Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr} Telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah bin Walid} telah menceritakan kepadaku {Nashr bin Alqamah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {seorang laki-laki} dari Bani Sulaim, dari {Utbah bin Abdu As Sulami} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian memangkas rambut yang tumbuh di kening kuda, karena padanya terdapat barakah. Jangan pula kalian memangkas rambut yang tumbuh di lehernya, karena padanya adalah tempat penyembelihannya. Dan janganlah kalian memotong ekornya karena ia adalah alat untuk mengusir lalat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16986
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Abu An Nadlr Hasyim bin Qashim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hariz} dari {Syurahbil bin Syuf’ah} ia berkata, aku mendengar {Utbah bin Abdu As Sulami} bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang ditinggal mati tiga orang anaknya yang belum baliq, kecuali mereka akan menjemputnya di delapan pintu surga, dari pintu mana saja yang ia kehendaki untuk masuk.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16987
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Ayyub Al Hadhrami} telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Nasij Al Hadhrami} -ia pernah bertemu dengan Abu Bakar dan Umar Radiallahu ‘Anhuma dan orang-orang selain keduanya- dari Utbah bin Abdu As Sulami, bahwa Nabi saw. bersabda kepada para sahabatnya: “Berdiri dan berperanglah kalian!” para sahabat menjawab, “Kami siap wahai Rasulullah. Kami tidak akan mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh Banu Isara`il kepada Musa, ‘(Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya kami Hanya duduk menanti disini saja) ‘ (Qs. Al Maidah: 34). Akan tetapi, (kami akan katakan) pergilah kamu bersama Tuhanmu wahai Muhammad dan berperanglah, sesungguhnya kami bersamamu untuk berperang.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16988
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ayyub Al Hadhrami} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Nasij Al Hadhrami} dari {Utbah bin Abdu As Sulami}, bahwa Nabi saw. bersabda kepada para sahabatnya: “Berdiri dan berperanglah kalian!” Abdullah berkata, “Lalu salah seorang laki-laki terkena anak panah. Abdullah berkata, “Nabi saw. pun bersabda: “Telah wajib bagi orang ini (masuk surga).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16989
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} telah menceritakan kepadaku {Baqiyyah} telah menceritakan kepadaku {Bahir bin Sa’id} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Utbah bin Abd} bahwa ia berkata, “Seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, laknatilah penduduk Yaman itu, karena mereka itu kuat dan jumlah mereka banyak lagi kokoh bentengnya.” Maka beliau bersabda: “Tidak.” Kemudian Rasulullah saw. justru melaknati Al A’jamiyyin. Dan Rasulullah saw. bersabda: “Jika ada orang-orang yang melewati kalian dengan menuntun isteri dan membawa anak-anak mereka di atas pundak mereka, maka mereka adalah dariku dan aku pun termasuk bagian dari mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16990
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Haiwah} dan {Yazid bin Abdu Rabbih} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} telah menceritakan kepadaku {Bahir bin Sa’d} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Ibnu Amru As Sulami} dari {Utbah bin Abdu As Sulami} ia menceritakan kepada mereka, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw., “Wahai Rasulullah, peristiwa apa yang pertama kali engkau alami (sebelum kenabian)? ‘ Rasulullah saw. lalu menuturkan: “Saat itu, yang mengasuhku adalah seorang wanita dari Bani Sa’d bin Bakr. Kemudian aku bersama seorang dari anaknya pergi menuju tempat pengembalaan binatang ternak kami, namun kami tidak membawa bekal. Aku pun berkata, ‘Wahai saudaraku, pergi dan ambillah bekal (makanan) dari ibu.’ Maka saudaraku itu pergi, dan aku pun tetap berada di sisi domba gembalaan kami. Tiba-tiba datanglah dua ekor burung berwarna putih dan sepertinya kedua burung itu adalah burung nasar. Salah satu dari burung itu berkata kepada temannya, ‘Apakah dia, orang (yang kita cari)? ‘ temannya menjawab, ‘Ia.’ Lalu keduanya pun bergegas saling berlomba untuk mengambilku dan menelungkupkanku di atas punggungnya. kemudian keduanya pun membelah dadaku dan mengeluarkan hatiku. Kemudian mereka mengeluarkan dua noktah hitam darinya. Setelah itu, salah seorang dari keduanya berkata kepada temannya.” Yazid menyebutkan dalam hadits yang diriwatkannya, “‘Ambilkan air dan salju.’ Lalu mereka mencuci isi perutku dengan air dan salju. Kemudian salah satu dari mereka berkata lagi, ‘Ambilkanlah air yang dingin.’ Dan mereka pun mencuci hatiku dengan air dingin itu. Salah satunya berkata lagi, ‘Ambilkanlah As Sakinah (ketenangan dan kedamaian).’ Dan keduanya pun menebarkannya di dalam hatiku. Setelah itu, salah satu dari keduanya berkata, ‘Jahitlah (tutuplah).’ Ia pun menutupnya kembali dan memberikannya tanda kenabian.'” Dan Haiwah menyebutkan dalam haditsnya, “‘Jahitlah.’ Maka ia pun menjahitnya kembali. ‘Dan tandailah.’ Maka ia pun memberinya tanda dengan tanda kenabian. Lalu salah satu dari keduanya berkata kepada temannya, ‘Letakkanlah ia pada satu timbangan, kemudian letakkanlah seribu dari umatnya pada timbangan yang lain.’ Maka aku pun melihat seribu dari ummatku itu berada di atasku, aku merasa kasihan bila salah seorang dari mereka terjatuh. Salah satunya berkata lagi, ‘Sekiranya umatnya itu ditimbang dengannya niscaya ia akan lebih berat daripada mereka.’ Setelah itu, mereka pergi meninggalkanku. Dan aku merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Maka aku kembali pulang menemui ibuku dan mengabarkan kejadian itu padanya, hingga ia merasa iba padaku seraya menyelimutiku. Kemudian ibuku berkata, ‘Aku meminta perlindunganmu kepada Allah.’ Kemudian ia menyediakan kendaraan berupa Unta miliknya, dan ia menjadikanku, Yazid menyebutkan, “maka ia pun membawaku di atas kendaraan, sementara ia duduk di belakangku hingga kami sampai pada ibu kandungku. Ibnu asuhku lalu bertanya, ‘Apakah aku telah menunaikan amanatku, dan tanggunganku.’ Kemudian ia pun menceritakan tentang kejadian yang menimpaku, namun kejadian itu tidaklah mengejutkan ibuku. Dan ibuku berkata, ‘Sesungguhnya, aku telah melihat cahaya yang keluar dariku dan menerangi istana Syam.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16991
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} Telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah} telah menceritakan kepadaku {Bahir bin Sa’d} dari {Khalid bin Ma’dan} dari {Utbah bin Abd} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya seorang laki-laki diseret di atas wajahnya semenjak hari ia dilahirkan hingga ia meninggal dunia di hari tuanya, sedang ia dalam keridlaan Allah ‘azza wajalla, niscaya pada hari kiamat ia akan menganggap remeh kesengsaraan itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16992
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ishaq} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} -yakni Ibnul Mubarak- Telah menceritakan kepada kami {Tsaur bin Yazid} dari {Khalid bin Ma’dan} dar {Jubair bin Nufair} dari {Muhammad bin Abu Umairah} ia adalah salah seorang dari sahabat Nabi saw., beliau bersabda: “Sekiranya seorang hamba jatuh tersungkur di atas wajahnya sejak hari ia dilahirkan hingga ia meninggal dunia di hari tuanya dalam ketaatan kepada Allah, niscaya ia akan menganggap kesengsaraan pada hari itu remeh (jika dibandingkan dengan siksa akhirat). Dan ia benar-benar ingin agar dikembalikan ke dunia karena bertambahnya ganjaran pahala dan kebaikan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16993
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ayyas} dari {Dlamdlam bin Zur’ah} dari {Syuraih bin Ubaid} dari {Utbah bin Abdu As Sulami} dari Nabi saw., beliau bersabda: “orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang mati karena tha’un kelak akan di hadirkan pada hari kiamat. Orang-orang yang meninggal karena tha’un berkata, ‘Kami adalah Syuhada (orang yang mati syahid).’ Lalu dikatakanlah: ‘Lihatlah, jika luka mereka sebagaimana luka orang-orang mati syahid, yang mengalirkan darah seharum misk, maka mereka adalah syuhada.’ Dan mereka pun mendapatkannya seperti itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 16994
Kitab 9 : Musnad Penduduk Syam
Bab : Hadits ‘Utbah bin Abd As Sulami Abu Al Walid ra. ta’ala
Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr} ia berkata Telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Tsaur bin Yazid} telah menceritakan kepadaku {Abu Humaid Ar Ru’ani} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Yazid Dzu Mishr} ia berkata, aku mendatangi {Utbah bin Abdu As Sulami}, lalu aku bertanya, “Wahai Abul Walid, sesungguhnya aku telah keluar mencari hewan kurban namun aku tidak menemukan sesuatu pun yang menggembirakanku selain Tsarmaa` (hewan kurban yang ompong), bagaimanakah menurutmu?” Utbah menjawab, “Bisakah kamu membawakannya padaku?” aku berkata, “Subhanallah, boleh bagimu, sementara bagiku tidak boleh?” Utbah menjawab, “Ya. Karena kamu ragu-ragu, sementara aku tidak ragu-ragu. Sesungguhnya yang dilarang oleh Rasulullah saw. adalah Al Mushfarah (hewan kurban yang telinganya putus hingga terlihat tulang telinganya), hewan yang terpotong tanduknya dari pangkal, Al Bakhqaa` (hewan yang buta matanya), dan Al Musyayyi’ah (hewan yang tidak mengikut kambing-kambin lain karena kurus, lemah dan tidak mampu).” Bapakku berkata; telah menceritakan kepadaku {Ahmad bin Janab} Telah menceritakan kepada kami {Isa bin Yunus} …lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits tersebut.”