Musnad Ahmad

×

مسند أحمد

Musnad Ahmad

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18879

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ قَالَ ثَنَا ثَابِتُ بْنُ عُمَارَةَ عَن غُنَيْمِ بْنِ قَيْسٍ عَن الْأَشْعَرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Mu’awiyah} ia berkata; Telah menceritakan kepada kami {Tsabit bin Umarah} dari {Ghunaim bin Qais} dari {Al Asy’ari} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Siapa pun dari kaum wanita yang memakai wewangian, kemudian ia melewati suatu kaum, agar mereka mencium bau wanginya, maka dia adalah wanita pezina.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18880

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ ثَنَا صَالِحُ بْنُ صَالِحٍ عَن الشَّعْبِيِّ عَن أَبِي بُرْدَةَ عَن أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ جَارِيَةٌ فَأَدَّبَهَا فَأَحْسَنَ أَدَبَهَا وَعَلَّمَهَا فَأَحْسَنَ تَعْلِيمَهَا ثُمَّ أَعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا فَلَهُ أَجْرَانِ وَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمَنَ بِنَبِيِّهِ وَآمَنَ بِمُحَمَّدٍ فَلَهُ أَجْرَانِ وَأَيُّمَا عَبْدٍ مَمْلُوكٍ أَدَّى حَقَّ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ وَحَقَّ مَوَالِيهِ فَلَهُ أَجْرَانِ

Telah menceritakan kepada kami {Abdah bin Sulaiman} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Shalih bin Shalih} dari {Asy Sya’bi} dari {Abu Burdah} dari {Abu Musa Al Asy’ari} ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mempunyai budak wanita, lalu dia mengajarinya dengan baik dan mengajarkannya adab dengan adab yang bagus, lalu dia memerdekakannya kemudian menikahinya, maka dia akan mendapatkan pahala dua kali. Dan laki-laki siapa saja dari ahli kitab, ia beriman kepada Nabinya dan beriman kepada Muhammad, maka baginya dua pahala. Dan budak laki-laki manapun yang menunaikan hak Allah pada dirinya dan juga hak tuannya, maka baginya dua pahala.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18881

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ ثَنَا شُعْبَةُ عَن قَتَادَةَ عَن أَبِي تَمِيمَةَ عَن أَبِي مُوسَى ح قَالَ وَكِيعٌ وَحَدَّثَنِي الضَّحَّاكُ أَبُو الْعَلَاءِ أَنَّهُ سَمِعَهُ مِنْ أَبِي تَمِيمَةَ عَن أَبِي مُوسَىعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ الدَّهْرَ ضُيِّقَتْ عَلَيْهِ جَهَنَّمُ هَكَذَا وَقَبَضَ كَفَّهُ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Abu Tamimah} dari {Abu Musa} -dalam riwayat lain- {Waki’} berkata, dan telah menceritakan kepadaku {Adl Dhahak Abul ‘Ala`} bahwa ia mendengarnya dari {Abu Tamimah} dari {Abu Musa} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa selama satu tahun penuh, maka neraka jahannam akan dipersempit untuknya seperti ini, lalu beliau mengepalkan telapak tangannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18882

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ ثَنَا شُعْبَةُ عَن أَبِي التَّيَّاحِ الضُّبَعِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلًا وَصَفَهُ كَانَ يَكُونُ مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَكَتَبَ أَبُو مُوسَى إِلَى ابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّكَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ زَمَانِكَ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَ أَحَدُهُمْ إِذَا أَصَابَهُ الشَّيْءُ مِنْ الْبَوْلِ قَرَضَهُ بِالْمَقَارِيضِ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى دَمْثٍ يَعْنِي مَكَانٍ لَيِّنٍ فَبَالَ فِيهِ وَقَالَ إِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْتَدْ لِبَوْلِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Tayyah Adl Dluba’i} ia berkata, saya mendengar {seseorang} -lalu ia mensifatinya- ia bersama Ibnu Abbas, ia berkata; {Abu Musa} menulis surat kepada Ibnu Abbas, “Anda adalah seorang Rijal (ulama) di zaman Anda. Dan Rasulullah saw. telah bersabda: ‘Dahulu kaum Bani Israil, bila salah seorang dari mereka terkena air kencing, maka ia memotongnya dengan gunting.’ Dan suatu ketika Rasulullah saw. melewati tempat yang lembab, dan beliau pun kencing di tempat itu. beliau bersabda: ‘Bila salah seorang dari kalian kencing, hendaklah dia berbalik (membelakangi).'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18883

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ ثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَلِيِّ بْنِ رِفَاعَةَ عَن الْحَسَنِ عَن أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْرَضُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَ عَرَضَاتٍ فَأَمَّا عَرْضَتَانِ فَجِدَالٌ وَمَعَاذِيرُ وَأَمَّا الثَّالِثَةُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَطِيرُ الصُّحُفُ فِي الْأَيْدِي فَآخِذٌ بِيَمِينِهِ وَآخِذٌ بِشِمَالِهِ

Telah menceritakan kepada kami {Waki’} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abu Ali bin Rifa’ah} dari {Al Hasan} dari {Abu Musa} radliallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Manusia pada hari kiamat diperlihatkan amalnya dengan tiga fase. Dua fase pertama adalah perdebatan dan adu argumentasi. Adapun pase ketiga, maka pada saat itulah catatan-catatan beterbangan ke tangan-tangan, ada yang mengambilnya dengan tangan kanannya dan ada juga yang menambilnya dengan tangan kirinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18884

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ قَالَ ثَنَا زُهَيْرٌ عَن أَسِيدِ بْنِ أَبِي أَسِيدٍ عَن مُوسَى بْنِ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ عَن أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الْحَيِّ عَلَيْهِ إِذَا قَالَتْ النَّائِحَةُ وَاعَضُدَاهُ وَانَاصِرَاهُ وَاكَاسِبَاهُ جُبِذَ الْمَيِّتُ وَقِيلَ لَهُ أَنْتَ عَضُدُهَا أَنْتَ نَاصِرُهَا أَنْتَ كَاسِبُهَا فَقُلْتُ سُبْحَانَ اللَّهِ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى }فَقَالَ وَيْحَكَ أُحَدِّثُكَ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُ هَذَا فَأَيُّنَا كَذَبَ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى أَبِي مُوسَى وَلَا كَذَبَ أَبُو مُوسَى عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami {Abu Amir} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Zuhair} dari {Asid bin Abu Asid} dari {Musa bin Abu Musa Al Asy’ari} dari {bapaknya} bahwa Nabi saw. bersabda: “Mayit akan disiksa lantara tangisan mereka yang masih hidup. Apabila orang yang meratap itu mengatakan, ‘Aduhai penolongku, wahai yang telah memberi pakaian.’ Maka mayit itu pun ditarik dan dikatakan padanya, ‘Kamukah penolongnya? Kamukah yang telah memberinya pakaian? ‘” Maka aku pun berkata, “Subhanallah, padahal Allah subhanahu wata’ala berfirman: ‘Dan tidaklah seseorang menanggung dosa jiwa yang lain.'” (QS. Al-an’am; 164). Maka Musa berkakata, “Celaka kamu, saya menceritakan kepadaku hadits dari Abu Musa dari Rasulullah saw., sementara kamu mengatakan hal ini. Siapakah diantara kiata yang berdusta? Demi Allah, aku tidaklah berdusta atas nama Abu Musa dan Abu Musa juga tidak berdusta atas nama Rasulullah saw.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18885

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ ثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَن حِطَّانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيِّ عَن أَبِي مُوسَىعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ الْهَرْجَ قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ الْقَتْلُ قَالُوا أَكْثَرُ مِمَّا نَقْتُلُ إِنَّا لَنَقْتُلُ فِي الْعَامِ الْوَاحِدِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ أَلْفًا قَالَ إِنَّهُ لَيْسَ بِقَتْلِكُمْ الْمُشْرِكِينَ وَلَكِنْ قَتْلُ بَعْضِكُمْ بَعْضًا قَالُوا وَمَعَنَا عُقُولُنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ إِنَّهُ لَيُنْزَعُ عُقُولُ أَكْثَرِ أَهْلِ ذَلِكَ الزَّمَانِ وَيُخَلَّفُ لَهُ هَبَاءٌ مِنْ النَّاسِ يَحْسَبُ أَكْثَرُهُمْ أَنَّهُ عَلَى شَيْءٍ وَلَيْسُوا عَلَى شَيْءٍقَالَ أَبُو مُوسَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أَجِدُ لِي وَلَكُمْ مِنْهَا مَخْرَجًا إِنْ أَدْرَكَتْنِي وَإِيَّاكُمْ إِلَّا أَنْ نَخْرُجَ مِنْهَا كَمَا دَخَلْنَاهَا لَمْ نُصِبْ فِيهَا دَمًا وَلَا مَالًا

Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Zaid} dari {Hiththan bin Abdullah Ar Raqasyi} dari {Abu Musa} Nabi saw., beliau bersabda: “Menjelang datangnya hari kiamat, akan terjadi banyak sekali Al Haraj.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Apa itu Al Haraj?” Beliau menjawab: “(Yaitu) pembunuhan.” Mereka bertanya: “Apakah lebih banyak dari yang kami lakukan? karena kami setiap tahun membunuh lebih dari tujuh puluh ribu orang.” Beliau bersabda: “Bukan seperti yang kalian lakukan yaitu (memerangi) kaum musyrikin. Akan tetapi (pembunuhan itu) terjadi antara sebagian kalian dengan sebagian yang lain.” Mereka bertanya lagi, “Apakah pada hari itu, kami masih bersama dengan orang-orang yang berakal?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya orang-orang yang berakal pada masa itu telah banyak yang meninggal lalu digantikan dengan orang yang tidak memiliki kemampuan apa-apa dari manusia, kelompok yang banyak menyangka mereka mempunyai dasar yang kuat, padahal mereka tidak mempunyai pegangan apa-apa.” Abu Musa berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, saya tidak mendapatkan jalan keluar untuk diriku dan kalian jika memang masa itu menemuiku dan kalian, kecuali kita keluar darinya sebagaimana saat kita memasukinya dengan tidak menumpahkan darah dan merampas harta benda.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18886

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ ثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَسِيدُ بْنُ أَبِي أَسِيدٍ عَن ابْنِ أَبِي مُوسَى عَن أَبِيهِ أَوْ عَن ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَن أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحَلِّقَ حَبِيبَتَهُ حَلْقَةً مِنْ نَارٍ فَلْيُحَلِّقْهَا حَلْقَةً مِنْ ذَهَبٍ وَمَنْ سَرَّهُ أَنْ يُسَوِّرَ حَبِيبَتَهُ سِوَارًا مِنْ نَارٍ فَلْيُسَوِّرْهَا سِوَارًا مِنْ ذَهَبٍ وَلَكِنْ الْفِضَّةُ فَالْعَبُوا بِهَا لَعِبًا

Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} yakni Ibnu Abdullah bin Dinar, ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Asid bin Abu Asid} dari {Ibnu Abu Musa} dari {bapaknya} atau dari {Ibnu Abu Qatadad} dari {bapaknya} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang suka mengalungkan kekasihnya dengan kalung dari neraka, maka silahkan da mengalungkannya dengan emas. Dan siapa yang suka memakaikan gelang kepada kekasihnya dengan gelang dari neraka, maka silahkan dia memakaikannya gelang dari emas. Namun, hendaknya dengan perak, bersenang-senanglah kalian dengannya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18887

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ قَالَ أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ عَن قَتَادَةَ عَن أَبِي بُرْدَةَ عَن أَبِي مُوسَىأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَافَ مِنْ رَجُلٍ أَوْ مِنْ قَوْمٍ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ

Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Dawud} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Imran} dari {Qatadah} dari {Abu Burdah} dari {Abu Musa} bahwasanya; Apabila Nabi saw. merasa ketakutan terhadap seseorang atau dari suatu kaum, maka beliau berdo’a: “ALLAHUMMA INNII AJ’ALUKA FII NUHUURIHIM WAA’UUDZU BIKA MIN SYURUURIHIM (Ya Allah, aku menjadikan Engkau pada kerongkongan-kerongkongan mereka, dan aku berlindung pada-Mu dari keburukan-keburukan mereka).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 18888

Kitab 10 : Musnad Penduduk Kufah

Bab : Hadits Abu Musa Al Asy’ari ra.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ثَنَا مُعَاذٌ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَن أَبِي بُرْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ عَن أَبِيهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَافَ قَوْمًا قَالَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ

Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Mu’adz} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {bapaknya} dari {Qatadah} dari {Abu Burdah bin Abdullah bin Qais} dari {bapaknya, Abdullah bin Qais}, bahwasanya; Apabila Nabi Allah saw. khawatir akan suatu kaum, maka beliau berdo’a: “ALLAHUMMA INNAA NAJ’ALUKA FII NUHUURIHIM WANA’UUDZU BIKA MIN SYURUURIHIM (Ya Allah, kami menjadikan Engkau pada kerongkongan-kerongkongan mereka, dan kami berlindung pada-Mu dari keburukan-keburukan mereka).”