Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah mengkhabarkan kepada kami {Ishaq bin Abu Thalhah} dari {Abu Al Mundzir, budak Abu Dzarr} dari {Abu Umaiyah Al Makhzumi} bahwa seorang pencuri dihadapkan ke Rasulullah saw. kemudian ia mengakui tapi barangnya tidak bersamanya, Rasulullah saw. bersabda kepadanya; “Menurutku kau tidak mencuri.” Orang itu menjawab; Betul, aku telah mencuri. Orang itu mengulangi ucapannya sebanyak dua atau tiga kali, kemudian Rasulullah saw. bersabda; “Potonglah tangannya.” Mereka membawanya lalu memotong tangannya. Setelah itu mereka membawanya kemudian Rasulullah saw. bersabda padanya; “Ucapkan; Aku meminta ampun pada Allah dan bertaubat padaNya.” Ia berkata; Aku meminta ampun pada Allah dan bertaubat padaNya. Rasulullah saw. bersabda; “Ya Allah! terimalah taubatnya.”
Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin ‘Amr} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Za`idah} dari {‘Ashim bin Kulaib} dari {ayahnya} bahwa {seseorang dari Anshor} memberi khabar padanya, ia berkata; Kami pergi bersama Rasulullah saw. mengikuti jenazah. Saat kembali, kami bertemu seorang utusan wanita Quraisy. Utusan itu mengatakan; ‘Hai Rasulullah saw., si Fulanah mengundangmu dan orang-orang yang bersamamu untuk makan.” Nabi saw. pun berangkat dan kami berangkat bersamanya. Lalu kami duduk seperti duduknya anak-anak di depan ayah-ayah mereka. Kemudian makanan dihidangkan, Rasulullah saw. meletakkan tangan kemudian orang-orang meletakkan tangan. Orang-orang memahami saat beliau mengunyah makanan, itu pertanda beliau tidak membolehkannya. Lalu orang-orang mengangkat tangan dan melalaikan kami. Lalu mereka ingat, dan meraih tangan kami. Kemudian seseorang memukul makanan yang ada ditangannya hingga jatuh, lalu mereka menahan tangan kami, mereka melihat apa yang dilakukan Rasulullah saw. Beliau membuang dan melemparnya, beliau bersabda; “Aku menemukan daging kambing yang diambil tanpa izin dari pemiliknya.” Wanita itu berdiri lalu berkata; ‘Wahai Rasulullah! Niatku semula, aku ingin mengumpulkan baginda dan orang-orang yang bersama baginda untuk hidangan makanan, kemudian aku pergi ke Baqi’ tapi aku tidak menemukan adanya kambing yang dijual, sedang ‘Amir bin Abu Waqqash membeli kambing dari Baqi’ kemarin, aku mengutus seorang utusan kepadanya agar ia mencarikanku seekor kambing di Baqi’ tapi tidak ada, kemudian ada yang bercerita kepadaku bahwa engkau telah membeli seekor kambing, maka kirimkanlah kepadaku, tapi utusanku tidak menemukannya. Keuarganya lantas menemukannya lalu mereka serahkan kepada Rasulullah saw. bersabda dan beliau bersabda; “Berikan kepada para tawanan.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Arim} telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir} dari {ayahnya} telah menceritakan kepada kami {As Sumaith} dari {Abu As Sawwar} telah menceritakan kepadanya dari {pamannya}, berkata; Saya melihat Rasulullah saw. diikuti oleh orang-orang lalu saya turut mengikuti mereka. Sekelompok kaum tiba-tiba datang, mereka berlari-lari kecil kemudian Rasulullah saw. mendatangiku kemudian memukulku dengan tulang ekor, dahan, siwak atau suatu benda yang beliau bawa. Demi Allah pukulan itu tidak menyakitiku lalu aku bermalam atau berkata; Tidaklah Rasulullah saw. memukulku kecuali karena suatu hal yang diketahui Allah subhanahu wata’ala berkenaan denganku. Hatiku berkata aku harus mendatangi Rasulullah saw. pagi nanti. Kemudian Jibril ‘alaihissalam turun mendatangi Nabi saw. dan berkata; ‘Engkau adalah penggembala, janganlah kau mematahkan tanduk gembalaanmu.’ Berkata Abu As Sawwar; Saat kami shalat shubuh -atau berkata; Dipagi harinya- Rasulullah saw. bersabda; “Orang-orang mengikutiku dan aku tidak suka diikuti. Ya Allah! Orang yang aku pukul atau cela, jadikanlah itu sebagai penghapus dosanya dan sebagai pahala” -atau bersabda; Ampunan, rahmat, atau seperti yang beliau sabdakan.
Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Huroim bin Sufyan} dari {Bayan} dari {Qais} dari {Abu Syahm Radhiyallahu’anhu} berkata; Seorang budak wanita melewatiku di Madinah lalu aku menarik pinggulnya. Dipagi harinya Rasulullah saw. membaiat semua orang kemudian aku mendatangi beliau tapi beliau tidak membaiatku, beliau bersabda; “Sekarang gilirannya orang yang menarik pinggul.” Aku berkata; Demi Allah aku tidak akan mengulanginya. Kemudian beliau membaiatku.
Telah menceritakan kepada kami {Suraij} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin ‘Atho`} dari {Bayan bin Bisyr} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Abu Syahm Radhiyallahu’Anhu} berkata; Aku seorang pemberani, kemudian seorang budak wanita melewatiku di sebagaian jalan Madinah lalu aku ingin menarik pinggulnya. Di keesokan harinya, orang-orang mendatangi Rasulullah saw. untuk berbaiat kepada beliau. Aku mendatangi beliau, aku membentangkan tangan untuk berbaiat kepada beliau tapi beliau menggenggam tangan, beliau bersabda; “Menurutku, kau adalah laki-laki yang menarik pinggul itu?.” Maksud beliau; Yang menarik pinggul perempuan di hari kemaren. Aku berkata; Wahai Rasulullah! Baiatah aku, demi Allah aku tidak akan mengulangi selamanya. Rasulullah saw. bersabda; “Ya kalau begitu.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Zuhair} telah menceritakan kepada kami {Simak bin Harb} dari {Qobus bin Mukhoriq} dari {ayahnya} bahwa seseorang mendatangi Rasulullah saw. lalu berkata; Bagaimana pendapat Baginda bila seseorang datang ingin mencuri atau mengambil dariku, apa yang kau perintahkan? Rasulullah saw. bersabda; “Kau agung-agungkan nama Allah di hadapannya.” Ia berkata; Bila aku melakukannya namun ia tidak berhenti? Rasulullah saw. bersabda; “Kau meminta tolong penguasa.” Ia berkata; Bila aku tidak dekat dengan seorang pun dari mereka? Rasulullah saw. bersabda; “Kau perangi dia hingga kau ditulis sebagai syuhada` akhirat atau kau menahan hartamu.”
Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Qorm} dari {Simak} dari {Qobus bin Mukhoriq} dari {ayahnya} berkata; Seseorang mendatangi Nabi saw. lalu bertanya; Bagaimana bila seseorang mendatangiku, ia mengambil hartaku? Rasulullah saw. bersabda; “Kau mengingatkan Allah subhanahu wata’ala. Ia bertanya; Bagaimana menurut Baginda bila aku sudah mengingatkannya kepada Allah subhanahu wata’ala namun ia tidak berhenti? Rasulullah saw. bersabda; “Kau meminta tolong kepada penguasa.” Ia bertanya; Bagaimana menurut Baginda bila penguasanya jauh dariku? Rasulullah saw. bersabda; “Kau meminta tolong kaum muslimin. Ia bertanya; Bagaimana menurut Baginda bila tidak ada seorang pun dari kaum muslimin yang mendatangiku dan segera mendatangiku. Rasulullah saw. bersabda; “Perangilah hingga kau menjaga hartamu, atau perangilah sehingga kau termasuk syuhada` akhirat.”
Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Jarir bin Hazim} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Dawud bin Hushain} dari {‘Abdur Rahman bin Abu ‘Uqbah} dari {Abu ‘Uqbah} -dia adalah bekas budak dari Persia- ia berkata; Aku turut perang Uhud bersama Rasulullah saw., aku memukul seorang musyrik. Aku berkata; Ambillah dariku, aku adalah budak Persia. Hal itu terdengar oleh Nabi saw. lalu beliau bersabda; “Kenapa tidak kau katakan; Ambillah dariku, aku adalah budak Anshor.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 21478
Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar
Bab : Hadits seorang laki-laki yang tidak disebut namanya ra.
Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mubarok} dari {Yunus} dari {Az Zuhri} telah menceritakan kepadaku {‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud} bahwa {salah seorang sahabat Nabi} saw. menceritakan padanya bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda; “Bila salah seorang dari kalian shalat, janganlah mengangkat pandangannya ke langit, siapa tahu pandangannya disambar.”
Telah menceritakan kepada kami {Husyaim bin Basyir} telah mengkhabarkan kepada kami {Manshur bin Zadan} dari {Qatadah} dari {‘Abdullah bin Ma’bad Az Zammanni} dari {Abu Qatadah} bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang puasa hari ‘arafah, beliau bersabda; “Penghapus (kesalahan) dua tahun.” Beliau ditanya tentang puasa hari ‘asyura`, beliau bersabda; “Pengapus (kesalahan) setahun.”