Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Hubab} Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Shalih} ia berkata, aku mendengar {Abdurrahman bin Jubair bin Nufair Al Hadhrami} menuturkan dari {Bapaknya} dari {Nawwas bin Sam’an Al Anshari}, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang kebaikan dan dosa. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kebaikan itu adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa itu adalah apa yang menggelisahkan hatimu dan kamu benci jika manusia mengetahuinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16976
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits An Nawas bin Sam’an Al Kilabi Al Anshari ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Sawwar Abul Ala`} Telah menceritakan kepada kami {Laits} -yakni Ibnu Sa’dari- dari {Mu’awiyah bin Shalih} bahwa {Abdurrahman bin Jubair} telah menceritakan kepadanya, dari {Bapaknya} dari {Nawwas bin Sam’an} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Allah memberikan perumpamaan berupa jalan yang lurus. Kemudian di atas kedua sisi jalan itu terdapat dua dinding. Dan pada kedua dinding itu terdapat pintu-pintu yang terbuka lebar. Kemudian di atas setiap pintu terdapat tabir penutup yang halus. Dan di atas pintu jalan terdapat penyeru yang berkata, ‘Wahai sekalian manusia, masuklah kalian semua ke dalam shirath dan janganlah kalian menoleh kesana kemari.’ Sementara di bagian dalam dari Shirath juga terdapat penyeru yang selalu mengajak untuk menapaki Shirath, dan jika seseorang hendak membuka pintu-pintu yang berada di sampingnya, maka ia berkata, ‘Celak kamu, jangan sekali-kali kamu membukanya. Karena jika kamu membukanya maka kamu akan masuk kedalamnya.’ Ash Shirath itu adalah Al Islam. Kedua dinding itu merupakan batasan-batasan Allah Ta’ala. Sementara pintu-pintu yang terbuka adalah hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Dan adapun penyeru di depan shirath itu adalah Kitabullah (Al Qur`an) ‘azza wajalla. Sedangkan penyeru dari atas shirath adalah penasihat Allah (naluri) yang terdapat pada setiap kalbu seorang mukmin.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16977
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits An Nawas bin Sam’an Al Kilabi Al Anshari ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Umar bin Harun} dari {Tsaur bin Yazid} dari {Syuraih} dari {Jubair bin Nufair Al Hadhrami} dari {Nawwas bin Sam’an} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Pengkhiatan yang terbesar adalah kamu berbicara kepada saudaramu, ia membenarkan perkataanmu, padahal kamu sedang berdusta kepadanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16978
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits An Nawas bin Sam’an Al Kilabi Al Anshari ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} Telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Bahir bin Sa’d} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Jubair bin Nufair} dari {Nawwas bin Sam’an} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla memberikan perumpamaan mengenai Shirath Mustaqim (jalan yang lurus) berada di atas dua sisi jalan. Pada kedua sisi jalan itu terdapat pintu-pintu yang terbuka lebar. Pada setiap pintu terdapat tabir dan penyeru yang mengajak di depannya. Sedangkan dari atasnya terdapat satu penyeru pula yang selalu mengajaknya, dan Allah senantiasa mengajak ke negeri keselamatan (Darus salam) dan memberikan hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki untuk menapaki shirath mustaqim. Pintu-pintu yang berada di kedua sisi jalan itu merupakan batasan-batasan Allah hingga batasan Allah itu dilanggar. Sedang yang menyeru dari atasnya adalah Wa’izhullah (penasehat agar mereka kepada jalan) Allah ‘azza wajalla.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16979
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits An Nawas bin Sam’an Al Kilabi Al Anshari ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abdu Rabbih} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} dari {Muhammad bin Muhajir} dari {Walid bin Abdurrahman Al Jurasyi} dari {Jubair bin Nufair} ia berkata, aku mendengar {Nawwas bin Sam’an Al Kilabi} berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Al Qur`an akan didatangkan pada hari kiamat bersama ahlinya, yaitu mereka yang beramal dengannya. Dan yang akan didahulukan dari mereka adalah surat Al Baqarah dan Ali Imran.” Kemudian Rasulullah saw. memberikan tiga permisalan terhadap keduanya, yang tidak pernah melupakannya setelah itu. Beliau mengatakan: “Kedua surat itu seperti awan kelabu yang menaungi atau mendung yang di antara keduanya terdapat cahaya, keduanya laksana dua kelompok burung yang membentangkan sayapnya membela orang yang membacanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16980
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah memberitakan kepada kami {Sufyan} dari {Tsaur bin Yazid} dari {Nashr} dari {seorang laki-laki} dari {Utbah bin Abdu As Sulami} ia berkata, “Rasulullah saw. telah melarang mencabut bulu ekor kuda, lehernya, dan juga pada keningnya.” Dan beliau bersabda: “Pada bulu ekor adalah alat pengusir lalat, bulu leher adalah tempat kematiannya (penyembelihan) dan bulu kening (kepala bagiandepan) adalah karena padanya terikat kebaikan hingga datangnya hari kiamat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16981
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Amru} dan {Hasan bin Musa} keduanya berkata, {Hariz} dari {Syurahbil bin Syuf’ah Ar Rahabi} ia berkata, aku mendengar {Utbah bin Abdu As Sulami} salah seorang sahabat Nabi saw., bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa meninggal.” Dan Hasan berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki muslim memiliki tiga orang anak yang meninggal dunia sebelum baligh, kecuali mereka akan menjemputnya dari delapan pintu surga, dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16982
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Harits} telah menceritakan kepadaku {Tsaur bin Yazid} dari {Nashr} dari {seorang laki-laki} dari Bani Sulaim, dari {Utbah bin Abdu As Sulami}, bahwa Nabi saw. melarang untuk memotong rambut yang terdapat pada leher kuda, ekor dan keningnya.” Utbah berkata, “Adapun ekor maka itu adalah alat untuk mengusir lalat dari tubuhnya, bulu leher maka itu adalah tempat kematiannya (sembelihan), dan bulu pada kening karena di situlah terikat kebaikan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16983
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Isham bin Khalid} Telah menceritakan kepada kami {Abu Abdullah Al Hasan bin Ayyub} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Nasij Al Hadhrami} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Utbah bin Abd} ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan untuk berperang, lalu salah seorang dari sahabatnya terkena panah, maka Rasulullah saw. pun bersabda: “Telah wajib baginya.” Para sahabat berkata ketika beliau memerintahkan mereka berperang, “Kalau begitu wahai Rasulullah, kami tidak akan mengatakan sebagaimana apa yang telah dikatakan oleh Bani Isra’il, ‘(Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya kami Hanya duduk menanti disini saja) ‘ (Qs. Al Maidah: 34). Akan tetapi, pergilah tuan bersama Rabb tuan dan berperanglah, sesungguhnya kami bersama kalian untuk berperang.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16984
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr} Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Yusuf} Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Amir bin Zaid Al Bukali} bahwa ia mendengar {Utbah bin Abdu As Sulami} berkata, “Seorang arab dusun datang menemui Nabi saw. dan bertanya tentang Haudl (telaga Nabi saw.), dan beliau pun menyebutkan tentang surga. Kemudian arab dusun itu bertanya lagi, “Apakah di dalamnya terdapat buah-buahan?” beliau menjawab, “Ya, di dalamnya juga terdapat pohon yang disebut Thuba.” Kemudian beliau menyebutkan tentang sesuatu, namun aku tidak tahu sesuatu apakah itu. Arab dusun itu bertanya lagi, “Pohon apakah di dunia ini yang menyerupainya?” beliau menjawab: “Tiada sesuatu pun di duniamu ini yang menyerupainya.” Lalu Nabi saw. melanjutkan sabdanya: “Apakah kamu pernah mendatangi Syam?” ia menjawab, “Tidak pernah.” Beliau berkata: “Terdapat satu pohon yang menyerupainya di Syam yaitu pohon Jauzah yang tumbuh di atas satu batang dan bagian atasnya terbentang luas.” Arab dusun itu bertanya, “Sebesar apakah akarnya?” beliau menjawab, “Sekiranya Jadza’ah (Unta betina yang berumur lima tahun) milik keluargamu berjalan sampai tulangnya selangkanya patah atau tua renta niscaya tidak akan mampu mengelilingi akarnya.” Arab dusun itu bertanya lagi, “Apakah di dalamnya juga terdapat buah anggur?” beliau menjawab: “Ya.” Laki-laki itu kemudian bertanya, “Lalu sebesar apakah tandannya?” beliau bersabda: “Yaitu sejauh satu bulan perjalanan yang dilakukan oleh burung gagak (berbelang puting di bagian perutnya) tanpa berhenti atau singgah.” Arab dusun itu bertanya kembali, “Maka sebesar apakah bijinya?” beliau menjelaskan, “Apakah bapakmu pernah menyembelih kambing hutan yang besar?” ia menjawab, “Ya.” Beliau melanjutkan: “Lalu bapakmu mengulitinya dan memberikannya kepada ibumu, hingga ibumu berkata, ‘Ambilkan satu ember daging untuk kami.'” Arab dusun itu menjawab, “Ya.” Kemudian Arab dusun itu bertanya lagi, “Kalau begitu, apakah sebiji anggur itu akan mengenyangkanku dan juga keluargaku?” beliau menjawab; “Tentu, bahkan untuk semua kerabatmu.”