Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21480

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ جَلِيسٍ كَانَ لِأَبِي قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو قَتَادَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَقَامَ الْبَيِّنَةَ عَلَى قَتِيلٍ فَلَهُ سَلَبُهُ

Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {‘Umar bin Katsir bin Aflah} dari {Abu Muhammad -salah seorang teman Abu Qatadah-} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Abu Qatadah} bahwa Rasulullah saw. bersabda; “Barangsiapa bisa mengajukan bukti atas orang yang dibunuhnya dalam suatu peperangan, ia berhak mendapatkan barang bawaannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21481

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ أَبُو إِسْمَاعِيلَ عَنْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي عَتَّابٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي سُلَيْمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي يَحْمِلُ أُمَامَةَ أَوْ أُمَيْمَةَ بِنْتَ أَبِي الْعَاصِ وَهِيَ بِنْتُ زَيْنَبَ يَحْمِلُهَا إِذَا قَامَ وَيَضَعُهَا إِذَا رَكَعَ حَتَّى فَرَغَ

Telah menceritakan kepada kami {Bisyr bin Al Mufadhdhol Abu Isma’il} dari {‘Abdur Rahman bin Ishaq} dari {Zaid bin Abu ‘Attab} dari {‘Amr bin Abu Sulaim} dari {Abu Qatadah} berkata; Aku melihat Rasulullah saw. shalat dengan menggendong Umamah atau Umaimah binti Abi Al ‘Ash, ia adalah putri Zainab. Beliau menggendongnya bila berdiri dan meletakkannya bila ruku’ hingga usai shalat.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21482

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَؤُمُّنَا يَقْرَأُ بِنَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ صَلَاةِ الظُّهْرِ وَيُسْمِعُنَا الْآيَةَ أَحْيَانًا وَيُطَوِّلُ فِي الْأُولَى وَيُقَصِّرُ فِي الثَّانِيَةِ وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يُطَوِّلُ فِي الْأُولَى وَيُقَصِّرُ فِي الثَّانِيَةِ وَكَانَ يَقْرَأُ بِنَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ

Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Hisyam Ad Dustuwa`i} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} dari {‘Abdullah bin Abu Qatadah} dari {ayahnya} berkata; Rasulullah saw. mengimami kami, pada dua rakaat pertama shalat dzuhur beliau membaca bersama kami dan terkadang memperdengarkan, beliau memperlama rakaat pertama dan mempercepat rakat kedua. Beliau juga melakukan seperti itu saat shalat shubuh, beliau memperlama rakaat pertama dan mempercepat rakaat kedua. Beliau membaca bersama kami pada kedua rakaat pertama shalat ‘ashar.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21483

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُخْلَطَ شَيْءٌ مِنْهُ بِشَيْءٍ وَلَكِنْ لِيُنْتَبَذْ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى حِدَةٍ

Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul A’la} dari {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {‘Abdullah bin Abu Qatadah} dari {Abu Qatadah} bahwa Nabi saw. melarang mencampurkan sesuatu dengan yang lain tapi hendaklah masing-masing dari keduanya disingkirkan secara tersendiri.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21484

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنِ ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ أَوْ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ أَوْ يَسْتَطِيبَ بِيَمِينِهِ

Telah menceritakan kepada kami {‘Abdul Wahhab Ats Tsasqofi} dari {Ayyub} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Ibnu Abi Qatadah} dari {ayahnya} bahwa Nabi saw. melarang bernafas di dalam bejana, menyentuh kemaluan dengan tangan kanan atau bercebok dengan tangan kanan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21485

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مَالِكٌ يَعْنِي ابْنَ أَنَسٍ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الزُّبَيْرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Malik bin Anas} dari {‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair} dari {‘Amr bin Sulaim} dari {Abu Qatadah} berkata; Rasulullah saw. bersabda; “Bila salah seorang dari kalian masuk masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21486

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ فَإِذَا رَكَعَ وَسَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا

Telah menceritakan kepada kami {‘Abdur Rahman bin Mahdi} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {‘Amir bin ‘Abdullah} dari {‘Amr bin Sulaim} dari {Abu Qatadah} bahwa Rasulullah saw. shalat dan beliau menggendong Umamah binti Zainab, bila ruku’ dan sujud, beliau meletakkannya dan bila berdiri beliau menggendongnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21487

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَكُنْتُ أَرَى الرُّؤْيَا أُعْرَى مِنْهَا غَيْرَ أَنِّي لَا أُزَمَّلُ حَتَّى لَقِيتُ أَبَا قَتَادَةَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَحَدَّثَنِي عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَأَى رُؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلَا يُخْبِرْ بِهَا وَلْيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ قَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً أُخْرَى فَإِنَّهُ لَنْ يَرَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ

Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} berkata; Aku bermimpi, seolah-olah aku terkena demam karena ketakutan, karena tak kuat kupendam sendirian, maka aku temui {Abu Qatadah} dan kuberitahukan hal itu, ia menceritakan kepadaku dari Rasulullah saw., beliau bersabda; “Mimpi itu dari Allah sedangkan mimpi buruk itu dari setan. Barangsiapa yang bermimpi melihat sesuatu yang tidak disukai maka jangan memberitahukannya dan hendaklah meludah tiga kali ke arah kirinya lalu hendaklah berlindung kepada Allah dari keburukannya karena (mimpinya) tidaklah membahayakannya.” Di lain kesempatan Sufyan mengatakan; Niscaya ia tidak bermimpi sesuatu yang dibencinya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21488

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ سَمِعَهُ مِنْ أَبِي مُحَمَّدٍ سَمِعَهُ مِنْ أَبِي قَتَادَةَأَصَابَ حِمَارَ وَحْشٍ يَعْنِي وَهُوَ مُحِلٌّ وَهُمْ مُحْرِمُونَ فَسَأَلُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُمْ بِأَكْلِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Shalih bin Kaisan} ia mendengarnya dari {Abu Muhammad} ia mendengarnya dari {Abu Qatadah}; Ia mendapatkan keledai liar saat ia tidak dalam keadaan ber-ihram sedang mereka berihram, mereka bertanya kepada Nabi saw. kemudian beliau memerintahkannya untuk memakannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 21489

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Qatadah Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ جَلِيسُ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَبَارَزْتُ رَجُلًا يَوْمَ حُنَيْنٍ فَنَفَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَلَبَهُ

Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {‘Umar bin Katsir bin Aflah} dari {Abu Muhammad -teman Abu Qatadah-} dari {Abu Qatadah} berkata; Aku bisa mengalahkan seseorang saat perang Hunain kemudian Rasulullah saw. memberiku barang bawaan orang itu.