Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15988

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hadits Abu ‘Iyasy Az Zuraqi ra.

قَالَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي عَيَّاشٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ أَصْبَحَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَانَ لَهُ كَعَدْلِ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَكُتِبَ لَهُ بِهَا عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ بِهَا عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنْ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِذَا أَمْسَى مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ قَالَ فَرَأَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرَى النَّائِمُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا عَيَّاشٍ يَرْوِي عَنْكَ كَذَا وَكَذَا قَالَ صَدَقَ أَبُو عَيَّاشٍ

(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} berkata; telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {Bapaknya} dari {Abu ‘Ayyasy} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang pada waktu paginya membaca, ‘LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIIR, (tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, baginya kerajaan dan pujian dan baginya pujian dan dia Maha Menentukan atas segala sesuatu) ‘ maka baginya bagaikan membebaskan budak dari anak Isma’il dan dicatat baginya sepuluh kebaikan dan dihapusknnya sepuluh keburukan dan diangkat dengan sepuluh derajat dan dia terbentengi dari setan sampai waktu sorenya dan apabila pada waktu sorenya dia kembali berdoa seperti waktu paginya maka akan mendapatkan sebagaimana waktu paginya sehingga datang waktu pagi”. (Abu ‘Ayyasy Az-Zuraqi Radhiyallahu’anhu) berkata; maka ada seorang laki-laki yang melihat Rasulullah saw. sebagaimana orang tidur lalu berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu ‘Ayyasy telah meriwayatkan darimu hal ini dan itu (sebagaimana dalam hadits) maka dia berkata; “Benarlah Abu ‘Ayyasy.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15989

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hadits ‘Amru bin Al Qari dari Ayahnya dari Kakeknya ra.

قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْقَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَمْرِو بْنِ الْقَارِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ فَخَلَّفَ سَعْدًا مَرِيضًا حَيْثُ خَرَجَ إِلَى حُنَيْنٍ فَلَمَّا قَدِمَ مِنْ جِعِرَّانَةَ مُعْتَمِرًا دَخَلَ عَلَيْهِ وَهُوَ وَجِعٌ مَغْلُوبٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي مَالًا وَإِنِّي أُورَثُ كَلَالَةً أَفَأُوصِي بِمَالِي كُلِّهِ أَوْ أَتَصَدَّقُ بِهِ قَالَ لَا قَالَ أَفَأُوصِي بِثُلُثَيْهِ قَالَ لَا قَالَ أَفَأُوصِي بِشَطْرِهِ قَالَ لَا قَالَ أَفَأُوصِي بِثُلُثِهِ قَالَ نَعَمْ وَذَاكَ كَثِيرٌ قَالَ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ أَمُوتُ بِالدَّارِ الَّتِي خَرَجْتُ مِنْهَا مُهَاجِرًا قَالَ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ يَرْفَعَكَ اللَّهُ فَيَنْكَأَ بِكَ أَقْوَامًا وَيَنْفَعَ بِكَ آخَرِينَ يَا عَمْرُو بْنَ الْقَارِيِّ إِنْ مَاتَ سَعْدٌ بَعْدِي فَهَا هُنَا فَادْفِنْهُ نَحْوَ طَرِيقِ الْمَدِينَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ هَكَذَا

(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata; telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin ‘Utsman bin Khutsaim} dari {‘Amr bin Al Qary} dari {Bapaknya} dari {kakeknya, ‘Amr bin Al Qary} sesungguhnya Rasulullah saw. pergi dan meninggalkan Saad karena sakit, ketika keluar menuju Hunain. Tatkala sampai dari Ji’ranah karena umrah, dia menemuinya dalam keadaan sakit yang akut, lalu dia berkata; Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mempunyai harta dan saya dalam keadaan kalalah (mayat yang tidak mempunyai orang tua maupun anak) apakah harus meninggalkan warisan dengan hartaku semuanya atau saya sedekahkan saja. Beliau bersabda: “Tidak”. Dia berkata; apakah saya berwasiat dengan dua pertiga? Beliau bersabda: “Tidak”. Dia berkata; apakah saya berwasiat dengan setengahnya? Beliau bersabda: “Tidak”. Dia berkata; apakah saya berwasiat dengan sepertiganya? Beliau bersabda: “Ya, dan itu sudah banyak”. Dia berkata; ‘Wahai Rasulullah, saya meninggal dalam rumah yang saya telah keluar darinya saat berhijrah.’ Beliau bersabda: “Sesungguhnya saya sangat mengharap semoga Allah mengangkat kamu lalu dia melukai suatu kaum dan orang yang lain bisa mengambil manfaat darimu, Wahai ‘Amr bin Al Qari, jika Saad meninggal setelahku maka kuburkanlah di sini menuju jalan ke Madinah” dan beliau memberi isyarat dengan tangannya begini.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15990

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hadits seseorang yang pernah menyaksikan Nabi saw.

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّازَّقِ قَالَ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو الْقُرَشِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي مَنْ شَهِدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَوَأَمَرَ بِرَجْمِ رَجُلٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَلَمَّا أَصَابَتْهُ الْحِجَارَةُ فَرَّ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَهَلَّا تَرَكْتُمُوهُ

(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Isra’il} dari {Simak} dari {Abdul Aziz bin Abdullah bin ‘Amr Al Qurasyi} berkata; telah menceritakan kepadaku {orang yang menyaksikan} bahwa Nabi saw. menyuruh untuk merajam seseorang di antara Makkah dan Madinah. Tatkala laki-laki tersebut terkena batu kemudian dia kabur, ketika disampaikan hal tersebut kepada Nabi saw., maka beliau bersabda: “Mengapa kalian tidak membiarkan dia”?

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15991

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hadits seseorang yang pernah menyaksikan Nabi saw.

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّازَّقِ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ الصَّنْعَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ حَدَّثَنِي فَنَّجُ قَالَكُنْتُ أَعْمَلُ فِي الدَّيْنَبَاذِ وَأُعَالِجُ فِيهِ فَقَدِمَ يَعْلَي بْنُ أُمَيَّةَ أَمِيرًا عَلَى الْيَمَنِ وَجَاءَ مَعَهُ رِجَالٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَنِي رَجُلٌ مِمَّنْ قَدِمَ مَعَهُ وَأَنَا فِي الزَّرْعِ أَصْرِفُ الْمَاءَ فِي الزَّرْعِ وَمَعَهُ فِي كُمِّهِ جَوْزٌ فَجَلَسَ عَلَى سَاقِيَةٍ مِنْ الْمَاءِ وَهُوَ يَكْسِرُ مِنْ ذَلِكَ الْجَوْزِ وَيَأْكُلُ ثُمَّ أَشَارَ إِلَى فَنَّجَ فَقَالَ يَا فَارِسِيُّ هَلُمَّ قَالَ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقَالَ الرَّجُلُ لِفَنَّجَ أَتَضْمَنُ لِي غَرْسَ هَذَا الْجَوْزِ عَلَى الْمَاءِ فَقَالَ لَهُ فَنَّجُ مَا يَنْفَعُنِي ذَلِكَ فَقَالَ الرَّجُلُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بِأُذُنَيَّ هَاتَيْنِ مَنْ نَصَبَ شَجَرَةً فَصَبَرَ عَلَى حِفْظِهَا وَالْقِيَامِ عَلَيْهَا حَتَّى تُثْمِرَ كَانَ لَهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ يُصَابُ مِنْ ثَمَرَتِهَا صَدَقَةٌ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ فَنَّجُ أَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْقَالَ فَنَّجُ فَأَنَا أَضْمَنُهَا قَالَ فَمِنْهَا جَوْزُ الدَّيْنَبَاذِ

(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Daud bin Qais Ash-Shan’ani} berkata; telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Wahab} dari {Bapaknya} berkata; telah menceritakan kepadaku {Fannaj} berkata; Aku bekerja di Dainabadz dan mengobati, maka datanglah Ya’la bin Umayyah seorang ‘Amir di Yaman bersama beberapa sahabat Nabi saw. Lalu datanglah seorang laki-laki dari rombongan, tatkala aku berada di pekarangan mengatur sirkulasi air, laki-laki tersebut membawa kantong yang berisi buah kelapa lalu di duduk di tepian air, kemudian dia memecah kelapa tersebut dan memakannya, kemudian menunjuk kepada Fannaj seraya berkata; “Wahai orang Persai, mendekatlah.” Lalu aku pun mendekatinya, laki-laki itu berkata kepada Fannaj, “Maukah engkau menjamin untukku untuk menanam kelapa di atas air?, maka Fannaj berkata kepadanya, “Apa keuntungannya untukku?” maka {laki-laki} tersebut berkata ‘Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda yang aku mendengarnya langsung dengan kedua telingaku, “Barangsiapa menanam suatu pohon lalu dia bersabar untuk merawatnya sampai berbuah, maka segala sesuatu yang mengenai buahnya akan menjadi sebuah sedekah di sisi Allah”, maka Fannaj berkata; “Apakah engkau mendengarnya langsung dari Rasulullah saw.?, dia pun menjawab, “Benar” Fannaj berkata; “Aku akan berjanji untuk merawat semua tanaman dan kelapa tersebut”. (Fannaj Radhiyallahu’anhu) berkata; di antaranya adalah kelapa Dainabadz.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15992

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hasits seseorang dari pamannya ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي يَزِيدَ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ طَارِقِ بْنِ عَلْقَمَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ عَمِّهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا جَاءَ مَكَانًا مِنْ دَارِ يَعْلَى نَسَبَهُ عُبَيْدُ اللَّهِ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَدَعَاو قَالَ رَوْحٌ عَنْ أَبِيهِ و قَالَ ابْنُ بَكْرٍ عَنْ أُمْهِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata; telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata; telah mengabarkan kepadaku {‘Ubaidullah bin Abu Yazid} sesungguhnya {Abdurrahman bin Thariq bin ‘Alqamah} mengabarinya dari {pamannya} dari Nabi saw., jika beliau mendatangi sebuah tempat dari Ya’la, ‘Ubaidullah menasabkan pada arah kiblat lalu berdoa. {Rauh} berkata; dari {Bapaknya} dan {Ibnu Bakar} berkata; dari {Umhi}.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15993

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hadits seseorang dari sahabat Nabi saw.

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ حُمَيْدٍ الْأَعْرَجِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَخَطَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ بِمِنًى وَنَزَّلَهُمْ مَنَازِلَهُمْ وَقَالَ لِيَنْزِلْ الْمُهَاجِرُونَ هَاهُنَا وَأَشَارَ إِلَى مَيْمَنَةِ الْقِبْلَةِ وَالْأَنْصَارُ هَاهُنَا وَأَشَارَ إِلَى مَيْسَرَةِ الْقِبْلَةِ ثُمَّ لِيَنْزِلْ النَّاسُ حَوْلَهُمْ قَالَ وَعَلَّمَهُمْ مَنَاسِكَهُمْ فَفُتِّحَتْ أَسْمَاعُ أَهْلِ مِنًى حَتَّى سَمِعُوهُ فِي مَنَازِلِهِمْ قَالَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ ارْمُوا الْجَمْرَةَ بِمِثْلِ حَصَى الْخَذْفِقَالَ عَبْد اللَّهِ سَمِعْتُ مُصْعَبًا الزُّبَيْرِيَّ يَقُولُ جَاءَ أَبُو طَلْحَةَ الْقَاصُّ إِلَى مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ إِنَّ قَوْمًا قَدْ نَهَوْنِي أَنْ أَقُصَّ هَذَا الْحَدِيثَ صَلَّى اللَّهُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَعَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ فَقَالَ مَالِكٌ حَدِّثْ بِهِ وَقُصَّ بِهِ وَقُولَهُ

(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Humaid Al A’raj} dari {Muhammad bin Ibrahim At-Taimi} dari {Abdurrahman bin Mu’adz} dari {salah seorang sahabat Nabi saw.} berkata; Nabi saw. berkhutbah pada orang-orang di Mina, lalu mereka kembali pada tempat singgah mereka, lalu beliau bersabda: “Hendaknya Orang Muhajirin singgah di sini dan beliau menunjukkan ke arah kanan kiblat dan orang Anshar di sini, dan beliau menunjukkan arah kiri kiblat lalu orang-orang bertempat tinggal di sekitar mereka. (salah seorang sahabat Radhiyallahu’anhu) berkata; dan beliau mengajarkan tatacara ibadah mereka lalu penduduk Mina membuka pendengaran mereka sampai terdengar di tempat singgah mereka. (salah seorang sahabat Radhiyallahu’anhu) berkata; saya telah mendengar beliau bersabda: “Lemparlah jumrah dengam kerikil yang kecil”. Abdullah berkata; saya telah mendengar Mush’ab Az-Zubairi berkata; Abu Thalhah orang yang punya kisah, datang kepada Malik bin Anas, lalu berkata; Wahai Abu Abdullah sesungguhnya ada suatu kaum yang mereka melarangku untuk menceritakan hadits ini, semoga Allah merahmati Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Perkasa, dan atas Muhammad dan pada Ahli Baitnya, dan para istrinya, lalu Malik berkata; ceritakanlah hadits itu dan sampaikan perkataannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15994

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hadits Abdurrahman bin Mu’adz At Taimi, dan dia termasuk sahabat Nabi

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ قَيْسٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُعَاذٍ التَّيْمِيِّ قَالَ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَخَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} berkata; telah menceritakan kepadaku {bapakku} berkata; telah menceritakan kepadaku {Humaid bin Qais} dari {Muhammad bin Ibrahim At-Taimi} dari {Abdurrahman bin Mu’adz At-Taimi} berkata; dia adalah salah seorang sahabat Nabi saw., Rasulullah saw. berkhutbah lalu menyebutkan hadits.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15995

Kitab 8 : Musnad Penduduk Madinah

Bab : Hadits seseorang dari sahabat Nabi saw.

قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَشْجَعِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ هِلَالِ بْنِ يِسَافٍ عَنْ رَجُلٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ سَيَكُونُ قَوْمٌ لَهُمْ عَهْدٌ فَمَنْ قَتَلَ رَجُلًا مِنْهُمْ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا

(Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} berkata; telah menceritakan kepada kami {Al Aysja’i} dari {Sufyan} dari {Al `a’masy} dari {Hilal bin Yisaf} dari {seorang laki-laki} dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda: “Akan datang suatu kaum yang mengadakan suatu perjanjian, maka barangsiapa yang membunuh salah seorang dari mereka, dia tidak akan dapat mencium bau surga, padahal baunya dapat dicium sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16395

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Uqbah bin Malik ra.

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ قَالَ جَمَعَ بَيْنِي وَبَيْنَ بِشْرِ بْنِ عَاصِمٍ رَجُلٌ فَحَدَّثَنِي عَنْ عُقْبَةَ بْنِ مَالِكٍأَنَّ سَرِيَّةً لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَشُوا أَهْلَ مَاءٍ صُبْحًا فَبَرَزَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَاءِ فَحَمَلَ عَلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ إِنِّي مُسْلِمٌ فَقَتَلَهُ فَلَمَّا قَدِمُوا أَخْبَرُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيبًا فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَمَا بَالُ الْمُسْلِمِ يَقْتُلُ الرَّجُلَ وَهُوَ يَقُولُ إِنِّي مُسْلِمٌ فَقَالَ الرَّجُلُ إِنَّمَا قَالَهَا مُتَعَوِّذًا فَصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجْهَهُ وَمَدَّ يَدَهُ الْيُمْنَى فَقَالَ أَبَى اللَّهُ عَلَيَّ مَنْ قَتَلَ مُسْلِمًا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Salamah, dari {Yunus bin ‘Ubaid} dari {Humaid bin Hilal} berkata; ada seorang laki-laki yang mempertemukanku dengan {Bisyr bin ‘Ashim}, lalu dia bercerita kepadaku, dari {‘Uqbah bin Malik} sesungguhnya utusan Perang Rasulullah saw. mengerubungi ‘pemiliki air’ pada waktu pagi lalu ada seorang laki-laki dari ‘pemilik air’ yang menyerang. lalu ada seorang kaum muslimin yang menangkapnya, lalu (laki-laki itu) berkata; “Sesungguhnya saya adalah seorang muslim, ” lalu dia membunuhnya. Tatkala mereka tiba, mereka mengabari Nabi saw. perihal itu, lalu Rasulullah saw. bangkit berkhutbah, memuji Allah lalu bersabda: “Amma ba’du. Bagaimana ada seorang muslim yang membunuh seorang laki-laki yang mengatakan ‘Sesungguhnya saya adalah seorang muslim’.” Lalu (laki-laki muslim) itu berkata; “Dia mengatakannya hanya sebagai alat perlindungan saja untuk menghindari pembunuhan, ” lalu Rasulullah saw. memalingkan wajahnya dan mengangkat tangan kanannya lalu bersabda: “Melalui perantaraanku, Allah menolak siapa yang membunuh seorang muslim, ” beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16396

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits Kharasah ra.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ عَجْلَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا كَثِيرٍ الْمُحَارِبِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ خَرَشَةَ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتَكُونُ مِنْ بَعْدِي فِتْنَةٌ النَّائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْيَقْظَانِ وَالْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَمَنْ أَتَتْ عَلَيْهِ فَلْيَمْشِ بِسَيْفِهِ إِلَى صَفَاةٍ فَلْيَضْرِبْهُ بِهَا حَتَّى يَنْكَسِرَ ثُمَّ لِيَضْجَعْ لَهَا حَتَّى تَنْجَلِيَ عَمَّا انْجَلَتْ

Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr} berkata; telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Himyar Al Himsyi} berkata; telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin Ajlan} berkata; saya telah mendengar {Abu Katsir Al Muharibi} berkata; saya mendengar {Kharasyah} berkata; saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Akan ada fitnah setelahku, orang yang tidur ketika itu lebih baik dari pada orang yang terjaga. Orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan. Siapa saja yang menemui fitnah itu, berjalanlah dengan pedangnya menuju ke batu yang licin, dan bantinglah pedangnya sampai pecah, lalu berbaringlah menghadap batu itu sampai fitnah itu tampak.”