Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} ia berkata, saya mendengar {Abu Zhabyan} menceritakan dari {Jarir} ia berkata; Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka Allah ‘azza wajalla tidak akan mengasihinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18374
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} Telah menceritakan kepada kami {Ashim bin Bahdalah} dari {Abu Wa`il} bahwa {Jarir} berkata, “Wahai Rasulullah, tetapkan syarat atasku.” Beliau bersabda: “Kamu beribadah kepada Allah, janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, hendaklah kamu menunaikan shalat wajib, membayar zakat wajib, dan selalu berbakti kepada setiap muslim serta berlepas diri dari orang kafir.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18375
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Bahz} Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Abdul Malik bin Umair} dari {Ubaidullah bin Jarir} dari {bapaknya} ia berkata; Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak akan mengasihi seorang yang tidak mengasihi manusia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18376
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {Ali bin Mudrik} ia berkata, saya mendengar {Abu Zur’ah} menceritakan dari {Jarir} -ia adalah kakeknya- dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda pada saat haji wada’: “Wahai Jarir, suruhlah orang-orang untuk diam dan mendengar.” Kemudian beliau bersabda dalam khutbahnya, “Janganlah kalian kembali kepada kekafiran sepeninggalku, sebagian kalian menebas leher sebagian yang lain.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18377
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ibrahim} dari {Hammam} ia berkata; {Jarir} buang air kecil, lalu berwudhu dan membasuh bagian atas kedua sepatunya. Maka dikatakanlah kepadanya, “Kamu melakukan ini, sedangkan kamu telah buang air kecil?” ia menjawab, “Ya. Saya telah melihat Rasulullah saw. buang air kecil kemudian berwudhu dan membasuh kedua sepatunya.” Ibrahim berkata; Mereka heran terhadap hadits ini karena keIslaman Jarir adalah setelah turun surat Al Ma`idah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18378
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} ia berkata, saya mendengar {Jarir} berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka Allah ‘azza wajalla tidak akan mengasihinya.” Telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Jarir bin Abdullah} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda.. Ia pun menyebutkan semisalnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18379
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Zaid bin Wahb} dari {Jarir bin Abdullah} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka Allah ‘azza wajalla tidak akan mengasihinya.” Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Abu Zhabyan} dari {Jarir} semisal dengan hadits itu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18380
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammd bin Ubaid} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} dari {Jarir} ia berkata; “Rasulullah saw. tidak pernah menghalangi diriku untuk menemuinya semenjak aku masuk Islam, dan tidak pula beliau melihatku kecuali beliau menebarkan senyum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18381
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Aun bin Abu Juhaifah} dari {Al Mundziri bin Jarir} dari {bapaknya} ia berkata; Kami pernah berada di sisi Rasulullah saw. di awal siang. Kemudian ada sbeuah kaum yang tak beralas kaki, telanjang, memakai kain wool bergaris atau mantel panjang, mereka menenteng pedang, mayoritas mereka dari Mudhar, bahkan mungkin semua dari Mudhar. Kontan wajah Rasulullah saw. berubah melihat kemiskinan yang ada pada mereka. Kata Bilal, Rasulullah mondar-mandir lantas beliau perintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan, dan ia lakukan, dan ia iqamati. Beliau shalat dan berkhutbah, lantas beliau menyampaikan ayat “Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada rabbi kalian yang telah mencipta kalian dari jiwa yang satu” (QS. Annisa; 1), hingga ayat “Sesungguhnya Allah maha mengawasi kamu (QS. Annisa’; 1), lantas beliau baca ayat dalam surat alhasyr yang bunyinya ‘Hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang diperbuat untuk hari esok’ (QS. Alhasyr 18), Kata Jarir, setelah beliau membaca ayat itu, ada seseorang menyedekahkan dari dinarnya, dirhamnya, bajunya, dan takaran sha’ gandumnya, atau takaran sha’ kurmanya, hingga beliau mengatakan “Toh walau hanya dengan separuh biji kurma’. Kata Jarir, lantas ada seseorang anshar membawa bungkusan yang telapak tangannya nyaris tak kuat, bahkan ia betul-betul tak kuat membawa bungkusan itu. Kemudian para sahabat berduyun-duyun kulihat dua gundukan makanan dan baju hingga kulihat Rasulullah saw. wajahnya bersinar-sinar seolah-olah beliau disepuh dengan emas. Lantas Rasulullah saw. bersabda ‘Siapa yang memulai kebaikan dalam Islam, maka ia memperoleh pahalanya dan pahala yang menirunya sesudahnya dengan tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali, dan barangsiapa yang emmulai kejhaatan, maka baginya memperoleh dosanya dan dosa yang menirunya sesudahnya dengan tidak mengurangi dosanya sedikitpun. Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} mengatakan, aku mendengar {‘Aun bin Abi Jahafah} mengatakan, aku mendengar {Abu Mundzir bin Jarir} menceritakan dari {ayahnya}, mengatakan, kami disisi Rasulullah saw. diawal siang, lantas ia sebutkan. Hanya ia mengatakan, beliau instruksikan Bilal sehingga ia Adzan, kemudian beliau masuk kamar dan keluar lantas beliau shalat, dan juga ia katakana, seolah-olah beliau disepuh emas.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 18382
Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah
Bab : Dan dari Hadits Jarir bin Abdullah dari Nabi saw.
Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Yusuf} Telah menceritakan kepada kami {Abu janab} dari {Zadzan} dari {Jarir bin Abdullah} mengatakan, kami berangkat bersama Rasulullah saw. Ketika kami sampai Madinah, ternyata ada seorang pengendara menghdap kami. Kontan Rasulullah saw. berujar ‘Rupanya orang ini sedang menuju kalian.” Kata Jarir, lantas si laki-laki pengendara sampai kepada kami. Ia ucapkan salam dan kami pun, menjawab. Nabi saw. bertanya ” Darimana engkau datang? Aku, kata si laki-laki, dari keluargaku, anakku dan kerabatku.”Sebnarnya tujuanmu ke mana? Tanya Rasulullah.”Aku ingin menemui Rasulullah, ” Jawabnya. Kata Nabi “Telah engkau temukan.” Si laki-laki berujar; “Wahai Rasulullah, ajarilah aku tentang keimanan! Nabi menjawab, iman adalah engkau berikrar bahwa tiada sesemabahn yang hak selain Allah semata dan bahwasanya Muhammad utusan Allah, engkau mendirikan shalat dan membayar zakat, eberpuasa di bulan ramadhan dan haji.”Telah aku ikrarkan itu semua” Jawab si laki-laki. Kata Jarir, lantas unta si laki-laki itu kaki depannya tersangkut dalam jala tikus besar, sehingga untanya terjerembab, si laki-laki juga jatuh dan naasnya ia jatuh dengan kepala terlebih dahulu. Si laki-laki itu terenggut nyawanya. Lantas Rasulullah saw. berujar; “Tolong bawalah orang itu kemari. ‘Ammar bin yasir dan Khudzaefah kontan membopongnya dan mendudukkannya lanta berujar “Ya Rasulullah, si laki-laki ini rupanya telah tiada! Kata Jarir, lantas Rasulullah saw. berpaling dari keduanya, lantas beliau berujar kepada Ammar dan Khudzaefah “Tidakkah kamu berdua melihatku berpaling dari si laki-laki ini, sebab kulihat dua malaikat menyisipkan buah-buahan surga dalam mulutnya, maka aku baru tahu kalau dia mati kelaparan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda; laki-laki ini, demi Allah, adalah diantara yang Allah firmankan “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mencampuri keimann mereka dengan kezhjaliman, bagi mereka jaminan keamanan dan merekalah orang-orang yang mendpaat petunjuk.” (QS. Al-an’am 82). Lantas beliau bersabda ‘Tolong bawa ke sini saudara kalian. Kata Jarir, lantas kami bawa laki-laki itu ke air, kami mandikan, kami beri minyak wangi, kami kafani, dan kami bawa ke pekuburan. Lantas Rasulullah saw. datang hingga duduk di pinggir kuburan, dan beliau bersabda “Tolong orang ini buatkan lahad dan jangan buatkan syaqq, sebab galian bagi kita adalah lahad, sedang bagi selain kita (selain muslim) adalah syaqq. Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin A’mir} Telah menceritakan kepada kami {Abdul hamid bin Abi Ja’far Alfarra’} dari {Tsabit} dari {Zadzan} dari {Jarir bin Abdullah Al Bajali}, katanya, kami berangkat bersama Rasulullah saw. dari Madinah. Ketika kami berjalan, tiba-tiba ada seseorang terlihat oleh kami, lantas ia sebutkan semisal, hanya ia katakan dengan redaksi “Kaki depan anak lembunya terperosok dalam lobang yang digali tikus besar, dan dalam hadisnya beliau saw. bersabda ‘ Orang ini diantara yang beramal sedikit namun pahalanya banyak.