al A’masy} dari {Sa’id bin Abdillah bin Juraij} dari {Abu Barzah Al Aslamy} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Wahai orang yang imannya masih sebatas lisannya dan belum masuk ke hati, janganlah kalian menggunjing orang-orang muslim, janganlah kalian mencari-cari aurat (‘aib) mereka. Karena barang siapa yang selalu mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan membongkar kesalahannya, serta barang siapa yang diungkap auratnya oleh Allah, maka Dia akan memperlihatkannya (aibnya) di rumahnya.”
Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Sukain} telah menceritakan kepada kami {Sayyar bin Salamah}; telah mendengar dari {Abu Barzah} -merafa’kan(menghubungkan hadits) kepada Nabi saw. bahwa beliau bersabda: “Pemimpin itu dari bangsa Quraisy, karena apabila mereka dimintakan untuk menyayangi, maka mereka akan menyayangi, apabila mereka mengadakan perjanjian maka mereka akan menepatinya, apabila mereka menetapkan hukum, maka mereka akan berbuat adil. Dan barangsiapa yang tidak melaksanakan hal tersebut diantara mereka, maka baginya akan mendapat laknat dari Allah, malaikat dan manusia seluruhnya.”
Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit Al Bunany} dari {Kinanah bin Nu’aim Al Adawy} dari {Abu Barzah} bahwasanya Rasulullah saw. ketika beliau berada dalam sebuah peperangan, yaitu ketika perang telah usai, beliau bersabda: “Apakah kalian kehilangan seseorang?.” Mereka menjawab; “Ya, wahai Rasulullah, kami kehilangan si fulan dan si fulan. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Sedangkan aku kehilangan Julaibib, tolong cari dia!.” Maka mereka mencarinya dan mereka mendapatkannya telah membunuh tujuh orang kemudian mereka (musuh) berhasil membunuhnya. Maka Rasulullah saw. datang dan berdiri dihadapan jenazahnya Julaibib seraya bersabda: “Dia telah membunuh tujuh orang, dan kemudian mereka membunuhnya, dia adalah termasuk dariku dan akupun termasuk darinya. Dia telah membunuh tujuh orang, dan kemudian mereka membunuhnya, dia adalah termasuk dariku dan aku pun termasuk darinya.” Kemudian dia dibawa ke hadapan Rasulullah saw., lalu diletakkan diatas lengan beliau, tidak ada alas kecuali lengan Rasulullah saw. hingga dia dikuburkan, dan rowi Abu Barzah tidak menyebutkan bila jenazahnya dimandikan.
Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengkabarkan kepada kami {Muhammad bin Mihzam Al ‘Abdy} dari {Abu Thalut Al ‘Abdy} berkata; aku telah mendengar {Abu Barzah} ketika ia pergi meninggalkan Ubaidullah bin Ziyad dalam keadaan marah sambil mengeluarkan kata-kata; “Aku tidak pernah mengira akan hidup hingga masa yang suatu kaum mengejekku karena telah menjadi sahabat Muhammad saw., ” lalu mereka mengatakan; “Sungguh Muhammadmu itu orang yang pendek lagi gemuk.” Padahal aku telah mendengar Rasulullah saw. mennyebutkan tentang Al Haudh (telaga di Surga), beliau bersabda: “Maka barangsiapa yang mendustakannya maka Allah tabaraka wata’ala tidak akan memberinya minum darinya.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad} -dan aku telah mendengarnya dari Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah- telah mengkabarkan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Yazid bin Ziyad} dari {Sulaiman bin ‘Amru bin Al Ahwash}; telah mengabarkan kepada kami si pemelihara rumah ini yaitu {Abu Hilal} berkata; Aku telah mendengar {Abu Barzah} berkata; “Kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam sebuah perjalanan, beliau mendengar dua orang sahabatnya sedang menyanyi (berpantun) yang salah satunya membalas perkataan yang lain. Orang tersebut(salah satu dari mereka) Berkata; “Para penolongku masih saja kelihatan tulangnya, bersembunyi untuk menghindar dari perang tapi malah mati berkalang tanah(mati terkubur).” Maka Nabi saw. bersabda; “Perhatikan siapa keduanya itu!.” Mereka menjawab; “Keduanya adalah si fulan dan fulan!.” Maka Nabi saw. berdo’a; “Ya Allah, balikkanlah mereka (kuburkan atau matikan) dan campakkanlah mereka ke dalam neraka!.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdul wahhab bin Abdul Hamid} telah menceritakan kepada kami {Khalid} dari {Abu Minhal} dari {Abu Barzah} bahwa sesungguhnya Nabi saw. membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan tidak menyukai berkata-kata(ngobrol, ngerumpi) setelahnya(setelah ‘Isya).
Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Sukain bin Abdul Aziz} telah menceritakan kepada kami {Sayyar bin Salamah Abu Minhal}, ia berkata; “Aku dan ayahku datang menemui {Abu Barzah} dan di telingaku waktu itu ada dua anting-anting sedang aku waktu itu masih kecil.” Ia melanjutkan; lalu Rasulullah saw. bersabda: “Para pemimpin itu dari Quraisy (beliau ulangi perkataan beliau itu hingga tiga kali), mereka tiada akan melakukan(kezhaliman) (beliau ulangi perkataan beliau itu juga hingga tiga kali), bila mereka menghukumi sesuatu mereka akan berbuat adil, dan bila kalian meminta belas kasihan mereka akan mengasihi kalian, serta mereka akan selalu menepati janji yang telah mereka janjikan. Maka barang siapa yang tidak melakukannya(mengangkat mereka menjadi pemimpin), maka laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia akan menimpanya.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengkabarkan kepada kami {Al Azraq bin Qais} dari {Syarik bin Syihab} berkata; Aku berangan-angan untuk bertemu dengan salah seorang dari sahabat Nabi saw. yang dapat memberikan kepadaku hadits yang menerangkan tentang orang khawarij, lalu aku bertemu dengan {Abu Barzah} di padang Arafah ketika dia bersama dengan murid-muridnya, lalu aku berkata; “Wahai Abu Barzah, ceritakanlah kepada kami suatu hadits yang kamu dengar dari Rasulullah saw. tentang orang Khawarij!.” Lalu dia berkata; “Aku akan mengatakan kepada kalian hadits yang didengar oleh telingaku dan mataku juga melihatnya, suatu saat didatangkan kepada Rasulullah saw. uang dinar yang amat banyak, lalu beliau membaginya. Sementara ada seseorang yang berkulit hitam dengan rambut yang baru dipangkas, memakai baju yang sangat putih serta diantara kedua matanya ada bekas sujud, dia menuju ke hadapan Rasulullah saw. dari arah depan, tapi dia tidak mendapatkan apapun dari pembagian Rasulullah, lalu dia datang dari arah belakang beliau, namun juga tidak diberikan. Lalu dia berkata; “Demi Allah, wahai Muhammad, kamu tidak adil dalam pembagian mulai hari ini!” Maka Rasulullah saw. pun marah, kemudian beliau bersabda: “Demi Allah, kalian tidak akan mendapatkan orang yang lebih adil dari padaku setelahku.(beliau mengucapkannya hingga tiga kali) kemudian beliau bersabda: “Akan muncul dari arah timur orang-orang yang dia termasuk dari golongan mereka, ciri atau tandanya persis seperti ini, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaannya tidak melewati kerongkongannya, mereka keluar dari agama (Islam) sebagaimana panah menembus sasarannya dan mereka tidak dapat kembali (kepada ajaran Islam). Lalu beliau meletakkan tangannya diatas dadanya seraya bersabda: “Kebiasaan mereka adalah membotak rambut, mereka terus keluar hingga keluar orang yang terakhir dari mereka. Maka apabila kalian melihat mereka maka bunuhlah mereka! (Beliau mengatakannya hingga tiga kali). mMereka adalah makhluk yang paling jelek (beliau mengatakannya juga hingga tiga kali).” Hammad berkata; “Mereka tidak dapat kembali (kepada Islam).”
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit} dari {Kinanah bin Nu’aim Al Adawy} dari {Abu Barzah Al Aslamy} menyebutkan bahwa ada seorang lelaki bernama Julaibib yang suka memasuki tempat wanita, mondar-mandir di hadapan mereka dan suka mengajak mereka bercanda. Lalu aku mengatakan pada istriku; “Jangan sekali-kali Julaibib mendatangimu, sungguh kalau dia menemuimu, aku akan berbuat sesuatu dan aku akan berbuat sesuatu. Dan sudah menjadi tradisi orang-orang Anshar bila ia memiliki wanita janda, maka ia tidak menikahkan anak putrinya sehingga mengetahui apakah Nabi saw. memiliki hajat atau tidak. Maka Rasulullah saw. bersabda kepada seorang lelaki Anshar: “Nikahkanlah aku dengan anak perempuanmu!.” Lalu ia menjawab; “Silahkan kehormatan dan kemuliaan buatku.” Lalu beliau bersabda: “Sungguh aku menginginkannya bukan untukku.” Lalu ia bertanya; “Lalu untuk siapa wahai Rasulullah?.” Beliau bersabda: “Untuk Julaibib.” Ia mengatakan; “Wahai Rasulullah, aku akan bermusyawarah dulu dengan ibunya.” Lalu ia mendatangi istrinya dan mengatakan padanya; “Rasulullah saw. hendak menikahi putrimu.” Istrinya menjawab; “Sungguh kehormatan dan kemuliaan buatku.”Suaminya berkata; “Tetapi bukan untuk beliau, beliau melamarkan untuk Julaibib.” Istrinya berkata; “Apakah Julaibib itu anaknya, apakah Julaibib itu anaknya, apakah Julaibib itu anaknya?, demi Allah, jangan kau nikahkan putrimu dengan Julaibbib!.” Ketika ia bangun dan hendak melaporkan keputusan istrinya kepada Rasulullah saw., puterinya berkata; “Siapa yang meminangku pada kalian?.” Lalu ibunya mengkabarkannya. Lalu puterinya itu berkata; “Apakah kalian hendak menolak perintah Rasulullah saw.?, relakanlah aku sungguh beliau tidak akan menyengsarakan aku.” Lalu datanglah ayahnya kepada Rasulullah saw. dan mengkabari beliau, ia berkata; “Nikahkanlah ia!.” Lalu Rasulullah saw. menikahkannya dengan Julaibib. Ia (Abu Barzah) berkata; Lalu Rasulullah saw. keluar untuk berperang hingga peperangan usai dan semua atas kehendak Allah, lalu beliau bersabda pada para sahabatnya: “Apakah kalian kehilangan seseorang?.” Mereka menjawab; “Kami kehilangan Fulan, kami kehilangan si fulan.” Beliau bersabda: “Lihatlah, apakah kalian kehilangan seseorang?.” Mereka menjawab; “Tidak.” Lalu Rasulullah bersabda: “Tetapi aku kehilangan seseorang, aku kehilangan Julaibib, carilah ia di antara orang-orang yang meninggal.” Ia berkata; “Lalu mereka mencarinya dan berhasil menemukannya diantara tujuh orang musuhnya yang berhasil ia bunuh kemudian mereka membunuhnya.” Lalu mereka berkata; “Wahai Rasulullah, ini dia diantara tujuh orang yang mati, mereka berhasil ia bunuh lalu mereka membunuhnya.” Lalu datanglah Rasulullah saw. dan berdiri didekatnya seraya bersabda: “Ia telah membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya, ia adalah bagianku dan aku dari golongannya (beliau ulang dua atau tiga kali).” Lalu Rasulullah saw. memanggulnya dan beliau menguburkannya yang tiada tumpuan kecuali pundak Rasulullah saw. hingga beliau letakkan di tempat kuburnya dan tidak disebutkan bahwa ia dimandikan.” Tsabit berkata dengan tambahan; “Hingga di kemudian hari tidak ada seorang Anshar yang lebih banyak berderma daripada isterinya, dan Ishak bin Abdullah bin Abu Thalhah menceritakan pada Tsabit, ia berkata; “Apakah kalian tahu apa yang diucapkan Rasulullah saw. untuknya?.”, ia melanjutkan; “Allahumma shubba ‘alaihal khair shubba, walaa taj’al ‘aisyaha kaddan kaddan (Ya Allah berikanlah kebaikan untuk isterinya yang melimpah, dan jangan engkau beri dalam kehidupannya kesempitan-kesempitan).” Ia berkata; “Tiada seorang janda Anshar yang paling banyak berinfak melebihi dia isteri Julaibib.” Abu Abdurrahman berkata; “Tidak ada seorang yang menceritakan hadits ini kecuali Hammad bin Salamah yang paling baik haditsnya.