Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14933

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah dari Nabi saw.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَيَّ الْخَمْرَ وَالْكُوبَةَ وَالْقِنِّينَ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُبَيْرَاءَ فَإِنَّهَا ثُلُثُ خَمْرِ الْعَالَمِ

Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} berkata; telah mengabarkan kepadaku {Yahya bin Ayyub} dari {‘Ubaidullah bin Zahr} dari {Bakr bin Sawadah} dari {Qais bin Sa’dengan bin ‘Ubadah} Rasulullah saw. bersabda: Robku Tabaaroka wa Ta’ala mengharamkan padaku arak, gendang dan judi. Jauhilah kalian Al ghubairo’ (arak yang terbuat dari jagung) karena itu adalah sepertiga arak di dunia.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14934

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah dari Nabi saw.

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنِيهِ ابْنُ هُبَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ شَيْخًا مِنْ حِمْيَرَ يُحَدِّثُ أَبَا تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيَّ أَنَّهُ سَمِعَ قَيْسَ بْنَ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ الْأَنْصَارِيَّ وَهُوَ عَلَى مِصْرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ كِذْبَةً مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَضْجَعًا مِنْ النَّارِ أَوْ بَيْتًا فِي جَهَنَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} berkata; telah menceritakannya kepadaku {Ibnu Hubairoh} berkata; saya telah mendengar {seseorang dari Himyar} menceritakan kepada {Abu Tamim Al Jaisyani} telah mendengar {Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah Al Anshori} ketika berada di Mesir berkata; saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang berdusta sekali dengan sengaja maka bersiaplah menempati tempat tidurnya di neraka atau rumahnya di Jahannam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14935

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah dari Nabi saw.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ أَتَى عَطْشَانًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا فَكُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُبَيْرَاءَقَالَ هَذَا الشَّيْخُ ثُمَّ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو بَعْدَ ذَلِكَ يَقُولُ مِثْلَهُ فَلَمْ يَخْتَلِفَا إِلَّا فِي بَيْتٍ أَوْ مَضْجَعٍ

Saya (Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah Radhiyallahu’anhu) telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang meminum arak, maka pada Hari Kiamat dalam keadaan haus. Ketahuilah setiap yang memabukkan adalah arak. Jauhilah Al Ghubaira’.” Demikian yang dikatakan syaikh tersebut, lalu saya (Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah Radhiyallahu’anhu) telah mendengar {Abdullah bin ‘Amr} setelah itu berkata; sama dengan di atas, dan keduanya tidak ada perbedaan kecuali dalam perkataan di rumah atau tempat tidur.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14936

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Wahb bin Hudzaifah dari Nabi saw.

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ عُمَارَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ قَالَ حَدَّثَنِي عَمِّي وَاسِعُ بْنُ حَبَّانَ عَنْ وَهْبِ بْنِ حُذَيْفَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرَّجُلُ أَحَقُّ بِمَجْلِسِهِ وَإِنْ قَامَ مِنْهُ ثُمَّ رَجَعَ أَيْ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’id} berkata; telah menceritakan kepada kami {Khalid} yaitu Ibnu Abdullah, berkata; telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Yahya bin ‘Umarah} dari {Muhammad bin Yahya bin Habban} berkata; telah menceritakan kepadaku {pamanku, Wasi’ bin Habban} dari {Wahb bin Hudzaifah} Nabi saw. bersabda: “Seorang lebih berhak dengan tempat duduknya (yang telah ia tempati), jika dia berdiri kemudian kembali lagi maka juga lebih berhak terhadapnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14937

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Wahb bin Hudzaifah dari Nabi saw.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْوَاسِطِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى عَنْ عَمِّهِ وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ عَنْ وَهْبِ بْنِ حُذَيْفَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَامَ الرَّجُلُ مِنْ مَجْلِسِهِ فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ وَإِنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ فَقَامَ إِلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata; telah menceritakan kepada kami {Khalid Al Wasithi} berkata; telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Yahya} dari {Muhammad bin Yahya} dari {pamannya, Wasi’ bin Habban} dari {Wahb bin Hudzaifah} dari Nabi saw. bersabda: “Jika seseorang berdiri dari tempat duduknya (yang telah ia tempati), lalu kembali lagi maka dia lebih berhak terhadapnya, walau dia memiliki keperluan yang dia tinggalkan. Jika dia kembali lagi maka dia lebih berhak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14938

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits ‘Uwaim bin Sa’idah ra.

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ حَدَّثَنَا شُرَحْبِيلٌ عَنْ عُوَيْمِ بْنِ سَاعِدَةَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّهُ حَدَّثَهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ أَحْسَنَ عَلَيْكُمْ الثَّنَاءَ فِي الطُّهُورِ فِي قِصَّةِ مَسْجِدِكُمْ فَمَا هَذَا الطُّهُورُ الَّذِي تَطَّهَّرُونَ بِهِ قَالُوا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا نَعْلَمُ شَيْئًا إِلَّا أَنَّهُ كَانَ لَنَا جِيرَانٌ مِنْ الْيَهُودِ فَكَانُوا يَغْسِلُونَ أَدْبَارَهُمْ مِنْ الْغَائِطِ فَغَسَلْنَا كَمَا غَسَلُوا

Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Abu Uwais} telah menceritakan kepada kami {Syurohbil} dari {‘Uwaim bin Sa’idah Al Anshori} dia menceritakannya, Nabi saw. pernah mendatangi mereka di masjid Quba, lalu bersabda: ” Allah telah memperbagus pujian-Nya pada kalian dalam hal bersuci, dalam kisah masjid kalian ini, bagaimana kalian bersuci selama ini?” Mereka menjawab, Demi Allah, wahai Rasulullah, kami tidak mengetahuinya kecuali kami memiliki tetangga Yahudi, yang mencuci dubur mereka setelah buang air besar lalu kami ikut mencucinya seperti yang mereka kerjakan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14939

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Quhaid bin Mutharif Al ‘Aqari ra.

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي الْحَكَمُ بْنُ الْمُطَّلِبِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ قُهَيْدِ بْنِ مُطَرِّفٍ الْغِفَارِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَهُ سَائِلٌ إِنْ عَدَا عَلَيَّ عَادٍ فَأَمَرَهُ أَنْ يَنْهَاهُ ثَلَاثَ مِرَارٍ قَالَ فَإِنْ أَبَى فَأَمَرَهُ بِقِتَالِهِ قَالَ فَكَيْفَ بِنَا قَالَ إِنْ قَتَلَكَ فَأَنْتَ فِي الْجَنَّةِ وَإِنْ قَتَلْتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir, Abdul Malik bin ‘Amr} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Al Muthalib bin Abdullah} berkata; telah menceritakan kepadaku {saudaraku, Al Hakam bin Al Muthalib} dari {Bapaknya} dari {Quhaid bin Mutharrif Al Ghifari} Rasulullah saw. pernah ditanya oleh seseorang, bagaimana jika ada orang yang menganiaya diriku? (Rasulullah saw.) menyuruh agar melarangnya tiga kali, (seseorang tersebut) berkata; jika dia enggan? maka beliau menyuruh untuk memeranginya, (dia berkata) lalu bagaimana dengan posisi kami? (Rasulullah saw.) bersabda: “Jika dia membunuhmu, kamu berada di surga, jika kamu membunuhnya maka dia berada di neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14940

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Quhaid bin Mutharif Al ‘Aqari ra.

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُطَّلِبِ الْمَخْزُومِيُّ عَنْ أَخِيهِ الْحَكَمِ بْنِ الْمُطَّلِبِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ قُهَيْدٍ الْغِفَارِيِّقَالَ سَأَلَ سَائِلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنْ عَدَا عَلَيَّ عَادٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكِّرْهُ وَأَمَرَهُ بِتَذْكِيرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنْ أَبَى فَقَاتِلْهُ فَإِنْ قَتَلَكَ فَإِنَّكَ فِي الْجَنَّةِ وَإِنْ قَتَلْتَهُ فَإِنَّهُ فِي النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Al Muthalib Al Makhzumi} dari {saudaranya, Al Hakam bin Al Muthalib} dari {Bapaknya} dari {Quhaid Al Ghifari} berkata; ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., bagaimana jika ada orang yang menganiaya diriku? Rasulullah saw. bersabda: “Ingatkanlah dia” dan beliau menyuruh agar mengingatkannya tiga kali, “Jika dia menolak, maka perangilah, jika dia membunuhmu, kamu di surga, jika kamu membunuhnya maka dia di neraka.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14941

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits ‘Amru bin Yatsribi ra.

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ يَعْنِي ابْنَ حَسَنٍ الْحَارِثِيَّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَارَةَ بْنَ حَارِثَةَ الضَّمْرِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَثْرِبِيٍّ الضَّمْرِيِّ قَالَشَهِدْتُ خُطْبَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِنًى فَكَانَ فِيمَا خَطَبَ بِهِ أَنْ قَالَ وَلَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ مِنْ ذَأَفِ أَخِيهِ إِلَّا مَا طَابَتْ بِهِ نَفْسُهُ قَالَ فَلَمَّا سَمِعْتُ ذَلِكَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ لَوْ لَقِيتُ غَنَمَ ابْنِ عَمِّي فَأَخَذْتُ مِنْهَا شَاةً فَاحْتَرَزْتُهَا هَلْ عَلَيَّ فِي ذَلِكَ شَيْءٌ قَالَ إِنْ لَقِيتَهَا نَعْجَةً تَحْمِلُ شَفْرَةً وَزِنَادًا فَلَا تَمَسَّهَا

Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik} yaitu ibnu Hasan Al Haritsi, telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Abu Sa’id} berkata; saya telah mendengar {‘Umaroh bin Haristah Ad Dlamri} menceritakan dari {‘Amr bin Yatsribi Ad Dlamri} berkata; saya menyaksikan khutbah Rasulullah saw. di Mina maka diantara isi khutbahnya adalah, “Tidak halal seorang mengambil harta saudaranya kecuali atas kerelaan dirinya” (‘Amr bin Yatsribi Ad Dlamri Radhiyallahu’anhu) berkata; tatkala saya mendengar itu, saya berkata ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika saya menemukan beberapa kambing anak pamanku lalu saya mengambilnya satu lalu saya rawat, apakah berdosa? (Rasulullah saw.) bersabda: “Jika kamu menemukan seekor kambing, kamu membawa pisau dan bambu (ingin menyembelihnya) maka janganlah kamu menyentuhnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14942

Kitab 7 : Musnad Penduduk Makkah

Bab : Hadits Abu Hadrad Al Aslami ra.

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَدَنِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ أَبِي حَدْرَدٍ الْأَسْلَمِيِّأَنَّهُ كَانَ لِيَهُودِيٍّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةُ دَرَاهِمَ فَاسْتَعْدَى عَلَيْهِ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّ لِي عَلَى هَذَا أَرْبَعَةَ دَرَاهِمَ وَقَدْ غَلَبَنِي عَلَيْهَا فَقَالَ أَعْطِهِ حَقَّهُ قَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أَقْدِرُ عَلَيْهَا قَالَ أَعْطِهِ حَقَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أَقْدِرُ عَلَيْهَا قَدْ أَخْبَرْتُهُ أَنَّكَ تَبْعَثُنَا إِلَى خَيْبَرَ فَأَرْجُو أَنْ تُغْنِمَنَا شَيْئًا فَأَرْجِعُ فَأَقْضِيهِ قَالَ أَعْطِهِ حَقَّهُ قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ ثَلَاثًا لَمْ يُرَاجَعْ فَخَرَجَ بِهِ ابْنُ أَبِي حَدْرَدٍ إِلَى السُّوقِ وَعَلَى رَأْسِهِ عِصَابَةٌ وَهُوَ مُتَّزِرٌ بِبُرْدٍ فَنَزَعَ الْعِمَامَةَ عَنْ رَأْسِهِ فَاتَّزَرَ بِهَا وَنَزَعَ الْبُرْدَةَ فَقَالَ اشْتَرِ مِنِّي هَذِهِ الْبُرْدَةَ فَبَاعَهَا مِنْهُ بِأَرْبَعَةِ الدَّرَاهِمِ فَمَرَّتْ عَجُوزٌ فَقَالَتْ مَا لَكَ يَا صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهَا فَقَالَتْ هَا دُونَكَ هَذَا بِبُرْدٍ عَلَيْهَا طَرَحَتْهُ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Hatim bin Isma’il Al Madani} berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad bin Yahya} dari {Bapaknya} dari {Ibnu Abu Hadrad Al Aslami} dia memiliki hutang pada seorang Yahudi berupa empat dirham, maka dia menagihnya dengan berkata; ‘Wahai Muhammad orang ini berhutang kepadaku empat dirham, saya sangat membutuhkannya. Lalu (Rasulullah saw.) bersabda: “Berikan padanya hak dia.” Dia berkata; demi Dzat yang mengutusmu dengan Al haq, saya tidak mampu membayarnya. (Rasulullah saw.) bersabda: “Berikan padanya haknya” Dia berkata; demi Dzat yang mengutusmu dengan Al haq, saya tidak mampu membayarnya, saya telah mengabarkan kepadanya, dan anda mengutus kami ke Khaibar dengan harapan anda memberi bagian ghanimah pada kami lalu saya pulang untuk melunasinya. (Nabi saw.) bersabda: “Berikan padanya hak dia.” Nabi saw. jika telah mengucapkan tiga kali, niscaya tidak akan mengulanginya lagi. Ibnu Abu Hadrod akhirnya keluar bersama orang Yahudi tersebut ke pasar dengan memakai surban di kepalanya dan bersarung dengan mantel, lalu dia (Ibnu Abu Hadrod Radhiyallahu’anhu) melepas surban dari kepalanya dan memakainya sebagai sarung, lalu kemudian melepas selimut dan berkata kepada orang-orang, belilah dariku selimut ini, maka dia menjual selimut tersebut dengan empat dirham, lalu ada seorang nenek yang lewat seraya berkata; ada apa denganmu wahai sahabat Rasulullah saw.? Lalu (Ibnu Abu Hadrod Radhiyallahu’anhu) memberitahukannya hingga nenek itu berkata; kalau begitu ambillah ini, maka nenek itu memberikan selimut kepadanya.