Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18513

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ إِيَاسِ بْنِ أَبِي رَمْلَةَ الشَّامِيِّ قَالَشَهِدْتُ مُعَاوِيَةَ سَأَلَ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا قَالَ نَعَمْ صَلَّى الْعِيدَ أَوَّلَ النَّهَارِ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ فَقَالَ مَنْ شَاءَ أَنْ يُجَمِّعَ فَلْيُجَمِّعْ

Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} Telah menceritakan kepada kami {Isra`il} dari {Utsman bin Al Mughirah} dari {Iyas bin Abu Ramlah Asy Syami} ia berkata; saya menyaksikan Mu’awiyah bertanya kepada {Zaid bin Arqam} ia berkata; Saya mengikuti shalat dua hari raya yang berkumpul dalam satu hari bersama Rasulullah saw. beliau shalat Ied pada awal hari, kemudian beliau memberi keringanan terhadap shalat Jum’at seraya bersabda: “Siapa yang ingin mengumpulkan (keduanya/shalat ied dan jum’at), silahkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18514

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِيِّأَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى نَاسًا يُصَلُّونَ فِي مَسْجِدِ قُبَاءَ مِنْ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ صَلَاةَ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} Telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Al Qasim Asy Syaibani} bahwa {Zaid bin Arqam} melihat orang-orang sedang menunaikan shalat di Masjid Quba` pada waktu dhuha, maka ia pun berkata, “Bukankah mereka telah mengetahui, bahwa shalat pada selain waktu ini adalah lebih utama?. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: ‘Sesungguhnya shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah ketika anak-anak Unta menderum (karena panas).'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18515

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَكَانَ زَيْدٌ يُكَبِّرُ عَلَى جَنَائِزِنَا أَرْبَعًا وَأَنَّهُ كَبَّرَ عَلَى جِنَازَةٍ خَمْسًا فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُهَا

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} ia berkata; {Zaid bin Arqam} mengucapkan takbir atas Jenazah kami (saat shalat jenazah) sebanyak empat kali, kemudian ia mengucapkan takbir yang kelima kalinya. Maka saya pun bertanya kepadanya, ia menjawab, “Rasulullah saw. teleh mengucapkan takbir yang kelima itu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18516

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْتُمْ جُزْءٌ مِنْ مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ مِنْ سَبْعِينَ أَلْفًا مِمَّنْ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَقَالَ فَسَأَلُوهُ كَمْ كُنْتُمْ فَقَالَ ثَمَانِ مِائَةٍ أَوْ سَبْعَ مِائَةٍ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} dari {Abu Hamzah} dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Jumlah kalian belum mencapai satu bagian dari seratus ribu bagian atau tujuh puluh ribu bagian dari umatku yang akan memasuki Haudl (telaga).” Mereka pun bertanya, “Berapa jumlah kalian pada hari itu?” ia menjawab, “Jumlah kami saat itu delapan ratus atau tujuh ratus orang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18517

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْأَنْصَارِ وَلِأَبْنَاءِ الْأَنْصَارِ وَلِأَبْنَاءِ أَبْنَاءِ الْأَنْصَارِحَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي قَتَادَةُ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {An Nadlr bin Anas} dari {Zaid bin Arqam} ia berkata, Rasulullah saw. berdoa’a: “ALLAHUMMAGHFIR LIL ANSHAAR WA LIABNAA`IL ANSHAAR WA LIABNAA`I ABNAA`IL ANSHAAR (Ya Allah, berilah ampunan bagi kaum Anshar, anak-anak Anshar, dan juga bagi cucu-cucunya kaum Anshar).” Telah menceritakan kepada kami {Bahz} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah mengabarkan kepadaku {Qatadah} dari {An Nadlr bin Anas} dari {Zaid bin Arqam} bahwa Rasulullah saw. bersabda. Ia pun menyebutkan hadits semisalnya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18518

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي لَيْلَى قَالَقُلْنَا لِزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ حَدِّثْنَا قَالَ كَبُرْنَا وَنَسِينَا وَالْحَدِيثُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَدِيدٌ

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Amru bin Murrah} ia berkata, saya mendengar {Ibnu Abu Laila} ia berkata, kami berkata kepada {Zaid bin Arqam}, “Ceritakanlah hadits Nabi saw. kepada kami.” Ia berkata, “Kami telah lanjut usia, dan telah banyak lupa. Sedangkan menceritakan hadits dari Rasulullah saw. sangatlah berat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18519

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ مَيْمُونٍ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ وَأَنَا أَسْمَعُنَزَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَادٍ يُقَالُ لَهُ وَادِي خُمٍّ فَأَمَرَ بِالصَّلَاةِ فَصَلَّاهَا بِهَجِيرٍ قَالَ فَخَطَبَنَا وَظُلِّلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَوْبٍ عَلَى شَجَرَةِ سَمُرَةٍ مِنْ الشَّمْسِ فَقَالَ أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَوَلَسْتُمْ تَشْهَدُونَ أَنِّي أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ قَالُوا بَلَى قَالَ فَمَنْ كُنْتُ مَوْلَاهُ فَإِنَّ عَلِيًّا مَوْلَاهُ اللَّهُمَّ عَادِ مَنْ عَادَاهُ وَوَالِ مَنْ وَالَاهُ

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} Telah menceritakan kepada kami {Abu Awanah} dari {Al Mughirah} dari {Abu Ubaid} dari {Maimun Abu Abdullah} ia berkata, {Zaid bin Arqam} berkata sementara saya mendengarnya; Kami pernah singgah di suatu lembah yang bernama Wadi Khum bersama Rasulullah saw. kemudian beliau memerintahkan untuk shalat, maka beliau pun shalat pada pertengahan hari saat terik matahari begitu menyengat. Setelah itu, beliau berkhutbah kepada kami, sementara beliau dinaungi dari panasnya terik matahari dengan kain yang diletakkan di atas pohon Samurah. Kemudian beliau bersabda: “Bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama terhadap setiap mukmin atas diri mereka sendiri?” para sahabat menjawab: “Benar.” Beliau bersabda: “Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali adalah walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya?”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18520

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنَا حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْمِنْهَالِ رَجُلًا مِنْ بَنِي كِنَانَةَ قَالَسَأَلْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ وَزَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ قَالَ سَأَلْتُ هَذَا فَقَالَ ائْتِ فُلَانًا فَإِنَّهُ خَيْرٌ مِنِّي وَأَعْلَمُ وَسَأَلْتُ الْآخَرَ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْوَرِقِ بِالذَّهَبِ دَيْنًا

Telah menceritakan kepada kami {Bahz} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah mengabarkan kepada kami {Habib bin Abu Tsabit} ia berkata; saya mendengar {Abu Minhal} seorang dari Bani Kinanah, ia berkata, saya bertanya kepada {Al Baraa` bin Azib} dan {Zaid bin Arqam}. Saya bertanya kepada yang ini, ia menjawab, “Datangilah si Fulan, karena ia lebih baik dan lebih tahu daripada diriku.” Kemudian saya pun bertanya kepada yang lain, ia juga menjawab seperti itu. Ia menjawab, “Rasulullah saw. telah melarang jual beli Wariq (uang dirham) dengan emas secara piutang.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18521

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Zaid bin Arqam ra.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعَاذٌ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْعَتُ الزَّيْتَ وَالْوَرْسَ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِقَالَ قَتَادَةُ يَلُدُّهُ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي يَشْتَكِيهِ

Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} Telah menceritakan kepada kami {Mu’adz} telah menceritakan kepadaku {bapakku} dari {Qatadah} dari {Abu Abdullah} dari {Zaid bin Arqam} ia berkata; “Saya mendengar Rasulullah saw. menyebutkan sifat dan khasiat minyak Zaitun dan Wars (senis tumbuhan berwarna hijau, dan memiliki bau yang wangi) terhadap penyakit pinggang bagian dalam.” Qatadah berkata; “Yakni dengan mengoleskannya pada sisi yang dikeluhkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18868

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَن سَعِيدِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَن أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا وَأَبَا مُوسَى إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَتَطَاوَعَا وَلَا تَخْتَلِفَا قَالَ فَكَانَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فُسْطَاطًا يَكُونُ فِيهِ يَزُورُ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ أَظُنُّهُ عَن أَبِي مُوسَى

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sa’id bin Abu Burdah} dari {bapaknya} bahwa Nabi saw. megutus Mu’adz dan Abu Musa ke Yaman. Maka beliau pun berpesan kepada keduanya: “Berilah kabar gembira dan janganlah kalian menakuti-nakuti. Permudahlah mereka dan janganlah kalian menyusahkan mereka. Hendaklah kalian selalu bersatu dan jangan berselisih.” Untuk keduanya mendapat masing-masing satu tenda, sehingga keduanya dapat saling mengunjungi temannya. Abu Abdurrahman berkata; “Saya menyangkanya dari Abu Musa.”