Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Khalid yakni Ath-Thahhan} telah menceritakan kepada kami {Bayan} dari {Wabarah} dari {Ibnu Jubair yakni Sa’id} dari {Ibnu Umar} dia berkata, Ibnu Umar menemui kami dengan harapan dia menceritakan sebuah hadis yang membuat kami takjub. Seseorang mendahului kami menemuinya dan bertanya, Wahai Abu Abdurrahman, apa pendapat kamu mengenai peperangan yang membawa kekacauan (fitnah), sebab Allah AzzawaJalla berfirman: “Dan perangilah mereka sehingga tidak terjadi fitnah.” Dia (Ibnu Umar) menjawab, “Celaka kamu, apakah kamu mengetahui maksud fitnah? Rasulullah saw. pernah memerangi kaum musyrikin, dan masuk agama mereka itulah yang disebut fitnah. Maksudnya bukan serangan kalian atas para penguasa (raja, pejabat pemerintah).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5433
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad Az-Zubairiy} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Mujahid} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Pernah saya mengamat-amati Rasulullah saw. selama satu bulan. Ternyata beliau selalu membaca pada dua rakaat sebelum shalat subuh “QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN” dan “QUL HUWALLAAHU AHAD.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5434
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad Az-Zubairiy} telah menceritakan kepada kami {Israa’il} dari {Fudloil} dari {Mujahid} dari {Ibnu Umar} dia berkata, Pernah Rasulullah saw. mengakhirkan shalat Isyak sampai orang-orang tertidur, yang biasa mendirikan shalat tahajjud menunaikannya, yang biasa bangun terbangun, kemudian beliau muncul, lalu shalat didirikan, kemudian beliau bersabda, “Sekiranya tidak memberatkan atas umatku, niscaya kuakhirkan shalat isyak sampai waktu seperti ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5435
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Ahmad Az-Zubairiy} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdullah yakni Ibnu Uqail} dari {Ibnu Umar}, Pernah nabi saw. memberinya dua potong pakaian yang dibordir dengan sutera, dan memberi Usamah dua potong kain mesir, kemudian berkata: “Yang menyentuh tanah masuk neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5436
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abul Walid} telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Iyad bin Laqith} telah menceritakan kepada kami {Iyad} dari {Abdurrahman bin Nu’m} atau Nuaim Al-A’rajiy -Abul Walid ragu-, (dari Abdurrahman bin Nu’m atau Nuaim Al A’rajiy), dia berkata: Ada seorang lelaki bertanya kepada {Ibnu Umar} mengenai nikah mut’ah. Dia menjawab, “Demi Allah, pada masa Rasulullah saw. kami bukanlah orang-orang pezina dan berselingkuh.” Kemudian dia (Ibnu Umar) berkata: “Demi Allah, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Sungguh nanti sebelum hari kiamat akan muncul Masih dajjal dan para pendusta sebanyak tiga puluh atau bahkan lebih.” Sedang telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin Humaid} telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Iyad bin Laqith} telah mengabarkan kepada kami {Iyad} dari {Abdurrahman Al-A’rajiy} dari {Ibnu Umar}. Ibnu Umar sama sekali tidak ragu berasal Nabi saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5437
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Amir} telah menceritakan kepada kami {Kharijah bin Abdullah Al-Anshariy} dari {Nafi’}, dari {Ibnu Umar}, pernah Rasulullah saw. berdoa: “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu diantara kedua orang yang paling engkau cintai, Abu Jahal atau Umar bin Khaththab.” Dan ternyata yang lebih Allah cintai diantara keduanya adalah Umar bin Khaththab.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5438
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Amir} telah menceritakan kepada kami {Kharijah bin Abdillah Al-Anshariy} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari Nabi saw. bersabda: “AzzawaJalla telah meletakkan kebenaran di hati Umar dan lisannya.” Ibnu Umar berkata, “Tidaklah suatu perkara terjadi pada suatu masyarakat, kemudian mereka memberi tanggapan, dan Umar bin Khaththab memberi tanggapan lain, atau Umar memutuskan, kecuali Al Quran turun seperti yang diucapkan Umar.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5439
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah menceritakan kepada kami {Mathar} dari {Salim} dari {bapaknya}, dia berkata, pernah saya bersafar bersama Rasulullah saw., juga bersama Umar. Keduanya tidak pernah menambah di atas dua rakaat. Dahulu kami dalam keadaan sesat, kemudian Allah memberi kami hidayah melalui perantaraannya. Karenanya beliau yang kami jadikan sebagai teladan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5440
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Hujain bin Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {Israail} dari {Abu Ishaq} dari {Mujahid} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Saya melihat Rasulullah saw. sebanyak dua puluh empat atau dua puluh lima kali beliau membaca pada dua rakaat sebelum shalat subuh dan setelah maghrib yaitu: “QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN” dan “QUL HUWALLAAHU AHAD.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5441
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Shalih bin Abil Akhdlar} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Syihab} dari {Salim} dia berkata: Abdullah bin Umar menfatwakan boleh berhaji dengan tamattu’ sebagaimana yang telah diturunkan oleh Allah dalam wahyuNya, dan sebagaimana yang telah disunnahkan Rasulullah saw. Maka orang-orang pun mengomentarinya: kenapa kamu menyelisihi bapakmu yang melarang hal itu? {Abdullah} menjawab mereka: Celakalah kalian, bertakwalah kalian kepada Allah, Umar melarang hal itu dengan maksud baik, yaitu karena ia ingin melaksanakan umrah dengan sempurna, lalu kenapa kalian malah mengharamkannya padahal Allah telah membolehkannya dan Rasulullah saw. juga melakukannya? Bukankah sunnah Rasulullah saw. lebih berhak untuk dikuti daripada sunnah Umar? Sesungguhnya Umar tidak pernah mengatakan kepada kalian ibadah umrah yang dilaksanakan pada bulan-bulan haji hukumnya haram, akan tetapi yang dia katakan ialah: ibadah umrah yang paling sempurna ialah jika kamu memisahkannya dari bulan-bulan haji.