Telah menceritakan kepada kami {‘Arim}, telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} ia berkata; dan {ayahku} telah bercerita kepadaku dari {Al ‘Ala` bin ‘Umair}, dia berkata; ‘Aku pernah bersama {Qatadah bin Milhan} ketika ia tengah sekarat. Lalu, lewatlah seorang laki-laki dari dalam rumah, Al ‘Alla` berkata; “Kulihat wajah Qatadah.” Katanya lagi, “Ketika aku melihatnya, seakan-akan ada kilapan minyak di wajahnya.” Katanya; “Rasulullah saw. dulu pernah mengusap wajahnya.” Abu Abdurrahman berkata; telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ma’in} dan {Huraim Abu Hamzah} keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} lalu ia menyebutkan seperti hadits di atas.”
Telah menceritakan kepada kami {Bahz}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, telah menceritakan kepada kami {Anas bin Sirin} dari {Abdul Malik} seorang laki-laki dari bani Qais bin Tsa’labah dari {Ayahnya} bahwa Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam pernah memerintahkan puasa Ayyam Bidh dan beliau bersabda: “Seperti puasa sebulan atau selama-lamanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Rauh}, telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Anas bin Sirin} dari {Abdul Malik bin Qatadah bin Milhan AL Qaisy} dari {Ayahnya} ia berkata; “Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam pernah memerintahkan kami berpuasa yaumul bidh, yaitu; tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas, dan beliau bersabda: “ia seperti puasa selamanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Rauh}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, ia berkata; saya mendengar {Anas bin Sirin} berkata; saya mendengar {Abdul Malik bin Minhal} menceritakan dari {Ayahnya}, ia berkata; -dan bapaknya adalah salah seorang sahabat Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam- Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam pernah memerintahkan puasa yaumul Bidh, beliau bersabda: “Ia seperti puasa selama-lamanya.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Humaid bin Hilal}, ia berkata; saya mendengar {Mutharrif} menceritakan dari {seorang Arab badui} ia berkata; “Saya melihat Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam mengenakan sandal yang ditambal (dijahit).”
Telah menceritakan kepada kami {Isma’il}, telah menceritakan kepada kami {Al Jurairi} dari {Abu Salil} ia berkata; telah menceritakan kepadaku {Mujibah} seorang yang sudah lanjut usia dari Bahilah, dari {Ayahnya} atau dari pamannya, dia berkata; “Suatu kali, aku pernah datang kepada Rasulullah saw. untuk suatu keperluan. Beliau kemudian bersabda: “Siapakah kamu?.” Dia berkata, ‘Tidakkah Anda mengenal saya? ‘ Beliau bersabda lagi: “Siapakah kamu?.” Dia berkata; ‘Saya adalah orang Bahili yang mendatangi Anda pada tahun pertama.’ Beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu dulu mendatangiku dengan badan, warna kulit, dan penampilan yang bagus. Lantas apa yang menyebabkanmu menjadi sebagaimana yang kulihat ini?.” Dia menjawab; ‘Demi Allah, saya tidak pernah makan setelah (aku berpisah dengan) anda kecuali di malam hari.’ Sabda beliau: “Siapakah yang memerintahkanmu menyiksa diri? ‘Siapakah yang memerintahkanmu menyiksa diri? ‘Siapakah yang memerintahkanmu menyiksa diri?.” (beliau mengulanginya hingga tiga kali), Berpuasalah pada bulan kesabaran, yaitu Ramadhan.” Aku berkata; ‘Sesungguhnya saya masih kuat dan saya ingin Anda menambahnya untuk saya’. Sabda beliau: “Berpuasalah satu hari setiap bulan.” Kukatakan, ‘Sesungguhnya saya masih kuat dan saya ingin Anda menambahnya untuk saya.’ Beliau bersabda: “Berpuasalah dua hari setiap bulan.” Kukatakan; ‘Sesungguhnya saya masih kuat dan saya ingin Anda menambahnya untuk saya.’ Beliau bersabda: “Kamu tidak akan mampu melaksanakan pada bulan kesabaran (Ramadhan) dan dua hari pada tiap bulan.” ‘Aku berkata; ‘Sesungguhnya saya masih kuat dan saya ingin Anda menambahnya untuk saya.’ Beliau bersabda: “Kalau begitu, tiga hari.” Beliau berkata sembari menajamkan pandangannya pada kali yang ketiga. Aku tetap saja berkata; ‘Sesungguhnya saya masih kuat dan saya ingin Anda menambahnya untuk saya.’ Beliau bersabda: “(Berpuasalah) pada bulan-bulan haram, dan berbukalah.”
Telah menceritakan kepada kami {Bahz}, telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Abdullah bin Utsman Ats TSaqafi} bahwa seorang lelaki juling matanya dari bani Tsaqif, Qatadah mengatakan; Ia biasa dipanggil dengan Ma’ruf -maksudnya ia digelari dengan kebaikan ia disebut juga {Zuhair bin ‘Utsman} bahwa Nabi saw. bersabda: “Walimah adalah hak, pada hari kedua adalah perbuatan ma’ruf, sedangkan pada hari ketiga adalah sum’ah dan riya.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdushamad}, telah menceritakan kepada kami {Hammam}, telah menceritakan kepada kami {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Abdullah bin Utsman Ats Tsaqafi} dari seorang lelaki juling matanya dari bani Tsaqif, {Qatadah} berkata; Ia biasa dipanggil dengan Ma’ruf kalu tidak salah namanya {Zuhair bin ‘Utsman} sebenarnya aku tidak tahu nama aslinya, bahwa Nabi saw. bersabda: “Walimah adalah hak, pada hari kedua adalah perbuatan ma’ruf, sedangkan pada hari ketiga adalah sum’ah dan riya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 19438
Kitab 11 : Musnad Penduduk Bashrah
Bab : Hadits Anas bin Malik seorang dari Bani Abdullah bin Ka’b ra.
Telah menceritakan kepada kami {Isma’il}, telah menceritakan kepada kami {Ayyub}, ia berkata; {Abu Qilabah} menceritakan padaku dengan hadits ini, lalu ia mengatakan padaku; “Apakah kamu tahu mengenai {orang} yang telah menyampaikan hadits kepadaku?.” Ayyub berkata; Lalu Abu Qilabah menunjukiku dan aku mendatangi orang tersebut, lalu orang itu berkata; telah menceritakan padaku orang yang dekat denganku namanya {Anas bin Malik}, ia berkata; Aku datang kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam karena unta tetanggaku yang ditahan. Lalu aku berhenti karena beliau sedang makan dan beliau menawariku makan, namun aku memberitahukannya bila aku sedang berpuasa, beliau bersabda: “Teruskan atau lanjutkanlah! Aku kabarkan padamu bahwa Allah Tabaraka Wa Ta’ala menjadikan orang yang sedang musafir tapi berpuasa dan meneruskan shalat (tidak mengqasar), demikian juga wanita yang hamil dan menyusui bahwa mereka akan menyesal.” Anas berkata; “Ketahuilah, akhirnya aku berbuka dan makan bersama dengan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam ketika ia mengundangku untuk makan.” Telah menceritakan kepada kami {Abdushamad}, telah menceritakan kepada kami {Abu Hilal}, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Sawadah Al Qusyairi} dari {Anas bin Malik} salah seorang bani Ka’ab saudara dari bani Qusyair, ia berkata; “Kami iri dengan kuda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam, lalu kami mendatangi beliau, sesampainya di sana beliau tengah keadaan makan, beliau lalu berkata kepadaku: “Mari makan!.” Aku berkata; “Sungguh aku sedang berpuasa.” Lalu ia menyebutkan hadits tersebut.
Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, telah mengabarkan kepadaku {Qatadah} -dan {Bahz} berkata; telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {Qatadah} berkata; saya mendengar- {Zurarah bin Aufa} menceritakan dari {Ubay bin Malik} dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa mendapati kedua orang tuanya, atau salah satunya, kemudian setelah itu ia masuk Neraka, berarti Allah telah menjauhkan dan membinasakannya.”