Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8405

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَكَمِ قَائِدُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْأَصَمُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَبِعَ جَنَازَةً قَالَ انْبَسِطُوا بِهَا وَلَا تَدِبُّوا دَبِيبَ الْيَهُودِ بِجَنَائِزِهَا

Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hakam} pemimpin Sa’id bin Abi ‘Arubah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Al ‘Ashom} berkata; aku mendengar {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Rasulullah saw. apabila mengantarkan jenazah beliau bersabda: “melebarlah dan jangan merayap sebagaimana orang orang Yahudi merayap ketika mengikuti janazah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8406

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو مَرْيَمَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُلْكُ فِي قُرَيْشٍ وَالْقَضَاءُ فِي الْأَنْصَارِ وَالْأَذَانُ فِي الْحَبَشَةِ وَالسُّرْعَةُ فِي الْيَمَنِ وَقَالَ زَيْدٌ مَرَّةً يَحْفَظُهُ وَالْأَمَانَةُ فِي الْأَزْدِ

Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubab} berkata; telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Shalih} telah menceritakan kepadaku {Abu Maryam} bahwasannya ia mendengar {Abu Hurairah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Kekuasaan ada pada orang-orang Quraisy, hakim ada pada orang orang Anshar, adzan ada pada orang-orang Habasyah dan kecepatan ada pada orang-orang Yaman.” Pada suatu kali Zaid menyebutkan apa yang ia hafal; “Dan amanat ada pada orang Azdi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8407

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْفَضْلِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ

Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Hubab} berkata; telah menceritakan kepada kami {Ibnu Tsauban} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Al Fadhl} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata; Aku melihat Rasulullah saw. berwudhu dua kali dua kali.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8408

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ رَأْسِي ضُرِبَ فَرَأَيْتُهُ يَتَدَهْدَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَطْرُقُ أَحَدَكُمْ الشَّيْطَانُ فَيَتَهَوَّلُ لَهُ ثُمَّ يَغْدُو يُخْبِرُ النَّاسَ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin Az Zubair} berkata; telah menceritakan kepada kami {Umar bin Sa’id} dari {‘Atho`} dari {Abu Hurairah} ia berkata; Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata; “Sesungguhnya aku bermimpi kepalaku dipukul kemudian menggelinding” maka Rasulullah saw. tersenyum, kemudian beliau bersabda: “Setan telah mengunjungi salah seorang dari kalian hingga ia takut kepadanya, kemudian di pagi harinya dia pergi dan menceritakannya pada orang-orang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8409

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ حَرْبٍ أَبُو صَالِحٍ بِمَكَّةَ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَمِعْتُمْ نُهَاقَ الْحَمِيرِ بِاللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ صُرَاخَ الدِّيَكَةِ بِاللَّيْلِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا

Telah menceritakan kepada kami {Syu’aib bin Harb Abu Shalih} di Makkah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami {laits bin Sa’d} telah menceritakan kepada kami {Ja’far bin Rabi’ah} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah}, dia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Jika kalian mendengar ringkih keledai di malam hari maka berlindunglah kepada Allah dari kejelekannya karena sesungguhnya ia melihat setan, dan jika kalian mendengar ayam berkokok di malam hari maka mintalah kepada Allah akan karuinia-Nya karena sesungguhnya dia melihat malaikat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8410

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْمُهَزِّمِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُكُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ فَاسْتَقْبَلَنَا رِجْلٌ مِنْ جَرَادٍ فَجَعَلْنَا نَضْرِبُهُنَّ بِعِصِيِّنَا وَسِيَاطِنَا فَسُقِطَ فِي أَيْدِينَا وَقُلْنَا مَا صَنَعْنَا وَنَحْنُ مُحْرِمُونَ فَسَأَلْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ لَا بَأْسَ بِصَيْدِ الْبَحْرِ

Telah menceritakan kepada kami {Mu`ammal bin Isma’il} berkata; telah menceritakan kepada kami {Hammad} -yaitu Ibnu Salamah- berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu Al Muhazzim} berkata; aku mendengar {Abu Hurairah} berkata; Kami bersama Nabi ketika haji atau umrah, lalu datanglah serombongan belalang kemudian kami memukulinya dengan tongkat dan cambuk kami sehingga jatuh di tangan-tangan kami, lalu kami berkata; “Apa yang telah kita perbuat, padahal kami sedang ihram!, ” maka kami pun bertanya kepada Nabi saw. tentang hal itu, lalu beliau bersabda: “Tidak apa-apa dengan buruan laut.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8411

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ أُذَيْنٍ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الْإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِي الْمُزَاحِ وَالْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ صَادِقًا

Telah menceritakan kepada kami {Suraij bin An Nu’man} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Abu Salamah} dari {Manshur bin Udzain} dari {Makhul} dari {Abu Hurairah} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Seorang hamba tidak akan bisa beriman dengan sempurna sehingga ia bisa meninggalkan bohong baik dalam canda maupun debat, meskipun ia benar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8412

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ الضَّبِّيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ خَوْلَةَ بِنْتَ يَسَارٍ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَيْسَ لِي إِلَّا ثَوْبٌ وَاحِدٌ وَأَنَا أَحِيضُ فِيهِ قَالَ فَإِذَا طَهُرْتِ فَاغْسِلِي مَوْضِعَ الدَّمِ ثُمَّ صَلِّي فِيهِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ لَمْ يَخْرُجْ أَثَرُهُ قَالَ يَكْفِيكِ الْمَاءُ وَلَا يَضُرُّكِ أَثَرُهُ

Telah menceritakan kepada kami {Musa bin dawud Adl Dlibbi} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidillah bin Ja’far} dari {Isa bin Thalhah} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwa Khaulah binti Yasar datang kepada Nabi saw. ketika haji atau umrah, lalu ia berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki baju kecuali hanya satu, padahal aku sedang haidh, ” beliau bersabda: “Jika kamu telah suci maka cucilah tempat yang ada darahnya kemudian shalatlah dengannya, ” ia berkata; “Wahai Rasulullah, bagaimana jika tidak hilang bekasnya?” beliau bersabda: “Cukup bagimu mencucinya dengan air dan tidak ada masalah dengan bekasnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8413

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ الْمَدِينِيُّ وَذَلِكَ قَبْلَ الْمِحْنَةِ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَلَمْ يُحَدِّثْ أَبِي عَنْهُ بَعْدَ الْمِحْنَةِ بِشَيْءٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ يَعْنِي الثَّقَفِيَّ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Abdullah bin Ja’far Al Madini} -dan itu sebelum adanya ujian, Abdullah berkata; dan bapakku tidak menceritakan sesuatu pun setelah adanya ujian.- Ia berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahab bin Abdul Majid} -yaitu Ats Tsaqofi- berkata; telah menceritakan kepada kami {Yunus} dari {Al Hasan} dari {Abu Hurairah} berkata; Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Orang yang membekam ataupun yang dibekam batal puasanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8414

Kitab 6 : Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Bab : Musnad Abu Hurairah ra.

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الْمَيِّتَ تَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ الصَّالِحُ قَالُوا اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ اخْرُجِي حَمِيدَةً وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ قَالَ فَلَا يَزَالُ يُقَالُ ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ ثُمَّ يُعْرَجَ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَيُسْتَفْتَحُ لَهَا فَيُقَالُ مَنْ هَذَا فَيُقَالُ فُلَانٌ فَيَقُولُونَ مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الطَّيِّبَةِ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ ادْخُلِي حَمِيدَةً وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ قَالَ فَلَا يَزَالُ يُقَالُ لَهَا حَتَّى يُنْتَهَى بِهَا إِلَى السَّمَاءِ الَّتِي فِيهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السَّوْءُ قَالُوا اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ اخْرُجِي ذَمِيمَةً وَأَبْشِرِي بِحَمِيمٍ وَغَسَّاقٍ وَآخَرَ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٍ فَلَا يَزَالُ حَتَّى تَخْرُجَ ثُمَّ يُعْرَجَ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَيُسْتَفْتَحُ لَهَا فَيُقَالُ مَنْ هَذَا فَيُقَالُ فُلَانٌ فَيُقَالُ لَا مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الْخَبِيثَةِ كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ ارْجِعِي ذَمِيمَةً فَإِنَّهُ لَا يُفْتَحُ لَكِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ فَتُرْسَلُ مِنْ السَّمَاءِ ثُمَّ تَصِيرُ إِلَى الْقَبْرِ فَيُجْلَسُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَيُقَالُ لَهُ مِثْلُ مَا قِيلَ لَهُ فِي الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ وَيُجْلَسُ الرَّجُلُ السَّوْءُ فَيُقَالُ لَهُ مِثْلُ مَا قِيلَ فِي الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ

Telah menceritakan kepada kami {Al Husain bin Muhammad} berkata; telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`d} dari {Muhammad bin ‘Amru bin ‘Atho`} dari {Sa’id bin Yasar} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang meninggal ketika dicabut nyawanya oleh malaikat, jika ia orang yang shalih para malaikat berkata; ‘Keluarlah wahai jiwa yang baik yang berada dalam jasad yang baik, keluarlah dengan terpuji dan bergembiralah dengan ketentraman dan surga raihan serta Rabb yang tidak akan marah, ‘” beliau bersabda: “Maka ia masih seperti itu sehingga jiwa itu keluar dan malaikat membawanya ke langit yang dibukakan untuknya, lalu akan ditanyakan; ‘Siapa ini? ‘ maka dijawab; ‘Si fulan.’ Kemudian mereka berkata; ‘Selamat datang wahai jiwa yang baik yang berada dalam jasad yang baik, masuklah dengan terpuji dan bergembiralah dengan ketentraman dan surga raihan serta Rabb yang tidak akan murka.'” Beliau bersabda: “Dan masih akan dikatakan padanya seperti itu hingga sampai ke langit yang di dalamnya ada Allah ‘azza wajalla. Dan jika ia adalah orang yang jahat maka para malaikat berkata; ‘Keluarlah wahai jiwa yang kotor yang berada dalam jasad yang kotor, keluarlah dengan tercela dan bergembiralah dengan adzab air neraka yang sangat panas dan air yang sangat dingin, serta berbagai macam adzab yang lainnya yang serupa dengan itu, ‘ maka ia masih seperti itu hingga diangkat ke atas langit, lalu langit dibukaka untuknya, dan ditanyakan; ‘Siapa ini? ‘ maka dijawab; ‘si fulan, ‘ kemudian dikatakan; ‘Tidak ada sambutan bagi jiwa yang kotor yang berada dalam jasad yang kotor, kembalilah dengan tercela, karena sesungguhnya pintu-pintu langit tidak dibuka untukmu, ‘ lalu ia dilemparkan dari langit, kemudian jiwa itu dikembalikan dalam kubur. Maka bagi orang yang shalih ia akan didudukkan dan dikatakan padanya seperti pekataan yang pertama, dan bagi orang yang jahat, ia juga akan didudukkan dan dikatakan padanya seperti perkataan yang pertama.”