Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6477

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

قَالَ عَبْد اللَّهِ بْن أَحْمَد وَقَالَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا

(Masih dari jalur yang sama dengan hadits sebelumnya), Abdullah bin Ahmad berkata: dia ({Abdullah bin ‘Amru}) berkata; ” Rasulullah saw. itu bukan seorang yang keji dan suka berkata-kata keji.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6478

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

قَالَوَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ خُلُقًا

(Masih dari jalur yang sama dengan hadits sebelumnya), dia ({Abdullah bin ‘Amru}) berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian ialah yang paling bagus akhlaknya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6479

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا أَوْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ الْأَرْبَعِ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} dan {Ibnu Numair} dia berkata; telah mengkhabarkan kepada kami {Al A’masy} dari {Abdullah bin Murroh} dari {Masruq} dari {Abdullah bin ‘Amru}, dari Nabi saw., bahwasanya beliau bersabda: “Ada empat perkara barangsiapa yang keempat perkara itu ada pada dirinya maka berarti ia adalah seorang munafiq, atau barangsiapa salah satu dari empat sifat itu ada pada dirinya berarti dalam dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga ia meninggalkannya: Jika berbicara bohong, jika berjanji mengingkari, jika membuat perjanjian berkhianat, dan jika bertengkar berlaku curang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6480

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ مَطَرٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ عَلَى رَجُلٍ طَلَاقٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ وَلَا عَتَاقٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ وَلَا بَيْعٌ فِيمَا لَا يَمْلِكُ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} dan {Abdullah bin Bakr} mereka berkata; telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Mathor} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak berlaku seorang lelaki menceraikan (wanita) yang bukan isterinya, memerdekakan budak yang bukan miliknya, dan menjual barang dagangan yang bukan miliknya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6481

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا افْتَتَحَ مَكَّةَ قَالَ لَا تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا وَلَا عَلَى خَالَتِهَا

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Husain Al Mu’allim} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. ketika ditaklukkannya kota Makkah bersabda: “Seorang wanita tidak boleh dinikahi bersama bibinya baik dari garis ibu ataupun bapak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6482

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ وَهِيَ صَائِمَةٌ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ فَقَالَ لَهَا أَصُمْتِ أَمْسِ فَقَالَتْ لَا قَالَ أَتُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِي غَدًا فَقَالَتْ لَا قَالَ فَأَفْطِرِي إِذًاقَالَ سَعِيدٌ وَوَافَقَنِي عَلَيْهِ مَطَرٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} Dari {Qotadah} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Abdullah bin ‘Amru}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. pernah mengunjungi Juwairiyyah binti Al Harits yang saat itu sedang berpuasa pada hari Jum’at, maka beliaupun bertanya kepadanya: “Apakah kamu kemarin juga berpuasa?” “Tidak”, jawabnya. Beliau bertanya: “Apakah besok kamu juga akan berpuasa lagi?” “Tidak”, jawabnya. Beliau berkata: “Kalau begitu batalkanlah puasamu.” Berkata Sa’id; ” dalam lafazh ini telah menyepakatiku {Mathor} dari {Sa’id bin al Musayyab}.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6483

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا فَتَحَ مَكَّةَ قَالَ فِي خُطْبَتِهِ فِي الْأَصَابِعِ عَشْرٌ عَشْرٌ وَفِي الْمَوَاضِحِ خَمْسٌ خَمْسٌ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Husain Al Mu’allim} dari {‘Amru bin Syu’aib} dari {bapaknya} dari {kakeknya}, dia berkata; bahwa Rasulullah saw. berkata di dalam khutbahnya ketika penaklukan kota Makkah “pada sepuluh jari, satu jari darinya denda sepuluh ekor unta, dan pada lima al Mawadlih (luka dalam sehingga terlihat tulangnya) setiap darinya adalah denda lima ekor unta.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6484

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ نَافِعِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فَسَكِرَ لَمْ تُقْبَلْ صَلَاتُهُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً فَإِنْ شَرِبَهَا فَسَكِرَ لَمْ تُقْبَلْ صَلَاتُهُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً فَإِنْ شَرِبَهَا فَسَكِرَ لَمْ تُقْبَلْ صَلَاتُهُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً وَالثَّالِثَةَ وَالرَّابِعَةَ فَإِنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلَاتُهُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً فَإِنْ تَابَ لَمْ يَتُبْ اللَّهُ عَلَيْهِ وَكَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُسْقِيَهُ مِنْ عَيْنِ خَبَالٍ قِيلَ وَمَا عَيْنُ خَبَالٍ قَالَ صَدِيدُ أَهْلِ النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami {Bahz} dari {Hammad bin Salamah} dari {Ya’la bin ‘Atho`} dari {Nafi’ bin ‘Ashim} dari {Abdullah bin ‘amru} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barangsiapa meminum khamer sehingga ia mabuk tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari, maka jika ia meminumnya lagi sehingga mabuk tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari, maka jika ia meminumnya lagi sehingga mabuk tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari, dan untuk kali ketiga dan keempat jika ia meminumnya tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari, jika ia bertaubat maka Allah tidak akan menerima taubatnya. Dan sudah menjadi hak bagi Allah untu memberinya minum dari Ainun Khobal.” Ditanya: “apa yang dimaksud dengan Ainun Khobal?” Beliau menjawab: “Nanah yang bercampur darah dari penghuni neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6485

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا بَهْزٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي ثُمَامَةَ الثَّقَفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِي قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُوضَعُ الرَّحِمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهَا حُجْنَةٌ كَحُجْنَةِ الْمِغْزَلِ تَكَلَّمُ بِلِسَانٍ طَلْقٍ ذَلْقٍ فَتَصِلُ مَنْ وَصَلَهَا وَتَقْطَعُ مَنْ قَطَعَهَا وَقَالَ عَفَّانُ الْمِغْزَلُ وَقَالَ بِأَلْسِنَةٍ لَهَا

Telah menceritakan kepada kami {Bahz} dan {‘Affan} mereka berkata; telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Qotadah} dari {Abu Tsumamah Ats Tsaqofi} dari {Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash} dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya rahim (hubungan kekerabatan) pada hari kiamat akan diwujudkan laksana hujnah (semisal alat untuk memintal benang), dia akan berbicara dengan lisan secara fasih dan jelas, dia akan menyambung bagi orang yang menyambungnya dan akan memutus bagi orang yang memutuskannya.” Affan berkata: Al Mi`zal (semacam tongkat untuk memintal kapas) dan berbicara dengan lisannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 6486

Kitab 5 : Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash ra.

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ يَزِيدَ أَخِي مُطَرِّفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّهُسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كَمْ أَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ يَحْيَى قَالَ فِي سَبْعٍ لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَهُ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ وَقَالَ كَيْفَ أَصُومُ قَالَ صُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ عَشَرَةِ أَيَّامٍ يَوْمًا وَيُكْتَبُ لَكَ أَجْرُ تِسْعَةِ أَيَّامٍ قَالَ إِنِّي أَقْوَى مِنْ ذَلِكَ قَالَ صُمْ مِنْ كُلِّ عَشَرَةٍ يَوْمَيْنِ وَيُكْتَبُ لَكَ أَجْرُ ثَمَانِيَةِ أَيَّامٍ حَتَّى بَلَغَ خَمْسَةَ أَيَّامٍ

Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qotadah} dari {Yazid saudara Muthorrif} dari {Abdullah bin ‘Amru} bahwa dia bertanya kepada Nabi saw.; “dalam berapa hari aku boleh mengkatamkan bacaan Al Qur`an?” maka dia menyebutkan hadits. Yahya berkata: dia berkata dalam tujuh hari tidak akan bisa memahami isi al Quran bagi mereka yang mengkatamkannya kurang dari tiga hari. Dia berkata; “lalu bagaimana aku dalam berpuasa?” Beliau menjawab: “Berpuasalah kamu tiga hari dalam sebulannya, dan satu hari dalam sepuluh harinya, dan akan dituliskan bagimu pahala puasa sembilan hari sisanya.” Dia berkata; “sesungguhnya aku masih mampu untuk lebih dari itu.” Beliau menjawab: “berpuasalah dua hari pada setiap sepuluh hari, maka akan dituliskan bagimu pahala puasa delapan hari sampai dengan lima hari.”