Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16407

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَأَتَيْنَاهُ فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ يَتَغَلَّ فِي جَوْفِ الْمَسْجِدِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَوَضَّأَ الْمُسْلِمُ ذَهَبَ الْإِثْمُ مِنْ سَمْعِهِ وَبَصَرِهِ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِقَالَ فَجَاءَ أَبُو ظَبْيَةَ وَهُوَ يُحَدِّثُنَا فَقَالَ مَا حَدَّثَكُمْ فَذَكَرْنَا لَهُ الَّذِي حَدَّثَنَا قَالَ فَقَالَ أَجَلْ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ عَبَسَةَ ذَكَرَهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَادَ فِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ يَبِيتُ عَلَى طُهْرٍ ثُمَّ يَتَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَيَذْكُرُ وَيَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِيَّاهُ

Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar} yaitu Ibnu ‘Ayyasy, dari {‘Ashim} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Umamah} berkata; kami mendatangi beliau, ternyata beliau pada saat itu sedang duduk beribadah di tengah masjid. (Abu Umamah Radhiyallahu’anhu) berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Jika seorang muslim berwudhu, niscaya dosa akan hilang dari pendengarannya, penglihatannya, kedua tangannya dan kedua kakinya.” Lalu {Abu Zhabiyah} datang dan dia menceritakan kepada kami, lalu berkata; ‘Apa yang telah dia sampaikan kepada kalian? ‘, lalu kami sampaikan apa yang telah disampaikan kepada kami.”Lalu dia berkata; ‘ya. Saya telah mendengar {‘Amr bin ‘Abasah} menyebutkannya, dari Rasulullah saw. dan menambahkan di dalamnya, berkata Rasulullah saw. bersabda: ‘Tidaklah seorang laki-laki yang bermalam dalam keadaan suci, lalu dia bangun dari malamnya, lalu dia berdzikir dan meminta kepada Allah Azzawajalla kebaikan dari kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah Azzawajalla memberikan kepadanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16408

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي نَجِيحٍ السُّلَمِيِّ قَالَحَاصَرْنَا مَعَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِصْنَ الطَّائِفِ فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَلَغَ بِسَهْمٍ فَلَهُ دَرَجَةٌ فِي الْجَنَّةِ قَالَ فَبَلَغْتُ يَوْمَئِذٍ سِتَّةَ عَشَرَ سَهْمًا فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَهُوَ عِدْلُ مُحَرَّرٍ وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَيُّمَا رَجُلٍ مُسْلِمٍ أَعْتَقَ رَجُلًا مُسْلِمًا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَاعِلٌ وَفَاءَ كُلِّ عَظْمٍ مِنْ عِظَامِهِ عَظْمًا مِنْ عِظَامِ مُحَرَّرِهِ مِنْ النَّارِ وَأَيُّمَا امْرَأَةٍ مُسْلِمَةٍ أَعْتَقَتْ امْرَأَةً مُسْلِمَةً فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَاعِلٌ وَفَاءَ كُلِّ عَظْمٍ مِنْ عِظَامِهَا عَظْمًا مِنْ عِظَامِ مُحَرَّرِهَا مِنْ النَّارِ

Telah menceritakan kepada kami {Rauh} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Abu Abdullah} dari {Qatadah} dari {Salim bin Abu Al Ja’d} dari {Ma’dan bin Abu Thalhah} dari {Abu Najih As-Sulami} berkata; kami bersama Nabiyullah saw. mengepung benteng Thaif, lalu saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa melemparkan satu panah, dia mendapatkan satu derajat di surga.” (Abu Najih As-Sulami Radhiyallahu’anhu) berkata; “Maka pada saat itu saya melemparkan enam belas panah, lalu saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa melempar satu panah di jalan Allah Azzawajalla, maka setara dengan membebaskan seorang budak’, barangsiapa yang beruban satu uban di jalan Allah, dia mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat. Setiap orang muslim yang membebaskan seorang budak laki-laki muslim, Allah Azzawajalla akan membebaskan tiap-tiap anggota badannya dari neraka lantaran tiap anggota badan budak yang dibebaskan. Dan setiap wanita muslimah yang membebaskan seorang budak wanita muslim, Allah Azzawajalla membebaskan tiap-tiap anggota badannya dari neraka lantaran tiap anggota badan budak muslimah yang dibebaskan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16409

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَهْرَامَ قَالَ سَمِعْتُ شَهْرَ بْنَ حَوْشَبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو ظَبْيَةَ قَالَ قَالَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَيُّمَا رَجُلٍ مُسْلِمٍ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَبَلَغَ مُخْطِئًا أَوْ مُصِيبًا فَلَهُ مِنْ الْأَجْرِ كَرَقَبَةٍ أَعْتَقَهَا مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ

Telah menceritakan kepada kami {Rauh} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Bahran} berkata; saya telah mendengar {Syahr bin Hausyab} berkata; Telah menceritakan kepadaku {Abu Zhabyah} berkata; {‘Amr bin ‘Abasah} berkata; saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Muslim siapa saja yang melempar dengan satu panah di jalan Allah Azzawajalla, lalu mengenai sasarannya atau meleset, maka baginya pahala sebagaimana dia membebaskan budak dari anak Isma’il.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16410

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنِي الْأَسْوَدُ بْنُ الْعَلَاءِ عَنْ حُوَىٍّ مَوْلَى سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ رَجُلٍ أَرْسَلَ إِلَيْهِ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ كَيْفَ الْحَدِيثُ الَّذِي حَدَّثْتَنِي عَنْ الصُّنَابِحِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي الصُّنَابِحِيُّأَنَّهُ لَقِيَ عَمْرَو بْنَ عَبَسَةَ فَقَالَ هَلْ مِنْ حَدِيثٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا زِيَادَةَ فِيهِ وَلَا نُقْصَانَ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً أَعْتَقَ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهَا عُضْوًا مِنْهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَلَغَ أَوْ قَصَّرَ كَانَ عِدْلَ رَقَبَةٍ وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakar} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} yaitu Ibnu Ja’far, berkata; Telah menceritakan kepadaku {Al Aswad bin Al ‘Ala’} dari {Huwai} budak Sulaiman bin Abdul Malik, dari {seorang laki-laki} yang diutus oleh ‘Umar bin Abdul Aziz yaitu Amirul Mukminin, berkata; bagaimana hadits yang kamu Telah menceritakan kepadaku, dari {Ash-Shunabihi} berkata; telah mengabarkan kepadaku Ash-Shunabihi sesungguhnya dia bertemu {‘Amr bin ‘Abasah} lalu dia berkata; apakah ada hadits dari Rasulullah saw. yang di dalamnya tidak ada tambahan atau hal yang dikurangi. Maka dia menjawab, ya, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membebaskan seorang budak, niscaya Allah akan membebaskan anggota tubuhnya dari neraka lantaran setiap anggota tubuh budak yang dimerdekakannya. Barangsiapa yang melempar dengan satu panah di jalan Allah, lalu mengenai sasarannya atau meleset, menyamai membebaskan budak. Barangsiapa yang beruban satu uban saja di jalan Allah, dia mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16411

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَابْنُ جَعْفَرٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فِي حَدِيثِهِ سَمِعْتُ سُلَيْمَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُكَانَ بَيْنَ مُعَاوِيَةَ وَبَيْنَ الرُّومِ عَهْدٌ وَكَانَ يَسِيرُ نَحْوَ بِلَادِهِمْ حَتَّى يَنْقَضِيَ الْعَهْدُ فَيَغْزُوَهُمْ فَجَعَلَ رَجُلٌ عَلَى دَابَّةٍ يَقُولُ وَفَاءٌ لَا غَدْرٌ وَفَاءٌ لَا غَدْرٌ فَإِذَا هُوَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ فَلَا يَحِلَّ عُقْدَةً وَلَا يَشُدَّهَا حَتَّى يَمْضِيَ أَمَدُهَا أَوْ يَنْبِذَ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ فَرَجَعَ مُعَاوِيَةُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Mahdi} dan {Ibnu Ja’far} berkata; telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al faidl} Abdurrahman berkata dalam hadisnya, saya mendengar {Sulaim bin ‘Amir} berkata; telah terjadi perjanjian antara Mu’awiyah dan orang Romawi. Lalu (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) berjalan menuju ke Romawi. Hingga saat perjanjian telah selesai, ia menyerbu mereka. Lalu ada seorang laki-laki yang menaiki kendaraannya dan berkata; “Penuhilah janji, jangan ada ada khianat. Penuhilah janji, jangan ada khianat.” Ternyata orang itu adalah {‘Amru bin ‘Abasah}. Lalu saya menanyakan hal itu, dan dia berkata; “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Barangsiapa yang mengikat perjanjian dengan suatu kaum, ia tidak boleh melepasnya, atau menarik janjinya sampai perjanjian itu habis atau keduanya sama-sama membatalkannya.” Lalu Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu kembali.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16412

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ طَلْقٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْبَيْلَمَانِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْلَمَ قَالَ حُرٌّ وَعَبْدٌ قَالَ فَقُلْتُ وَهَلْ مِنْ سَاعَةٍ أَقْرَبُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ أُخْرَى قَالَ جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ صَلِّ مَا بَدَا لَكَ حَتَّى تُصَلِّيَ الصُّبْحَ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ وَمَا دَامَتْ كَأَنَّهَا حَجَفَةٌ حَتَّى تَنْتَشِرَ ثُمَّ صَلِّ مَا بَدَا لَك حَتَّى يَقُومَ الْعَمُودُ عَلَى ظِلِّهِ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَزُولَ الشَّمْسُ فَإِنَّ جَهَنَّمَ تُسْجَرُ لِنِصْفِ النَّهَارِ ثُمَّ صَلِّ مَا بَدَا لَكَ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ ثُمَّ انْهَهُ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَتَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ فَإِنَّ الْعَبْدَ إِذَا تَوَضَّأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ فَإِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ وَجْهِهِ فَإِذَا غَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ بَيْنِ ذِرَاعَيْهِ وَرَأْسِهِ وَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَّتْ خَطَايَاهُ مِنْ رِجْلَيْهِ فَإِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ وَكَانَ هُوَ وَقَلْبُهُ وَوَجْهُهُ أَوْ كُلُّهُ نَحْوَ الْوَجْهِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ انْصَرَفَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ قَالَ فَقِيلَ لَهُ أَأَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ أَسْمَعْهُ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ أَوْ عَشْرًا أَوْ عِشْرِينَ مَا حَدَّثْتُ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Yazid bin Thalq} dari {Abdurrahman Al Bailami} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata; saya menemui Rasulullah saw., lalu saya bertanya, “Siapa orang yang telah masuk Islam?” Beliau menjawab, “Orang merdeka dan budak, ” (‘Amr bin ‘Abasah Radhiyallahu’anhu) berkata; lalu saya bertanya, “Apakah ada suatu waktu yang lebih dekat kepada Allah daripada yang lainnya?” Beliau bersabda: “Shalatlah pada pertengahan malam yang terakhir sampai kamu shalat subuh, kemudian tinggalkanlah sampai matahari terbit, tinggalkanlah shalat itu selama matahari masih seperti perisai, sampai matahari itu menyebar, Lalu shalatlah sampai pada keadaan tiang-tiang sama dengan bayangannya, lalu tinggalkanlah sampai matahari bergeser. Sesungguhnya Jahannam dinyalakan pada pertengahan siang, lalu shalatlah pada waktu yang ada sampai kamu shalat asar. Lalu janganlah kau shalat sampai matahari tenggelam, sesungguhnya matahari itu tenggelam pada dua tanduk setan dan dan muncul antara dua tanduk setan. Sesungguhnya seorang hamba jika dia berwudhu lalu dia mencuci kedua tangannya maka keluar kesalahannya dari antara kedua tangannya. Jika dia mencuci wajahnya maka kesalahannya jatuh dari wajahnya. Jika mencuci kedua tangannya dan mengusap kepalanya maka kesalahannya jatuh dari kedua tanganya dan kepalanya. Jika mencuci kedua kakinya maka akan terjatuhlah kesalahannya dari kedua kakinya. Jika bangkit untuk shalat, maka dia, hatinya dan wajahnya, atau semuanya menghadapkan wajah kepada Allah Azzawajalla, alhasil dia meninggalkan shalat dalam keadaan sebagaimana saat ibunya melahirkannya. Abu Umamah Radhiyallahu’anhu) berkata; ada yang bertanya kepadanya, “Apakah kamu telah mendengar hal ini dari Rasulullah saw.?.” dia menjawab, “Kalau saja saya tidak mendengarnya sekali atau dua kali, ” atau, “Sepuluh atau dua puluh kali, niscaya saya tidak menceritakannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16413

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ قَالَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ أَنْ يُسْلِمَ قَلْبُكَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَنْ يَسْلَمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِكَ وَيَدِكَ قَالَ فَأَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ الْإِيمَانُ قَالَ وَمَا الْإِيمَانُ قَالَ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ قَالَ فَأَيُّ الْإِيمَانِ أَفْضَلُ قَالَ الْهِجْرَةُ قَالَ فَمَا الْهِجْرَةُ قَالَ تَهْجُرُ السُّوءَ قَالَ فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْجِهَادُ قَالَ وَمَا الْجِهَادُ قَالَ أَنْ تُقَاتِلَ الْكُفَّارَ إِذَا لَقِيتَهُمْ قَالَ فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ عُقِرَ جَوَادُهُ وَأُهْرِيقَ دَمُهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ عَمَلَانِ هُمَا أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ بِمِثْلِهِمَا حَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ أَوْ عُمْرَةٌ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata; telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata; ada seorang laki-laki berkata; “Wahai Rasulullah, apa maksud Islam?” beliau menjawab, “Kamu menyerahkan hatimu kepada Allah Azzawajalla dan orang muslim selamat dari lidah dan tanganmu.” Dia bertanya, “Islam manakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman.” Dia bertanya, “Apa maksud iman?” Beliau bersabda: “Kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan kebangkitan setelah mati.” Dia bertanya lagi, “Iman apa yang paling utama?” beliau bersabda: “Hijrah.” dia bertanya, “Apa maksud hijrah itu?” beliau bersabda: “Kamu meninggalkan kejelekan.” Dia bertanya, “Hijrah apa yang paling utama?.” Beliau menjawab, “Jihad.” Dia bertanya, “Apakah jihad itu?” beliau bersabda: “Kamu memerangi orang kafir jika kamu menemui mereka.” dia bertanya, “Jihad apa yang paling utama?” beliau menjawab, “Barangsiapa yang kudanya disembelih dan darahnya ditumpahkan.” Rasulullah saw. bersabda: “Ada dua amalan yang kedua amalan itu adalah paling utama kecuali orang itu melakukan amalan semisal, haji mabrur atau umrah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16414

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Hadits ‘Amru bin ‘Abasah ra.

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ طَلْقٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْبَيْلَمَانِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ السُّلَمِيِّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ مَعَكَ عَلَى هَذَا الْأَمْرِ قَالَ حُرٌّ وَعَبْدٌ وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَبِلَالٌ ثُمَّ قَالَ لَهُ ارْجِعْ إِلَى قَوْمِكَ حَتَّى يُمَكِّنَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِرَسُولِهِقَالَ وَكَانَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ يَقُولُ لَقَدْ رَأَيْتُنِي وَإِنِّي لَرُبُعُ الْإِسْلَامِ

Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Yazid bin Thalq} dari {Abdurrahman bin Al Bailamani} dari {‘Amr bin ‘Abasah} berkata; saya berkata; “Wahai Rasulullah, siapa yang bersama anda dalam urusan ini?” Beliau bersabda: “Ada orang merdeka dan budak, ” beliau saat itu sedang bersama Abu Bakar dan Bilal. Lalu bersabda kepadanya, “Pulanglah kepada kaummu sampai Allah Azzawajalla memberi kekuasaan kepada Rasul-Nya.” (Abdurrahman bin Al Bailamani Radhiyallahu’anhu) berkata; ‘Amr bin ‘Abasah berkata; “Saya adalah orang keempat masuk Islam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16415

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Sisa Hadits Zaid bin Khalid Al Juhani dari Nabi saw.

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ صَالِحٍ قَالَ عُثْمَانُ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَكُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَغْرِبَ وَنَنْصَرِفُ إِلَى السُّوقِ وَلَوْ رَمَى أَحَدُنَا بِالنَّبْلِ قَالَ عُثْمَانُ رَمَى بِنَبْلٍ لَأَبْصَرَ مَوَاقِعَهَا

Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dari {‘Utsman bin ‘Umar} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Shalih} {‘Utsman} berkata; budak At-Tauamah, dari {Zaid bin Khalid Al Juhani} berkata; kami shalat maghrib bersama Nabi saw. lalu kami menuju ke pasar, dan kalau saja salah seorang dari kami melepaskan anak panahnya, ” ‘Utsman berkata dengan redaksi, “Melempar satu panah, niscaya kami dapat melihat tempat jatuhnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16416

Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam

Bab : Sisa Hadits Zaid bin Khalid Al Juhani dari Nabi saw.

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَيَعْلَى وَيَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ لَا تَتَّخِذُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا صَلُّوا فِيهَا

Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} dan {Ya’la} dan {Yazid} berkata; Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik} dari {‘Atha`} dari {Zaid bin Khalid Al Juhani} dari Nabi saw. bersabda: “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Shalatlah kalian di rumah.”