Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Syaqiq} dari {Masruq} dari {Abdullah bin ‘Amru}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Ambillah Al Qur`an dari empat orang; dari Ibnu Mas’ud, Ubai bin Ka’ab, Mu`adz bin Jabl dan Salim pelayan Abu Hudzaifah.” Dia berkata: Abdullah berkata; “dia adalah laki-laki yang selalu aku sukai semenjak aku lihat Rasulullah saw. menyebutnya lebih dahulu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6498
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah mengkhabarkan kepada kami {Hisyam} dari {bapaknya} dari {Abdullah bin ‘Amru}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu serta merta dengan mengangkatnya langsung dari manusia, akan tetapi Ia mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama`, sehingga jika orang-orang alim telah habis, manusia akan mengambil pemimpin-pemimpin yang bodoh, jika ditanya mereka memberi fatwa dengan tanpa ilmu, jadilah mereka sesat menyesatkan.” Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id}, ia berkata; {Hisyam bin Urwah} telah mendektekan untuk aku; telah menceritakan kepadaku {bapakku} Dia berkata; aku telah mendengar langsung dari {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} mulut ke mulut, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda. Kemudian disebutkanlah hadits tersebut.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6499
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dan {Mis’ar} dari {Habib bin Abi Tsabit} dari {Abul ‘Abbas Al Makki} dari {Abdullah bin ‘Amru}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “sebaik-baik puasa adalah puasa yang dilakukan saudaraku Dawud, dia berpuasa sehari dan berbuka sehari, dan tidak pernah lari jika telah berjumpa dengan musuh.” Dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Tidak disebut puasa orang yang berpuasa terus menerus tanpa berbuka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6500
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abi Wa`il} dari {Masruq} dari {Abdullah bin ‘Amru} dia berkata; Rasulullah sawa: “Ambillah Al Qur`an dari empat orang; dari Ibnu Ummi `Abd (beliau menyebutnya lebih dahulu), dari Mu`adz bin Jabal, Ubai bin Ka’ab dan Salim pelayan Abi Hudzaifah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6501
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepadaku {Qurrah} dan {Rauh} mereka berkata; telah menceritakan kepada kami {Asy’ats} dan {Qurrah bin Khalid Al Ma’na} dari {Al Hasan} dari {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa meminum khamer maka cambuklah dia, jika mengulangi maka cambuklah dia, jika mengulangi maka cambuklah dia, jika mengulangi maka bunuhlah dia.” Waqi’ berkata dalam haditsnya: Abdullah berkata; datangkalah kepadaku seorang lelaki yang telah meminum khamer pada kali keempat, maka kewajibanku kepada kalian adalah dengan membunuhnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6502
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepada kami {Al Mas’udi}. Dan {Yazid} berkata; telah mengkhabarkan kepada kami {Al Mas’udi} dari {‘Amru bin Murroh} dari {Abdullah bin Al Harits Al Muktibi} dari {Abu Katsir Az Zubaidi} dari {Abdullah bin ‘Amru}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “berhati-hatilah kalian dari sifat bakhil, sesungguhnya sifat bakhil telah membinasakan orang-orang sebelum kalian, jika sifat itu menyuruh mereka berbuat zhalim, mereka pun berbuat zhalim, jika menyuruh mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan mereka pun memutuskannya, jika menyuruh berbuat dosa mereka pun berbuat dosa. maka berhati-hatilah kalian dari berbuat zhalim, karena kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Dan berhati-hatilah kalian dari sifat keji, karena sesungguhnya Allah tidak suka dengan kekejian dan perkataan keji.” Dia berkata; maka berdirilah seorang laki-laki seraya berkata: “Wahai Rasulullah, muslim yang bagaimanakah yang paling utama?” Beliau menjwab: “Yaitu seorang muslim yang kaum muslimin selamat dari bahaya lisan dan tangannya.” Dai berkata: maka berdirilah laki-laki tersebut, atau laki-laki lainnya seraya bertanya: “wahai Rasulullah, jihad yang bagaimanakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Yaitu orang yang kudanya terluka dan darahnya bersimbah.” Bapakku berkata; dan Yazid bin Harun berkata dalam haditsnya, kemudian ini atau yang lainnya berseru dan berkata: “Wahai Rasulullah, hijrah yang bagaimana yang paling utama?” Beliau menjawab: “Engkau jauhi sesuatu yang telah dibenci oleh Rabbmu, sedangkan hijrah itu sendiri ada dua; Hijrah Al Hadlir dan Hijrah Al Badiy. Hijrah Al Badiy adalah taat apabila diperintah, dan selalu siap jika diseru. Adapun Hijrah Al Hadlir adalah hijrah yang lebih berat ujian dan pahalanya di antara kedua hijrah tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6503
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Abdurrahman bin `Abd Rabbul Ka’bah} dari {Abdullah bin ‘Amru} berkata; aku duduk bersamanya di bawah naungan Ka’bah sedang dia ketika itu sedang berbicara dengan orang banyak. Dia berkata; kami bersama Rasulullah saw. dalam safar, maka kami pun singgah di suatu tempat, di antara kami ada yang memasang tenda, ada yang tidur di rerumputan dan ada yang bermain panahan ketika ada panggilan yang menyeru: ‘Ash Shalaatu Jami’ah’. Dia berkata; maka aku menuju kepadanya dan beliau waktu itu sedang berkhutbah di hadapan manusia seraya bersabda: “Wahai manusia sekalian, tidaklah ada seorang Nabi pun sebelumku kecuali wajib baginya menunjukkan kepada umatnya sesuatu yang ia anggap baik untuk mereka, serta mengingatkan mereka apa-apa yang ia anggap buruk atas mereka. Sesungguhnya keselamatan umat ini adalah pada masa permulaannya, dan pada penghujungnya akan tertimpa musibah dan fitnah yang bisa menjadikan lemah sebagian dengan sebagian yang lain. Ketika fitnah itu datang maka seorang mukmin akan berkata; ini adalah kebinasaannku lalu fitnah itu hilang. Kemudian fitnah itu datang lagi, maka ia berkata; ini dan ini. Kemudian fitnah itu datang lagi, maka ia berkata; ini dan ini. kemudian fitnah itu hilang.” Beliau bersabda: “Maka barangsiapa ingin terhindar dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, ketika datang kematiannya hendaknya ia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir. Berbuat baik kepada manusia sebagaimana ia suka bila mereka berbuat baik kepadanya. Maka barangsiapa berbaiat kepada seorang Imam, dan dia telah menyerahkan uluran tangan dan keteguhan hatinya, hendaklah ia taat kepadanya jika mampu.” Dan bersabda pada kesempatan lain: “semampunya.” Maka ketika aku telah mendengarnya akupun menyelipkan kepalaku di antara dua orang laki-laki. Dan Aku berkata; “sesungguhnya putra pamanmu -Mu’awiyah- telah menyuruh kita.” Lalu ia pun meletakkan kedua telapak tangannya di mukanya seraya menunduk kemudian mengangkat kepalanya ke atas. Dia berkata; “Taatilah ia dalam ketaatan kepada Allah dan ingkarilah ia ketika bermaksiat kepada Allah.” Aku berkata; “apakah hal ini kamu dengar dari Rasulullah saw.?” Dia menjawab: “Benar, telingaku sendiri yang mendengarnya dan juga hatiku.” Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Umar Abul Mundzir} telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Abu Ishaq} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abi As Safar} dari {Asy Sya’bi} dari {Abdurrahman bin Abdu Rabbul Ka’bah Ash Sha’idi} berkata; “aku melihat sekelompok orang di Ka’bah, maka aku pun ikut duduk bersama mereka, dan ternyata ada seseorang yang sedang berbicara kepada mereka. Dan ternyata orang itu adalah {Abdullah bin ‘Amru}, dia berkata; “kami keluar bersama Rasulullah saw. kemudian singgah di suatu tempat.” Kemudian ia menyebutkan hadits tersebut.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6504
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abi Wa`il} dari {Masruq} berkata; kami mendatangi {Abdullah bin ‘Amru}, lalu kami bercakap-cakap di sisinya, maka ketika kami menyebut-nyebut Abdullah bin Mas’ud pada suatu hari ia langsung berkata: “kalian telah menyebut seorang laki-laki yang selalu aku sukai semenjak aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Ambillah Al Qur`an dari empat orang; dari Ibnu Ummi `Abd (beliau menyebutnya lebih dahulu), dari Mu`adz bin Jabal, Ubai bin Ka’ab dan Salim pelayan Abi Hudzaifah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6505
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepadaku {Khalifah bin Khayyath} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Seorang muslim tidak boleh dibunuh sebagai tebusan seorang kafir, dan juga tidak boleh dibunuh seorang kafir yang mempunyai ikatan perajanjian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6506
Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Telah menceritakan kepada kami {Waqi’} telah menceritakan kepadaku {Khalifah bin Khayyath} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda dalam khutbahnya dan beliau ketika itu menyandarkan punggungnya ke ka’bah; “Darah orang-orang muslim adalah sama antara satu dengan yang lain, dengan perlindungannya akan tertolong orang yang berada di bawah mereka, dan mereka adalah pelindung bagi kaum selain mereka.”