Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22484

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَخِيهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي أَيُّوبَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَلْيَقُلْ الَّذِي يُشَمِّتُهُ يَرْحَمُكُمْ اللَّهُ وَلْيَقُلْ الَّذِي يَرُدُّ عَلَيْهِ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْحَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَخِيهِ قَالَ وَقَدْ رَأَيْتُ أَخَاهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ وَلْيَقُلْ هُوَ يَهْدِيكَ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكَ أَوْ قَالَ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Muhammad bin Abu Laila} dari {saudarnya} dari {ayahnya} dari {Abu Ayyub} dari Nabi saw. bersabda: jika salah seorang kalian bersin maka hendaklah dia mengucapkan ALHAMDULILLAH ‘ALA KULLI HAAL, dan orang yang mendo’akannya hendaklah mengucapkan YARHAMUKALLAH, dan hendaklah dia membalasnya dengan mengucapkan YAHDIKUMULLAHU WA YUSHLIH BALAKUM. Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Saudaranya}, perawi berkata; saya telah melihat saudaranya, dari {ayahnya} dari {Abu Ayyub} dari Nabi saw. kemudian dia menyebutkan seperti itu, hanya saja dia mengatakan; hendaklah dia mengucapkan YAHDIKALLAHU WA YUSHLIH BALAKA atau dia mengucapkan YAHDIKUMULLAHU WA YUSHLIHU BALAKUM.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22485

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ بُكَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ تِعْلَى عَنْ أَبِي أَيُّوبَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَبْرِ الدَّابَّةِقَالَ أَبُو أَيُّوبَ لَوْ كَانَتْ لِي دَجَاجَةٌ مَا صَبَرْتُهَا

Telah menceritakan kepada kami {Abu Ashim} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Habib} dari {Bukair} dari {ayahnya} dari {Ubaid bin Ti’la} dari {Abu Ayyub} berkata; Rasulullah saw. melarang mengurung hewan untuk dijadikan sasaran tembak. Abu Ayyub berkata; jikalau aku memiliki ayam maka aku tidak akan mengurungnya untuk dijadikan sasaran tembak.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22486

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ بُكَيْرٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ تِعْلَى قَالَغَزَوْنَا مَعَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ فَأُتِيَ بِأَرْبَعَةِ أَعْلَاجٍ مِنْ الْعَدُوِّ فَأَمَرَ بِهِمْ فَقُتِلُوا صَبْرًا بِالنَّبْلِ فَبَلَغَ ذَلِكَ أَبَا أَيُّوبَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ قَتْلِ الصَّبْرِ

Telah menceritakan kepada kami {Suraij} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahab} dari {Amru bin Al Harits} dari {Bukair} dari {Ubaid bin Ti’laa} berkata; kami berperang bersama Abdurrahman bin Khalid bin Walid, lalu didatangkan empat orang algojo musuh kemudian dia memerintahkan mereka (untuk membunuhnya), maka algojo-algojo tersebut dibunuh dengan cara dijadikan sasaran anak panah. Maka hal itu sampai kepada {Abu Ayyub} lalu dia berkata; saya mendengar Rasulullah saw. melarang membunuh dengan cara menjadikannya sasaran tembakan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22487

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا عَتَّابٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا بُكَيْرُ بْنُ الْأَشَجِّ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّ عُبَيْدَ بْنَ تِعْلَى حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا أَيُّوبَ يَقُولُنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَبْرِ الدَّابَّةِ

Telah menceritakan kepada kami {Attab} telah menceritakan kepada kami {Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Bukair bin Asyaj} bahwasanya {ayahnya} menceritakan kepadanya bahwa {Ubaid bin Ti’laa} menceritakan kepadanya bahwa dia mendengar {Abu Ayyub} berkata; Rasulullah saw. melarang memenjarakan hewan untuk dijadikan sasaran tembakan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22488

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَخِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَبِي أَيُّوبَ أَنَّهُكَانَ فِي سَهْوَةٍ لَهُ فَكَانَتْ الْغُولُ تَجِيءُ فَتَأْخُذُ فَشَكَاهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِذَا رَأَيْتَهَا فَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَجِيبِي رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَجَاءَتْ فَقَالَ لَهَا فَأَخَذَهَا فَقَالَتْ لَهُ إِنِّي لَا أَعُودُ فَأَرْسَلَهَا فَجَاءَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ قَالَ أَخَذْتُهَا فَقَالَتْ لِي إِنِّي لَا أَعُودُ فَأَرْسَلْتُهَا فَقَالَ إِنَّهَا عَائِدَةٌ فَأَخَذْتُهَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا كُلَّ ذَلِكَ يَقُولُ لَا أَعُودُ وَيَجِيءُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ فَيَقُولُ أَخَذْتُهَا فَيَقُولُ لَا أَعُودُ فَيَقُولُ إِنَّهَا عَائِدَةٌ فَأَخَذَهَا فَقَالَتْ أَرْسِلْنِي وَأُعَلِّمُكَ شَيْئًا تَقُولُ فَلَا يَقْرَبُكَ شَيْءٌ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ صَدَقَتْ وَهِيَ كَذُوبٌحَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَذَكَرَ هَذَا الْحَدِيثَ بِإِسْنَادِهِ يَعْنِي حَدِيثَ الْغُولِ قَالَ أَبُو أَيُّوبَ خَالِدُ بْنُ زَيْدٍ

Telah bercerita kepada kami {Abu Ahmad} telah bercerita kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Abi Laila} dari {saudaranya} dari {‘Abdur Rahman bin Abu Laila} dari {Abu Ayyub} bahwa ia tengah mengurus untanya lalu ada jin datang dan mengambilnya, ia mengadukan hal itu kepada Nabi saw., beliau bersabda: “Bila kau melihatnya, ucapkanlah BISMILLAAH, turutilah Rasulullah.” Makhluk itu datang lagi lalu Abu Ayyub Al Anshari mengucapkannya tapi ia tetap mengambil unta miliknya lalu jin itu berkata padanya; Sesungguhnya aku tidak akan kembali. Kemudian ia melepasnya lalu datang lagi kemudian Nabi saw. bersabda kepadanya: “Bagaimana keadaan tawananmu?” ia menjawab: Aku telah mengambilnya. Lalu ia berkata padaku: Sesungguhnya aku tidak akan kembali. Nabi saw. melepasnya lalu ia datang lagi dan ditangkap sebanyak dua atau tiga kali, setiap kalinya jin itu berkata: Aku tidak akan kembali. Ia mendatangi Nabi saw. lalu beliau bersada: “Bagaimana kondisi tawananmu?” ia menjawab: Aku telah mengambilnya. Aku tidak akan kembali.” Tapi ia tetap datang dan Abu Ayyub Al Anshari menangkapnya. Jin itu berkata: Lepaskan aku, aku akan mengajarimu sesuatu yang kau ucapkan lalu tidak akan ada sesuatu pun yang mendekatimu; ayat kursi. Abu Ayyub Al Anshari mendatangi Nabi saw. lalu memberitahukan hal itu kepada beliau, beliau bersabda: “Ia benar dan ia amat pendusta.” Telah bercerita kepada kami {Ya’qub} telah bercerita kepada kami {ayahku} dari {Ibnu Ishaq} telah bercerita kepadaku {Muhammad bin ‘Abdur Rahman} lalu ia menyebut hadits ini dengan sanadnya, yaitu hadits tentang jin. Berkata {Abu Ayyub, Khalid bin Zaid}.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22489

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي ظِبْيَانَ قَالَغَزَا أَبُو أَيُّوبَ مَعَ يَزِيدَ بْنِ مُعَاوِيَةَ قَالَ فَقَالَ إِذَا أَنَا مِتُّ فَأَدْخِلُونِي أَرْضَ الْعَدُوِّ فَادْفِنُونِي تَحْتَ أَقْدَامِكُمْ حَيْثُ تَلْقَوْنَ الْعَدُوَّ قَالَ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} telah mengabarkan kepada kami {Abu Bakar} dari {Al A’masy} dari {Abu Zhibyan} berkata; {Abu Ayyub} ikut berperang bersama Yazid bin Mu’awiyah, perawi berkata; lalu (Abu Ayyub) berkata; jika aku wafat, maka masukkanlah aku ke wilayah musuh lalu kuburkanlah aku di bawah telapak kaki kalian dimana kalian bertemu musuh. Perawi berkata; kemudian dia berkata; saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “barang siapa wafat dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun maka dia akan masuk surga”.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22490

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ وَحُجَيْنٌ قَالَا حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ سُفْيَانَ الثَّقَفِيِّأَنَّهُمْ غَزَوْا غَزْوَةَ السُّلَاسِلِ فَفَاتَهُمْ الْغَزْوُ فَرَابَطُوا ثُمَّ رَجَعُوا إِلَى مُعَاوِيَةَ وَعِنْدَهُ أَبُو أَيُّوبَ وَعُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ فَقَالَ عَاصِمٌ يَا أَبَا أَيُّوبَ فَاتَنَا الْغَزْوُ الْعَامَ وَقَدْ أُخْبِرْنَا أَنَّهُ مَنْ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ وَقَالَ حُجَيْنٌ الْمَسَاجِدِ الْأَرْبَعَةِ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ فَقَالَ ابْنَ أَخِي أَدُلُّكَ عَلَى أَيْسَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ تَوَضَّأَ كَمَا أُمِرَ وَصَلَّى كَمَا أُمِرَ غُفِرَ لَهُ مَا قَدَّمَ مِنْ عَمَلٍ أَكَذَاكَ يَا عُقْبَةُ قَالَ نَعَمْ

Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} dan {Hujain} keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’ad} dari {Abu Az Zubair} dari {Sufyan bin Abdurrahman} dari {Ashim bin Sufyan Ats Tsaqafi} bahwasanya mereka ikut dalam peperangan sulasil, namun perang telah usai, maka mereka berjaga-jaga kemudian mereka kembali ke Mu’awiyah dan di sampingnya ada Abu Ayyub dan Uqbah bin Amir, Ashim lalu berkata; wahai {Abu Ayyub}, kami telah ketinggalan perang tahun ini, dan kami telah dikabarkan bahwasanya barang siap yang shalat di masjid, Hunain berkata; empat masjid, maka dosanya diampuni, maka keponakanku berkata; aku akan menunjukimu kepada perkara yang lebih mudah dari itu, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “barang siapa yang berwudhu sebagaimana yang diperintahkan maka akan diampuni amalnya (dosa-dosa) yang telah lalu, bukankah begitu wahai {Uqbah}?, dia menjwab; ya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22491

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Ayyub Al Anshari ra.

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدِ بْنِ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ اكْتُمِ الْخِطْبَةَ ثُمَّ تَوَضَّأْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ وَصَلِّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكَ ثُمَّ احْمَدْ رَبَّكَ وَمَجِّدْهُ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ فَإِنْ رَأَيْتَ لِي فِي فُلَانَةَ تُسَمِّيهَا بِاسْمِهَا خَيْرًا فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهَا خَيْرًا لِي مِنْهَا فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهَا أَوْ قَالَ فَاقْدِرْهَا لِيحَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ أَنَّ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ أَخْبَرَهُ فَذَكَرَهُ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ مِائَةً وَاثْنَيْ عَشَرَ حَدِيثًا

Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Abdul Walid} dari {Ayyub bin Khalid bin Abu Ayyub Al Anshari} menceritakan kepadanya dari {ayahnya} dari kakeknya yaitu {Abu Ayyub Al Anshari} sahabat Rasulullah saw., bahwa Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Rahasiakanlah pelamaran lalu kemudian berwudhu’lah dengan wudhu yang baik, dan laksanakanlah shalat yang Allah perintahkan kepadamu kemudian pujilah rabbmu dan agungkanlah Dia kemudian bacalah ALLAHUMMA INNAKA TAQDIR WA LA AQDIR WA TA’LAM WA LA A’LAM ANTA ‘ALLAMUL GHUYUB FAIN ROAITA LI FI FULANAH (sebutkan namanya) KHAIRAN FI DINI WA DUNYAYA WA AKHIRATI WA IN KANA GHAIRAHA KHAIRAN LI MINHA FI DINI WA DUNYAYA WA AKHIRATI FAQDLI LI BIHA (Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sementara aku tidak kuasa, Engkau Maha Tahu sementara aku tidak tahu, Engkau Mengetahui yang gaib, bila Kau melihat si fulanah -sebutkan namanya- baik bagiku dalam agama, dunia dan akhiratku, tapi bila yang lain lebih baik bagiku dalam agama, dunia dan akhiratku, maka putuskanlah aku bersamanya) atau mengatakan FAQDIRHA LI (Maka takdirkanlah ia untukku). Telah menceritakan kepada kami {Harun} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahab} telah mengabarkan kepadaku {Haiwah} bahwasanya {Al Walid bin Walid} mengabarkan kepadanya lalu dia menyebutkannya dengan sanadnya dan maknanya seratus dua belas hadits.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22492

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Humaid As Sa’idi ra.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الزُّهْرِيِّ سَمِعَ عُرْوَةَ يَقُولُ أَنَا أَبُو حُمَيْدٍ السَّاعِدِيُّ قَالَاسْتَعْمَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ الْأَزْدِ يُقَالُ لَهُ ابْنُ اللُّتْبِيَّةِ عَلَى صَدَقَةٍ فَجَاءَ فَقَالَ هَذَا لَكُمْ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ مَا بَالُ الْعَامِلِ نَبْعَثُهُ فَيَجِيءُ فَيَقُولُ هَذَا لَكُمْ وَهَذَا أُهْدِيَ لِي أَفَلَا جَلَسَ فِي بَيْتِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَنْظُرَ أَيُهْدَى إِلَيْهِ أَمْ لَا وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَأْتِي أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْهَا بِشَيْءٍ إِلَّا جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رَقَبَتِهِ إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ أَوْ شَاةً تَيْعَرُ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْنَا عُفْرَةَ يَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ثَلَاثًاوَزَادَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ قَالَ أَبُو حُمَيْدٍ سَمِعَ أُذُنِي وَأَبْصَرَ عَيْنِي وَسَلُوا زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ

Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dia mendengar {Urwah} berkata; bahwasanya {Abu Humaid As Sa’idi} berkata; Nabi saw. menugaskan seseorang dari Al Azd bernama Ibnu Al Lutbiyyah untuk mengurus zakat, ia datang lalu berkata: Ini untuk Tuan dan ini hadiah yang diberikan padaku. Lalu Rasulullah saw. berdiri diatas mimbar dan bersabda: “Ada apa dengan seorang petugas yang kami utus lalu datang dan berkata; Ini untuk Tuan dan ini hadiah yang diberikan padaku. Kenapa ia tidak duduk saja dirumah ayahnya dan ibunya lalu menunggu apakah ada yang memberinya hadiah atau tidak. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditanganNya, tidaklah seorang dari kalian membawanya sedikit pun melaikan akan membawanya pada hari kiamat dilehernya meski berupa unta yang berbusa, sapi lemah atau kambing bercacat.” Kemudian beliau mengangkat kedua tangan hingga kami melihat kelabunya tangan beliau lalu beliau bersabda: “Ya Allah! Apakah telah aku sampaikan?” beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. {Hisyam bin ‘Urwah} menambahkan: Berkata {Abu Humaid}: Telingaku mendengar dan mataku melihat, tanyakan kepada Zaid bin Tsabit.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 22493

Kitab 13 : Sisa Musnad Sahabat Anshar

Bab : Hadits Abu Humaid As Sa’idi ra.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَسَمِعْتُهُ وَهُوَ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدُهُمْ أَبُو قَتَادَةَ بْنُ رِبْعِيٍّ يَقُولُ أَنَا أَعْلَمُكُمْ بِصَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لَهُ مَا كُنْتَ أَقْدَمَنَا صُحْبَةً وَلَا أَكْثَرَنَا لَهُ تَبَاعَةً قَالَ بَلَى قَالُوا فَاعْرِضْ قَالَ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ اعْتَدَلَ قَائِمًا وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَى بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَرَكَعَ ثُمَّ اعْتَدَلَ فَلَمْ يَصُبَّ رَأْسَهُ وَلَمْ يَقْنَعْهُ وَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ ثُمَّ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ثُمَّ رَفَعَ وَاعْتَدَلَ حَتَّى رَجَعَ كُلُّ عَظْمٍ فِي مَوْضِعِهِ مُعْتَدِلًا ثُمَّ هَوَى سَاجِدًا وَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ جَافَى وَفَتَحَ عَضُدَيْهِ عَنْ بَطْنِهِ وَفَتَحَ أَصَابِعَ رِجْلَيْهِ ثُمَّ ثَنَى رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَقَعَدَ عَلَيْهَا وَاعْتَدَلَ حَتَّى رَجَعَ كُلُّ عَظْمٍ فِي مَوْضِعِهِ ثُمَّ هَوَى سَاجِدًا وَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ ثَنَى رِجْلَهُ وَقَعَدَ عَلَيْهَا حَتَّى يَرْجِعَ كُلُّ عُضْوٍ إِلَى مَوْضِعِهِ ثُمَّ نَهَضَ فَصَنَعَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ ذَلِكَ حَتَّى إِذَا قَامَ مِنْ السَّجْدَتَيْنِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ كَمَا صَنَعَ حِينَ افْتَتَحَ الصَّلَاةَ ثُمَّ صَنَعَ كَذَلِكَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ الرَّكْعَةُ الَّتِي تَنْقَضِي فِيهَا الصَّلَاةُ أَخَّرَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَقَعَدَ عَلَى شِقِّهِ مُتَوَرِّكًا ثُمَّ سَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Abdul Hamid bin Ja’far}, dia berkata; telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Atha’} dari {Abu Humaid As Sa’idi} berkata; -aku mendengarnya dan dia berada diantara sepuluh orang sahabat Nabi saw. diantaranya ada Abu Qatadah bin Rabi’- dia berkata; aku lebih mengetahui shalat Rasulullah saw. dibanding kalian, mereka berkata kepadanya; mengapa demikian, bukanlah kami lebih dulu menjadi sahabat dan bukanlah kami lebih banyak menyertai beliau? Dia berkata; benar. Mereka berkata; lalu jelaskanlah. Dia berkata; apabila beliau hendak mendirikan shalat maka beliau berdiri tegak lalu mengangkat kedua tangannya hingga keduanya sejajar dengan pundak dan apabila beliau hendak ruku’ maka beliau mengangkat tangannya hingga keduanya sejajar dengan pundak lalu membaca ALLAHU AKBAR lalu beliau ruku’ kemudian meluruskan (punggung dan kepala) tidak menundukkan kepala dan juga tidak menengadah dan meletakkan kedua tangannya di lutut kemudian beliau membaca SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAHU kemudian beliau meruluskan (badan) sehingga semua tulang beliau kembali pada tempat semula kemudian beliau turun sujud seraya mengucapkan ALLAHU AKBAR lalu merenggangkan dan membuka kedua tangannya dari kedua lambungnya dan membuka jari-jari kakinya, kemudian beliau melipat kaki kirinya dan mendudukinya dengan tegak hingga semua tulang kembali ke posisi semula, setelah itu beliau sujud dan membaca ALLAHU AKBAR lalu beliau melipat kaki kirinya dan mendudukinya hingga semua tulang kembali ke posisinya, kemudian beliau bangkit berdiri. beliau mengerjakan seperti itu di raka’at yang kedua hingga apabila beliau bangkit dari dua sujud beliau bertakbir dan mengangkat tangan hingga sejajar dengan pundak sebagaimana yang beliau perbuat ketika memulai shalat, kemudia beliau berbuat seperti itu hingga beliau berada pada rakaat yang terakhir, beliau mengubah posisi kaki kiri dan duduk pada betisnya secara tawaruk (dengan posisi kaki kiri masuk ke kaki kanan) kemudian beliau salam.