Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6467

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطُّفَاوِيُّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ السَّهْمِيُّ الْمَعْنَى وَاحِدٌ قَالَا حَدَّثَنَا سَوَّارٌ أَبُو حَمْزَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا أَبْنَاءَكُمْ بِالصَّلَاةِ لِسَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ وَإِذَا أَنْكَحَ أَحَدُكُمْ عَبْدَهُ أَوْ أَجِيرَهُ فَلَا يَنْظُرَنَّ إِلَى شَيْءٍ مِنْ عَوْرَتِهِ فَإِنَّ مَا أَسْفَلَ مِنْ سُرَّتِهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ مِنْ عَوْرَتِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdurrahman Ath Thofawi} dan {Abdullah bin bakr As Sahmi} dan maknanya satu, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami {Sawwar Abu Hamzah} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Perintahlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka jika menolak sedang umur mereka masuk sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka. Jika di antara kalian menikahkan budak atau pelayannya, maka jangang sekali-kali melihat sesuatu dari auratnya. Karena sesungguhnya, apa-apa yang berada antara pusar sampai lututnya adalah aurat baginya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6468

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ أَخْبَرَنِي حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَعْتَى النَّاسِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ قَتَلَ فِي حَرَمِ اللَّهِ أَوْ قَتَلَ غَيْرَ قَاتِلِهِ أَوْ قَتَلَ بِذُحُولِ الْجَاهِلِيَّةِ

Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} telah menceritakan kepada kami {Hammad} -yaitu Ibnu Salamah- telah mengkhabarkan kepada kami {Habib Al Mu’allim} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling angkuh dan semena-mena di hadapan Allah Azza Wa Jalla adalah orang yang membunuh di tanah haram, atau membunuh orang yang tidak bersalah, atau membunuh karena dendam Jahilliyah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6469

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ وَيُونُسُ قَالَا حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ بِشْرِ بْنِ عَاصِمٍ الثَّقَفِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ نَافِعٌ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبِي وَلَمْ يَشُكَّ يُونُسُ قَالَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبْغِضُ الْبَلِيغَ مِنْ الرِّجَالِ الَّذِي يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ كَمَا تَتَخَلَّلُ الْبَاقِرَةُ بِلِسَانِهَا

Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} dan {Yunus} mereka berkata; telah menceritakan kepada kami {Nafi’ bin ‘Amru} dari {Bisyr bin ‘Ashim Ats Tsaqafi} dari {bapaknya} dari {Abdullah bin ‘Amru}. -Nafi’ berkata: dan aku tidak mengetahuinya kecuali dari Nabi saw.- Bapakku berkata: -Dan Yunus tidak ragu-ragu, – dia berkata dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla membenci seorang lelaki pencela yang selalu mencela seperti seekor sapi yang mengunyah makanan dalam mulutnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6470

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ شُعَيْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْفَرَعِ فَقَالَ الْفَرَعُ حَقٌّ وَإِنْ تَرَكْتَهُ حَتَّى يَكُونَ شُغْزُبًّا ابْنَ مَخَاضٍ أَوْ ابْنَ لَبُونٍ فَتَحْمِلَ عَلَيْهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ تُعْطِيَهُ أَرْمَلَةً خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَبُكَّهُ يَلْصَقُ لَحْمُهُ بِوَبَرِهِ وَتَكْفَأَ إِنَاءَكَ وَتُولِيَ نَاقَتَكَ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengkhabarkan kepada kami {Dawud bin Qois} aku mendengar {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya}, dari {Abdullah bin ‘Amru}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang Al Faro` (anak unta yang baru lahir). Maka beliau menjawab: “Al Faro` adalah haq (boleh untuk disembelih), namun jika kalian membiarkannya sehingga dagingnya keras, atau seperti unta yang berumur dua atau tiga tahun, kemudian kalian bisa membawanya ke jalan Allah, atau kalian berikan kepada seorang janda adalah lebih baik daripada kalian sembelih padahal dagingnya masih menempel dengan kulit, bejanamu jadi penuh dan induk unta tersebut menjadi sedih karenanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6471

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِي قَالَلَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَمْ أُحَدَّثْ أَنَّكَ تَقُومُ اللَّيْلَ أَوْ أَنْتَ الَّذِي تَقُولُ لَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ وَلَأَصُومَنَّ النَّهَارَ قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ قُلْتُ ذَلِكَ قَالَ فَقُمْ وَنَمْ وَصُمْ وَأَفْطِرْ وَصُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا وَهُوَ أَعْدَلُ الصِّيَامِ وَهُوَ صِيَامُ دَاوُدَ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَحَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ بَلَغَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أَقُولُ لَأَصُومَنَّ الدَّهْرَ وَلَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا بَقِيتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ الَّذِي تَقُولُ أَوْ قُلْتَ لَأَصُومَنَّ الدَّهْرَ وَلَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا بَقِيتُ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَإِنَّكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ قَالَ فَقُمْ وَنَمْ وَصُمْ وَأَفْطِرْ وَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ فَإِنَّ الْحَسَنَةَ عَشْرُ أَمْثَالِهَا فَذَكَرَ مَعْنَاهُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnul Musaiyab} dan {Abu Salamah bin Abdurrahman} dari {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} dia berkata; Rasulullah saw. menemui aku dan bertanya: “Apakah benar bahwa engkau bangun malam, ” atau Rasulullah saw. bersabda: “Apakah engkau yang berkata; sungguh aku benar-benar akan bangun di malam hari dan puasa di siang hari?” dia berkata; aku mengira bahwa itu benar. Dia menjawab: “Benar wahai Rasulullah, aku telah mengatakan hal tersebut.” Beliau berkata: “Hendaklah kamu bangun dan tidur, puasa dan berbuka. Puasalah kamu tiga hari dalam setiap bulannya maka engkau akan mendapatkan pahala seperti puasa dahr (satu tahun penuh).” Aku berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mampu lebih dari itu.” Beliau menjawab; “Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah sehari, itu adalah puasa yang paling seimbang, dan itu adalah puasa dawud.” Aku berkata; “Sesungguhnya aku mampu yang lebih afdlol dari itu” maka Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada yang lebih utama dari itu.” Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Hafshah} telah mengkhabarkan kepada kami {Ibnu Syihab} dari {Sa’id Ibnul Musaiyyab} dan {Abu Salamah Ibnu Abdurrahman} dari {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} dia berkata; telah disampaikan kepada Rasulullah saw. bahwa aku berkata; “sungguh aku akan berpuasa terus menerus dan akan bangun malam terus menerus selama aku masih hidup” maka Rasulullah saw. bersabda: “Kamukah orang yang telah berkata; ” atau Rasulullah saw. bersabda: “engkau katakan; sungguh aku akan puasa terus menerus dan akan bangun malam selama aku masih hidup.” Dia berkata; aku menjawab; “Ya.” Beliau berkata: “Sesungguhnya engkau tidak akan mampu untuk itu.” Beliau berkata lagi: “Hendaklah kamu bangun dan tidur, puasa dan berbuka. Puasalah kamu tiga hari dalam setiap bulannya, sesungguhnya satu kebaikkan akan berbuah sepuluh yang semisal.” Maka dia menyebutkan makna hadits tersebut. Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shomad} dari {Hisyam} dari {Yahya} dari {Abu Salamah} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} dia berkata; Rasulullah saw. masuk menemui aku kemudian dia sebutkan sebagaimana hadits Az Zuhri.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6472

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَكَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ رَفَعَ فَأَطَالَ قَالَ شُعْبَةُ وَأَحْسِبُهُ قَالَ فِي السُّجُودِ نَحْوَ ذَلِكَ وَجَعَلَ يَبْكِي فِي سُجُودِهِ وَيَنْفُخُ وَيَقُولُ رَبِّ لَمْ تَعِدْنِي هَذَا وَأَنَا أَسْتَغْفِرُكَ رَبِّ لَمْ تَعِدْنِي هَذَا وَأَنَا فِيهِمْ فَلَمَّا صَلَّى قَالَ عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ حَتَّى لَوْ مَدَدْتُ يَدِي لَتَنَاوَلْتُ مِنْ قُطُوفِهَا وَعُرِضَتْ عَلَيَّ النَّارُ فَجَعَلْتُ أَنْفُخُ خَشْيَةَ أَنْ يَغْشَاكُمْ حَرُّهَا وَرَأَيْتُ فِيهَا سَارِقَ بَدَنَتَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَأَيْتُ فِيهَا أَخَا بَنِي دَعْدَعٍ سَارِقَ الْحَجِيجِ فَإِذَا فُطِنَ لَهُ قَالَ هَذَا عَمَلُ الْمِحْجَنِ وَرَأَيْتُ فِيهَا امْرَأَةً طَوِيلَةً سَوْدَاءَ حِمْيَرِيَّةً تُعَذَّبُ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَسْقِهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ وَإِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا انْكَسَفَ أَحَدُهُمَا أَوْ قَالَ فُعِلَ بِأَحَدِهِمَا شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِقَالَ أَبِي قَالَ ابْنُ فُضَيْلٍ لِمَ تُعَذِّبُهُمْ وَأَنَا فِيهِمْ لِمَ تُعَذِّبُنَا وَنَحْنُ نَسْتَغْفِرُكَ وَوَافَقَ شُعْبَةُ زَائِدَةَ وَقَالَ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَدَّثَنَاه مُعَاوِيَةُ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Atho` Ibnu As Sa`ib} dari {bapaknya}, dari {Abdullah bin ‘Amru}, ia berkata; “telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. shalat dan memanjangkan waktu berdirinya, kemudian beliau rukuk dan memanjangkan rukunya, kemudian beliau bangun dan memanjangkannya pula.” -Syu’bah berkata; dan aku mengira bahwa ia mengatakan kalau sujud Rasulullah juga semisal itu.- “Beliau menangis dalam sujudnya, lalu beliau meniup seraya berkata; “Wahai Rabb, kenapa Engkau janjikan ini padahal aku meminta ampun kepada-Mu, kenapa Engkau janjikan ini padahal aku masih bersama mereka.” Maka ketika beliau selesai shalat beliau bersabda: “Aku diperlihatkan surga, sampai-sampai andai aku bentangkan tanganku sungguh aku akan dapat menggapai buah-buahan darinya. Dan aku juga diperlihatkan neraka, sehingga aku meniup karena kawatir panas apinya akan mengenai kalian, aku melihat di dalamnya orang yang telah mencuri dua unta milikku -Rasulullah saw., – aku juga melihat di dalamnya saudara Bani Da`da` pencuri (harta) jama’ah haji. Maka ketika dipahamkan kepadanya ia berkata; ini adalah perbuatan yang buruk.” Aku juga melihat seorang wanita panjang dan hitam dari suku Himyar sedang di siksa karena sebab seekor kucing yang ia ikat, tidak diberi makan, tidak diberi minum, dan tidak pula dilepas untuk makan hewan-hewan serangga bumi sehingga kucing itu mati. Sesungguhnya matahari dan rembulan tidaklah menjadi gerhana karena adanya kematian atau lahirnya seseorang, tetapi keduanya adalah ayat dari ayat-ayat Allah, maka jika terjadi gerhana pada salah satunya, ” atau dia berkata; “telah terjadi sesuatu dari keduanya maka bersegeralah berdzikir kepada Allah.” Bapakku berkata: Ibnu Fudhail meriwayatkan: “Kenapa Engkau siksa mereka padahal aku bersama mereka, kenapa engkau siksa mereka padahal kami meminta ampun kepada-Mu.” Dan {Syu’bah} sejutu dengan penambahan tersebut. Dia berkata; “dari serangga bumi.” Demikian {Mu’awiyah} menceritakan kepada kami.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6473

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوأَنَّهُ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ قُرَيْشٍ فَكَانَ لَا يَأْتِيهَا كَانَ يَشْغَلُهُ الصَّوْمُ وَالصَّلَاةُ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ صُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَ إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَمَا زَالَ بِهِ حَتَّى قَالَ لَهُ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا وَقَالَ لَهُ اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ قَالَ إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ اقْرَأْهُ فِي كُلِّ خَمْسَ عَشْرَةَ قَالَ إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ اقْرَأْهُ فِي كُلِّ سَبْعٍ حَتَّى قَالَ اقْرَأْ فِي كُلِّ ثَلَاثٍ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةً وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ فَمَنْ كَانَتْ شِرَّتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدْ أَفْلَحَ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Hushain} dari {Mujahid} dari {Abdullah bin ‘Amru}, bahwa ia menikah dengan wanita Quraisy, tetapi dia tidak pernah mendatanginya (tidur), dia telah disibukkan oleh puasanya. Maka diceritakanlah hal itu kepada Nabi saw., dan beliaupun bersabda: “Puasalah tiga hari dalam satu bulannya.” Dia berkata; “Sesungguhnya aku mampu lebih dari itu.” Dan dia selalu berkata begitu, sehingga Rasulullah saw. berkata kepadanya: “Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” Beliau juga bersabda kepadanya: “Bacalah (katamkan) Al Qur`an dalam sebulan.” Dia berkata; “Sesungguhnya aku mampu lebih dari itu.” Beliau bersabda: “Bacalah Al Qur`an dalam lima belas hari.” Dia berkata; “Aku mampu lebih dari itu.” Beliau berkata: “Bacalah ia dalam tujuh hari.” Sehingga Nabi bersabda pula: “Bacalah ia dalam tiga hari.” Beliau juga bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan itu ada waktu semangatnya, dan setiap masa semangat ada masa jenuhnya, maka barangsiapa semangatnya cenderung kepada sunahku dia beruntung, dan barangsiapa masa jenuhnya cenderung kepada selain itu maka ia celaka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6474

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حَبِيبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو يُحَدِّثُأَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Habib} dia berkata; aku mendengar {Abbul ‘Abbas} berkata: aku mendengar {Abdullah bin ‘Amru} menceritakan: bahwa seorang laki-laki datang menemui Nabi saw. untuk izin berjihad, maka beliau bersabda: “apakah kedua orang tuamu masih ada?” Ia menjawab: “Iya.” Maka Beliau bersabda: “Hendaklah kepada keduanya kamu berjihad.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6475

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبِي و حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ حَبِيبَ بْنَ أَبِي ثَابِتٍ سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ الشَّاعِرَ وَكَانَ صَدُوقًا يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو إِنَّكَ تَصُومُ الدَّهْرَ فَإِذَا صُمْتَ الدَّهْرَ وَقُمْتَ اللَّيْلَ هَجَمَتْ لَهُ الْعَيْنُ وَنَفِهَتْ لَهُ النَّفْسُ لَا صَامَ مَنْ صَامَ الْأَبَدَ صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ الشَّهْرِ صَوْمَ الدَّهْرِ كُلِّهِ قَالَ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ قَالَ صُمْ صَوْمَ دَاوُدَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَلَا يَفِرُّ إِذَا لَاقَى وَقَالَ رَوْحٌ نَهِثَتْ لَهُ النَّفْسُ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Habib} dari {Abul Abbas} dari {Abdullah bin ‘Amru} bahwa Rasulullah saw. bersabda. Bapakku berkata; telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} aku mendengar {Habib bin Abu Tsabit} berkata; aku mendengar {Abul Abbas Asy Sya’ir} – dia derajatnya shaduq- menceritakan dari {Abdullah bin ‘Amru} dia berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abdullah bin ‘Amru sesungguhnya engkau telah berpuasa terus-menerus, jika engkau selalu berpuasa tanpa henti dan juga shalat malam, maka hal itu dapat merusak mata dan melemahkan jiwa. Tidak dikatakan berpuasa seseorang yang berpuasa terus menerus tanpa henti, puasalah selama tiga hari dalam sebulan, maka itu adalah puasa sepanjang masa secara sempurna.” Dia berkata; Aku berkata; “sesungguhnya aku mampu lebih dari itu.” Beliau menjawab: “Kalau begitu puasalah sebagaimana puasanya dawud, sesungguhnya ia berpuasa sehari dan berbuka sehari, dan dia tidak pernah lari jika telah bertemu dengan musuh.” Rauh berkata: “melemahkan jiwa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6476

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ يُحَدِّثُ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اسْتَقْرِئُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَسَالِمٍ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} ia berkata; aku mendengar {Abu Wa`il} menceritakan kepada {Masruq} dari {Abdullah bin ‘Amru}, dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda: “Kalian belajarlah Al Qur`an dari empat orang: dari Abdullah bin Mas’ud, dari Salim pelayan Abu Hudzaifah, dari Mu`adz bin Jabbal dan dari Ubai bin Ka’ab.”