Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Amr bin ‘Utsman bin Mauhab} dari {Musa bin Thalhah}, ia berkata; Kami memiliki buku {Mu’adz}; dari Nabi saw., sesungguhnya ia hanya memungut sedekah dari gandum, jelai, anggur dan kurma.
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Sufyan} dari {Jabir} dari {Muhammad bin Zaid} dari {Mu’adz}, ia berkata; Rasulullah saw. mengutusku ke suatu perkampungan arab, beliau memerintahkanku untuk memunggut bagian bumi. Berkata {‘Abdur Razzaq} dari {‘Sufyan} dari {Jabir} dari {‘Abdur Rahman bin Al Aswad} dari {Muhammad bin Zaid}, maksudnya dalam hadits {Mu’adz}.
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Isra`il} dari {Abu Ishaq} dari {‘Amr bin Maimun} dari {Mu’adz}, ia berkata; Saya pernah membonceng Rasulullah saw., beliau bersabda; “Hai Mu’adz! Apa hak Allah atas manusia?” saya menjawab; Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: “Bahwa kalian menyembahnya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” Rasulullah saw. bersabda: “Apa kau tahu hak manusia atas Allah bila mereka melakukan hal itu?” saya menjawab; Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak menyiksa mereka.”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {An Nahhas bin Qahm} telah menceritakan kepada kami {Syaddad Abu ‘Ammar} dari {Mu’adz bin Jabal}, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Enam tanda-tanda kiamat; kematianku, penaklukkan Baitul Maqdis, kematian yang menyerang manusia laksana kematian kambing yang cepat, muncul fitnah yang serangannya masuk ke rumah setiap orang muslim, orang diberi seribu dinar kemudian ia marah, Romawi berkhianat kemudian mereka pergi dalam delapan bendera, dibawa setiap bendera ada duabelas (pasukan).”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Al A’masy} dari {Abu Sufyan} dari {Anas bin Malik}, ia berkata; Kami mendatangi {Mu’adz bin Jabal} lalu kami berkata; Ceritakanlah hadits-hadits gharib dari Rasulullah saw., ia berkata; Ya, saya pernah membonceng Rasulullah saw. diatas keledai, beliau bersabda; “Hai Mu’adz!” saya menjawab; Baik, wahai Rasulullah! Rasulullah saw. bersabda: ” Apa hak Allah atas manusia?” saya menjawab; Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: “Bahwa kalian menyembahNya dan tidak menyekutukaNnya dengan sesuatu pun.” Rasulullah saw. bersabda: “Hai Mu’adz!” saya menjawab; Baik, wahai Rasulullah! Rasulullah saw. bersabda: “Apa kau tahu hak manusia atas Allah bila mereka melakukan hal itu?” saya menjawab; Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: “Allah tidak menyiksa mereka.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dan {‘Abdur Razzaq}, ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Abu Ishak} dari {‘Amr bin Maimun} dari {Mu’adz bin Jabal}, ia berkata; Saya pernah membonceng Rasulullah saw. diatas keledai, beliau bersabda; ” Apa hak Allah Azza wa Jalla atas manusia?” saya menjawab; Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: “Bahwa kalian menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun.” Rasulullah saw. bersabda: ” Apa kau tahu hak manusia atas Allah bila mereka melakukan hal itu?” saya menjawab; Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda: “Mengampuni mereka dan tidak menyiksa mereka.” Berkata Ma’mar dalam haditsnya, Mu’adz berkata; Wahai Rasulullah! Bolehkah saya sampaikan khabar gembira ini kepada orang-orang. Rasulullah saw. bersabda: “Biarlah mereka beramal.” Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Hushain} dari {Al Aswad bin Hilal} dari {Mua’dz} hadits serupa.
Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Atho` bin As Sa`ib} dari {Abu Rozin} dari {Mu’adz}, bahwa Nabi saw. bersabda; “Maukah kau aku tunjukkan salah satu pintu surga?” ia bertanya; Apa itu? Rasulullah saw. bersabda: “Laa haula wa laa quwwata illa billaah.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman} telah menceritakan kepada kami {Qurroh bin Kholid} dari {Abu Az Zubair} telah menceritakan kepada kami {Abu Ath Thufail} telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Jabal}, ia berkata; Rasulullah saw. pergi dalam salah satu perjalanan beliau saat perang Tabuk, beliau menjamak dhuhur dan ashar, maghrib dan isya’. Saya bertanya; Apa yang menyebabkan beliau melakukannya. Ia menjawab; Agar tidak memberatkan ummat beliau.
Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Yunus} dari {Humaid bin Hilal} dari {Hishshan bin Al Kahin}, ia berkata; Saya masuk masjid Jami’ di Bashrah, saya duduk mendekati {seorang Syeikh} yang sudah beruban rambut dan jenggotnya. Ia berkata; telah menceritakan kepadaku {Mu’adz bin Jabal} dari Rasulullah saw., beliau bersabda; “Tidaklah jiwa meninggal dunia sementara ia bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah dan aku utusan Allah, dan itu semua kembali ke hati yang meyakini, kecuali Allah akan mengampuninya.” Saya bertanya padanya; ‘Kau mendengarnya dari Mu’adz? ‘ Pertanyaanku ini sepertinya menjadikan orang-orang bersikap keras kepadaku. Maka orangtua itu berkata; ‘Jangan kalian bersikap keras padanya dan jangan mencelanya, biarkan dia.’ Ya, saya mendengarnya dari Mu’adz menceritakannya dari Rasulullah saw. Isma’il sesekali meriwayatkan dari Rasulullah saw., ia berkata; saya berkata kepada sebagaian dari mereka; Siapa itu. Ia menjawab; Ia ‘Abdur Rahman bin Samuroh. Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul A’la} dari {Yunus} dari {Humaid bin Hilal} dari {Hishshan bin Al Kahin}, -ayahnya seorang dukun dimasa jahiliyah- ia berkata; Saya masuk masjid ‘Utsman bin ‘Affan, disana ada seorang {Syaikh} beruban rambut dan jenggotnya menceritakan dari {Mu’adz} dari Rasulullah saw. kemudian ia menyebutkan hadits diatas.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu ‘Adi} dari {Al Hajjaj bin Abu ‘Utsman} telah menceritakan kepadaku {Humaid bin Hilal} telah menceritakan kepada kami {Hishshan bin Al Kahin Al ‘Adawi}, ia berkata; Saya duduk disuatu majlis disana ada {‘Abdur Rahman bin Samurah} dan saya tidak mengetahuinya, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Jabal}, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah ada suatu jiwa diatas muka bumi yang meninggal dunia dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun dan bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah, dan semua itu kembali ke hati yang meyakini, melainkan ia akan diampuni.” Saya berkata; Engkau mendengar hadits itu dari Mu’adz bin Jabal? Kemudian orang-orang memperlakukanku dengan sikap kasar Orang tua itu berkata; ‘Biarkan dia karena ia tidak berkata buruk. Ya, saya mendengarnya dari Mu’adz bin Jabal, ia mengira mendengarnya dari Rasulullah saw. Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi ‘Adi} dari {Habib bin Asy-Syahid} dari {Humaid bin Hilal} dari {Hishshan bin Al Kahin} dari {‘Abdur Rahman bin Samurah} dari {Mu’adz} perkataan serupa.