Telah menceritakan kepada kami {Attab bin Ziyad} telah menceritakan kepada kami {Abdullah} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Lahi’ah} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abi Habib} bahwasanya {Aslam Abu Imran At Tujibi} telah menceritakan kepadanya bahwasanya dia mendengar {Abu Ayyub Al Anshari} berkata; kami berbaris pada saat perang badar, maka diantara kami ada yang keluar ke depan barisan, maka Rasulullah saw. melihatnya seraya bersabda; ” bersamaku bersamaku”. dan seperti itulah ayahku berkata; Ma’mar berkata; FABADARAT MINNA BADIRAH (maka diantara kami ada yang secara jelas keluar barisan) dan dia juga berkata; SHAFAFNA YAUMA BADR (kami berbaris pada saat perang badar).
Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ayyasy} dari {Shafwan bin Amru} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Abu Ruhm As Sama’i} dari {Abu Ayyub Al Anshari} dari Nabi saw. bersabda: “barang siapa yang ketika pagi hari mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYI WA YUMITU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIR sebanyak sepuluh kali maka Allah akan menulis untuknya setiap satu kali dia ucapkan dengan sepuluh kebaikan dan Allah akan mengangkat darinya sepuluh kesalahan dan Allah akan mengangkatnya dengan kalimat itu sepuluh derajat dan hal itu baginya seperti sepuluh pengawal yang menjaganya dari awal siang hingga akhir dan dia tidak melakukan suatu amalan pada hari itu yang mengalahkannya jika dia membacanya pada sore hari seperti itu.
Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Daud} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Abu Habib} bahwasanya {Aslam Abu Imran} telah menceritakan kepada mereka bahwasanya dia telah mendengar {Abu Ayyub} berkata; kami berbaris pada saat perang badar lalu ada diantara kami yang keluar dari barisan ke depan barisan, maka Nabi saw. melihatnya seraya bersabda: “bersamaku bersamaku”
Telah bercerita kepada kami {Yunus} telah bercerita kepada kami {Laits} dari {Yazid} dari {Abu Al Khair} dari {Abu Ruhm As Sama’i} bahwa {Abu Ayyub Al Anshari} bercerita kepadanya bahwa Nabi saw. singgah di rumah kami di bagian bawah dan aku berada di kamar, air tumpah di kamar lalu aku dan Ummu Ayyub mengambil kain selimut beludru milik kami untuk menyerap air karena kami khawatir air merembes mengenai Rasulullah saw., aku adalah orang yang berbelas kasih. Aku berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya tidaklah patut bagi kami berada diatas Tuan, pindahlah ke kamar. Lalu Nabi saw. menyuruh agar barang bawaan beliau dibawa kemudian dipindahkan, barang beliau sedikit lalu aku berkata: Wahai Rasulullah! Tuan pernah mengirim makanan untuk kami, aku melihatnya dan aku tidak melihat bekas-bekas jari Tuan. Rasulullah saw. bersabda: “Benar, sesungguhnya didalamnya ada bawang merahnya, aku tidak ingin makan karena ada malaikat yang mendatangiku, adapun kalian silahkan memakannya.” Berkata Abu ‘Abdur Rahman aku berkata kepada ayahku: Sesungguhnya seseorang berkata: Barangsiapa shalat dua rakaat setelah maghrib dimasjid, ia tidak membolehkannya kecuali bila dilakukan dirumah karena Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya ini termasuk shalat-shalat yang dilakukan dirumah.” Abu Ruhm bertanya: Siapa yang berkata seperti itu? Aku menjawab: Muhammad bin ‘Abdur Rahman berkata Abu Ruhm: Alangkah baiknya yang ia katakan, atau berkata: Alangkah baiknya yang ia riwayatkan.
Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {ayahku} dari {Muhammad bin Ishaq} telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Ibrahim At Taimi} dari {Imran bin Abu Yahya} dari {Abdullah bin Ka’ab bin Malik} dari {Abu Ayyub Al Anshari} berkata; saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “barang siapa yang mandi pada hari jum’at dan memakai wewangian jika dia mempunyainya kemudian memakai pakaiannya yang paling bagus kemudia dia keluar hingga tiba di masjid maka hendaklah shalat bila mau dan tidak mengganggu seorang pun, selanjutnya diam saat imam keluar hingga melaksanakan shalat, maka hal itu merupakan penghapus dosa baginya antara jum’at itu dengan jum’at yang lainnya”. Dan pada kesempatan yang lain perawi berkata; bahwasanya Abdullah bin Telah mengabarkan kepadaku’ab bin Malik As Sulami menceritakan kepadanya bahwasanya Abu Ayyub sahabat Rasulullah saw. telah menceritakan kepadanya bahwasanya dia telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “barang siapa yang mandi pada hari jum’at -dan ada tambahan lafazh padanya- kemudian dia keluar dengan tenang hingga tiba di masjid.
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Adi bin Tsabit} dari {Abdullah bin Yazid} dari {Abu Ayyub Al Anshari} berkata; Rasulullah saw. menjama’ shalat maghri dan isya’.
Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Mubarak} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Jabir} dari {Adi bin Tsabit} dari {Abdullah bin Yazid Al Khathmi} dari {Abu Ayyub} dari Nabi saw. bahwasanya beliau melaksanakan shalat maghrib dan isya’ dengan satu iqamat.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Al Musayyab bin Rafi’} dari {Ali bin Mudrik} dia berkata; saya melihat {Abu Ayyub} melepas khufnya lalu mereka menoleh padanya lalu dia berkata; sungguh saya telah melihat Rasulullah saw. mengusap keduanya (khuf) akan tetapi aku lebih menyenangi wudhu.
Telah menceritakan kepada kami {Abdur Razzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Dinar} dari {Abdurrahman bin Sa’ibah} dari {Abdur Rahman bin Su’ad} dan dia adalah seorang yang sakit dari penduduk Madinah dari {Abu Ayyub} bahwasanya Nabi saw. bersabda: “air (mandi janabah) karena air (keluar mani).
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Atha’ bin Yazid Al Laitsi} dari {Abu Ayyub Al Anshari} meriwatkan kepadanya, dia berkata; tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, jika keduanya bertemu yang menoleh kesini yang satu menoleh kesana, yang paling baik diantara keduanya adalah yang paling awal memulai salam.