Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sa’id} dari {bapaknya}, dari {Ibnu Umar} dia berkata: aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Perbuatan meminta-minta pada hari kiamat mencabik-cabik wajah orang yang melakukannya. Barangsiapa berbadan utuh, jagalah wajahnya. Seringan-ringan permintaan ialah permintaan kepada orang yang masih ada hubungan keluarga, kamu meminta kepadanya karena ada suatu kebutuhan. Dan sebaik-baik permintaan adalah untuk mencukupi kebutuhan rumah-tangga, dan mulakanlah pemberian kepada orang yang menjadi tanggung jawabmu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5423
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sa’id} dari {bapaknya}, dari {Ibnu Umar} dari Nabi saw. bersabda: “Seseorang masih dalam kelonggaran agamanya selama ia tidak menumpahkan darah yang tidak hak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5424
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Sa’id} dari {bapaknya}, dia berkata, pernah {Ibnu Umar} menemui Yahya bin Sa’id, yang saat itu seorang anak dari sukunya mengikat seekor ayam untuk dijadikan sasaran tembak. Sontak (Ibnu Umar) berjalan ke arah ayam dan melepas ikatannya. Ayam ia pegang, anak ia gandeng, ia temui Yahya dan berujar, “Tegur anakmu ini dari menambat burung untuk sasaran pembunuhan, karena saya mendengar Rasulullah saw. melarang mengikat binatang atau suatu yang bernyawa untuk sasaran pembunuhan. Kalau kamu mau menyembelihnya, sembelih saja baik-baik.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5425
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} telah menceritakan kepadaku {Laits} telah menceritakan kepadaku {Ibnu Syihab} dari {Abdullah bin Abi Bakr bin Abdirrahman} dari {Umayyah bin Abdillah bin Khalid bin Asid}, dia berkata kepada Abdullah bin Umar, dalam Al Quran kami memperoleh penjelasan shalat Hadlar dan Shalat Khauf, sedang disana kami tidak mendapati penjelasan shalat safar. Kontan {Ibnu Umar} berkata, “Saudaraku, Allah AzzawaJalla telah mengutus kepada kita Muhammad saw. sedang kita tidak mengetahui apa-apa. Dan kita hanya melakukan seperti yang dilakukan oleh Muhammad saw.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5426
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengabarkan kepada kami {Aliy bin Hakam} dari {Atha’ bin Abi Rabah}, dia berkata: Ada seorang lelaki memuji-muji Ibnu Umar. Dia berkata: lalu {Ibnu Umar} berkata “begini seharusnya yang kamu lakukan” maksudnya, menabur pasir di wajahnya. Ia berkata: aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Jika kalian melihat orang yang memuji-muji (orang), taburkan pasir di wajah mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5427
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bisyr} telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Cincin Rasulullah saw. terdapat tulisan ‘Muhammad Rasulullah.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5428
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bisyr} telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dia berkata, “Nabi saw. memiliki dua orang muazzin.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5429
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Amir Abdul Malik bin Amr}, telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Zaid bin Aslam}, saya mendengar {Ibnu Umar} berkata, dua orang laki-laki datang dari sebelah timur, keduanya adalah khatib dijaman Rasulullah saw. Dua orang laki-laki itu berdiri kemudian menyampaikan pidato, lalu duduk kembali. Kemudian Tsabit bin Qais -Khathib Rasulullah saw.- tampil, berpidato, kemudian duduk kembali. Orang-orang menjadi terkesima terhadap pidato mereka. Nabi saw. kontan berdiri dan bersabda: “Wahai sekalian manusia, berbicaralah yang sewajarnya saja, sesungguhya pembicaraan yang berbelit-belit dari setan.” Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya diantara lafadz yang indah terdapat apa yang disebut sihir.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5430
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz yakni Ibnu Muslim} telah menceritakan kepada kami {Abdullah yakni Ibnu Dinar} dari {Ibnu Umar}, jika dia selesai melaksanakan shalat jumat, dia bergegas menuju rumahnya, lalu sujud (shalat) dua rakaat. Beliau jelaskan bahwa Rasulullah saw. melakukan yang demikian.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 5431
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Bab : Musnad Abdullah bin Umar bin Al Khatthab ra.
Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Umar} telah mengabarkan kepada kami {Malik bin Mighbwal} dari {Junaid} dari {Ibnu Umar}, dia pernah mendengar Nabi saw. bersabda: “Neraka jahannam mempunyai tujuh pintu. Satu pintunya disediakan bagi orang yang menghunus pedangnya kepada umatku”. Atau ia mengatakan dengan redaksi: ” kepada umat Muhammad.”