Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, saya mendengar {Abu Ishaq} menceritakan dari {Al Baraa`} ia berkata; Rasulullah saw. melewati orang-orang Anshar yang sedang berkumpul dalam majelis mereka, maka beliau bersabda: “Jika kalian harus melakukannya, maka tunjukkanlah jalan (bagi yang tersesat), jawablah salam, dan bantulah orang yang terzhalimi.” {Muhammad bin Ja’far} berkata, dari {Syu’bah} telah berkata {Abu Ishaq} dari {Al Baraa`} dan Abu Ishaq belum mendengarnya dari Al Baraa`.
Telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} Telah menceritakan kepada kami {Al Hajjaj} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Rasulullah saw. pernah ditanya tentang Al Kalaalah (mayat yang tidak memiliki anak dan tidak pula orang tua). Maka beliau menjawab: Cukuplah bagimu dalam permasalahan tersebut apa yang terdapat pada ayat yang diturunkan pada musim panas (Ash Shaif), yaitu dalam surat An Nisaa` (Tepatnya ayat 176 surat Annisa)..”
Telah menceritakan kepada kami {Husain} Telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa`} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Hassan, cacilah kaum Musyrikin (dengan sya’irmu), sesungguhnya Jibril bersamamu atau Ruhul Qudus bersamamu saw.”
Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Zuhair} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Saya pernah berada di sisi Rasulullah saw., maka beliau pun bersabda: “Panggilkanlah Zaid kemari dengan membawa sebongkah tulang dan tinta, atau lembaran dan tinta.” Maka Zaid pun menulis, “Tidaklah sama, antara orang-orang duduk dari kaum mukminin dan mereka yang berjihad di jalan Allah.” (QS. Annisa’; 95). Baraa` berkata; Seperti inilah ia turun. Kemudian Ibnu Ummi Maktum yang berada di belakang beliau berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kedua mataku ini yang buta?” maka sebelum ia meninggalkan tempat, turunlah ayat: “GHAIRU ULIDL DLARARI (selain mereka yang memiliki udzur).” (QS. Annisa’; 95).
Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Hafsh} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa`} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Jika kamu ingin tidur, maka bacalah: ‘ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSI ILAIKA WA WAJJAHTU WAJHII ILAIKA FAWWADLTU AMRII ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA WA LAA MALJA`A WA LAA MANJA MINKA ILLAA ILAIKA `AAMANTU BIKITAABIKA ALLADZII ANZALTA WA NABIYYIKAL LADZI ARSALTA (Ya Allah, aku serahkan jiwaku pada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena berharap (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut (pada siksa-Mu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari ancaman-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus).’ Jika kamu meninggal pada malam itu, maka kamu meninggal dalam keadaan memegang fithrah (agama Islam).”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah Abu Ahmad} dan Telah menceritakan kepada kami {Mis’ar} dari {Adi bin Tsabit} dari {Al Baraa`} ia berkata; Saya mendengar Nabi saw. membaca surat At Tin dalam shalat Isya`. Dan saya belum pernah mendengar seorang pun yang lebih merdu suaranya daripada Rasulullah saw. saat beliau membaca.
Telah menceritakan kepada kami {Asbath bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Jika Rasulullah saw. memulai shalat, maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga kedua ibu jarinya sejajar dengan kedua telinganya.
Telah menceritakan kepada kami {Mu`ammal} Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Rasulullah saw. mengadakan perjanjian dengan orang-orang musyrik pada hari Hudaibiyah dengan tiga point pokok. Yaitu, Pertama, siapa yang mendatangi mereka dari kelompok Nabi saw., maka mereka tidak mengembalikannya, dan barangsiapa yang mendatangi kami dari pihak mereka, maka kami wajib mengembalikannya kepada mereka. Dan Kedua, Nabi saw. hendaklah datang pada tahun depan beserta para sahabatnya untuk memasuki Makkah guna melakukan Umrah dan mereka tidak boleh bermukim, kecuali selama tiga hari. Ketiga, Kemudian mereka tidak memasukinya, kecuali pedang dan busur dalam keadaan tidak terhunus.
Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} Telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Abu Ishaq} dari {Al Baraa` bin ‘Azib} ia berkata; Saya melihat Nabi saw. memindahkan tanah hingga menutupi kulit perutnya. Kemudian beliau membawakan sya’ir Abdullah bin Rawahah: “Ya Allah, kalau bukan karena-Mu, kami tidak akan mendapat petunjuk, tidak pula akan bersedekah, dan tidak pula akan menunaikan shalat, maka turunkanlah As Sakinah (ketenangan) ke tatas kami, dan teguhkanlah pendirian kami saat menghadapi pasukan musuh. Sesungguhnya pasukan musuh telah berbuat melampaui batas pada kami. Dan jika mereka menginginkan fitnah, maka kami pun mengabaikannya.”
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Ishaq} ia berkata, saya mendengar {Al Baraa`} berkata; Rasulullah saw. pernah diberi pakaian dari kain sutera, maka para sahabatnya pun menyentuhnya dan terkagum-kagum terhadap kelembutannya. Maka beliau pun bersabda: “Kalian terkagum-kagum terhadap kelembutan pakaian ini?. sesungguhnya sapu tangan Sa’d bin Mu’adz di dalam surga lebih baik dan lebih lembut daripadanya.”