Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah yakni Syaiban} dari {Laits} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada kewajiban mengeluarkan sedekah (zakat), onta yang kurang dari lima ekor, dan (harta) yang kurang dari lima uqiyah dan hasil tanaman yang kurang dari lima wasaq.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5413
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Abu Aqil yakni Abdullah bin Aqil} dari {Al-Fadl bin Yazid Ats-Tsumali} telah menceritakan kepadaku {Abul Ajlan Al-Muharibi} saya mendengar {Ibnu Umar} dia berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang kafir pada hari kiamat menyeret lidahnya di belakangnya sepanjang dua farsakh, dan manusia menginjak-injaknya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5414
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Abu Aqil} dari {Barakah yakni Ya’la At-Taimiy} telah menceritakan kepadaku {Abu Suwaid} dia berkata: Kami mendatangi Ibnu Umar, kami duduk dipintu rumahnya agar kami dizinkan. Cukup lama kami menunggu. Dia (Abu Suwaid) berkata: Maka saya menuju lubang pintu, mengintip melalui (lubang itu) sehingga Ibnu Umar memahami (hajat) -ku. Ketika dia mengizinkan kami, kami duduk kemudian dia berkata, “Siapa di antara kalian yang mengintip tadi di rumahku?” Saya berkata, “Saya.” Dia ({Ibnu Umar}) berkata, “alasan apa kalian menganggap halal mengintip rumahku?” Dia (Abu Suwaid) berkata, “Saya berkata, ‘Kami begitu lama menunggu izin sehingga saya melihat dan saya tidak menyengajanya.'” Kemudian mereka bertanya kepadanya beberapa persoalan. Lantas beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Islam dibangun di atas lima hal, Syahadah LAA ILAAHA ILLALLAH WA ANNA MUHAMMAD RASULULLAH saw., menunaikan shalat, membayar zakat, melakukan haji di Baitullah dan shiyam Ramadhan.” Saya berkata, “Wahai Abu Abdurrahman, Apa yang kamu katakan mengenai jihad?” Ibnu Umar menjawab, “Siapa yang berniat jihad, berjihadlah terhadap dirinya sendiri.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5415
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Abu Aqil dia adalah Abdullah bin Uqil} telah menceritakan kepada kami {Umar bin Hamzah bin Abdillah bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Salim} dari {bapaknya}, dia berkata: ada kalanya aku teringat perkataan seorang penyair ketika aku menatap wajah Rasulullah saw. di atas mimbar saat berdoa memohon hujan. Beliau tidak turun dari mimbar hingga setiap anak sungai digenangi air. Dan aku teringat perkataan si penyair: “Dan dengan wajahnya ia menengadah ke langit, memohon agar awan putih itu diturunkan hujan, untuk menanggung anak yatim dan menjaga wanita-wanita janda.” Dan itu adalah ungkapan Abu Thalib.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5416
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Abu Aqil} -bapakku berkata: Abdullah bin Uqil hadisnya layak dipercaya dan kuat hapalan- telah menceritakan kepada kami {Umar bin Hamzah} dari {Salim} dari {bapaknya}, dia berkata: aku mendengar Rasulullah saw. berdoa: “Ya Allah, laknatlah si fulan. Ya Allah, laknatlah Al Harits bin Hisyam. Ya Allah, laknatlah Suhail bin Amru. Ya Allah, laknatlah Shafyan bin Umayyah.” Dia berkata: lalu turunlah ayat: “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.” Dia berkata: lalu diterimalah taubat mereka semua.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5417
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Mahdi} dari {Muhammad bin Ya’qub} dari {Ibnu Abi Nu’m} telah memberitakan kepada kami dia berkata, seseorang menemui Ibnu Umar saat saya sedang duduk. kemudian dia bertanya tentang darah nyamuk. Dia (Ibnu Umar) bertanya kepada orang itu, “Dari mana kamu?” dia menjawab, “Dari penduduk Irak.” {Ibnu Umar} berkata, “Kesinilah kalian, amatilah orang ini, dia bertanya darah nyamuk padahal mereka telah membunuh cucu Rasulullah saw., dan juga aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Keduanya (Hasan dan Husain) adalah kebanggaanku di dunia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5418
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Harits} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ajlan} dari {Zaid bin Aslam} dari {Ibnu Umar} dia berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menarik tangannya dari ketaatan (kepada imam muslimin) maka dia tidak memiliki alasan pada hari kiamat. Dan barangsiapa mati dalam keadaan berpisah dengan jamaah muslimin, dia mati dalam keadaan jahiliyah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5419
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Ashim bin Muhammad bin Zaid bin Abdillah bin Umar bin Khaththab} dari {bapaknya}, dari {Ibnu Umar} dia berkata, Rasulullah saw. bersabda: ” (Perkara ini) akan senantiasa berada (ditangan) Quraisy, sekalipun manusia tinggal dua orang.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5420
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu An-Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Uqbah bin Abi Shahba} telah menceritakan kepada kami {Nafi’} dari {Abdullah bin Umar}, Rasulullah saw. menyeru orang-orang “mari kita tegakkan shalat bersama-sama”. Panggilan ini sampai kepada Abdullah. Ia pun bergegas mendatangi keluarganya dengan tergesa-gesa. Ia lepas pakaiannya. Dikenakannya pakaian yang sering digunakannya jika menemui Nabi saw. Ia bergegas menuju masjid namun Rasulullah saw. telah turun dari mimbarnya. Orang-orang pun memandang wajahnya. Maka Abdullah berkata, “Apa yang Nabi saw. sabdakan pada hari ini?” {mereka} menjawab, “Beliau melarang Nabidz.” Ia berkata, “Nabidz apa?” mereka berkata, “Beliau melarang Duba`dan Naqir.” Abdullah berkata; Saya berkata kepada Nafi’, “Apakah juga Jarrah?” Nafi’ berkata, “Apakah itu Jarrah?” Abdullah berkata; Saya berkata, ” yaitu Hantamah.” Ia berkata, “Apakah itu Al Hantamah?” saya menjawab, “Yaitu Al Qullah.” Ia berkata, “Tidak.” Saya bertanya, “Apakah juga Al Muzaffat?” ia berkata, “Apakah itu Al Muzaffat?” saya berkata, “Yaitu kantong air dari kulit yang dilapisi ter atau tempayan/gentong besar yang dilapisi ter.” Nafi’ berkata, “Pada hari ini beliau tidak melarang kecuali Duba dan Naqir.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5421
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Uqbah yakni Ibnu Abi Shahbaa’} telah menceritakan kepada kami {Salim bin Abdullah bin Umar} bahwa {Abdullah bin Umar} telah menceritakan (hadis) kepadanya, suatu hari dia pernah bersama Rasulullah saw. dan beberapa sahabat. Rasulullah saw. menghadapkan wajahnya kearah mereka dan berkata: “Wahai para sahabatku, bukankah kalian tahu bahwa aku adalah rasul utusan bagi kalian?” Para sahabat menjawab: “Ya, kami bersaksi bahwa engkau Rasul Allah.” Beliau berkata lagi: “Bukankah kalian juga tahu bahwa Allah menurunkan sebuah ayat dalam kitabnya yang berbunyi; “Barangsiapa yang menaatiku berarti ia juga menaati Allah?” Mereka menjawab: “Ya, kami bersaksi barangsiapa yang menaatimu, berarti ia menaati Allah, dan taat kepadamu berarti taat kepada Allah.” Beliau berkata: “Menaatiku berarti menaati Allah, dan bukti taat kepadaku ialah ketaatan kalian kepada imam kalian. Taatilah imam kalian, dan jika ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian dengan duduk pula.”