Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengkabarkan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit Al Bunany} dari {Abu Burdah} dari {Bapaknya} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Bila salah seorang diantara kalian melewati pasar, majlis ataupun masjid sedang ia membawa tombak, hendaklah ia genggam (ia tutup) mata anak panahnya (beliau ulangi ucapannya tiga kali).” Abu Musa berkata; “Kami tiada henti mendapat luka (gangguan) karena tombak kami hingga sebagian kami memegangnya dengan baik (maksudnya dengan menutup mata anak panah) ketika berhadapan sebagian lain.”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengkabarlan pada kami {Al Jurairy} dari {Abu Utsman An-Nahdy} dari {Abu Musa Al ‘Asy’ari}, ia berkata; “Kami bersama nabi saw. dalam suatu peperangan lalu kami mempercepat untuk kembali dan mengemasi ghanimah (rampasan perang), hingga ketika kami sampai di penduduk kampung, salah seorang diantara kami bertakbir.” Ia melanjutkan; “Aku mengira orang tersebut meninggikan suaranya.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, (beliau bersabda dan menunjukkan jarinya seperti ini, Yazid menirukannya seakan ia menunjukkan jari).Wahai sekalian manusia, sungguh tidaklah kalian memanggil Dzat Yang tuli dan jauh, sesungguhnya yang kalian panggil adalah tidak jauh dari ujung pelana kalian.” Kemudian beliau melanjutkan, “Wahai Abdullah bin Qais atau Abu Musa, Maukah kalian aku tunjukkan satu kalimat dari simpanan surga?.” Maka aku berkata; “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Katakanlah Laa Haula Wala Quwwata Illa Billahi (Tiada daya kekuatan dan upaya kecuali dari Allah”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengkabarkan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit Al Bunany} berkata; telah menceritakan kepada kami {seorang} yang telah mendengarnya dari {Hithan bin Abdullah} yang telah menceritakan dari {Abu Musa Al’Asy’ary} berkata; Aku pernah mengatakan pada seorang laki-laki; “Duhai, seyogyanya kita jadikan hari kita ini untuk Allah ‘azza wajalla, seakan Rasulullah saw. menyaksikan hari ini lalu beliau berkhutbah.” Lantas ia berkata; “Dan diantara mereka pun ada seorang yang mengatakan, “Maka benar-benar kita jadikan hari ini untuk Allah ‘azza wajalla.” Sementara laki-laki itu terus mengucapkan kata-kata itu hingga aku berangan-angan kalau bumi menenggelamkanku.”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengkabarkan kepada kami {Al Jurairy} dari {Ghunaim bin Qais} dari {Abu Musa Al’Asy’ary} berkata dari Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya hati ini seperti bulu yang terdapat di tanah yang tandus, sedang angin secara leluasa membolak-balikkannya.” Bapakku berkata; ” {Ismail} tidak merafa’kan hadits ini dari {Jurairi}.”
Telah menceritakan kepada kami {Rauh}, ia berkata; telah menceritakanpada kami {Sa’id} dari {Qatadah}, ia berkata; telah menceritakan {Abu Burdah bin Abdullah bin Qais} dari {Bapaknya} berkata; Bapakku berkata; “Kalaulah kamu tahu apa yang ada pada kami sewaktu kami bersama Nabi saw. ketika kami tengah tertimpa hujan lebat, tentulah kalian mengira bau kami adalah (bau) domba sedang kami memakai kain wol.”
Telah mengkabarkan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Qatadah} dari {Abu Burdah}, ia berkata; {Abu Musa} berkata padaku; “Wahai anakku, kalaulah kamu tahu sewaktu kami bersama dengan Rasulullah sewaktu terjadi hujan lebat, kamu akan mendapati kami berbau domba.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdushomad}; telah menceritakan kepada kami {Tsabit}; telah menceritakan kepada kami {‘Ashim} dari {Abu Mijlaz} berkata; ” {Abu Musa Al’Asy’ary} shalat mengimami teman-temannya ketika dalam perjalanannya dari Makkah ke Madinah, shalat ‘Isya dua raka’at lalu salam kemudian berdiri lalu shalat lalu membaca seratus ayat dari surat An-Nisa’ hanya dalam satu rakaat, lalu perbuatannya tersebut diinkari oleh para sahabatnya. Maka dia pun berkata; “Aku tidak akan mengurangi hak kakiku untuk berdiri sebagaimana Rasulullah saw. juga melakukannya, dan aku mengerjakannya sebagaimana Rasulullah saw. juga mengerjakan.”
Telah mengkabarkan kepada kami {Abdushomad} dan {‘Affan}, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {Hammam}, ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Imron Al Jauny}, ia berkata; Sesungguhnya Abu Bakar, dan katanya ‘Affan dari {Abu Bakar bin Abdullah bin Qais Al ‘Asy’ary} mengkabarkan dari {Bapaknya} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “(Di surga) ada kemah (istana) rumah cekung yang tingginya mencapai enam puluh mil menjulang ke angkasa. Di setiap pojoknya ada keluarga mukmin yang tiada saling melihat satu dengan yang lain.” Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Hammad} ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dan ia menyebutkan yang sama dengan hadits lain dari {Abu Musa Al ‘Asy’ary} ra. dan dialah musnad orang-orang Kufah terakhir.
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah memberitakan pada kami {Ma’mar} dari {Mathar} dari {Abdullah bin Buraidah Al Aslamy} berkata; Ubaidullah bin Ziyad masih ragu-ragu tentang Al Haudh (telaga di surga) maka dia pun mengutus seseorang ke Abu Barzah Al Aslamy yang menyampaikan pesan agar menemui Ubaidillah bin Ziyad. Lalu utusan tersebut mendatanginya, sesampainya di sana, para sahabat Ubaidullah bertanya kepada {Abu Barzah al-aslamy}; “Sang amir (pemimpin) kita mengutus utusan kepadamu, dalam rangka menanyakan kepadamu tentang Al Haudh (telaga di surga), apakah engkau pernah mendengar dari Rasulullah saw. tentang hal itu?.” Dia menjawab; “Ya, aku telah mendengar Rasulullah saw. menyebutkannya bahwa barangsiapa yang mendustakannya(Al Haudh) maka Allah tidak akan memberi minum darinya.”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun}; telah mengkabarkan kepada kami {Sulaiman At Taimy} dari {Sayyar Abul Minhal} dari {Abu Barzah} bahwasanya Rasulullah saw. membaca enam puluh ayat sampai seratus ayat pada saat shalat subuh.