Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Asy Syaiban} dari {Adi bin Tsabit} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda kepada Hasan: “Cacilah kaum musyrikin, dan sesungguhnya Jibril bersamamu.”
Telah menceritakan kepada kami {Yazid} dan {Ibnu Numair} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Adi bin Tsabit} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} -Yazid berkata; Bahwa Adi bin Tsabit telah mengabarkan kepadanya bahwa Al Baraa` bin Azib- telah mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah shalat Isya` -Ibnu Numair berkata Shalat Isya Al Akhirah (akhir) – di belakang Rasulullah saw. dan saat itu, beliau membaca “AT TIINI WAZ ZAITUUN.”
Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah mengabarkan kepada kami {Al Ajlah} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang berjumpa dan saling berjabat tangan, kecuali dosa keduanya akan diampuni sebelum mereka berpisah.”
Telah menceritakan kepada kami {Ya’la} Telah menceritakan kepada kami {Al Ajlah} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Saya belum pernah melihat seorang pun yang lebih tampan mengenakan pakaian berwarna merah, daripada Rasulullah saw.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} Telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} bahwa ia menjelaskan sifat sujud. Ia membuka dan meletakkan kedua telapak tangannya, mengangkat kedua sikunya dan merenggangkan di antara kedua lengannya. Kemudian ia berkata, “Seperti inilah sifat sujud Nabi saw.”
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Jika Nabi saw. bertakbir, maka beliau mengangkat kedua tangannya, hingga kami melihat kedua ibu jarinya dekat dengan kedua telinganya.
Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Abdullah bin Abdullah} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} bahwa Nabi saw. ditanya, “Apakah kami boleh shalat di kandang Unta?” beliau menjawab: “Tidak boleh.” Kemudian beliau ditanya lagi, “Apakah kami boleh shalat di kandang kambing?” beliau menjawab: “Ya, boleh.” Beliau ditanya lagi, “Apakah kami harus berwudhu setelah mengkomsumsi daging Unta?” beliau menjawab: “Ya.” Ditanya lagi, “Apakah kami mesti berwudhu setelah makan daging kambing?” beliau menjawab: “Tidak.” Abu Abdurrahman Abdullah bin Abdullah Razi -ia adalah seorang Qadli Ar Rayy dan neneknya adalah bekas budak Ali- {Adam} dan {Sa’id bin Masruq} telah meriwayatkan darinya, dan ia adalah seorang yang Tsiqqah.
Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dan {Muhammad bin Ja’far} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Thalhah bin Musharrif} dari {Abdurrahman bin Ausajah} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} -dalam riwayat lain- Ibnu Ja’far berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu’bah ia berkata, saya mendengar Thalhah Al Yami ia berkata, saya mendengar Abdurrahman bini Ausajah ia berkata, saya mendengar Al Baraa` bin ‘Azib menceritakan dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsipaa yang memberikan pemberian berupa Wariq (mata uang), atau memberikan hadiah berupa Zuqaq (kantong air yang terbuat dari kulit), atau memberi minuman berupa susu, maka baginya adalah seperti memerdekakan satu orang budak raqabah atau Nasamah. Dan siapa yang mengucapkan, ‘LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAIN QADIIR.’ Sebanyak sepuluh kali, maka baginya seperti pahala membebaskan satu orang budak Raqabah atau pun Nasamah.” Dan apabila kami berdiri hendak shalat, maka beliau mendatangi kami, menyentuh dada-dada kami, atau pundak-pundak kami dan beliau bersabda: “Janganlah shaf-shaf kalian itu tidak beratur, sehingga hati-hati kalian pun akan berselisih.” Dan beliau juga bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas mereka yang berada di shaf awal, atau shaf-shaf awal.” Kemudian beliau juga bersabda: “Hiasilah Al Qur`an dengan suara-suara kalian.” Saya telah dilupakannya, maka Adl Dhahak pun mengingatkanku.
Telah menceritakan kepada kami {Yahya} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Sulaiman} dari {Muslim bin Shubaih} dari {Al Baraa`} berkata; Ibrahim putera Rasulullah saw. meninggal dan saat itu, usianya baru enam belas bulan dan masih dalam susuan. Yahya berkata; Saya menduganya Ibrahim ‘Alaihish Shalatu wash Salam. Maka Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya baginya telah ada orang yang akan menyempurnakan susuannya di dalam surga.”
Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Seorang laki-laki bertanya kepadanay, “Wahai Abu Umarah, apakah kalian lari saat perang Hunain?” ia menjawab, “Tidak, demi Allah, tidaklah Nabi saw. lari dari medang perang, akan tetapi karena ketergesaan manusialah, hingga pasukan Hawazin menghujani mereka dengan anak panah. Saat itu, Rasulullah saw. berada di atas Baghal putihnya sedangkan Sufyan bin Al Harits memegang tali kekangnya. Rasulullah saw. berseru: “Aku adalah Nabi yang tidak pernah berdusta, dan aku adalah putera Abdul Muthallib.”