Telah menceritakan kepada kami {Yunus} dan {Abu Salamah Al Khuza’i} mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Yazid} yaitu ibnul Hadi, dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: “Maukah kalian aku kabarkan tentang orang yang paling aku suka dari kalian, dan pada hari kiamat tempat duduknya paling dekat dengan aku?” Orang-orang semuanya diam, maka beliau mengulangi kata-katanya tersebut sampai dua atau tiga kali. Akhirnya mereka pun menjawab; “Mau wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Yaitu orang yang akhlaqnya paling baik di antara kalian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6448
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} pelayan Bani Hasyim telah menceritakan kepada kami {Khalifah bin Khayyath} telah menceritakan kepadaku {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa bersumpah atas sebuah janji lalu ia melihat ada hal lain yang lebih baik daripadanya, maka kaffarohnya adalah dengan meninggalkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6449
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdullah Ibnul Harits Al Makki} telah menceritakan kepadaku {Al Aslami} -yaitu Abdullah bin ‘Amir- dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. mengadakan aqiqah untuk anak lelaki dengan dua ekor kambing, dan untuk anak perempuan dengan satu kambing.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6450
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin AzZubair} telah menceritakan kepada kami {Abaan} -yaitu Ibnu Abdullah- dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Segala yang memabukkan adalah haram.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6451
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Dawud} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {yazid bin Abu Habib} dari {Qaishar At Tujibi} dari {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash}, dia berkata; Ketika kami sedang bersama Nabi saw. datanglah seorang pemuda seraya bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah boleh aku mencium (isteriku) padahal aku sedang berpuasa?” “Tidak”, jawab beliau. Lalu ada seorang kakek-kakek datang dan bertanya; “Apakah aku boleh mencium (isteriku) padahal aku sedang berpuasa?”Ya”, jawab beliau. Ia berkata; lalu kamipun saling memandang satu sama lain, maka Rasulullah saw. bersabda: “Aku tahu kenapa kalian saling berpandangan satu sama lain; sesungguhnya orang yang sudah tua itu dapat menahan nafsu syahwatnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6452
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Tsabit Al Bunaniy} dan {Daud bin Abu Hind} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: Laa Ilaaha illAllahu Wahdahuu Laa Syariikalah lahul mulku walahul hamdu wa huwa `Alaa kulli Syai`in Qodiir (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, baginyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia mampu atas segala sesuatu), sebanyak seratus kali dalam sehari, tidak ada yang bisa mendahuluinya baik orang sebelum atau sesudahnya kecuali orang yang bisa melakukan yang lebih banyak dari yang ia lakukan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6453
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengkhabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Nabi saw. mendengar satu kaum saling membenturkan ayat Allah. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena hal yang demikian, mereka membenturkan kitab Allah yang satu dengan yang lainnya, sesungguhnya kitab Allah turun saling membenarkan antara sebagian dengan sebagian yang lainnya, maka janganlah kalian dustai sebagian dengan sebagian yang lain, apa-apa yang kalian ketahui darinya maka katakanlah, dan apa-apa yang kalian tidak ketahui maka kembalikanlah kepada yang tahu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6454
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shomad} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rasyid} telah menceritakan kepada kami {Sulaiman} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengacungkan senjata kepada kami maka bukan dari golongan kami, dan tidak juga orang yang memata-matai di jalan, maka barangsiapa terbunuh bukan atas dasar tersebut maka pembunuhan itu adalah semi sengaja, diyatnya adalah diperberat dan pelakunya tidak dibunuh, dia haram dan terjaga sebagaimana haramnya bulan haram.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6455
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shomad} dan {Husain bin Muhammad} mereka berkata; telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Rasyid} dari {Sulaiman bin Musa}, {Husain} berkata dalam haditsnya; telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa terbunuh karena tidak sengaja, maka tebusan dendanya adalah seratus ekor unta, terdiri dari; tiga puluh Banat Makhodl (unta yang berumur dua tahun), tiga puluh Banat Labun (unta yang berumur tiga tahun), tiga puluh Hiqqoh (unta yang berumur empat tahun), dan sepuluh Banu Labun (unta yang berumur tiga tahun) laki-laki.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6456
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Darroj} dari {Abdurrahman bin Jubair} berkata; bahwa {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} menceritakan kepadanya, bahwa ada beberapa orang lelaki dari Bani Hasyim masuk ke rumah Asma’ binti ‘Umaisy yang ketika itu menjadi isteri Abu Bakar, ketika kemudian Abu Bakar masuk ke rumah, dia melihat mereka dan merasa tidak suka (terhadap tindakan mereka), maka diapun mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. seraya berkata; “aku hanya menginginkan kebaikan.” Maka Rasulullah pun bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menyelamatkannya perzinaan”, kemudian beliau berdiri di atas mimbar dan bersabda: “Setelah hari ini janganlah sekali-kali seorang lelaki masuk ke dalam rumah seorang wanita yang sedang ditinggal pergi suaminya kecuali ia bersama seorang lelaki atau lebih.”