Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid bin Ziyad} Telah menceritakan kepada kami {Ashim Al Ahwal} dari {Abdullah bin Harits} dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; Rasulullah saw. pernah berdo’a: “ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WAL HARAMI WAL JUBNI WAL BUKHLI WA ‘ADZAABIL QABRI, ALLAHUMMA `AATI NAFSII TAQWAAHAA WA ZAKKIHAA ANTA KHAIRU MAN ZAKKAAHAA, ANTA WALIYYUHAA WA MAULAAHAA. ALLAHUMMA INNII `A’UUDZU BIKA MIN QALBIN LAA YAKHSYA’ WA NAFSIN LAA TASYBA’ WA ‘ILMIN LAA TANFA’ WA DA’WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA (Ya Allah, aku berlindung pada-Mu daripada kelemahan, kemalasan, kepikunan, sifat pengecut, bakhil dan dari siksa kubur. Ya Allah, karuniakanlah hatiku ketakwaan, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik Dzat yang mensucikannya, Engkaulah walinya (Penolongnya). Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari hati yang tak pernah khyusu’, nafsu yang tak pernah puas, ilmu tidak bermanfaat dan do’a yang tidak pernah terkabulkan).” Zaid bin Arqam berkata; Rasulullah saw. mengajarkan do’a itu pada kami, dan kami mengajarkannya kepada kalian.
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, {Amru bin Murrah} telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, saya mendengar {Abu Hamzah} bahwa ia mendengar {Zaid bin Arqam} berkata; Kami pernah bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu kami singgah di suatu rumah. Kemudian saya mendengar beliau bersabda: “Jumlah kalian belum mencapai satu bagian dari seratus ribu bagian dari umatku yang akan memasuki Haudl (telaga).” Saya pun bertanya kepada Yazid, “Dan berapa jumlah kalian pada hari itu?” ia menjawab, “Jumlah kami saat itu tujuh ratus atau delapan ratus orang.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah mengabarkan kepada kami {Habib bin Abu Tsabit} ia berkata, saya mendengar {Abu Minhal} berkata, saya bertanya kepada {Al Baraa` bin Azib} dan {Zaid bin Arqam} tentang Ash Sharf. Maka Al Baraa’ berkata, “Bertanyakah kepada ini (Zaid), karena ia adalah lebih baik dan lebih tahu daripada aku.” Dan Zaid pun berkata, “Tanyakanlah kepada Al Baraa`, karena ia adalah lebih baik dan lebih tahu, dariku.” Akhirnya, saya bertanya kepada keduanya, keduanya pun menjawab; Rasulullah saw. telah melarang jual beli Wariq (uang dirham) dengan emas secara hutang.” Kemudian saya bertanya kepada orang ini, ia pun menjawab, “Rasulullah saw. telah melarang jual beli Wariq dengan emas secara hutang.”
Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengabarkan kepada kami {Qais} dari {Atha`} bahwa {Ibnu Abbas} radliallahu ‘anhu berkata, “Wahai {Zaid bin Arqam}, bukankah Anda mengetahui, bahwa Rasulullah saw. telah diberi hadiah berupa daging hewan buruan sementara beliau sedang ihram, sehingga beliau tidak menerimanya?” ia menjawab, “Ya.”
Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} telah mengabarkan kepada kami {Ja’far Al Ahmar} dari {Abul Aziz bin Hakim} ia berkata; Saya pernah shalat Jenazah di belakang {Zaid bin Arqam}, lalu ia pun bertakbir sebanyak lima kali takbir. Setelah itu, ia pun menoleh dan berkata, “Seperti inilah Rasulullah saw. atau Nabi saw. bertakbir.”
Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin Amir} Telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Utsman bin Al Mughirah} dari {Ali bin Rabi’ah} ia berkata, saya berjumpa dengan {Zaid bin Arqam}. Ia termasuk orang terpilih, atau ia baru saja meninggalkan darinya. Maka saya pun bertanya kepadanya, “Apakah Anda mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Sesungguhnya, saya telah meninggalkan di tengah-tengah kalian Ats Tsaqalain (Kitabullah dan Ahlu baitnya).’?” Ia menjawab, “Ya (benar).”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Tsumamah bin Uqbah Al Muhallimi} ia berkata, saya mendengar {Zaid bin Arqam} berkata; Rasulullah saw. bersabda kepadaku: ” Penghuni surga diberi kekuatan seratus orang dalam hal, makan, minum, syahwat dan jima’.” Kemudian berkatalah seorang laki-laki dari Yahudi, “Sesungguhnya orang yang makan dan minum, berati akan memiliki hajat (buang kotoran).” Maka Rasulullah saw. pun bersabda padanya: “Hajat (buang air) salah seorang dari mereka adalah keluarnya keringat dari kulit-kulit mereka. sehingga perutnya pun kembali mengecil.”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Mis’ar} dari {Abu Ayyub} bekas budak Bani Tsa’labah, dari {Quthbah bin Malik} ia berkata; Seorang pemimpin dari para pemimpin mencela Ali radliallahu ‘anhu. Maka berdirilah {Zaid bin Arqam} dan berkata, “Bukankah kamu telah mengetahui, bahwa Rasulullah saw. melarang untuk mencacimaki orang yang telah meninggal. Kenapa kamu mencela Ali, sementara ia sendiri telah meninggal dunia.”
Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dan {bapakku} dari {Abu Ishaq} ia berkata, saya bertanya kepada {Zaid bin Arqam}, “Berapakali Rasulullah saw. berperang?” ia menjawab, “Sembilan belas kali, dan saya telah berperang bersama dengan beliau sebanyak tujuh belas kali peperangan. Beliau mendahuluiku sebanyak dua kali peperangan.”
Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah memberitakan kepada kami {Ibnu Juraij} telah mengabarkan kepadaku {Amru bin Dinar} dan {Amir bin Mush’ab} bahwa keduanya mendengar {Abul Minhal} berkata, saya bertanya kepada {Al Baraa` bin Azib} dan {Zaid bin Arqam}, keduanya pun berkata; Kami berdua adalah seorang pedagang pada masa Rasulullah saw. kami pernah bertanya kepada Nabi saw. tentang Ash Sharf, maka beliau pun bersabda: “Jika hal itu dilakukan secara kontan, maka tidaklah mengapa. Namun jika dilakukan dengan cara Nasi`ah (pembayarannya ditangguhkan), maka tidak boleh.”